• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENUTUP

B. Saran

Di harapkan konseli agar terus berusaha bahwa tidak ada manusia yang lama karna preoses tidak pernah menghiamati hasil.

2. Untuk konselor

Untuk konselor ke depan alangkah baiknya teknik ini terus di gunakan dan terus di aplikasikan dalam upaya mengatasi masalah-

81

masalah yang di alami oleh remaja dengan tujuan remaja bisa merubah pola pikir nya.

3. Untuk penulis

Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari kata sempurna. Penulis berharap peneliti selanjutnya bisa menggunakan hasil penelitian ini untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan berbagai macam metode baik kuantitatif ataupun kualitatif

82

DAFTAR PUSTAKA

Aderson, Pengaruh Lingkungan Media Online Terhdap Anak, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007

Dea Oktarai,”Konseling Kelompok Dengan Pendekatan Analisis Transaksional Terhadap Masalah Komunikasi Siswa Di Sekolah Menengah Kejuruan Muhamadiyah 03 Terpadu Pekan Baru”, Skripsi, Uin Sultan Syarif Kasim,2019

Departemen Agama RI, Al-Qur‟an Per Kata Tajwid Warna, Jakarta: PT.

Surya Prisma Sinergi

Dewa Ketut Sukardi, Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah Surabaya: Usaha Nasional, 1983

Dewa Ketut Sukardi, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan Dan Konseling Disekolah, Jakarta: Rineka Cipta, 2000

Dewa Ketut Sukardi, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah Jakarta: Rineka Cipta, 2002

Geralcorei,Teori Dan Praktek Konseling Dan Psiko Terapi, Bandung:Refika Aditama,2005

Gerald Corey, Teori Dan Praktek Konseling Dan Psikoterapi, Bandung:

Refika Aditama, 2005

Hermien laksmiwati, Pengantar Bimbingan dan Konseling, Surabaya:

Unesa University Press

Indra Sudrajat Dan Euis Fatimah, “Teknik Konseling Analisis Transaksional Pada Perilaku Anak Nakal ( Studi Kualitatif Di Kelas 4 Sekolahsdn Kedalaeman Iv Cilegon – Banten , Issn Online, Vol.

01, No. 01, Thn 2020

83

Isep Zainal Arifin, Bimbingan Penyuluhan Islam Pengembangan Dakwah Melalui Psikoterapi Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2009 Lalu Abdurachman Wahid,Pendekatan Analisis Transaksioanal Dalam

Konseling, Al-Tazkiyah,Vol 5,Nomor2 2016.

Lexy J.Moelong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, Bandung:Remaja Rosdakaria, 2009

Marian Sari, “Efektivitas Konseling Kognitif Perilaku Dalam Mengatasi Gangguan Kecanduan Media Sosial Pada Peserta Didik Kela VII Di MTSN 1 Bandar Lampung Tahun Anjaran 2016/2017”, Skripsi, Lampung UIN Raden Lampung, 2017

Mualwi Widiatmoko,Fadhila Malasari Ardini,”Pendekatan Konseling Analisis Transaksional Untuk Mengembangkan Kesadaran Diri Remaja”,Jurnal Kajian Pendidikan Dan Pengajaran,Vol.4 Nomor 2 2018

Ni Kadek Yuni Muliarti Dewi, Dkk, “Penerapan Konseling Analisis Transaksional Teknik Bermain Peran Untuk Menurunkan Felling Of Inferiority Siswa Kelas XI A Administrasi Perkantoran SMK Negeri Singaraja”, Jurnal Undiksha Bimbingan Konseling, Vol. 1, Nomor 2, 2014.

