• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Ada beberapa masalah belum bisa terpecahkan. Sehingga peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Pengaduan

Penaganan pengaduan yang untuk masalah tindak kekerasan harus lebih ditingkatkan dengan tanggung jawab sepenunhnya, menaganinya dengan cara

memproses dan menerima setiap pengaduan yang dilaporkan sesuai dengan standar operasional prosedur, seharusnya upaya yang dilakukan untuk pencegahnya harus lebih dioptimalkan dengan adanya pembentukan pendamping P2TP2A yang dibentuk disetiap kecamatan yang ada di Kabupaten Luwu Timur 2. Pendampingan

Dinas pembedayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Luwu Timur dalam memberikan pendampingan harus lebih dioptimalkan sehingga korban medapatkan keuntungan dari pendampingan yang telah diberikan.

dampingan yang diberikan yaitu secara langsung dan harus sepenuhnya membantu setiap korban tindak kekerasan, dengan harapan kinerja yang diberikan dapat memecahkan suatu masalah, karena dampingan yang diberikan merupakan wadah utama masayarakat Kabupaten Luwu Timur terkhusus untuk korban tindak kekerasan,serta tugas pegawai yaitu untuk menerima setiap keluh kesah masyarakat maupun korban dengan memberikan dampingan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki

3. Rujukan Kasus

Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Luwu Timur harus lebih memperhatikan rujukan kasus yang ada sehingga masalah tindak kekerasan yang terjadi dapat teratasi dengan baik. rujukan kasus yang diberikan oleh dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Luwu Timur melalui P2TP2A seharusnya dengan melihat cara mekanisme prosedur dan bekerjasama dengan penyelenggara, bantuan yang diberikan harus disesuaikan dengan rujukan kasusnya, seperti rujukan kasus yang berbentuk

penaganan psikologi maupun pelayanan kesehatan, dalam penanagan yang diberikan dilakukan harus melalui pihak penyelenggara yang memiliki kemampuan atau keahlian dalam bidang psikologi maupun kesehatan.

4. Bantuan hukum

Bantuan hukum untuk kasus tindak kekerasan sehingga adanya bantuan hukum yang kuat masalah tindak kekerasan dapat berkurang. Bantuan hukum untuk tindak kekerasan, setiap bantuan hukum harus sudah disertai dengan penuh tanggung jawab untuk bantuan hukumnya sehingga bantuan hukum yang diberikan sudah lakukan sesuai dengan target. akan tetapi masyarakat banyak menilai seharusanya bantuan hukum dalam hal ini dalam memberikan dampingan harus lebih ditingkatkan hingga kasus selesai akan dan tidak hanya sampai ketahap pengataran saja, harus memberikan perhatian atau mempertegas masalah hukum yang mengakibatkan kasus tindak kekerasan setiap tahunya selalu terjadi dan menigkat.

5. Pemulangan/perlindungan

Perlindungan yang diberikan sudah cukup baik akan tetapi masih banyak kasus yang terabaikan perlindunganya sehinnga dalam hal ini harus lebih memperhatikan untuk perlindungan yang diberikan kepada korban tindak kekerasan. Pemulangan atau perlindungan harus diberikan dengan baik, bentuk kinerja pemulangan/perlindungan harus dilakukan dengan baik sehingga adanya pencegahan untuk tindak kekerasan, harus mengutamakan fungsi hukum untuk perlindungan, sehingga dalam hal ini dapat memberikan perlindungan yang benar-

benar mencegah tindak kekerasan dalam bentuk hukum, harus lebih dimaksimalkan untuk pencegahan tindak kekerasan.

101

DAFTAR PUSTAKA.

Abdullah, M. 2014. Manajemen dan evaluasi kinerja karyawan. Yogyakarta:

Penerbit Aswaja Pressindo

Anggraini, Rikha 2018 Skripsi. Analisis Kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung Dalam Pengentasan Kasus Kekerasan Anak Di Bawah Umur.Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Lampung.

Anonim. 2007. Pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.Pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) Provinsi DKI Jakarta.

