LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
6. Sebutkan tari daerah yang berasal dari Provinsi Jawa Timur?
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Nama :………..
Kelas :……….
Hari/Tanggal :……….
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Nama :………..
Kelas :……….
Hari/Tanggal :……….
AKTIVITAS 8
AYO MENGENAL PERMAINAN DAERAH
Tujuan : Mengenal Permaianan Daerah
Durasai : 8 JP ( 8 x 40 menit )
Alat dan Bahan : Video Permainan Daerah
Guru : Fasilitator
Asesmen : Lembar Kerja Siswa
Persiapan :
1. Pendidik menyiapkan materi mengenai Permainan daerah
2. Pendidik menyiapkan gambar mengenai Permainan daerah 3. Pendidik menyiapkan lembar kerja siswa
Pelaksanaan :
1. Peserta didik bercakap dan melakukan tanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari sebelumnya.
2. Pendidik memulai projek dengan menanyakan peserta didik menggunakan beberapa pertanyaan pemantik seperti berikut :
a. Siapa yang tahu permainan daerah?
b. Apakah kalian pernah memainkan permainan daerah?
c. Permainan tradisional apa yang kalian pernah mainkan?
3. Pendidik menjelaskan mengenai permainan daerah 4. Peserta didik mengamati video permainan daerah https://www.youtube.com/watch?v=3jC9UhgB3eU https://www.youtube.com/watch?v=XTbgGPZtk5k https://www.youtube.com/watch?v=JFW7aHH1df0 https://www.youtube.com/watch?v=wUWbmBNnfDk
5. Peserta didik dan pendidik membahas terkait video yang sudah ditampilkan
6. Peserta didik memainkan permainan tradisional di lingkungan sekolah bersama- sama
7. Peserta didik menuliskan permainan daerah 8. Pendidik menjelaskan cara permainan daerah
9. Pendidik mengevaluasi permainan daerah yang sudah dimainkan
MATERI
⚫ Pengertian Permainan Tradisional
Permainan tradisional adalah jenis permainan yang telah ada sejak zaman dulu dan masih terus dilestarikan hingga saat ini. Permainan ini biasanya dimainkan oleh masyarakat dalam lingkungan tertentu dan telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Permainan tradisional memiliki nilai-nilai budaya dan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat di masa lalu. Tujuan dari permainan tradisional ini bervariasi, mulai dari hiburan, pendidikan, hingga untuk melatih keterampilan motorik dan kognitif.
⚫ Manfaat Permainan Tradisional
Permainan tradisional memiliki manfaat yang sangat penting bagi perkembangan anak-anak dan pemuda. Pertama, permainan tradisional dapat mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak-anak. Dalam permainan tradisional, anak-anak dituntut untuk menggunakan imajinasi mereka dalam menciptakan permainan dan aturan-aturan baru.
Kedua, permainan tradisional dapat mengajarkan nilai-nilai sosial dan budaya kepada anak- anak. Dalam permainan tradisional, anak-anak belajar tentang kerjasama, saling menghormati, dan menghargai perbedaan. Mereka juga belajar tentang adat istiadat dan tradisi yang ada dalam masyarakat.
Ketiga, permainan tradisional dapat meningkatkan kesehatan fisik anak-anak. Banyak permainan tradisional yang melibatkan gerakan fisik, seperti lompat tali, bentengan, atau balap karung. Melalui permainan ini, anak-anak dapat berolahraga secara menyenangkan tanpa menyadari bahwa mereka sedang bergerak.
⚫ Pentingnya Melestarikan Permainan Tradisional
Melestarikan permainan tradisional sangat penting untuk menjaga keberagaman budaya dan identitas bangsa. Dengan melestarikan permainan tradisional, kita dapat mengajarkan generasi muda tentang nilai-nilai budaya yang ada dalam masyarakat kita. Selain itu, permainan tradisional juga dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar generasi.
