V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Apriyaldi, R. 2015. Analisis Intensitas Serangan Hama Kumbang Tanduk (Oryctes Rhinoceros) Pada Kelapa Sawit Di PTPN V Sei. Galuh Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Tugas Akhir. Tidak dipublikasikan. Jurusan Budidaya Tanaman Pangan. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Ardiyati, T. A, Gatot, M., & Toto, H (2015). Uji patogenitas jamur entomopatogen
Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin pada Jangkrik (Gryllus sp.) (Orthoptera: Gryllidae). J. HPT, 3(3), 48.
Barnett and Hunter, 1972. Illustrated Genera of Imperfecti Fungi. Burgess Publishing Company, Minnesota.
Bedford GO. 2013b. Biology and management of palm dynastid beetles: Recent advances. Annual Review of Entomology 58:353–372. DOI:
https://doi.org/10.1146/annurev-ento-120710-100547
Bintang A.S, Wibowo A, dan Harjaka T. 2015. Keragaman Genetik Metharizium anisopliae dan Virulensinya Pada Larva Kumbang Badak (Oryctes rhinoceros). Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia. Vol 19 (1): 12- 18.
Budi Rezky Nurwibawanto, 2016. Kualitas Cendawan Metharizium anisopliae (Metsch) pada Berbagai Media dan Lama Penyimpanan Terhadap Tenebrio Molitor. Universitas Jember. Skripsi
Christina. L. Salaki dan Dantje Tarore. 2012. Eksplorasi Bakteri Entomopatogenik yang Berpotensi Sebagai Agensia Pengendali Hayati terhadap Hama Plutella xylostella dan Spodoptera sp. Pada Tanaman Kubis Bunga dan Broccoli. Prosiding. Kongres VII dan Seminar Nasional Perhimpunan Entomologi Indonesia.
Cloyd, R. 2003. The entomopathogen Verticillium lecanii. Midwest Biological Control News. University of Illions.
Dewi Gusti Widiarti, 2018. Uji Patogenisitas jamur Metharizium Sp. Isolat Lampung Selatan dan Salatiga Terhadap Larva Hama (O. rhinoceros)
di Laboratorium. Universitas Lampug.
(http://digilib.unila.ac.id/30516/3/SKR)
Dhian Chitra Ayu, F.S. 2012). Pengaruh Penambahan Tepung Jangkrik pada Medium Pertumbuhan terhadap Kemampuan Metharizium majus UICC 295 Menginfeks Larva Oryctes rhinoceros Linnaeus.
Effendy T. A. 2010. Uji Toksisitas Bioinsektisida Jamur Metharizium sp. Berbahan Pembawa Bentuk Tepung untuk Mengendalikan Nilaparvata lugens (Stal.)
Erawati. D. N. 2009. Infeksi Agens Hayati Entomopatogen Terhadap Gejala Kematian dan Perilaku Spodoptera litura F. Prosiding Seminar Nasional Peran Agroteknologi untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Perkebunan. Fakultas Pertanian Universitas Jember. 322-328.
Even Supandi Sitinjak. 2018. Uji Efektivitas Jamur Entomopatogenik Metharizium anisopliae dan Beauveria bassiana terhadap Mortalitas Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) pada Chipping Batang Kelapa Sawit. Universitas Medan Area.
Hasyim A, Yasir H, dan Azwana. 2005. Seleksi substrat untuk perbanyakan Beauveria bassiana (Bals.) Vuill dan infektivitasnya terhadap hama penggerek bonggol pisang, Cosmopolites sordidus Germar. J. Hort.
15(2):116-123.
Herlinda S, Utama MD, Pujiastuti Y, dan suwandi. 2006. Kerapatan dan viabilitas spora Beavuria bassiana (Bals.) Vuill akibat subkultur dan pengayaan media, serta virulensinya terhadap larva Plutella xylostella (Linn.) J.
HPT Tripika. 6(2):7—78.
Herlinda S, Mulyati SI, dan Suwandi. 2008a. Jamur entomopatogen berformulasi cair sebagai bioinsektisida untuk pengendali wereng coklat. J. Agritrop.
27(3):119-126.
