• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

1. Kepada petugas panti agar dapat membuat dan meningkatkan berbagai macam kegiatan di Panti agar para lansia memiliki kegiatan keterampilan kreatif agar terciptanya rasa berguna dalam diri para lansia

2. Kepada kepala panti untuk segera mempekerjakan dokter jiwa atau psikolog guna melihat dan memberi dukungan sosial berupa nasehat-nasehat serta dukungan emosional

3. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperkaya data wawancara secara mendalam dengan subjek penelitian. Selain itu, bagi peneliti selanjutnya

105

diharapkan sebaiknya lebih fokus pada sumber-sumber makna hidup khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai penghayatan.

106

DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, C. A. (2002). Pokoknya Kualitatif. Jakarta: Pustaka Jaya

Bastaman, D. H. (2007). Logoterapi: Psikologi untuk Menemukan Makna Hidup dan Meraih Hidup Bermakna. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Bahruddinsyah, R. (2016). Makna Hidup dan Arti Kebahagiaan Pada Lansia di Panti Werdha Nirwana Putri Samarinda. eJournal Psikologi, 4 (4), 431-445.

Bustan, M. N. (2007). Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Rineka Cipta.

Carlson, R. N. (2013). Fisiologi Perilaku Edisi Kesebelas Jilid 2. Jakarta:

Erlangga

Cartwright, A. C., & Cartwright, P. G. (1976). Developing Observation Skills. New York: McGraw-Hill Book Company

Chapling, P. J. (2011). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada Creswell, W. J. (2015). Penelitan Kualitatif dan Desain Riset. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar

Creswell, W. J. (2016). Research Design. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Davison, C. G., Neale, M. J. & Kring, M. A. (2012). Psikologi Abnormal Edisi Ke- 9. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Fitriyah, L., & Jauhar, M. (2014). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Prestasi Pustaka

Fudyartanta, K. (2012). Psikologi Kepribadian Paradigma Filosofis, Tipologois, Psikodinamik dan Organismik-Holistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Hurlock, B, E. (2003). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga

Indrawati, S, E., Saputri, A, W, M. (2011). Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Depresi Pada Lanjut Usia Yang Tinggal Di Panti Wreda Wening Wardoyo Jawa Tengah. Jurnal Psikologi Undip, 1 (9), 65-72.

Indriani, Y,. Desiningrum, R. D., & Kristiana, F. I. (2011). Religiositas, Keberadaan Pasangan Dan Kesejahteraan Sosial (Social Well Being) Pada Lansia Binaan Pmi Cabang Semarang. Jurnal Psikologi Undip, 10, (2), 184-193.

107

Kashaniyan, F., & Koolae, K. A. (2015). Effectiveness of Positive Psychology Group Interventions on Meaning of Life and Life Satisfaction among Older Adults. Elderly Health Journal, 1 (2), 68-74.

Karundeng, M., Bidjuni, H., & Kaharingan, E. (2015). Pengaruh Penerapan Terapi Okupasi Terhadap Kebermaknaan Hidup Pada Lansia Di Panti Werdha Damai Ranomuut Manado. eJournal Keperawatan, 2 (3), 1-8.

Khairani, M. (2017). Psikologi Belajar. Yogyakarta: Aswaja Pressindo

King, A. L. (2007). Psikologi umum: sebuah pandangan apresiatif. Jakarta:

Salemba Humanika

Kristyaningsih, D. (2011). Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia. Jurnal Keperawatan, 1 (1), 1-8.

Ling, J., & Catling, J. (2012). Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga

Maramis, L. R. (2016) Kebermaknaan Hidup Dan Kecemasan Dalam Menghadapi Kematian Pada Lansia Di Panti Wredha Samarinda. eJournal Psikologi, 4 (3), 319-332

Mubin., & Cahyadi. (2006). Psikologi Perkembangan. Ciputat: PT Ciputat Press Group

Muis, S. (2009). Kenali Kepribadian Anda dan Permasalahannya dari Sudut Pandang Teori Psikoanalisa. Yogyakarta: Graha Ilmu

Nasution, S. (2012) Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara

Nurani, M. V., & Mariyanti, S. (2013). Gambaran Makna Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa. Jurnal Psikologi, 11 (1), 1-13.