Selain itu, permainan tradisional juga memiliki nilai edukatif yang dapat membantu dalam proses pembelajaran anak-anak. Melalui permainan tradisional, anak-anak dapat belajar tentang matematika, strategi, dan keterampilan motorik. Mereka juga dapat belajar tentang sejarah dan budaya melalui permainan yang mereka mainkan.
Dalam era modern ini, permainan tradisional seringkali terlupakan karena adanya permainan modern yang lebih menggiurkan dengan teknologi canggih. Namun, kita harus menyadari bahwa permainan tradisional memiliki nilai-nilai yang tak ternilai harganya. Oleh karena itu, mari kita lestarikan permainan tradisional agar warisan budaya kita tetap hidup dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
⚫ Contoh Permainan tradisional di pulau jawa:
Ancak-ancak alis, badik-badik, bakiak beregu, bentengan, benthik, bola bekel, bujang ganong, caping gunung, cublak-cublak suweng, congklak, egrang, engklek, gasing, gonbak sodor, gundu(kelereng), hompimpa, injit-injit semut, lompat tali, dan lain-lain.
⚫ Tata Cara Permainan Daerah
Engklek
Cara bermain :
Peserta permainan ini melompat menggunakan satu kaki disetiap petak-petak yang telah digambar sebelumnya di tanah.
Untuk dapat bermain, setiap anak harus berbekal gacuk yang biasanya berupa sebentuk pecahan genting, yang juga disebut kreweng, yang dalam permainan, kreweng ini ditempatkan di salah satu petak yang tergambar di tanah dengan cara dilempar, petak yang ada gacuknya tidak boleh diinjak / ditempati oleh setiap pemain, jadi para pemain harus melompat ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada.
Pemain yang telah menyelesaikan satu putaran terlebih dahulu, berhak memilih sebuah petak untuk dijadikan "sawah" mereka, yang artinya di petak tersebut pemain yang bersangkutan dapat menginjak petak itu dengan kedua kaki, sementara pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan. Peserta yang memiliki kotak paling banyak adalah yang akan memenangkan permainan ini.
Galah asin Cara Bermain :
Gobak sodor atau galah asin adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Nama :………..
Kelas :……….
Hari/Tanggal :……….
1. Ceritakan permainan daerah yang pernah kalian mainkan dirumah!
2. Jelaskan bagaimana cara memainkan permainan tersebut!
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Nama :………..
Kelas :……….
Hari/Tanggal :……….
Tuliskan nama permainan daerah dibawah ini!
AKTIVITAS 9
ASIKNYA KENALAN DENGAN SENI MUSIK DAERAHKU Tujuan : Mengenal Seni Musik Daerahku
Durasai : 8 JP ( 8 x 40 menit ) Alat dan Bahan : Video Seni Musik
Guru : Fasilitator
Asesmen : Lembar Kerja Siswa
Persiapan :
1. Pendidik menyiapkan materi mengenai seni musik daerah 2. Pendidik menyiapkan gambar mengenai seni musik daerah 3. Pendidik menyiapkan lembar kerja siswa
Pelaksanaan :
1. Peserta didik bercakap dan melakukan tanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari sebelumnya.
2. Pendidik memulai projek dengan menanyakan peserta didik menggunakan beberapa pertanyaan pemantik seperti berikut :
a. Siapa yang mengetahui seni musik daerah?
b. Apakah kalian pernah memainkan alat musik daerah, sebutkan?
3. Pendidik menjelaskan mengenai pengertian seni musik daerah 4. Peserta didik mengamati video seni musik daerahku (betawi)
https://www.youtube.com/watch?v=lDEqo_E5P1w (Tanjidor)
https://www.youtube.com/watch?v=PnZzn2c0e2U (Gambang Kromong) 5. Peserta didik dan pendidik membahas terkait video yang sudah ditampilkan 6. Peserta didik menuliskan pengertian dan seni musik daerahku