Idris I., Mayerni R., Warnita W. 2020. Karakterisasi Morfologi Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Kebun Binaan PPKS Kabupaten Dharmasraya. Jurnal Riset Perkebunan (JRP). Vol 1(1): 45-53.
Lukmana. M., Alamudi F. 2017. Monitoring Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan di PT. Barito Putera Plantation. Jurnal Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Hasnur. Vol 03(2): 59-63
Magfira. A, A., Himawan A. Tarmadja S. 2022. Aplikasi Jamur Beauveria Bassiana dan Metarhizium anisopliae Untuk Pengendalian Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros). Jurnal Agroteknologi. Vol 6 (1): 61-69.
Manurung E.M., Tobing. M.C., Lubis., Priwiratama. 2012. Efikasi Beberapa Formulasi Metarhizium Anisopliae Terhadap Larva Oryctes rhinoceros L. (Coleoptera: Scarabaeidae) di Insektarium. Jurnal Online Agroekoteknologi. Vol 1 (1) 47-62
Meiatmoko D. Santi I.S., Kristalisasi E.N. 2018. Kajian Jamur Metarhizium anisopliae untuk Mengendalikan Oryctes rhinoceros. Jurnal Agromast.
Vol 3(1).
Mulyono. 2007. Kajian Patogenisitas Cendawan Metarhizium anisopliae terhadap Hama Oryctes rhinoceros L. Tanaman Kelapa pada Berbagai Waktu Aplikasi. Tesis. Program Studi Magister. Universitas sebelas Maret, Surakarta.
Mulyono. (2008). Kajian patogenitas cendawan Metarhizium anisopliae terhadap hama Oryctes rhinoceros L. tanaman kelapa pada berbagai waktu aplikasi. Tesis. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Nasution L, dkk. 2021. Pemanfaatan Jamur Metharizium anisopliae Berasa dari Isolat Brontispa Longissima Mengendalikan Larva (Oryctes rhinoceros) Secara Invitro. Jurnal Agrica Ekstensia. Vol 15(2): 132- 141.
Perabu Jaya Sitepu. 2009. Kemampuan Larva Oryctes rhinoceros (Coleoptera:
Scarabaeidae) Menularkan Cendawan Metharizium anisopliae ke Larva Sehat di Pertanaman Kelapa Sawit. Skripsi. Universitas Sumatera Utara Petra J. S. 2021. Efektivitas Metharizium anisopliae dan Beauveria bassiana Terhadap Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros Linn). Skripsi.
Fakultas Pertanian. Universitas Palanga Raya. Palangka Raya.
Prawirosukarto, S.et al, 2003. Pengenalan dan Pengendalian hama dan penyakit tanaman kelapa sawit. PPKS, Medan
Prayitno A. T., 2012. Toksisitas Jamur Metarhizium anisopliae Terhadap Larva Nyamuk Culex sp. Skripsi.
Prayogo, Y., W. Tengkano, dan Marwoto. 2005. Prospek Cendawan Entomopatogen M. anisopliae untuk Mengendalikan Ulat Grayak Spodoptera litura pada Kedelai. Jurnal Litbang Pertanian 24 (1):19- 26p. Widiyanti N.L.P.M.,
Prayogo, Y., 2012. Efikasi Cendawan Entomopatogen Beaveria bassiana (Bals) Vuill. (Deuteromycotina: Hyphomycetes) dan Metharizium anisopliae terhadap Kepik Hijau (Nezara virdula L.). Jurnal HPT Tropika 2(1): 1- 14
Sensie. 2020. Efektivitas Beauveria bassiana dengan Konsentrasi yang Berbeda Terhadap Nimfa Walang Sangit (Leptocorisa acuta) pada Tanaman Padi. Skripsi. Universitas Palangka Raya.
Siahaan, I.R.T.U dan Syahnen. 2014. Mengapa O. rhinoceros Menjadi Hama pada Tanaman Kelapa Sawit. Ditjenbun. Pertanian.go.id/…/berita-294- Diakses 10 juni 2016.
Siswanto dan I. M. Trisawa. 2018. Uji Mutu dan Keefektifan Metarhizium anisopliae Isolat Kalimantan Tengah Terhadap Oryctes rhinoceros (Coleoptera: Scarabaeidae). Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Buletin Palma. 19 (2) 79-88.