Pasolog, H. (2012). Metode Penelitian Administrasi Publik. Yogyakarta: alfabeta Permatasari, H., Wiarsih, W., & Jafar, N. (2011). Pengalaman Lanjut Usia

Mendapatkan Dukungan Keluarga. Jurnal Keperawatan Indonesia, 3 (14), 157-164.

Poerwandari, E. K. (1998). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Psikologi.

Jakarta: LPSP3

Prawitasari, E. J. (2011). Psikologi Klinis Pengantar Terapan Mikro & Makro.

Jakarta: Erlangga

108

Putri, K. P., & Ambarini, K. T. (2012). Makna Hidup Penderita Skizofrenia Pasca Rawat Inap. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 1 (2), 145-150.

Rais, E. H. (2012). Kamus Ilimiah Populer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Salamah. (2005). Kondisi Psikis Dan Alternatif Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial Lansia Di Panti Wredha. Jurnal PKS, 4 (11), 55-61.

Santrock, W. J. (2002). Edisi Kelima Life-Span Develompment: Perkembangan Masa Hidup Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Santrock, W. J. (2012). Life Span Development Perkembangan Masa Hidup Edisi Ketigabelas Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Santrock, W. J. (2012). Psikologi Pendidikan Educationa Psychology edisi ke 3.

Jakarta: Salemba Humanika

Santoso, S. (2010). Teori-teori Psikologi Sosial. Bandung: Reflika Aditama.

Collins Publisher.

Sarwono, S., S. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

Skinner, F. B. (2013). Ilmu Pengetahuan dan Perilaku Manusia. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar

Smith, E. E., & Kosslyn, M. S. (2014). Psikologi Kognitif Pikiran dan Otak.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Steger, F. M., Oishi, S., & Kashdan, B. T. (2009). Meaning In Life Across The Life Span: Levels And Correlates Of Meaning In Life From Emerging Adulthood To Older Adulthood. The Journal of Positive Psychology, 1 (4), 43–52

Sujarwa. (2011). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan kombinasi.

Bandung. Alfabeta

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kombinasi. Bandung: Penerbit Alfabeta Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung.

Alfabeta

Wade, C., & Tavris, C. (2007). Psikologi Edisi Sembilan (Jilid 2). Jakarta:

Erlangga.

109

Walgito, B. (2003). Psikologi Sosisl (Suatu Pengantar). Yogyakarta: C.V Andi Offset

www.depkes.go.id www.kemsos.go.id

0

1

RIWAYAT HIDUP

Nama : Nurmutmainnah M. Ahmad

Nim : 4512091038

TTL : Ternate, 21 November 1994 Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Alamat : BTP BLOK G NO 290 Telepon/HP : 082195576294 Riwayat Pendidikan:

1. 2000 – 2002 menjadi siswa di SD Islamiyah 5 Ternate

2. 2002 – 2006 menjadi siswa di SD Inpres Samsuma Kec Malifut Halut 3. 2006 – 2009 menjadi siswa di SMP N 1 Malifut Halut

4. 2009 – 2012 menjadi siswa di SMA N 1 Ternate

5. 2012 – 2017 menjadi mahasiwa Strata Satu (S-1) di Universitas Bosowa Makassar, Fakultas Psikologi

Pendidikan dan Latihan yang pernah di ikut (2012 – 2017) 1. 6 April 2013 – Seminar Kode Etik Psikologi

2. 27 Februari 2014 – Seminar Nasional Profesi Psikologi

3. 10 November 2014 – Seminar Nasional Menyongsong Kepemimpinan Baru Indonesia Perspektif Psikologi

4. 11 April 2015 – Semiloka Penelitian Kulitatif

5. 12 April 2015 - Pelatihan administrasi Tes & Skoring (TIKI, SPM, APM CFIT) 6. 9 Januari 2016 – Seminar Nasional Psikologi Kesehatan

7. 22 Desember 2016 – Seminar Psikologi Islam

2

PEDOMAN WAWANCARA

Aspek Fokus Penelitian Pertanyaan

Profil Profil Subjek, bertujuan untuk mengetahui demografi subjek meliputi: usia, tempat tanggal lahir, keluarga, pendidikan, ekonomi dan sosial