7. Pendidik memberi arahan untuk berlatih menyanyi lagu daerah sesuai tingkat satuan pendidikan.
- Kelas X jawa bagian timur - kelas XI jawa bagian tengah - kelas XII jawa bagian barat
8. Peserta didik mengerjakan LPKD yang diberikan oleh pendidik.
MATERI A. Pengertian Seni Musik
Seni musik dapat didefinisikan sebagai pengorganisasian suara dalam waktu yang teratur dan memiliki keindahan estetika. Musik melibatkan penggunaan elemen-elemen seperti nada, ritme, harmoni, dan dinamika untuk menciptakan komposisi yang menyenangkan telinga dan emosi pendengarnya. Musik dapat diekspresikan melalui berbagai alat musik, vokal, atau kombinasi keduanya. Musik memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Musik dapat digunakan sebagai bentuk ekspresi diri, hiburan, komunikasi, dan bahkan sebagai sarana terapi.
Musik juga merupakan bagian integral dari budaya dan tradisi suatu masyarakat. Setiap budaya memiliki jenis musik yang unik dan mencerminkan identitas mereka.
B. Seni musik DKI Jakarta
Kebudayaan Betawi, dengan segala keragaman dan kekayaannya, merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas Jakarta. Salah satu aspek yang mencerminkan keunikan kebudayaan ini adalah kesenian musik asli Jakarta. Adapaun kesenian musik dari Jakarta yang masih ada dan dilestarikan hingga kini, yaitu:
✓ Tanjidor
Tanjidor adalah salah satu kesenian musik asli Jakarta yang mencerminkan akulturasi antara budaya Timur dan Barat. Tanjidor dipengaruhi oleh musik Eropa dan disesuaikan dengan unsur-unsur lokal.
Tanjidor memadukan instrumen seperti trompet, terompet, klarinet, saksofon, dan alat musik perkusi. Melodi yang dihasilkan oleh Tanjidor memiliki karakteristik klasik dan eksotis, memukau pendengar dengan keindahan serta keharmonisannya.
Dalam pertunjukannya, kelompok Tanjidor terdiri dari pemain musik yang terampil, sering kali mengenakan pakaian tradisional Betawi yang berwarna-warni. Mereka memainkan lagu-lagu yang terdiri dari melodi indah dan berirama, mengisi udara dengan kehangatan dan keceriaan. Tanjidor sering menjadi pengiring dalam berbagai acara seperti upacara adat, pesta pernikahan, dan festival
budaya. Kesenian musik ini mampu memberikan nuansa yang istimewa dan memukau bagi para penonton.
✓ Gambang kromong
Gambang Kromong adalah perpaduan harmonis antara budaya Tiongkok dan Melayu yang khas dari kebudayaan Betawi. Kesenian ini menggunakan instrumen tradisional seperti gambang (alat musik perkusi yang terbuat dari kayu), kromong (gitar), suling, kethuk, kendang, dan lainnya. Suara yang dihasilkan oleh instrumen-instrumen ini menciptakan harmoni yang memesona dan menggugah perasaan.
Gambang Kromong sering diiringi oleh penari dan penyanyi, yang membawakan lagu-lagu yang berkisah tentang kehidupan sehari-hari, cinta, dan keindahan alam. Pertunjukan Gambang Kromong tidak hanya memikat pendengar dengan melodi yang lembut dan ceria, tetapi sering kali juga diiringi dengan gerakan tari yang elegan. Momen ini memungkinkan penonton merasakan keajaiban kebudayaan Betawi dan terbawa oleh pesona kesenian ini.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Nama :………..
Kelas :……….
Hari/Tanggal :……….
Gambar Alat Cara memainkan
AKTIVITAS 10
SERUNYA DRAMA KHAS DAERAH JAWAKU
Tujuan : Mengenal Seni Drama Khas Daerah Jawaku Durasai : 8 JP ( 8 x 40 menit )
Alat dan Bahan : Video Seni Drama
Guru : Fasilitator
Asesmen : Lembar Kerja Siswa
Persiapan :
1. Pendidik menyiapkan materi mengenai seni drama daerah 2. Pendidik menyiapkan gambar mengenai seni drama daerah 3. Pendidik menyiapkan lembar kerja siswa
Pelaksanaan :
1. Peserta didik bercakap dan melakukan tanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari sebelumnya.
2. Pendidik memulai projek dengan menanyakan peserta didik menggunakan beberapa pertanyaan pemantik seperti berikut :
c. Siapa yang mengetahui nama drama daerah DKI Jakarta?
d. Apakah kalian pernah memainkannya?
