BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA
7. Sarana dan Prasarana SMP Islamiyah
Tabel 4.
NO PERTELAAN KEPEMILIKAN BANGUNAN
LUAS BANGUNAN Milik Numpang
Sendiri ( M 2 )
1 2 3 4 5
1 Ruang Belajar 14 - 7 X 8
2 Ruang Kep Sek 1 - 7 X 4
3 Ruang Guru 1 - 7 X 8
4 Ruang Tata Usaha 1 - 7 X 4
5 Ruang BP 1 - 6 X 4
61
6 Ruang Perpustakaan 1 - 7 X 8
7 Lab IPA 1 - 7 X 8
8 Lab Bahasa 1 - 7 X 8
9 Lab Komputer 2 - 7 X 8
10 Mushalla 1 - 8 X 10
11 Lapangan Futsal 1 - 10 X 15
12 Lapangan Basket 1 - 10 X 15
13 Kantin 2 - 6 X 4
14 Ruang Osis 1 - 6 X 4
15 Pos Satpam 1 - 4 X 4
16 Lapang Parkir 1 - 10 X 15
17 Lapangan Upacara 1 - 15 X 30
18 Gudang 1 - 6 X 4
19 WC Putra 4 - 4 X 3
20 WC Putri 4 - 4 X 3
21 WC Guru 4 - 4 X 3
8. Kegiatan Ekstrakulikuler SMP Islamiyah Ciputat Tabel 5.
DAFTAR KEGIATAN EKSKUL DAN PENGEMBANGAN KARIR SMP ISLAMIYAH CIPUTAT
TAHUN PELAJARAN 2017-2018
NO NAMA PEMBINA JENIS EKSKUL HARI JUMLAH JAM
1 Arif Rahman, S.E. Pramuka Sabtu 2 JTM
62
2 Nur Kholikul Ulum Pramuka Sabtu 2 JTM
3 Tiara Pramuka Sabtu 2 JTM
4 Subhan Prakasa, S.Pd. PMR Sabtu 2 JTM
5 Bagus Hartono Futsal Sabtu 2 JTM
6 Fakhrur Rozi Marawis Sabtu 2 JTM
7 Reza Ramadhan Pencak Silat Sabtu 2 JTM
8 Alifiah Rahmah Tari Saman Sabtu 2 JTM
9 Latif Awaludin Seni Musik Angklung
Sabtu 2 JTM
10 Wiwi Tarwiyah, S.E. IPS Sabtu 2 JTM
11 Lina Muzaimah, S.Pd. IPA Sabtu 2 JTM
12 M. Mifathussurur Bahasa Inggris Sabtu 2 JTM 13 Rahmatullah, S.Si. Matematika Sabtu 2 JTM 14 M. Gebes Toyalisi,
S.S.I.
Tahfidz Sabtu 2 JTM
B. Deskripsi Hasil Penelitian dan Pembahasan
Data wawancara dengan wakil ketua bidang kurikulum, guru Baca Tulis Al-Qur`an (BTQ) dan hasil observasi di SMP Islamiyah Ciputat.
1. Data Penerapan Pendidikan Berintegrasi Imtak Pada Mata Pelajaran Baca Tulis Al-Qur`an di SMP Islamiyah Ciputat
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Nurwahdah, S.Ag., selaku wakil ketua bidang kurikulum Islamiyah Ciputat, tujuan penerapan pendidikan berintegrasi Imtak di SMP Islamiyah ini yaitu sesuai dengan harapan para pendiri Yayasan Islamiyah Ciputat, dimana agar siswa-siswi lulusan SMP Islamiyah menjadi muslim yang beriman dan bertakwa. Hal ini sesuai pula dengan visi sekolah yang berbunyi: “Terbentuknya manusia yang
63
unggul dalam iman, ilmu dan amal yang berhaluan ahlussunnah waljamaah.”