1. Siapa nama lengkap anda?

2. Berapa usia anda?

3. Dimana tempat/tanggal lahir anda?

4. Bisakah anda menceritakan riwayat keluarga anda?

5. Bisakah anda menceritakan riwayat pendidikan anda?

6. Bagaimana hubungan anda dengan teman-teman di panti?

7. Apa kesibukan anda saat ini?

Gambaran kebermaknaan hidup

Pandangan subjek mengenai sumber-sumber makna hidup, bertujuan untuk mengungkap bagaimana subjek bertanggung jawab, meyakini dan sabar saat memasuki masa lanjut

1. Bagaimana pandangan anda tentang panti wreda?

2. Bisakah anda menceritakan pengalaman anda selama dipanti?

3. Bisakah anda menceritakan tentang pengalaman masa muda anda?

4. Bisakah anda menceritakan tentang pekerjaan anda saat masih muda?

5. Bisakah anda menceritakan tentang keluarga anda?

6. Bagaimana hubungan anda dengan keluarga?

Gambaran kebermaknaan hidup

Sumber Makna Hidup 1. Sejak kapan anda masuk ke panti wredha?

2. Bisakah anda menceritakan pengalaman anda selama tinggal di panti?

3. Hal apa saja yang sudah dilakukan selama tinggal di dalam panti?

4. Bagaimana pandangan anda tentang beribadah?

5. Bagaimana cara anda mengelolah kemampuan dalam (Seni) ?

6. Bagaimana pandangan anda tentang penyakit yang anda rasakan?

7. Bagaimana hubungan anda dengan teman-teman didalam panti ini?

8. Bantuan apa saja yang pernah anda lakukan terhadap lingkungan disekitar panti?

Gambaran kebermaknaan hidup

Karakteristik Makna Hidup 1. Apa yaang anda rasakan saat pertama kali masuk di panti?

2. Bagaimana pandangan anda tentang kebahagiaan yang anda rasakan saat tingal disini?

3. Bagaimana cara anda melepaskan rindu saat merindukan sanak keluarga anda?

4. Apa saja aktivitas anda sehari-hari?

5. Bagaimana perasaan anda dalam menjalani kehidupan sehari-hari?

3

PELAKSANAAN PENGUMPULAN DATA

SUBJEK SJ

No Har/tanggal Waktu Kegiatan Lokasi

1 Selasa/21/2/2017 10.04 WIT Wawancara Observasi

Panti Sosial Tresna Werdha Himo-Himo Ternate

2 Senin/27/2/2017 11.40 WIT Wawancara Observasi

Panti Sosial Tresna Werdha Himo-Himo Ternate

3 Selasa/28/2/2017 11.56 WIT Wawancara Observasi

Panti Sosial Tresna Werdha Himo-Himo Ternate

4 Senin/6/3/2017 16.14 WIT Wawancara Observasi

Panti Sosial Tresna Werdha Himo-Himo Ternate

PELAKSANAAN PENGUMPULAN DATA SUBJEK RS

No Har/tanggal Waktu Kegiatan Lokasi

1 Selasa/21/2/2017 13.00 WIT Wawancara Observasi

Panti Sosial Tresna Werdha Himo-Himo Ternate

2 Senin/27/2/2017 11.40 WIT Wawancara Observasi

Panti Sosial Tresna Werdha Himo-Himo Ternate

3 Selasa/28/2/2017 11.56 WIT Wawancara Observasi

Panti Sosial Tresna Werdha Himo-Himo Ternate

4 Senin/6/3/2017 16.14 WIT Wawancara Observasi

Panti Sosial Tresna Werdha Himo-Himo Ternate

4

SURAT PERSETUJUAN MENJADI SUBJEK PENELITIAN (INFORMED CONSENT)

Assalamualaikum Wr.Wb.

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya :

Nama : SJ

Jenis Kelamin : Laki-laki

Usia : 77 Tahun

Setelah mendapat penjelasan dari peneliti tentang maksud dan tujuan penelitian serta prosedur pelaksanaannya, maka dengan ini saya menyatakan bersedia menjadi subjek pada penelitian dengan judul “Kebermaknaan Hidup Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Himo-Himo Ternate” yang dilakukan oleh:

Nama Mahasiswa : Nurmutmainnah M. Ahmad

Nim : 4512091038

Fakultas : Psikologi

Alamat : BTP BLOK G NO 290

Penelitian ini bertujuan menyelesaikan studi strata satu (S1) pada Fakultas Psikologi Universitas Bosowa.