Soetopo D. 2004. Efficacy of selected Beauveria bassiana (Bals.) Vuill. Isolates in combination with a resistant cotton bollworm, Helicoverpa armigera (Hubner) (Lepidoptera: Noctuidae). (Disertasi). Philippines: University of The Philippines Los Banos
Tanada, Y. dan Kaya, H.K., 1993. Insect pathology. Aca-demik Press. Inc.
Publishier Sandiego New York Boston. London Sydney Tokyo Toronto. Hal 359-360.
Toto Suryanto, 2020. Uji Efektivitas Metarhizium anisopliae sebegai Pengendali Larva Oryctes rhinoceros di Perkebunan Kelapa Sawit. Jurnal Citra Widya Edukasi. 12 (2):147-147.
Widiarti, D.G. (2018). Uji Patogenitas Jamur Metarhizium sp. Isolat Lampung Selatan dan Salatiga Terhadap Larva Oryctes rhinoceros di Laboratorium DANST LARVA, 13.
Widiyanti, N.L.P Manik dan S. Muyadihardja. 2004. Uji Toksisitas Jamur Metharizium Anisopliae Terhadap Larva Nyamuk Aedes Aegypti.
Media Litbang Kesehatan XIV (3): 25-30.
Vandaveer, C. 2004. What is Lethal-Male deliverysystem., http://www5e.biglobe.ne.jp/champ/Oryctesrhinoceros1.htm.com.
Diakses pada 10 Desember 2011.
Yustina., Fauziah, Y., dan Sofia, R. 2011. Struktur Populasi Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) di area Perkebunan Kelapa Sawit Masyarakat Desa Kanantan Kabupaten Kampar Riau. Jurnal Biogenesis. 8(2):1-1.
Zul Khairi Syahputra, 2019. Uji Efektivitas Jamur Entomoparogen Dari Habitat Yang Berbeda dan Kerapatan Konidia Untuk Mengendalikan Hama Kumbang Badak (Oryctes rhinoceros). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiah Sumatera Utara. Medan.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Susunan Letak Petak Penelitian
Ket: M: Dosis Metharizium U: Ulangan
M0U4 M0U2 M2U4 M1U2
M3U2 M1U3 M3U1 M0U1
M0U3 M3U4 M4U2 M2U1
M2U3
M1U1 M2U2
M4U3 M1U4 M4U4
M4U1 M3U3
Lampiran 2. Rata-Rata Jumlah Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) Terinfeksi Jamur Metharizium anisopliae
Hari Ulangan
Perlakuan Dosis
Sub total
Rata- rata 0 ml
(M0)
60 ml (M1)
80 ml (M2)
100 ml (M3)
120 ml (M4)
Hari Ke- 7
I 0 0 0 0 0 0 0
II 0 0 1 0 0 1 0,2
III 0 1 0 0 0 1 0,2
IV 0 0 0 0 0 0 0
Sub total 0 1 1 0 0
Rata-rata 0 0,25 0,25 0 0
Hari Ke- 14
I 0 1 3 3 0 7 1,4
II 0 1 1 0 1 3 0,6
III 0 3 2 0 0 5 1
IV 0 2 4 2 1 9 1,8
Sub total 0 7 10 5 2
Rata-rata 0 1,75 2,5 1,25 0,5
Hari Ke- 21
I 0 1 1 2 4 8 1,6
II 0 1 2 1 2 6 1,2
III 0 3 2 0 1 6 1,2
IV 0 8 2 1 1 12 2,4
Sub total 0 11 7 4 8
Rata-rata 0 2,75 1,75 1 2 1 0,25
Hari ke-28
I 0 0 0 0 1 0 0
II 0 0 0 0 0 0 0
III 0 0 0 0 0 1 0,25
IV 0 1 0 0 0
Sub total 0 1 0 0 0,25
Rata-rata 0 0,25 0 0 0,25
Sub Total
Rata-rata
Lampiran 3. Rata-Rata Mortalitas Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros)
Hari Ulangan