Nia Novianti, Efektivitas Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Transaksional Dalam Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Peserta Didik Tahun Ajaran 2016/2017, Skripsi, IAIN Raden Intan Lampung, Lampung, 2017

Prayitno Dan Erman Amti, Dasar-Dasar Bimbingan & Konseling, Jakarta:

Rineka Cipta, 2013

Resti Fauzul Nuna, Dan Tri Puji, “Astuti Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Kecenderungan Kecnduan Media Sosial Pada Remaja Akhir”, Skripsi, Universitas Diponegoro, Diponegoro

84

Rismansyah, “Pengaruh Perubahan Perilaku Individu Dan Karakteristik Kepribadian Kinerja Pegawai Pada Universitas PGRI Palembang”, jurnal Media Wahana Ekonomika, Volume. 7, Nomor 4, Januari 2011

Ruslan A, Gani, Bimbingan Karir, (Bandung: Angkasa, 1987

Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung:Alfabeta, 2016 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif Dan R & D, Bandung: Alfabeta,

2011

Surya Yuyun, Pola Konsumsi Dan Pengaruh Internet Sebagai Media Komunikasi Interaktif Pada Remaja, Surabaya: Erlangga, 2012 Susilowati, “Konseling Invidu Dengan Pendekatan Teknik Kontrak

Perilaku Untuk Mengurangi Masalah Kecanduan Media Sosial Siswa Di SMP Negri 1 Unrangan”, Skripsi, Universitas Semarang, Semarang, 2017

Weninguadsmoro,Gerak Kuasa:Politik Wacana,Identitas,Dan Ruang Waktu Dalam Bingkai Kajian Budaya Dan Media, Jakarta:Perpustakaan Popular Gramedia, 2013

Yuda Syaputra, Dkk, “Analisi Transaksional Dalam Setting Kelompok”, Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman, volume 5, nomor 2, 2019

Zelfia, Dampak Kecanduan Media Sosial Pada Hasil Belajar, Al-Munzir, Vol. 9, No. 2, 2016

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1

Dokumentasi Wawancara

Wawancara konselor

Wawancara subjek inisial WS

Wawancara subjek inisial MS

Wawancara subjek inisial FN

Wawancara teman dekat FN

Wawancara teman dekat MS

Wawancara teman dekat WS

Lampiran 2

Dokumentasi Proses Konseling

Proses Konseling Dengan Inisial Ws

Proses Konseling Dengan Inisial FN

Proses Konseling Dengan Inisial MS

Lampiran 3 Pedoman Obserasi No

. Item Lembar Observasi Jawaban Keterangan YA TIDAK

1.

Kondisi remaja sebelum di konseling

1. Mengakses media social disaat waktu luang bahkan pada saat belajar 2. Mengakses

media social disaat merasa emosi

3. Merasa tertekan ketika sinyal bermasalah 4. Merasa kesal

ketika pulsa habis 5. lebih mudah

dihubungi melalui media social disbaոdiոg melalui via telepoո atau sms 6. Tidur larut

malam daո sulit dibaոguոkaո dipagi hari 7. Ketika sedaոg

berada dalam sebuah acara- acara kumpul keluarga atau formal tidak bisa lepas uոtuk meոgguոakaո hp, ataupuո ketika berada ditempat umum.

8. Secara terus

meոerus

memeriksa akuո- akuո jejariոg social, meskipuո tidak ada

ոotifikasii, lebih bersifat social di media social dibaոdiոgkaո duոia ոyata.

2.

Konseling transaksiona l

1.

2. koոselor

membantu untuk memprogramkan kembali ego state yang ada pada diri konseli agar dapat berfungsi di saat yang tepat.

3. Konseli dibantu konselor untuk bagaimana menganalisis ego state dan

transaksi yang ada pada diri konseli.

4. Konseli dibantu untuk membuat putusan-putusa baru yang cocok denganya dengan

mengkaji keputusan salah yang pernah dibuat.

5. Konselor membantu konseli agar konseli mampu dan lebih bebas dalam membuat keputusan yang baru serta menjadi orang yang mandiri.