Demikian untuk diketahui sebagai bahan laporan dan digunakan sebagaimana mestinya.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Ternate, 21 Februari 2017

Subjek

SJ

5

SURAT PERSETUJUAN MENJADI SUBJEK PENELITIAN (INFORMED CONSENT)

Assalamualaikum Wr.Wb.

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya :

Nama : RS

Jenis Kelamin : Laki-laki

Usia : 66 Tahun

Setelah mendapat penjelasan dari peneliti tentang maksud dan tujuan penelitian serta prosedur pelaksanaannya, maka dengan ini saya menyatakan bersedia menjadi subjek pada penelitian dengan judul “Kebermaknaan Hidup Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Himo-Himo Ternate” yang dilakukan oleh:

Nama Mahasiswa : Nurmutmainnah M. Ahmad

Nim : 4512091038

Fakultas : Psikologi

Alamat : BTP BLOK G NO 290

Penelitian ini bertujuan menyelesaikan studi strata satu (S1) pada Fakultas Psikologi Universitas Bosowa.

Demikian untuk diketahui sebagai bahan laporan dan digunakan sebagaimana mestinya.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Ternate, 21 Februari 2017 Subjek

RS

6

CATATAN VERBATIM WAWANCARA SUBJEK 1 (S1-W1) Hari/tanggal wawancara : Selasa, 21 Februari 2017

Waktu wawancara : 10.03-11.00 WIT

Tempat : Panti Sosial Tresna Werdha Himo-Himo Ternate

Wawancara ke- : 1

Kode Wawancara : S1-W1

Pewawancara : Nurmutmainnah M. Ahmad

Terwawancara : SJ

Keterangan : Pertanyaan – dicetak tebal Jawaban – dicetak biasa

Istilah asing (bahasa daerah) – dicetak miring

NO S/P VERBATIM

1 N Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Tete Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Tete

2 SJ Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, mari masuk. Ini ada bakiapa ee Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, silahkan masuk. Ini ada apa yah 3 N Saya mahasiswi dari universitas bosowa makassar tete mo penelitian disini

Saya adalah mahasiswi dari universitas bosowa makassar tete yang akan melakukan penelitian disini 4 SJ Oh iyo iyooo. Mari duduk disini. Mo wawancara pe saya kaa mo bafoto-foto deng saya hehe

Oh iya iya. Sini duduk. Mau wawancara saya atau foto-foto sama saya, hehe

5 N Makasih tete

Makasih tete

6 SJ Kong nina jurusan apa ni?

Trus nina mengambil jurusan apa?

7 N Saya jurusan psikologi tete

Saya mengambil jurusan psikologi tete

8 SJ Oh psikologi ee. Berarti adek nina bisa tau apa yang saya pikir ee, bagus tu jurusan psikologi

Oh psikologi.. Berarti adek nina ini bisa tahu apa yang saya pikirkan yah. Wah bagus itu jurusan psikologi

9 N Saya tara tau apa yang tete pikir yang saya tahu tete masih muda sekali, tete ni sbenarnya orang lanjut usia ka orang muda-muda ni. Hehe

Saya tidak tahu apa yang tete pikirkan yang saya tahu tete masih sangat muda, tete ini sebenarnya orang lanjut usia atau orang dewasa. Hehe

10 SJ Hehe .. banya orang bilang saya ni masih muda, tara dapa lia kaya orang himo-himo ee. hehe.. Himo-himo tu dia pe arti orang yang so tua, kata itu berasal dari bahasa ternate, so tau to?

Hehe.. banyak yang bilang saya masih terlihat muda, tidak terlihat seperti orang himo-himo yah. Hehe.. Himo-himo itu artinya orang yang sudah tua, asal kata itu dari bahasa ternate, sudah tahu kan?

11 N Oh jadi kata himo-himo tu berasal dari bahasa ternate, saya baru tau tete Oh kata himo-himo itu berasal dari bahasa ternate, saya baru tahu tete 12 SJ Oh ade nina baru tau, berarti dapa ilmu baru lagi dari tete (senyum)

Oh adek nina baru tahu, berarti dapat ilmu baru lagi dari tete (senyum) 13 N Saya tete, makasih lagi tete ilmunya hari ini hehe

Iya tete, makasih ilmunya hari ini hehe

14 SJ Jadi kapan mo mulai wawancara? Saya so tara sabar hehe Jadi kapan mulai wawancaranya? Saya sudah tidak sabar hehe 15 N Kayanya tete sanang di wawancara ee?

Sepertinya tete senang di wawancarai yah?