Maka dari itu para pendiri sudah sejak awal didirikan yayasan merumuskan 2 program khusus andalan yang dimasukkan pada program sekolah berupa jam mata pelajaran muatan lokal yang terdiri dari Baca Tulis Al-Qur`an (BTQ) dan Keaswajaan. 2
Hj. Nurwahdah, S.Ag., selaku Waka Bidang Kurikulum SMP Islamiyah menjelaskan pula bahwa SMP Islamiyah menggunakan tenaga pengajar professional yang sesuai pada bidangnya. Para pendidik harus memiliki ijazah lulusan S1 dan dari aspek penguasaan materi sudah harus matang. Untuk BTQ langsung ditangani oleh Guru PAI di setiap kelasnya.
Bagi sekolah dan guru, program Imtak tersebut sangat membantu sekali.
Mengingat bahwa di SMP pelajaran PAI begitu ringkas, sehingga diperlukan mata pelajaran khusus BTQ agar pencapaian pada pelajaran Agama terpenuhi, khusus pada penguasaan teori maupun praktik pembacaan dan hukum-hukum tajwid pada Al-Qur`an. Bagi para siswa berpengaruh pada kualitas lulusan SMP Islamiyah Ciputat. Bekal bagi lulusan sangat terpenuhi, baik pada penguasaan BTQ dan pemahaman keaswajaan yang luas.3
Data yang diperoleh peneliti dari hasil wawancara kepada Hj.
Nurwahdah, S.Ag., selaku Waka Bidang Kurikulum SMP Islamiyah bahwa Pada mata pelajaran baca tulis Al-Qur`an disediakan jam pelajarannya sendiri. Dalam satu minggu ada 2 jam pelajaran setara dengan (80 Menit) di setiap kelasnya. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu waktu siswa, dan pengetahuan yang mereka kuasai pada mata pelajaran baca tulis Al-Qur`an diterima dengan optimal. Untuk penilaiannnya ada tes tertulis dan praktik.
Dan khususnya mata pelajaran baca tulis Al-Qur`an ini menjadi persyaratan khusus kelulusan para siswa kelas IX di SMP Islamiyah. Setiap kelas
2Nurwahdah, S.Ag, Wawancara, Ciputat 26 Maret 2018
3 Nurwahdah, S.Ag, Wawancara, Ciputat 26 Maret 2018
64
berjumlah 30 siswa. Materi ajar berupa LKS yang sudah disediakan dari sekolah.
Adapun berdasarkan dari wawancara peneliti kepada Pak Muhammad Toyalisi S. Si., menurutnya terdapat kendala yang ditemukan saat menerapkan pendidikan berintegrasi Imtak. Beliau menjelaskan: “Siswa- siswa ada yang ada yang tepat waktu ada juga yang tidak, maka mereka tidak bisa mngikuti kegiatan dari awal pelajaran. Ini yang sangat saya sayangkan.
Kendala selanjutnya, bahwa tidak semua anak di sekolah ini ketika di rumah mereka memantapkan bacaan Al-Qur`annya. Tapi saya tetap menganjurkan kepada mereka untuk tetap mengaji di rumah mereka masing-masing”4.
Sehubungan dengan hal tersebut, Pak M. Amim menjelaskan pula bahwa: “Kendala yang saya temukan adalah ketika mengatasi murid-murid yang kartu prestasinya masih minim diisi. Beberapa murid-murid kami bina secara khusus. Kami gunakan waktu -waktu khusus sesuai yang mereka butuhkan. Misalnya 15 menit setelah pulang sekolah atau di waktu-waktu istirahat”.5
Selain itu beliau menjelaskan bahwa kurikulum yang digunakan SMP Islamiyah pada mata pelajaran baca tulis Al-Qur`an adalah kurikulum 2013 khusus untuk kelas VII, untuk kelas VIII dan IX memakai KTSP.