3. Pendidik menjelaskan mengenai pengertian drama daerah, jenis-jenis drama, dan contoh pementasan drama.
4. Peserta didik mengamati video drama daerah
5. Peserta didik dan pendidik membahas terkait video yang sudah ditampilkan 6. Peserta didik menuliskan materi drama daerah
7. Pendidik memberi arahan untuk berlatih drama daerah sesuai tingkat satuan pendidikan.
- Kelas X jawa bagian timur - kelas XI jawa bagian tengah - kelas XII jawa bagian barat
8. Peserta didik berlatih drama daerah sesuai kondisi kelas 9. Peserta didik mengerjakan LPKD yang diberikan oleh pendidik
MATERI
Drama daerah Artinya adalah drama yang mengusung cerita tradisional atau cerita-cerita rakyat yang populer di masyarakat. Sebut saja seperti diangkat dari kisah dongeng, sejarah, mitologi, ataupun hal lainnya yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Umumnya drama tradisional ini dipentaskan pada acara tertentu seperti kebudayaan hingga keagamaan. Selain drama tradisional, ada bentuk drama modern yang pementasannya mengangkat tema atau bentuknya lebih modern.
Jenis-jenis drama :
✓ Teater Rakyat
Seperti diketahui teater juga menjadi bentuk pementasan drama yang ceritanya dapat diangkat dari beragam hal. Seperti drama tradisional diangkat dari cerita rakyat yang mana menjadi bagian dari seni budaya. Karenanya, teater rakyat sering ditampilkan dalam acara khusus seperti keagamaan, upacara adat, ataupun kegiatan sosial lainnya.
✓ Teater Klasik
Jenis drama tradisional berikutnya adalah teater klasik. Teater ini selaras dengan teater tradisional. Namun perbedaannya pada cerita, pemain hingga tempat yang diatur sedemikian rupa sehingga tidak menyatu dengan penontonnya. Misalnya saja seperti pertunjukan wayang orang.
✓ Teater Transisi
Jenis drama tradisional ini memiliki ciri khas pada petunjukannya yang dipengaruhi dengan gaya barat. Misalnya saja dapat dilihat dari segi dekorasi hingga musik. Untuk contohnya seperti sandiwara Dardanella.
Beberapa contoh pementasan drama tradisional di pulau jawa, yaitu:
1. Lenong
Drama tradisional dan teater tradisional ini lekat dengan sandiwara masyarakat Betawi.
Sudah ada sejak dulu, nama Lenong berasal dari salah seorang saudagar China yakni Lien Ong.
Dahulu kesenian ini ditampilkan untuk menghibur penonton dari kampung ke kampung dengan pertunjukan secara outdoor.
2. Ketoprak
Drama tradisional dan teater tradisional ini populer di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di mana, ketoprak masuk dalam kesenian rakyat yang namanya berasal dari sebuah alat bernama Tiprak yang mengeluarkan bunyi prak, prak, prak. Ketoprak ditampilkan dengan bahasa Jawa dari yang halus hingga penggunaan sehari-hari. Selain itu, ada unsur tradisional dalam ketoprak tak hanya musiknya saja melainkan juga mengangkat budaya setempat seperti tradisi Jawa.
3. Wayang
Wayang juga masuk dalam drama tradisional dan teater tradisional yang sangat populer dikenal masyarakat Indonesia. Apalagi Wayang sudah dikenal sejak dulu bahkan sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya. Nama Wayang diambil dari arti katanya yakni bayangan. Karena, pementasan ini ditampilkan dengan bayangan yang berasal dari boneka atau karakter yang meniru orang sesuai watak masing-masing. Seseorang yang melakukan pertunjukan wayang dikenal dengan nama Dalang. Untuk ceritanya umumnya mengangkat kisah tradisional.