Awam Rinaldo Ibnu 2019 skripsi.Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Anak Dibawa Umur. Fakultas Hukum Universitas Lampung.

Dharma, Surya. 2009. Kinerja dan pengembangan kompetensi SDM. Cetakan pertama .pustaka pelajar. Yogyakarta.

Dharma, Surya 2010.Manajemen kinerja.Yogyaakarta.Pustaka pelajar.

Http://infolutim.com/tekan-angka-kekerasan-dinas-sosial-p3a-luwu-timur-bekali- pelatihan-perempuan-dan-anak. diakses pada tanggal 25 november 2017.

Http://jdih.luwutimurkab.go.id/publication/download/peraturan-bupati-luwu- timur-nomor-6-tahun-2013. diakses pada tanggal 25 november 2017.

Https://inputrakyat.co.id/dinas-sosial-p3a-luwu-timur-tingkatkan-kapasitas- pengelola-p2tp2a. diakses pada tanggal 11 oktober 2017.

Ilham, Suhastini. 2019. Efektivitas Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Mencegah Tindak Kekerasan Pada Perempuan Dan Anak Di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal.

Huraerah, Abu. 2006. Kekerasan terhadap anak. Nuansa. Jakarta.

Kuncoro, Wahyu. 2010. Solusi cerdas menghadapi kasus keluarga. Raih asa sukses. Jakarta.

Mahsun, M. 2006. Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta

Mangkunegara, Prabu anwar A.A 2010. Evaluasi kinerja Sdm. Bandung: PT Refika Adiatama.

Narda, Naomi 2018 Skripsi. Kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Dalam Mengatasi Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak.Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Andalas.

Peraturan mentri negara Nomor 21 tahun 2008 tentang paduan penguatan kelompok deasawisma untuk pencegahan dan penanganan dini tindak kekerasan terhadap anak. Jakarta. Peraturan mentri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak republic Indonesia.

Peraturan Menteri Negara Nomor 35 tahun 2012 tentang pedoman penyusunan standar operasional prosedur adminstrasi pemerintahan. Jakarta Peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi republik Indonesia.

Peraturan Bupati Nomor 6 tahun 2013 tentang pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Peraturan Bupati Kabupaten Luwu Timur.

Saraswati, Rika 2006, perempuan dan penyelesaian kekerasan dalam rumah tangga. PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.

Sedamayanti. 2011. Tata Kerja Dan Produktivitas Kerja. Bandung: Mandar maju.

Soetodjo, Wagianti. 2010. Hukum pidana anak. Refika Adiatama. Bandung.

Suyanto, Bagong. 2007. Tindak kekerasaan mengenai anak-anak. Lutfansyah Mediatama. Surabaya.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Undang-undang Nomor 35 tahun 2014.Tentang perlindungan anak. Jakarta.

Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia.

Wibowo. 2011 . Manajemen Kinerja.Jakarta: Rajawali Pers.

Wibowo. 2016. Manajemen kinerja. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Yusran. 2020. Kinerja Pegawai Dalam Proses Perencanaan Pembangunan Partisipatif Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Di Kabupaten Jeneponto. Jurnal.

L

A

M

P

I

R

A

N

Dokumentasi

( Dokumentasi 1): Wawancara Pada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Luwu Timur

( Dokumentasi 2). Wawancara Pengambilan Data-data pada kasi pengolahan data.

(Dokumentasi 3). Wawancara pada bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Luwu Timur.

(Dokumentasi 4). Wawancara pada pegawai dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Luwu Timur sekaligus kepala seksi Pusat pelayanan terpadu pemberdayaan Perempuan dan anak (P2TP2A)

( Dokumentasi 5.) (Wawancara pada pegawai dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten luwu timur sekaligus pengurus P2TP2A)

( Dokumentasi 6). Ruang Tunggu dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Luwu Timur.

( Dokumentasi 7). sarana dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Luwu Timur

( dokumentasi 8.) Profil Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Luwu Timur

(dokumentasi 9.) tempat parkiran dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Luwu Timur.

Dalam dokumen FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (Halaman 109-127)

Dokumen terkait