Selanjutnya mengenai metode dan media pembelajaran baca tulis Al- Qur`an, Pak Muhammad Toyalisi menjelaskan: “Saya menggunakan metode sima’i, jadi saya putar MP 3 ayat-ayat tertentu dan mereka mendengarkan lalu membaca bersama-sama diawali dari guru lalu mereka melanjutkan mengulang yang guru baca sebelumnya. Kadang saya memakai games juga dan untuk materi tajwid saya biasa menggunakan spidol warna-warni untuk
4 Muhammad Toyalisi, Wawancara, Ciputat 05 Mei 2018
5 M. Amim, Wawancara, Ciputat 05 Mei 2018
65
membantu anak-anak lebih teliti dalam memahami huruf-huruf dan harakatnya dan masih banyak media yang lain.”6
Selanjutnya beliau menjelaskan: “Untuk visualisasi saya mengajar, yang pertama saya membiasakan anak-anak membaca Juz amma, terkhusus karena saya mengajar BTQ di kelas VII, adapun materi-materi yang saya ajarkan antara lain dari yang paling dasar mengenai makhorijul huruf, kemudian menyambung huruf, dan anak-anak juga lebih tertarik dengan sejarah-sejarah mengenai Al-Qur`an, maka saya sisipkan sejarah juga dalam pembelajaran. Kemudian mereka saya tugaskan menghafal ayat-ayat pada Juz amma sesuai kelas masing-masing”.7
Untuk penilaian dan evaluasi materi mata pelajaran baca tulis Al- Qur`an belau menjelaskan: “Untuk penilaiannya, ada ulangan harian. ujian tengah semester dan ulangan akhir semester. Berbentuk lisan dan tulisan.
Evaluasinya kami membuat kartu prestasi untuk siswa-siswa. Nah kartu prestasi ini digunakan untuk setiap siswa. Mereka wajib menyetorkan hafalan mereka menggunakan kartu prestasi ini. Semakin mereka rajin menyetor maka pengamalan Al-Qur`an dalam kehidupan mereka semakin terlihat dan mereka sudah kami nilai begitu bersungguh-sungguh. Bukan hanya surat- surat saja, namun doa sehari-hari juga. Walaupun tidak semua siswa juga yang melaksanakan dengan sangat baik. Namun dari kartu prestasi tersebut kami dapat mengukur kemampuan mereka.”8
6 Muhammad Toyalisi, Wawancara, Ciputat 05 Mei 2018
7 Muhammad Toyalisi, Wawancara, Ciputat 05 Mei 2018
8 Muhammad Toyalisi, Wawancara, Ciputat 05 Mei 2018
66
2. Hasil Observasi dan Wawancara Penerapan Pendidikan Berintegrasi Imtak di SMP Islamiyah Ciputat
Setelah penulis melakukan observasi dan wawancara secara langsung, diketahui bahwa upaya yang dilakukan oleh para pendidik SMP Islamiyah Ciputat sangatlah bersinergi dalam membina anak didiknya untuk melakukan hal-hal yang mengarah pada kebaikan.
Dari hasil wawancara penulis kepada Drs. M. Amim selaku guru BTQ di SMP Islamiyah Ciputat, beliau mengatakan: “Pelajaran ini bertujuan agar siswa-siswa membaca, menulis, memahami dan menguasai Al-Qur`an. Di sisi lain mereka dapat mengartikan lalu menjelaskan ayat-ayat yang sudah mereka hafal. Dimulai dari surah An-naas sampai At-Takatsur. Untuk meningkatkan kemampuan murid, kami juga sebagai guru baca tulis AL- Qur`an mewajibkan murid-murid membaca Al-Qur`an di setiap pertemuan, bertatap muka kepada guru langsung. Setelah menyetor bacaan kami memberi mereka motivasi untuk tetap melanjutkan tadarus sekaligus pembinaan bacaan mereka di rumah. Kajian kandungan Juz Amma guru berikan kepada murid agar mereka tak sekedar membacanya namun dapat menguasai, lalu terbiasa sehingga diharapkan menjadi wirid mereka dalam kehidupan sehari-hari. Harapan para guru, di masyarakat nanti para siswa tidak asing lagi dengan ayat-ayat yang sudah dikaji selama jam pelajaran di kelas. Di sisi lain ada pemberian tugas hafalan Juz Amma kepada para siswa bertujuan pada saat siswa menjalankan salat wajib maupun sunnah seperti tarawih dan sebagainya, siswa dapat mengaplikasikan surah-surah yang sudah siswa hafalkan ke dalam salat mereka. Lalu, kami menyediakan kartu prestasi sebagai alat kontrol yang dapat kami gunakan untuk melihat sampai dimana ketercapaian murid-murid. Setiap murid antusias pada pelajaran BTQ, namun ada beberapa anak yang perlu penanganan khusus. Jadi mereka tidak bisa kami samakan kemampuannya dengan siswa-siswa yang lain.