16 SJ Iyo, barang deng wawancara bagini kan tong akan dapa tanya mengenai tong pe kehidupan, tong pe keseharian, jadi tong akan mengingat kembali hal-hal itu, deng wawancara begini juga tong akan dapa banyak ilmu baru,ngoni tiga ini kan mahasiswa pasti banyak ilmu yang ngoni dapa, jadi ngoni bisa berbagi ilmu pe saya, dan saya pun akan bagi pengalaman pe ngoni

Iya, karena dengan kita di wawancarai berarti kita akan di tanyakan mengenai kehidupan kita, keseharian kita, jadi kita akan mengingat kembali hal-hal tersebut, dengan wawancara juga kita akan dapat banyak ilmu baru, kalian bertiga ini kan mahasiswa pasti banyak ilmu yang kalian dapat, jadi kalian bisa berbagi ilmu dengan saya, dan saya pun akan berbagi pengalaman dengan kalian.

7

17 N Iyo batul tete Iya betul tete

18 SJ Oke kalo bagitu, adek nina mau wawancara tentang apa ni?

Oke kalau begitu, adek nina mau wawancara tentang apa?

19 N Banyak tete, banyak sekali tete hehe Banyak tete, sangat banyak tete hehe

20 SJ Saya suka kalo makin banyak pertanyaan, karna jadi hiburan juga untuk tong disini kalo ada yang datang babacarita deng torang Saya suka kalau memang semakin banyak pertanyaan, karena menjadi hiburan untuk kami disini ketika ada yang datang bercerita dengan kami

21 N Oke kalo bagitu sebelum saya wawancara pe tete, saya mau minta izin dulu boleh ka tarada saya pake tape recorder dia pe tujuan untuk rekam tete p suara sebagai saya pe data?

Oke kalau begitu sebelum saya mulai wawancarai tete, saya mau minta izin apa saya diperbolehkan menggunakan tape recorder guna untuk merekam suara tete sebagai data saya?

22 SJ Oh iyo bisa Oh iya bisa

23 N Alhamdulillah, makasih tete, saya mo kase manyala tape recorder. Oh iyo tete, disini saya mo kase tahu kalo saya pe penelitian ni tentang kebermaknaan hidup pada lansia. Jadi, saya pe pertanyaan yang pertama, bisa tete kase carita tentang tete pe keluarga?

Alhamdulillah, makasih tete, saya nyalakan sekarang tape recordernya. Oh iya tete, disini saya ingin bilang kalau penelitian saya ini tentang kebermaknaan hidup pada lansia. Jadi pertanyaan pertama saya, bisakah tete ceritakan tentang keluarga tete?

24 SJ Oh makna hidup lansia e. saya harus kase carita yang mana ni barang saya pe keluarga tu ada dua, satu ada di sumatera deng satu lagi ada di ternate tepatnya di halamahera timur maba sana.

Oh makna hidup lansia ya.. Saya harus ceritakan yang mana karena saya memiliki dua keluarga, yakni yang berada di sumatera dan di ternate tepatnya di halmahera timur maba.

25 N Dua-dua dah tete.

Kedua-duanya tete.

26 SJ Oke, saya pe keluarga yang tinggal di sumatera tu itu saya pe orang tua deng sudara-sudara. Tapi, saat ini saya so tarada orang tua lagi soalnya saya pe orang tua dua-dua so maninggal.

Oke, keluarga saya yang tinggal di sumatera itu adalah orang tua dan saudara-saudara saya. Tapi saat ini saya tidak punya orang tua lagi, karena kedua orang tua saya telah meninggal.

27 N Maninggal kapan kong tete?

Kapan meninggal tete?

28 SJ So lama da Sudah lama

29 N Oh saya tete, Kalo boleh saya tahu tete basudara berapa orang?

Oh iya tete, Kalau boleh tahu tete berapa bersaudara?

30 SJ Saya tujuh basaudara, dua orang so maninggal, yang maninggal tu anak ke tiga deng anak ke lima, tapi yang anak kelima ni dia maninggal waktu masih bayi, saya sendiri anak ke ampa.

Saya tujuh bersaudara, dua orang telah meninggal, yang meninggal itu anak ke tiga dan anak ke lima, tapi yang anak ke lima ini meninggalnya saat masih bayi, saya sendiri anak ke empat.