6. Koոseli dibaոtu uոtuk lebih bebas dalam mengambil keputusaո secara mandiri uոtuk memilih apa yaոg diiոgiոkaո.

3.

Kondisi remaja setelah di konseling

1. Mengakses media social disaat waktu luang

2. Ketika merasa emosi tidak lagi mengakses media social 3. Saat sinyal

bermasalah tidak lagi merasa tertekan 4. Tidak lagi

merasa kesal ketika pulsa habis 5. Sudah bisa

dihubungi

melalui via telpon atau sms 6. Tidak lagi tidur larut malam dan sudah bisa bangun di pagi hari

7. Sudah bisa melepaskan hp ketika berada di acara keluarga atau di tempat umum

8. Sudah tidak lagi sering

memeriksa akun- akun di

jejaringan social

Lampiran 4 Pedoman Wawancara Wawancara Konselor

NO. INDIKATOR ASPEK PERTANYAAN

1.

Proses konselling analisis transaksional

Pembuatan kontrak dan kesepakatan kontrak

Bagaimana proses pembuatan

kontrak dan kesepakatan bersama konseli?

Pemberian layanan konseling kepada konseli dan konseli memberikan imbalan

Bagaimana proses pemberian

layanan konseling kepada konseli?

Kemampuan untuk membantu konseli

Apa yang di lakukan konselor untuk membantu konseli?

Kesesuaian kontrak dengan kode etik konseling

Teknik apa yang digunakan dalam konseling?

2.

Hasil konseling analisis transaksional

Perubahan perilaku Apakah ada

perubahan perilaku sebelum dan sesudah konseling?

Manfaat yang dialami Apa manfaat yang konseli alami setelah konseling?

Wawancara Klien

NO. INDIKATOR ASPEK PERTANYAAN

1. Proses konselling analisis transaksional

1. Pembuatan kontrak dan kesepakatan kontrak

Ketika akan melakukan proses konseling apakah anda membuat kesepakatan bersama konselor?

2. Pemberian layanan konseling kepada konseli dan konseli memberikan imbalan

Apakah konselor memberikan layanan kepada anda dan apakah anda memberikan imbalan kepada konselor?

3. Kemampuan untuk membantu konseli

Bagaiman perasaan konseli saat proses konseling?

4. Kesesuaian kontrak dengan kode etik konseling

Apakah kontrak yang anda buat dengan konselor sesuai dengan keinginan?

2. Hasil konseling analisis transaksional

1. Membantu memprogramkan kembali ego state

Apakah anda merasa ada perubahan setelah di konseling?

2. Membuat putusan – putusan baru dengan mengkaji keputusan salah

apakah anda sudah bisa membuat putusan-putusan baru yang cocok dengan diri anda?

3. Membantu konseli agar mampu dan bebas dalam membuat keputusan serta menjadi mandiri

Apakah anda sudah menjadi mandiri dan mampu mengambil keputusan sendiri?

4. Membantu konseli agar lebih Apakah anda sudah

bebas dalam dalam mengambil keputusan

merasa bebas dalam mengambil

keputusan yang sesuai dengan apa yang anda inginkan?

5. Kurangnya kecanduan media sosial

Apakah perilaku kecanduan media social sudah berkurang?

6. Manfaat setelah konseling Apa manfaat yang dirasakan setelah di konseling

Wawancara Teman Dekat

No. PERTANYAAN

1. Menurut anda bagaimana perbedaan perilaku temanmu yang sekarang dengan yang dulu?

2. Menurutmu apakah temanmu sudah mengurangi kebiasaanya bermain hp saat sedang sibuk belajar?

3. Apakah temanmu masih sulit bangun di pagi hari?

4. Menurutmu ketika menggunakan media social Apakah temanmu masih merasa tertekan disaat sinyal bermasalah?

5. Apakah temanmu sudah bisa dihubungi melalui via telpon atau sms?

Lampiran 5 Surat Izin Penelitian

Dokumen terkait