• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Desa Bayan

Dalam dokumen peran program pemberdayaan masyarakat desa (Halaman 63-67)

BAB II IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN

A. Gambara Umum Desa Bayan Lombok Utara

1. Sejarah Desa Bayan

Bayan adalah sebuah desa di sekitar hutan yang terletak di sisi barat daya Pulau Lombok, yang terletak di kaki Gunung Rinjani.132 Desa ini dikenal sebagai pemukiman asli suku Sasak

132 “Tanda Mata Dari Bayan”, http://lombokutarakab.go.id/index.php? option=

com_content & view= article&id=338:tanda-mata-dari-bayan&catid=13&Itemid=16, diakses 30 Juli 2021.

yang masih setia kepada adat tradisi leluhur hingga saat ini. Desa Bayan memiliki keterikatan adat dengan desa lain, memiliki peran dan tugas masing-masing sesuai dengan tatanan sosialnya.133 Hal ini dapat dilihat dari arsitektur bangunnya yang masih sangat sederhana dan mayoritas penduduk yang ada di desa Bayan adalah merupakan warga asli Sasak.134

Sebelum munculnya nama Bayan135 terlebih dahulu bernama Nagari136 Suwung. Nama Bayan sendiri muncul setelah masuknya syiar Islam pada abad ke-16 masuk di pulau Lombok yang dibawa oleh para ulama dan pedagang yang singgah di pelabuhan Carik137 yang dibawa oleh Sunan Prapen mendapatkan perintah dari ayahnya Sunan Giri untuk memimpin ekspedisi ke Lombok dalam

133 “Desa Adat Bayan, Menjunjung Kemandirian dengan Nilai-Nilai Lokal”, https://www.masterplandesa.com/ desa-adat/ desa-adat-bayan-menjunjung-kemandirian- dengan-nilai-nilai-lokal/, diakses 30 Juli 2021.

134 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) 2020-2026 Desa Bayan Lombok Utara, Dokumentasi, 01 Agustus 2021.

135 Bayan berasal dari bahasa Arab berarti penerang dan bersamaan dengan itu bagi Raja dan keluarga kerajaan yang saat itu masuk islam oleh para mubalig diberikan gelar raden kepada laki-laki sedangkan bagi perempuan tetap dengan sebutan denda yang merupakan panggilan wanita keturunan kerajaan saat itu, pemberian gelar ini dimaksudkan untuk menghargai keturunan keturunan kerajaan yang telah menganut ajaran Islam sama seperti di Jawadwipa karena pembawa siar Islam ke Bayan adalah Berasal dari Pulau Jawa. Lihat “Sejarah Desa Bayan”, https://bayan.lombokutarakab.go.id/first/artikel/57, diakses 01 Agustus 2021.

136 Nagari adalah pembagian wilayah administratif sesudah kecamatan di Indonesia. Istilah nagari menggantikan istilah desa atau kelurahan, yang digunakan di provinsi lain di Indonesia. Nagari merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nagari merupakan kumpulan dari beberapa Jorong/Korong yang memiliki tujuan dan prinsip yang sama.

Nagari dipimpin oleh seorang Wali Nagari. Wali Nagari ini dipilih melalui musyawarah dan mufakat dari berbagai kumpulan Jorong dan masyarakat melalui pemilihan wali nagari (Pilwana). Lihat “Nagari” https://id.wikipedia.org/wiki/Nagari, diakses 30 Juli 2021. Lihat pula Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Nagari.

137 Labuhan carik adalah pelabuhan yang sangat strategis dan menjadi bagian wilayah yang dikelola kerajaan, lokaq sahbandar adalah gelar tetua adat yang mengelola

pelabuhan carik. Lihat “Sejarah Desa Bayan”,

https://bayan.lombokutarakab.go.id/first/artikel/57, diakses 01 Agustus 2021.

rangka mendakwahkan ajaran Islam,138 sekitar abad XIV yang diterima langsung oleh Datu Bayan saat itu.139

Pada Zaman Pemerintahan Hindia Belanda Desa Bayan sudah ada, tetapi sebelum munculnya nama Bayan terlebih dahulu bernama Bayan Timur yang merupakan tempat pusat penyelenggaraan Adat Gama, sebelum adanya istilah pemerintahan, tetapi istilah Prabekel (Pemangku Adat) dimana yang menjabat adalah Raden Singasan (Pemangku Adat Gama I) dan Raden Singaderia (pemangku Adat Gama II).140

Dari sisi Pemerintahan/kedistrikan Bayan merupakan salah satu kedistrikan yang terdapat di daerah Swatantra II Lombok Barat (UU No. 69 tahun 1958) di bagian Utara selain kedistrikan Tanjung. Dimana pusat penyelenggaraan pemerintahan kedistrikan Bayan terletak di Dusun Bayan Timur yang menjabat sebagai distrik I adalah Raden Surya Kusuma, Distrik II adalah Raden Sigeti dan Distrik III adalah Raden Kertapati, sebagai bukti peninggalan masih dijumpai bekas kantor Kedistrikan Bayan di Dusun Bayan Timur yang sekarang ditempati oleh Raden Gita Kusuma merupakan putra tertua dari Raden Kertapati Distrik III Bayan.141

Setelah berakhirnya masa kepemimpinan Raden Kertapati sebagai Distrik III Bayan, digantikan oleh Lalu Hasan, BA. Istilah Kedistrikan berubah menjadi Kecamatan dan selanjutnya disebut Camat. Setelah Lalu Hasan, BA. purna tugas digantikan oleh Raden Gita Kusuma yang merupakan putra tertua dari Raden Kertapati Distrik III Bayan.142

138 “Widya Lestari Ningsih, “Sejarah Masuknya Islam di Lombok”, https://www.kompas.com/stori/read/ 2021/07/16/ 130000679/sejarah-masuknya-islam-di- lombok? page=all, diakses 01 Agustus 2021.