67
Langkah yang kami ambil, mereka diwajibkan ada pembelajaran tambahan di rumah baik dibimbing oleh keluarga atau kalangan masyarakat setempat”.9
Hal ini membuktikan bahwa faktor keberhasilan peserta didik dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru dipengaruhi pula oleh lingkungan di luar sekolah, yaitu keluarga dan masyarakat.
Pak Muhammad Toyalisi S. Si., selaku guru baca tulis Al-Qur`an juga mengatakan bahwa beberapa upaya yang dilakukan dalam menerapkan nilai-nilai pendidikan yag beintegrasi Imtak di SMP Islamiyah yaitu: “Untuk mata pelajaran baca tulis Al-Qur`an (BTQ), setiap kelasnya ada 1 pertemuan dalam 1 minggu dengan durasi 2 jam pelajaran. Saya menerapkan Imtak di kelas melalui kegiatan-kegiatan tambahan seperti: siswa-siswi melakukan tadarus bersama selama 15 menit sebelum pelajaran BTQ dan Aswaja dimulai, dari An-Naas sampai Al-Qoriah dan sebelum pulang mereka wajib membaca surah Al-Asr. Kemudian untuk perminggunya, ada kegiatan membaca surah yasin bersama-sama di lapangan Islamiyah. Kegiatan ini diikuti bersama 4 unit lainnya yaitu SMK, MA, MTs dan SMP. Selanjutnya, para guru di SMP Islamiyah mengadakan kegiatan salat dhuha bersama, dalam penerapannya, para siswa dianjurkan untuk dapat menguasai dua surah yaitu surah Asy-Syam dan Ad-Dhuha. Ayat-ayat tersebut selalu dibaca berulang-ulang oleh murid pada saat zikir pagi pada Jum’at sehingga pada saat ada ujian praktik secara keseluruhan mereka sudah banyak yang hafal surat-surat tersebut. Dari segi hasil. Selain siswa dapat membaca, menulis dan menguasai surat tersebut mereka juga dapat mempraktikkannya dalam sholat dhuha. Kegiatan ini dilaksanakan agar tujuan pembelajaran siswa- siswi tercapai, siswa tidak hanya menghafal namun dapat mereka amalkan
9 M. Amim, Wawancara, Ciputat 05 Mei 2018.
68
dalam sholat mereka. Sehingga dengan adanya kegiatan rutinan tersebut dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan para siswa-siswi kita.”10
Menurut Muhaimin dalam bukunya yang berjudul “ Rekonstruksi Pendidikan Islam: Dari paradigma pengembangan, manajemen kelembagaan, kurikulum hingga strategi pembelajaran, mengatakan bahwa: “Strategi dalam mengembangkan lingkungan sekolah berwawasan Imtak, dalam praktik keseharian lingkungan sekolah, nilai-nilai keagamaan yang telah disepakati tersebut diwujudkan dalam bentuk sikap dan perilaku warga sekolah khususnya para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Strategi dan proses mengembangkan lingkungan sekolah berwawasan imtaq tersebut dapat dilakukan melalui tiga tahap:
a. Sosialisasi nilai-nilai agama yang disepakati sebagai sikap dan perilaku ideal yang ingin dicapai pada masa mendatang di sekolah.
b. Penetapan action plan mingguan atau bulanan sebagai tahapan dan langkah sistematis yang akan dilakukan oleh semua pihak di sekolah dalam mewujudkan nilai-nilai agama yang telah disepakati tersebut.
c. Pemberian penghargaan terhadap prestasi warga sekolah, seperti guru, tenaga kependidikan dan atau peserta didik sebagai usaha pembiasaan (habit formation) yang menjunjung sikap dan perilaku yang komitmen dan loyal terhadap ajaran dan nilai-nilai agama yang disepakati.
