• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti memberikan saran;

1. Diharapkan kepada masyarakat Desa Bungin dan Desa yang bersangkutan untuk saling menjaga dan melestarikan budaya Tradisi Kedurai Apem, karena tradisi ini sebagai bentuk memohon tolak balak, rasa syukur atas panen yang dihasilkan oleh warga dan sebagai ajang silahturahmi sesama warga.

2. Diharapkan kepada pemerintah daerah, tokoh masyarakat serta masyarakat bersama-sama untuk terus melestarikan warisan budaya ini dan terus memberikan pemahaman secara jelas agar Tradisi Kedurai Apem tidak menyimpang dari aqidah Islam.

3. Kepada lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal agar selalu mengawasi masyarakat yang melakukan Tradisi Kedurai Apem tersebut agar tidak melenceng dari segi nilai agama islam.

4. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi pembuka bagi peneliti yang lainnya karena masih banyak poin-poin yang perlu dikaji lebih mendalam.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Yusuf Zainal Dan Beni Ahmad Saebani. 2014. Pengantar Sistem Sosial Budaya Di Indonesia. Bandung: Pustaka Setia.

Abdul Jamil. 2015. Harmoni Di Negeri Seribu Agama (Membumikan Teologi Dan Fikih Kerukunan). Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Deskripsi Upacara Adat Kendurai Apem Pasir Lebar Semelako-Bungin, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong Tahun 2010. Disusun Oleh Syaiman Jay (Pemerhati Budaya Lebong), Editor: Ade Apriansyah, SE.

Fauzi, Agus Machfud. 2017. Sosiologi Agama. Universitas: Surabaya.

Horton. Paul B Dan Chester L. Hunt, Sosiologi. Jakarta: Erlangga.

Ismail. 2015. Filsafat Agama. Bogor: IPB Press.

J, Moleong Lexy. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Koentjaraningrat. 2004. Kebudayaan Mentalitas Dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kaelan. 2012. Metode Penelitian Kualitatif Interdisipliner Bidang Sosial, Budaya, Filsafat, Seni, Agama Dan Humaniora. Yogyakarta: Paradigma.

Lukas, Lieke Alfana. 2020. Lembaran Baru Kehidupan. Yogyakarta: Deepublish.

Pemerhati Kabupaten Lebong Kecamatan Bingin Kuning Desa Bungin, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Tahun 2017-2020.

Ritzer, George Dan Douglas J. Goodman. 2010. Teori Sosiologi Modern. Jakarta:

Prenada Media Group.

Ritzer, George. 2014. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana.

Ritzer, George. 2012. Teori Sosiologi Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Posmodern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kualitatif, Untuk Penelitian Yang Bersifat:

Eksploratif, Enterpretif, Interaktif Dak Konstruktif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendakatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Setiadi, Elly M. Dkk. 2006. Ilmu Sosial Dan Dasar. Jakarta: Kencana.

Tasmara, Toto. 2002. Membudayakan Etos Kerja Islami. Gema Insani.

Wulandari, Prisca Kiki dan Destriana Saraswati. Surya Desismansyah Eka Putra.

2017. Membangun Indonesia : Pemberdayaan Pemuda Berwawasan Pancasila. UB Press.

Wahyu, Ramdani. 2007. ISD Ilmu Sosial Dasar. Bandung: Pustaka Setia.

Wahab,Wahyuni. Agama Dan Pembentukan Struktur Sosial Pertautan Agama, Budaya, Dan Tradisi Sosial. Jakarta: Prenadamedia Group.

Irsal. ”Makna Etis Punjung Nasi Sawo Pada Acara Pernikahan Suku Rejang Di Kecamatan Batiknau Kabupaten Bengkulu Utara”, Tesis. IAIN: Bengkulu.

Lestari, Sutri. 2017. “Kenduren Dalam Tradisi Muslim Ditinjau Dari Aqdah Islam Studi Di Dusun Tulung Agung Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan”.

Skripsi. UIN Raden Intan Lampung: Lampung.

Ahmadi, Dedi. Desember 2008. Interaksi Simbolik: Suatu Pengantar. Mediator, Vol. 9, No. 2 (h. 302).

Arif, Muhammad Dan Yuli Darwati. Januari 2018. Interaksi Agama Dan Budaya, Empiris Jurnal: Vol. 27, No. 1 (h. 59).

Ismail. Desember 2010. Tradisi “Embes Apem” (Melacak Agama Asli Masyarakat Lebong). Vol. 10, No. 2 (h. 83). P3M STAIN BENGKULU.

Japarudin. 2 Juli-Desember 2017. Tradisi Bulan Muharam Di Indonesia. Jurnal Tsaqofah Dan Tarikh Vol. 2 No (h. 175).

Majana, Sanuri. April 2017. Perkawinan Beleket Menurut Adat Rejang Di Rejang Lebong Ditinjau Dari Hukum Islam, Qiyas. Vol. 2, No. 1 (h. 99).

Mulyati, Farihatni. 25 April 2016. Makna Wasilah Dalam Surah Al-Maidah Ayat 35 Dan Surah Al Isra’ Ayat 57 (Antara Yang Tidak Membolehkan Dan Yang Membolehkan Wasilah). Volume 14 No 25 April 2016. (h.64).

Poniman. Desember 2015. Dialektika Agama Dan Budaya, Nuansa. Jurnal: Vol.