Selain beberapa contoh pementasan drama tradisional di atas, dikenal beberapa contoh lain seperti Makyong, Randai, Mamanda, Ludruk dan Ubrug. Itulah penjelasan mengenai drama tradisional, ciri-ciri, jenis, dan contohnya. Semoga dapat membantumu mengenal lebih jauh tentang drama tradisional.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Nama :………..
Kelas :……….
Hari/Tanggal :……….
1. Buatlah naskah drama secara berkelompok!
2. Praktikan secara langsung drama daerah yang sudah kamu buat!
AKTIVITAS 11 - 12
Ayo Berlatih untuk Tampilan Karyamu
Jenis Kegiatan : Tatap MukaWaktu : 15 JP (15 x 35 JP)
Bahan : Video Karya Seni dari Pulau Jawa Peran Guru : Fasilitator
Persiapan :
1. Guru mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang dalam latihan tampilan karya.
2. Guru menyiapkan ruangan untuk setiap kelompok seni. (seni music, seni tari dan drama)
3. Ruangan yang dipakai untuk latihan difasilitasi dengan alat pendukung sesuai dengan kelompok seni yang ada, seperti pengeras suara, alat music dan mic sebagai penunjang Latihan seni
4. Guru mempersiapkan beragam video tampilan karya seni yang berasal dari Pulau Jawa sebagai referensi untuk dipraktikkan oleh peserta didik
5. Guru mempersiapkan konsep tampilan yang akan dipraktikkan oleh peserta didik dalam latihan Pelaksanaan :
1. Peserta didik diminta untuk mengeksplorasi perkembangan adat istiadat – budaya yang ada di pulau Jawa berupa musikalisasi puisi, menari, menyanyi, bercerita maupun fashion show pakaian adat.
2. Murid mencari referensi video menggunakan gawai dengan bimbingan guru
3. Dari hasil pengamatan terhadap beragam kesenian dari berbagai daerah di pulau Jawa, diharapkan peserta didik masing-masing kelas dapat memilih salah satu karya seni yang akan ditampilkan.
4. Murid melakukan modifikasi terhadap referensi yang didapatkan melalui gawai dan menyesuaikan aksi nyata menurut kemampuan dan minat mereka
5. Seni Tari: mencari macam-macam tarian yang berasal dari pulau Jawa dan mulai mempraktekannya 6. Seni Musik : mencoba alat music yang tersedia di sekolah dan menyanyikan lagu daerah yang telah dipilih 7. Drama : mencari tema dan drama bertajuk pulau Jawa dan memerankannya
8. Guru memantau jalannya diskusi dan memantau proses latihan dengan baik, memastikan semua anggota kelompok mendapatkan tugas
9. Guru memberikan strategi untuk pembagian waktu dan tempat latihan. Semua kelompok mulai bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing.
10. Guru memantau jalannya kegiatan Latihan, guru memberi masukan apabila ada kelompok yang mengalami kendala dalam Latihan.
11. Guru menanyakan kendala yang ditemui dalam kegiatan
12. Guru memantau latihan dan melakukan evaluasi terhadap hasil Latihan
13. Guru memantau Latihan dan memantau kesiapan property yang akan digunakan dalam pementasan 14. Guru bertugas membimbing siswa dan memberikan masukan dan arahan selama masa latihan tersebut 15. Mengevaluasi kegiatan Latihan
AKTIVITAS 13
Simulasi Tampilan Karya
Jenis Kegiatan : Tatap mukaWaktu : 8 JP (8 x 35 menit)
Bahan : Rundown Tampilan Karya Seni Peran Guru : Fasilitator
Persiapan :
1. Guru berkoordinasi dengan kepala sekolah mengenai kegiatan simulasi tampilan karya 2. Guru menyiapkan tempat untuk peserta didik dalam menampilkan karyanya
3. Guru mengkomunikasikan bahwa pada tahap ini merupakan simulasi atau gladi bersih untuk acara pentas seni
Pelaksanaan :
1. Guru mengkomunikasikan peserta didik untuk berkumpul, berlatih dan melakukan simulasi sesuai dengan tampilan masing-masing kelas.