31 N Oh bagitu tete, berarti tete tara punya sudara parampuang?

Oh begitu ya tete, berarti tidak tidak punya saudara perempuan?

32 SJ Saya punya sudari parampuang, dia yang paling bongso Saya punya saudari perempuan, dia yang bungsu

33 N Oh padahal ada e hehe, oh iyo skarang tete pe usia berapa tahun?

Oh ternyata ada ya hehe, oh iya sekarang berapa usia tete?

34 SJ Saya pe usia ekarang 77 tahun, tapi maso mei baru saya pe usia 78 tahun. Saya lahir tanggal 20 mei 1939. 20 mei tu hari bersejarah, itu hari apa coba?

Saya 77 tahun sekarang, tapi masuk mei nanti usia saya sudah 78 tahun. Saya lahir tanggal 20 mei 1939. 20 mei itu hari bersejarah loh, itu hari apa?

35 N Hari kebangkitan nasional tete Hari kebangkitan nasional tete

36 SJ Iyo batul tu. Jadi saya lahir tahun 1939 dan sisanya itu saya pe tu bapindah-pindah, maksudnya bapindah-pindah sekolah, dari satu kampong ke kampong yang lain. Pernah saya sekolah di jawa dan yang terakhir saya sekolah di Yogyakarta, karena orang tua tara mampo biayai jadi saya dapa drop out, tiga semester di Universitas Gadjha Mada. Hanya tiga semester.

Iya benar itu. Jadi saya lahir tahun 1939 dan sisanya itu pendidikan saya berpindah-pindah, maksudnya berpindah-pindah sekolah, dari satu kampung ke kampung yang lain. Pernah saya sekolah di jawa, dan yang terakhir saya sekolah itu di Yogyakarta, karena orang tua tidak mampu membiayai jadi saya di drop out, tiga semester di Universitas Gadjah Mada. Hanya tiga semester.

37 N Tahun berapa tu tete dapa drop out?

Pada tahun berapa tete di drop out?

38 SJ Tahun 1962

Tahun 1962

8

39 N Kong abis itu tete bikin apa?

Jadi setelah itu apa yang tete lakukan?

40 SJ Setelah saya dapa drop out saya langsung pulang di sumatera beberapa tahun. Kemudian tahun 1962, 1963,1964 itu saya mengajar di PGA Radiatul Islamiyah setelah dari situ saya kembali ke jambi, saya mengajar di sekolah SD Satria. Dan dari situ saya bapikir untuk membuat surat untuk keliling indonesia, dan akhirnya disetujui oleh Kepala Dinas PDK Dati I Djambi, Walikota Djambi, dan Gubernur Djambi.

Setelah saya di drop out saya kembali ke sumatera beberapa tahun. Kemudian pada tahun 1962, 1963, 1964 saya mengajar di PGA Radiatul Islamiyah. Dan kemudian setelah itu saya kembali ke jambi, saya mengajar sekolah SD Satria. Dan situlah saya berpikir untuk membuat surat pernyataan untuk keliling indonesia, dan akhirnya disetujui oleh Kepala Dinas PDK Dti I Djambi, Walikota Djambi, Dan Gubernur Djambi

41 N Dia pe alasan apa sbnarnya sampe tete bisa bapikir untuk keliling indonesia tu?

Alasan apa sebenarnya yang mendasari tete untuk melakukan perjalanan kelililng indonesia?

42 SJ Dia pe alasan tu karena saya rasa saya pe hidup cuma bagini-bagini jadi labae pigi keliling indonesia supaya dapa banya pengetahuan tentang indonesia

Alasannya itu karena saya merasa hidup saya hanya begitu saja jadi lebih baik pergi keliling indoneisa supaya dapat banyak pengetahuan tentang indonesia

43 N Terus apa yang tete dapa setelah keliling indonesia?

Jadi apa yang tete temukan setelah keliling indonesia?

44 SJ Banya nina, mulai dari beragam bahasa sampe dong pe adat istiadat Banyak nina, mulai dari beragam bahasa sampai adat istiadat mereka

45 N Oh saya tete, jadi waktu tete pigi kelilling Indonesia tu kota mana saja yang tete datangi?

Oh iya tete, jadi waktu tete pergi mengelilingi indonesia, kota apa saja yang tete datangi?

46 SJ Samua daerah, yang terakhir tu sampe di Merauke Semua saerah yang terakhir itu sampai ke Merauke 47 N Oh saya tete, jadi berarti itu tahun 1964 e?