VIII, No. 2 (h. 166).

Paulina, Yanti Dan Cici Novita Sari. Maret 2019. Kata Sapaan Dalam Bahasa Rejang Dialek Lebong. UMB: Lateralisasi. Volume 7 Nomor 1 ( h. 46).

Prasetyo, Sigit Eko Dan Muhammad Nofri Fahrozi. November 2016: 69-86.

Pemujaan Terhadap Makam, Tradisi Masyarakat Lebong, Bengkulu (The Cult Of The Tomb, Lebong Community Tradition, Bengkulu)”. Siddhayatra Vol. 21 (2). h. 84-85. Balai Arkeologi Sumatera Selatan.

Samsudin. Juni 2015. “Islam Nusantara : “Manifestasi Islam Adaptif Dan Realitas Budaya Silam-Melayu Bengkulu”. Nuansa Vol. VII, No. 1, (h. 19-20).

IAIN Bengkulu.

Wibowo, Ari. Pola Komunikasi Masyarakat Adat. UIN Sunan Gung Djati Bandung. Khazanah Sosial: Vol. 1 No. 1:15-31 (h. 18).

Hamizi, Warga Desa Bungin, Wawancara Di Desa Bungin, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, Jumat, 18 September 2020.

Ihwansyah, Tokoh Adat (Kutai) Semelako II, Wawancara Di Desa Semelako II, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, Jum‟at, 18 September 2020.

Isa, Warga Desa Semelako II, Wawancara Di Desa Semelako II, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, Jumat, 18 September 2020.

Kantor Kepala Desa Bungin, Profil Desa Bungin, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, Sabtu, 19 September 2020.

Kantor Kepala Desa, Struktur Organisasi Pemerintahan Desa, Kecamatan Bingin Kuning Kabupaten Lebong, Sabtu, 19 September 2020.

Kapli, Tokoh Masyarakat, Wawancara Di Pasir Lebar, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, Sabtu, 24 Oktober 2020

Nurbaya, Tokoh Masyarakat Warga, Desa Semelako 2, Wawancara Di Desa Semelako 2, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, Jumat, 18 September 2020.

Observasi Lapangan Penelitian, Kepada Ibu Isa, Pada Tanggal 24 Desember 2019 Di Rumah Kediaman, Semelako.

Observasi Lapangan Penelitian, Kepada Bapak Ihwansyah, Tanggal 24 Desember 2019 Di Rumah Kediaman, Semelako.

Yuswan Edi, Kepala Desa Bungin, Wawancara Di Desa Bungin, Kacamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, Jumat, 18 September 2020.

Https://Www.Gobengkulu.Com/2018/10/Kearifan-Lokal-Lebong-Yang-Masih- Melekat-Kedurai -Apem/, Diakses Pada Tanggal 07 Februari 2020.

Https://Id.M.Wikipedia.Org/Wiki/Bahasa_Rejang, Diakses Pada Tanggal 05 Juli 2020.

Https://www.Radiorodja.Com/46458-Hadits-Tentang-Malu-Sebagian-Dari-Iman/, Diakses Pada Tanggal 07 Juli 2020.

L A M

P

I

R

A

N

PEDOMAN WAWANCARA A. Pertanyaan Untuk Tokoh Agama

1. Sudah berapa lama tradisi kedurai apem dilakukan?

2. Apa tujuan dilaksanakannya tradisi kedurai apem?

3. Bagaimana prosesi pelaksanaan tradisi kedurai apem?

4. Siapa saja yang ikut serta dalam tradisi kedurai apem?

5. Dimana tradisi tersebut dilakukan?

6. Pada saat kapan tradisi kedurai apem dilaksanakan?

7. Bagaimana apabila tradisi kedurai apem ini tidak dilaksanakan?

8. Adakah pantangan atau larangan apabila ingin ikut serta melakukan/melihat tradisi kedurai apem tersebut?

B. Pertanyaan Untuk Masyarakat

1. Apa yang bapak/ibu ketahui tentang tradisi kedurai apem?

2. Apa tujuan dilaksanakannya tradisi kedurai apem menurut bapak/ibu?

3. Kegiatan apa saja yang dilakukan bapak/ibu pada saat tradisi kedurai apem?

4. Faktor apa yang mendorong bapak/ibu ikut serta dalam melaksanakan tradisi kedurai apem?

DOKUMENTASI WAWANCARA INFORMAN PENELITIAN Simpang 3 ke Desa Bungin, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong

Daerah kawasan Desa Bungin, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong

Wawancara kepada Bapak Yuswan Edi selaku Kepala Desa Bungin dan Bapak Hamizi warga, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong

Wawancara Kepada Bapak Ihwansyah selaku Kutai Semelako II

Wawancara kepada Ibu Nurbaya Selaku Tokoh Masyarakat Semelako III

Wawancara kepada Ibu Isa warga Semelako II

Wawancara kepada Bapak Kapli selaku Tokoh Masyarakat Semelako I

Proses Pembuatan kue apem warga dan kue apem khusus

Kue apem yang sudah masak

Mengumpulkan kue apem kelokasi

Anak diwo berpasang-pasangan

Syarat-syarat yang harus dikumpulkan

Proses pelaksanaan ritual Tradisi Kedurai Apem

Aksi berebutan kue apem

Dokumen terkait