2. Peserta didik mendata semua kebutuhan dalam pementasan, sewa kostum dan property (alat dan bahan).
3. Peserta didik bersiap untuk menampilkan tampilan yang telah dilakukan selama latihan 4. Peserta didik menampilkan tampilan karyanya.
5. Pemantapan latihan persiapan pentas 6. Berlatih dengan kostum lengkap
7. Presentasi tampilan karya melalui gladi kotor sesuai rancangan pementasan
LEMBAR PENGAMATAN
Nama : ………
Kelas : ………
Hari/Tanggal : ………
Pernyataan Hasil Pengamatan
Setuju Ragu-ragu Tidak Setuju Peserta didik terlibat aktif selama
latihan projek
Peserta didik dapat bekerja sama dengan
oranglain
Peserta didik dapat mengetahui rangkaian
kegiatan Pentas Seni
Peserta didik dapat menampilkan pentas
Seni dengan baik
Peserta didik antusias selama mengikuti
projek
AKTIVITAS 14
Ayo Tampilkan Karyamu!
Jenis Kegiatan : Tatap Muka
Waktu : 8 JP (8 x 35 Menit)
Bahan : Pentas Seni Pertunjukkan Seni Budaya Pulau Jawa Peran Guru : Fasilitator
Persiapan
1. Guru berkoordinasi dengan kepala sekolah mengenai tampilan karya peserta didik 2. Guru mengundang warga sekolah untuk menyaksikan tampilan dari peserta didik
3. Guru memfasilitasi sarana dan prasana dalam kegiatan penampilan karya. Sarana prasarana ini meliputi pengadaan barang dan alat guna kebutuhan pementasan, diantaranya: tempat dan gedung pementasan, set panggung, lampu, kostum, dan peralatan pemain.
4. Guru membuat denah tempat duduk untuk warga sekolah serta urutan kegiatan Pelaksanaan (Sebelum pentas seni dilaksanakan)
1. Sebelum pentas seni dilakukan, guru mengajak peserta didik untuk berkumpul, memberi semangat, dukungan, dan motivasi kepada peserta didik
2. Guru menjelaskan kembali cara menampilkan hasil karya peserta didik 3. Peserta didik menyiapkan karya seni yang akan dipentaskan
Pelaksanaan
1. Peserta didik menyambut warga sekolah dan tamu yang datang untuk menyaksikan projek dan menginformasikan susunan acara pentas seni
2. Guru mempertunjukkan hasil karya seni kepada pengunjung 3. Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik
AKTIVITAS 15
Refleksi dan Tindak Lanjut
Jenis Kegiatan : Tatap Muka
Waktu : 4JP (4 X 35 menit)
Bahan : Speaker, laptop, proyektor, video resume Peran Guru : Fasilitator
Persiapan :
1. Guru menyiapkan video resume seluruh kegiatan projek yang telah dilaksanakan 2. Menyiapkan lembar pengamatan
Pelaksanaan (Sebelum pentas seni dilaksanakan)
1. Menyaksikan penayangan dokumentasi perjalanan projek mulai dari aktivitas 1 hingga selesai
2. Peserta didik dan guru berdiskusi dan menceritakan kembali pengalaman selama melaksanakan kegiatan projek
3. Peserta didik dan guru melakukan tindak lanjut sebagai berikut:
- Menambah informasi terkait pentingnya melestarikan kebudayaan khususnya kebudayaan di pulau Jawa
- Memastikan diri dan lingkungan sekitar agar selalu mencerminkan sikap cinta tanah air, khususnya cinta akan kebudayaan di pulau.