Oh iya tete, Jadi berarti itu tahun 1964 yah?

48 SJ Tarada, waktu itu tahun 1965. Deng isi surat itu adalah saya akan mengelilingi Indonesia selama 5 tahun, jadi saya selesai tu pada tahun 1970.

Bukan, waktu itu tahun 1965. Dan isi surat tersebut adalah saya akan mengelilingi indonesia selama 5 tahun, jadi saya selesai itu pada tahun 1970.

49 N Oh lima tahun, tapi tete maksud dari surat itu tu tete dapa kase izin keliling Indonesia itu dapa kase biaya deng pemerintah?

Oh lima tahun, tapi tete. Maksudnya dari surat itu tete di izinkan keliling indonesia dengan di biayai oleh pemerintah?

50 SJ Iyo dapa biaya deng pemerintah, jadi setiap saya nae kapal tu saya kase tunju saya pe surat itu, saya langsung dipersilahkan masuk begitu juga deng tempat tinggal dan lain-lain.

Iya di biayai oleh pemerintah, jadi setiap saya naik kapal tinggal saya tunjukkan surat tersebut, saya langsung dipersilahkan masuk begitupun dengan tempat tinggal dan lain-lain.

51 N Wiih enak e tete. Pasti selesai itu tete biking laporan tu ih?

Wah menyenangkan yah tete. Setelah selesai itu pasti tete buat laporan yah?

52 SJ Iyo bikin laporan, karena sesuai deng isi surat saya harus kembali dengan membuat laporan tentang perjalanan keliling indonesia.

Iya buat laporan, karena sesuai dengan isi surat tersebut saya harus kembali dengan membuat laporan tentang perjalanan keliling Indonesia..

53 N Oh iyo tete, terus laporan tu tete kase maso dimana?

Oh iya tete, jadi laporan tersebut tete bawa ke mana?

54 SJ Waktu itu saya dapa suruh deng pemerintah setempat supaya kase masok itu laporan dijakarta jadi saya pigi dijakarta da Waktu itu saya di surh oleh pemerintah setempat agar kasih masuk laporan tersebut dijakarta jadi saya langsung bawa ke jakarta 55 N Oh iyo. Jadi selesai itu tete pigi di mana lagi?

Oh iya. Jadi setelah itu tete pergi ke mana lagi?

56 SJ Setelah selesai mengantar laporan tu, saya langsung pigi di ternate untuk mempelajari sejarah perang dunia ke dua. Tepatnya itu di daerah Lolobata Halmahera Timur sana. Selain itu, saya juga klarifikasi bahasa daerah, bahasa daerah yang saya tekankan disini bahasa maba. Karena bahasa maba ni dia berbeda deng bahasa lain.

Setelah selesai mengantar laporan tesebut, saya langsung ke ternate untuk mempelajari sejarah perang dunia ke dua. Tepatnya di daerah Lolobata Halmahera Timur. Selain itu, saya juga mengklarifikasi bahasa daerah, bahasa daerah yang saya tekankan disini bahasa maba. Karena bahasa maba ini berbeda dengan bahasa lain.

57 N Dia pe perbedaan apa tete?

Bagaimana perbedaannya tete?

58 SJ Bahasa maba itu termasuk bahasa rumpun bahasa Melanesia. Tapi dia pe bahasa itu aallaa sulit, kalo orang yang baru belajar tu akan jao lebe sulit lagi. Dia pe contoh bahasa tu kaya ini fanto? Kamu pergi? Anfan? Arfanto? Dia p arti tu dong so pigi, bahasa ini tu banya dia p huruf mati. Kalo bahasa tobelo, galela, tidore tu kan banya huruf hidup jadi gampang tong pelajari. Karena saya so lama di maba biar susah me saya so tau.

Bahasa maba itu termasuk rumpun bahasa melanesia. Tapi bahasanya itu agak sulit, kalau orang yang baru belajar akan jauh lebih sulit. Contoh bahasanya itu seperti Ini fanto? Kamu pergi? Anfan? Arfanto? Artinya mereka sudah pergi. Bahasanya itu banyak huruf mati. Kalau bahasa tobelo, galela, tidore kan banyak huruf hidup jadi gampang di pelajari. Karena saya sudah lama di maba walaupun susah saya sudah menguasainya.

Dokumen terkait