Penghargaan tidak selalu berarti materi (ekonomi), melainkan juga dalam arti sosial, kultural, psikolologis, ataupun lainnya.11
Berdasarkan teori tersebut SMP Islamiyah telah menerapkan sosialisasi nilai-nilai agama melalui kajian kandungan juz amma pada mata pelajaran baca tulis Al-Qur`an, dengan mengkaji kandungan juz amma
10 Muhammad Toyalisi, Wawancara, Ciputat 05 Mei 2018.
11Muhaimin, Rekonstruksi Pendidikan Islam: Dari Paradigma Pengembangan.
Manajemen Klembagaan, Kurikulum hingga Strategi Pembelajaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Pesada, 2009), hlm. 325
69
diharapkan para siswa dapat menerapkan nilai-nilai yang terkandung pada ayat-ayat yang telah mereka hafal di kelas di kehidupan sehari-hari.
Penetapan action plan oleh pihak sekolah SMP Islamiyah terletak pada perencanaan jadwal kegiatan salat dhuha bersama, zikir pagi setiap Jum’at, perlombaan tahfiz Al-Qur`an pada waktu-waktu tertentu. Pemberian penghargaan pada mata pelajaran baca tulis Al-Qur`an diterapkan melalui kartu prestasi yang disediakan langsung oleh sekolah. Dengan kartu prestasi tersebut guru dapat mengukur sampai sejauh mana upaya para siswa mencapai tujuan pembelajaran baca tulis Al-Qur`an tersebut.
Selanjutnya berdasarkan hasil observasi dan wawancara penulis memperoleh upaya para pendidik dalam menerapkan pendidikan berintegrasi Imtak di SMP Islamiyah Ciputat yaitu sebagai berikut: siswa-siswi melakukan tadarus bersama selama 15 menit sebelum pelajaran BTQ dimulai, dari surah An-Naas sampai surah Al-Qori`ah dan sebelum pulang mereka wajib membaca surah Al-Asr bersama-sama. Kajian kandungan juz amma, murid-murid menghafal beberapa ayat pilihan, ayat-ayat tersebut guru anjurkan kepada murid agar mereka terbiasa sehingga diharapkan menjadi wirid mereka dalam kehidupan sehari-hari. Harapan para guru, di masyarakat nanti para siswa tidak asing lagi dengan ayat-ayat yang sudah dikaji selama jam pelajaran di kelas. Di sisi lain pemberian tugas hafalan Juz amma kepada para siswa bertujuan pada saat siswa menjalankan salat wajib maupun sunnah seperti tarawih dan sebagainya, siswa dapat mengaplikasikan surah-surah yang sudah siswa hafalkan ke dalam salat mereka. Selanjutnya, para guru di SMP Islamiyah mengadakan kegiatan salat dhuha bersama, dalam penerapannya, para siswa dianjurkan untuk dapat menguasai dua surah yaitu surah Asy-Syam dan Ad-Dhuha. Ayat-ayat tersebut selalu dibaca berulang-ulang oleh murid pada saat zikir pagi pada Jum’at sehingga pada saat ada ujian praktik secara keseluruhan mereka sudah banyak yang hafal
70
surat-surat tersebut. Dari segi hasil. Selain siswa dapat membaca, menulis dan menguasai surat tersebut mereka juga dapat mempraktikkannya dalam sholat dhuha. Adapula pada waktu-waktu tertentu, diadakan perlombaan tahfiz Al-Qur`an oleh para mahasiswi IIQ yang sedang praktik mengajar di SMP Islamiyah. Kegiatan-kegiatan tersebut sudah direncanakan dalam program sekolah.