139 “Sejarah Desa Bayan”, https://bayan.lombokutarakab.go.id/first/artikel/57, diakses 01 Agustus 2021.

140 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) 2020-2026 Desa Bayan Lombok Utara, Dokumentasi, 01 Agustus 2021.

141 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) 2020-2026 Desa Bayan Lombok Utara, Dokumentasi, 01 Agustus 2021.

142 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) 2020-2026 Desa Bayan Lombok Utara, Dokumentasi, 01 Agustus 2021.

Pada tahun 1960-an, Desa Anyar dan Bayan masih menjadi satu, karena nama Bayan dipakai menjadi nama kedistrikan/kecamatan maka hasil kesepakatan para tokoh adat, masyarakat tokoh agama dan tokoh lainnya, nama desa disepakati menjadi Desa Anyar dan pusat pemerintahan ada di Bayan. Yang menjadi Pemusungan I adalah Raden Bandasari, Pemusungan II adalah Raden Dewaram. Di masa Pemerintahan Raden Dewaram Desa Anyar di bagi menjadi 2, yaitu Desa Anyar dan Desa Loloan.

Desa Loloan dipimpin oleh pemusungan I adalah Itralam alias Itrabaya. Sedangkan Desa Anyar tetap dijabat oleh Raden Dewaram, Selanjutnya setelah Raden Dewaram mengakhiri masa tugasnya digantikan oleh Raden Sutasari. Selanjutnya sekitar tahun 1968-an muncul prakarsa dan keinginan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama yang ada di Bayan, untuk memisahkan diri dari Desa Anyar yang pada saat itu dikabulkan atau disetujui oleh pejabat Kepala Desa Anyar yakni Raden Nyakrawaji. Usulan tersebut disetujui oleh pemerintah daerah Lombok Barat (Pada Masa Pemerintahan Haji Lalu Rahman) pada tanggal 17 April 1970 bertepatan dengan peringatan hari Ulang tahun Lombok Barat, dimana yang menjadi pemusungan Bayan diangkat kembali adalah Raden Sutasari dan PemusunganAnyar adalah Raden Nyakrawaji.143

Mencermati sejarah tersebut, maka Desa Bayan sebagai Desa Otonomi telah dipimpin oleh 6 Kepala Desa/Pemusungan dan 1 Penjabat Kepala Desa, yaitu:144

a. Raden Sutasari, merupakan Kepala Desa Bayan Pertama setelah pisah dari Desa Anyar yang padatanggal 17 April 1970 s/d tahun 1974 dan tanggal 17 April 1970 ditetapkan sebagaihari jadinya Desa Bayan.

b. Raden Suta Gede, Masa Pemerintahan Raden Sutagede dari Tanggal 1 April 1974 sampai dengan 5 Agustus tahun 1979 (5

143 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) 2020-2026 Desa Bayan Lombok Utara, Dokumentasi, 01 Agustus 2021.

144 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) 2020-2026 Desa Bayan Lombok Utara, Dokumentasi, 01 Agustus 2021.

tahun 5 Bulan) dan saat itu yang menjadi Bupati Lombok Barat H. L. Rahman.

c. Raden Gonda Kusuma, Masa Pemerintahan Raden Gonda Kusuma selama dua (2) periode yaitu dari tahun 1979 sampai tahun 1998. Dimasa Pemerintahan Raden Gonda Kusuma Desa Bayan dimekarkan menjadi dua yaitu Desa Bayan dan Desa Senaru.

d. Raden Sugeti, S. Sos., Masa Pemerintahan Raden Sugeti, S.

Sos. menjabat selama dua (2) periode dari tahun 1998 sampai tahun 2012. Di masa Pemerintahan Raden Sugeti,S. Sos. Desa Bayan dimekarkan lagi menjadi Desa Bayan dan Desa Karang Bajo.

e. Raden Madikusuma, Masa Pemerintahan Raden Madikusuma menjabat satu (1) Periode dari tahun 2013 sampai tahun 2019.

f. Muhajir, M. Pd., Sebelum berakhirnya masa jabatan Raden Madikusuma sebagai Kepala Desa Bayan, untuk menunggu pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Bayan Serentak tahun 2020, Desa Bayan dijabat oleh Muhajir S. Pd., M. Pd. Selaku Penjabat Kepala Desa Bayan selama 1,8 tahun.

g. Satradi, SP., Hasil pemilihan kepala Desa Serentak tahun 2020 untuk periode 2020-2026, Kepala Desa Bayan dijabat oleh Satradi, SP.

Dalam dokumen peran program pemberdayaan masyarakat desa (Halaman 63-67)

Dokumen terkait