Perlakuan Dosis
Sub total
Rata- rata 0 ml
(M0)
60 ml (M1)
80 ml (M2)
100 ml (M3)
120 ml (M4)
Hari Ke-7
I 0 0 0 0 0 0 0
II 0 0 0 0 0 0 0
III 0 0 0 0 0 0 0
IV 0 0 0 0 0 0 0
Sub total 0 0 0 0 0
Rata-rata 0 0 0 0 0
Hari Ke-14
I 0 0 0 0 0 0 0
II 0 0 1 0 0 1 0,2
III 0 1 0 0 0 1 0,2
IV 0 0 0 0 0 0 0
Sub total 0 1 1 0 0
Rata-rata 0 0,25 0,25 0 0
Hari Ke-21
I 0 1 3 3 0 7 1,4
II 0 1 1 0 1 3 0,6
III 0 3 2 0 0 5 1
IV 0 2 4 2 1 9 1,8
Sub total 0 7 10 5 2
Rata-rata 0 1,75 2,5 1,25 0,5
Hari Ke-28
I 0 1 1 2 4 8 1,6
II 0 1 2 1 2 6 1,2
III 0 3 2 0 1 6 1,2
IV 0 8 2 1 1 12 2,4
Sub total 0 13 7 4 8
Rata-rata 0 3,25 1,75 1 2
Sub total
Rata-rata
Lampiran 4. Persentase Larva Terinfeksi Pengamatan 1 bulan
Perlakuan Ulangan
Jumlah Larva % Infeksi
1 2 3 4
M0 (0 ml) 0 0 0 0 0 0% a
M1 (60 ml) 2 2 7 11 22 27,50% b
M2 (80 ml) 4 4 4 6 18 22,50% b
M3 (100 ml) 5 1 0 3 9 11,25% ab
M4 (120 ml) 5 3 1 2 11 13,75% ab
*Angka yang diikuti dengan huruf berbeda menunjukan perbedaan signifikan (5%)
Lampiran 5. Persentase Mortalitas Larva Pengamatan 1 Bulan
Perlakuan Ulangan Mortalitas
Larva
% Mortalitas
1 2 3 4
M0 (0 ml) 0 0 0 0 0 0%a
M1 (60 ml) 2 2 7 10 21 26,25%b
M2 (80 ml) 4 4 4 6 18 22,50%b
M3 (100 ml) 5 1 0 3 9 11,25%ab
M4 (120 ml) 4 3 1 2 10 12,50%ab
*Angka yang diikuti dengan huruf berbeda menunjukan perbedaan signifikan (5%)
Lampiran 6. Analisis Data
Tabel 1. Hasil Analisis ragam Infeksi Larva
Sumber Ragam DB JK KT F-Hitung Nilai-P F-0,05 F-0,01 M (M) 4 43,2516 10,8129 4,679 * 0,012 3,056 4,893
Galat 15 34,6667 2,3111
Total 19 77,9183
Keterangan: * = berbeda nyata pada taraf nyata 5%; ** = berbeda nyata pada taraf nyata 1%; tn = tidak berbeda nyata
KK = 60,01%
Tabel 2. Nilai rata-rata Infeksi
M (M) Rata-rata
M0 0,00 a
M1 3,17 b
M2 4,50 b
M3 2,25 ab
M4 2,75 b
Tabel 3. Hasil Analisis ragam Mortalitas Larva
Sumber Ragam DB JK KT F-Hitung Nilai-P F-0,05 F-0,01 M (M) 4 45,2885 11,3221 8,350 ** 0,001 3,056 4,893
Galat 15 20,3385 1,3559
Total 19 65,6271
Keterangan: * = berbeda nyata pada taraf nyata 5%; ** = berbeda nyata pada taraf nyata 1%; tn = tidak berbeda nyata
Table 4. Nilai rata-rata Mortalitas Larva
M (M) Rata-rata
M0 0,00 a
M1 3,08 bc
M2 4,50 c
M3 1,56 ab
M4 2,50 b
Lampiran 7. Data Suhu EMU Agustus 2023
Tanggal Suhu
1 Agustus 2023 31,00984127 2 Agustus 2023 30,74952381 3 Agustus 2023 30,72079365 4 Agustus 2023 30,60587302 5 Agustus 2023 31,26428571 6 Agustus 2023 30,63725806 7 Agustus 2023 30,0555 8 Agustus 2023 29,65730769 9 Agustus 2023 28,589 10 Agustus 2023 30,29517857 11 Agustus 2023 30,48095238 12 Agustus 2023 30,82174603 13 Agustus 2023 30,40419355 14 Agustus 2023 29,91307692 15 Agustus 2023 31,27936508 16 Agustus 2023 31,11460317 17 Agustus 2023 30,94442623 18 Agustus 2023 29,8195 19 Agustus 2023 31,21766667 20 Agustus 2023 29,56983051 21 Agustus 2023 30,69238095 22 Agustus 2023 30,43206349 23 Agustus 2023 30,40333333 24 Agustus 2023 30,63126984 25 Agustus 2023 30,21064516 26 Agustus 2023 29,21483871 27 Agustus 2023 30,603125 28 Agustus 2023 30,83627119 29 Agustus 2023 30,571875 30 Agustus 2023 30,4096875 31 Agustus 2023 30,71491803
Lampiran 8. Proses Sterilisasi Tanah dan Jangkos
Keterangan: a) Persiapan media tanah; b) Sterilisasi tanah; c) Persiapan media jangkos; d) Sterilisasi jangkos
a b
c d
Lampiran 9. Penyediaan Larva O. rhinoceros
Keterangan: a) Proses pengambilan larva dari tumpukkan jangkos dilahan; b) Memisahkan instar III yang masih sehat dan aktif bergerak; c) media hidup sementara larva sebelum aplikasi
Lampiran 10. Larva Oryctes rhinoceros
Keterangan: a) Larva Instar I; b) Larva Instar II; c) Larva Instar III.
a b c
Lampiran 11. Persiapan Plot Penelitian
Keterangan: a) Pemotongan galon; b) Pengangkutan tanah dan jangkos ke lokasi penelitian; c) Pengisian tanah kedalam galon; d) pengukuran tinggi tanah; e) Pengisian jangkos kedalam galon dan diukur; f) Peletakan plot penelitian sesuai dengan tata letak
a
c
b
d
e f
Lampiran 12. Pengaplikasian Jamur Metharizium anisopliae
Keterangan: a) Kalibrasi menggunakan gelas ukur; b) Hand spray sebagai alat untuk aplikasi jamur; c) Penuangan jamur M. anisopliae kedalam Hand spray; d) Penyemprotan Jamur M. anisopliae kedalam media pengamatan; e) Kalibrasi menggunakan gelas beaker; f) Aplikasi jamur dengan menggunakan metode injeksi
a
f e
c d
b
Lampiran 13. Penyediaan Jamur M. anisopliae
Keterangan: a) Tempat penyimpanan jamur M. anisopliae; b) Pengambilan jamur dari jeregen penyimpanan; c) Quality Control dan pengenceran jamur serta menghitung kerapan spora; d) Formulasi jamur M.
anisopliae
a b
c d
Lampiran 14. Tampak Mikroskopis dan Makroskopis Larva Terinfeksi jamur Metharizium anisopliae
Keterangan: a) dan b) Tampak mikroskopis jamur M. anisopliae; c), d), e) dan f) Tampak makroskopis jamur M anisopliae
a b
c d
e f
Lampiran 15. Eksplorasi Jamur M. anisopliae dari Tanah
Keterangan: a) Tampak atas media pengamatan; b) Tampak bawah media pengamatan; c) dan d) Alat dan bahan yang digunakan untuk eksplorasi
a
d b
c
Lampiran 16. Supervisi Dosen
Kunjungan Dosen Pembimbing ke Lokasi Penelitian Trial 1
Kunjungan Dosen Pembimbing ke Lokasi Penelitian Trial 2
Kunjungan Dosen Pembimbing ke Lokasi Penelitian Trial 1
Foto Bersama Dosen Pembimbing dan pembimbing lapangan
Kunjungan dosen pembimbing ke lokasi penelitian Trial 2
Foto Bersama Dosen Pembimbing dan pembimbing lapangan