Menurut hemat penulis dari hasil wawancara dan observasi yang diteliti mengenai kegiatan penerapan pendidikan berintegrasi Imtak pada mata pelajaran baca tulis Al-Qur`an (BTQ) di SMP Islamiyah Ciputat tersebut, bahwa pendidikan berintegrasi Imtak diterapkan oleh pihak sekolah melalui kegiatan-kegiatan tambahan seperti: siswa-siswi melakukan tadarus bersama selama 15 menit sebelum pelajaran BTQ dimulai, dari surah An- Naas sampai surah Al-Qoriah, sebelum pulang mereka wajib membaca surah Al-Asr, dan kajian kandungan juz amma di kelas. Diadakan perlombaan tahfiz Al-Qur`an pada waktu-waktu tertentu. Kemudian untuk perminggunya, ada kegiatan membaca surah yasin bersama-sama di lapangan Islamiyah.
Selanjutnya diadakan zikir pagi setiap Jum’at serta Salat duha berjamaah.
Kegiatan ini diikuti bersama 4 unit lainnya yaitu SMK, MA, MTs dan SMP.
Kegiatan ini dilaksanakan agar tujuan pembelajaran siswa-siswi tercapai, sehingga dengan adanya kegiatan rutinan tersebut dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan para siswa-siswi.
Penulis melihat dari aspek penerapan pendidikan berintegrasi Imtak tersebut ditujukan untuk membentuk keimanan dan ketakwaan pada diri siswa. Dengan demikian diharapkan para siswa mempunyai budi pekerti yang baik dan mematuhi norma-norma yang ada di masyarakat dan di lingkungan sekolah.
Peran kepala sekolah dalam mendukung pelaksanaan kegiatan Imtak di penulisan ini yaitu menyediakan fasilitas-fasilitas yang digunakan untuk
71
mendukung terlaksananya program-program yang diadakan di sekolah misalnya mengenai persiapan pelaksanaan peringatan hari-hari besar Islam, Kepala sekolah menyediakan berbagai kebutuhan yang di perlukan pada kegiatan tersebut. Begitu pula mengenai fasilitas berupa media pembelajaran yang di perlukan guru BTQ di ruang kelas, baik berupa musala, mukena, tempat wudu, juz amma, kartu prestasi siswa serta berbagai kebutuhan- kebutuhan pada kegiatan ekstrakulikuler siswa seperti kaligrafi, marawis, seni musik, tahfiz dsb.
Peran guru baca tulis Al-Qur`an (BTQ) dalam penerapan pendidikan berintegrasi Imtak yaitu sebagai fasilitator, teladan atau contoh yang menjadi panutan siswa misalnya menjadi pendamping dan pembimbing siswa dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan siswa yang berkenaan dengan kegiatan pembelajaran di kelas maupun di luar kelas.
72 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang Peranan Pendidikan Berintegrasi Imtak di Sekolah (studi kasus di SMP Islamiyah Ciputat), dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan pendidikan berintegrasi Imtak pada mata pelajaran baca tulis Al-Qur`an (BTQ) di SMP Islamiyah Ciputat diterapkan oleh pihak sekolah melalui kegiatan-kegiatan tambahan yaitu: Siswa-siswi melakukan tadarus bersama selama 15 menit sebelum pelajaran baca tulis Al-Qur`an dimulai, dari surah An-Naas sampai surah Al- Qori’ah, sebelum pulang sekolah siswa-siswi wajib membaca surah Al-Asr bersama-sama. Selanjutnya terdapat kajian kandungan juz amma yang menjadi materi khusus di kelas.
Selain itu, pada waktu-waktu tertentu pihak sekolah mengadakan perlombaan tahfiz yang ditujukan kepada semua siswa dan setiap Jum’at diadakan kegiatan membaca surah yasin dan zikir bersama di lapangan Islamiyah. Kegiatan yang terakhir disebutkan ini tidak hanya diikuti oleh siswa-siswi SMP Islamiyah, tetapi juga siswa-siswi tiga unit lainnya yaitu SMK, MA dan MTs Islamiyah. Adapun tujuan dilaksanakannya adalah agar pembelajaran siswa-siswi tercapai, sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan para siswa-siswi.
B. Saran
Setelah mempelajari dan mengkaji penerapan pendidikan berintegrasi Imtak di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islamiyah Ciputat, saran yang ingin peneliti sampaikan adalah: