• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Penyajian Data ( Hasil Penelitian)

Pengumpulan data Sekunder pada penelitian ini dilakukan dengan mengambil data sampel Perusahaan Pt. Bumi Sarana Beton Makassar selama tahun 2014, 2015 dan 2016. Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 1 sampel perusahaan.

51

a. Teknik Analisis Data 1. Uji Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif dapat memberikan gambaran deskripsi pada suatu data dapat dlihat dari nilai rata-rata mean, standar devisi, maksimum, dan minimum.

Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif maka dapat diperoleh nilai sebanyak 1 data laporan keuangan.

Tabel 4.1 Hasil Uji Descriptive Statistics Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

IOS1 1 .95 10.07 4.0927 5.17720

IOS2 1 .12 .98 .4083 .49083

IOS3 1 .02 .11 .0587 .04632

Kepemilikan Manajerial 1 1 16.62 51.46 30.4100 18.51991

Kepemilikan Manajerial 2 1 29.80 29.80 29.8000 .00000

Kepemilikan Manajerial 3 1 2.00 2.00 2.0000 .00000

Komisaris Independen 1 1 6.00 6.00 6.0000 .00000

Komisaris Independen 2 1 33.00 33.00 33.0000 .00000

Komisaris Independen 3 1 1.16 2.23 1.5223 .61033

Kualitas laba 1 1.16 2.23 1.5223 .61033

Valid N (listwise) 1

Sumber : Data primer setelah diolah, 2018

Tabel 4.5 di atas, menunjukkan bahwa dengan analisis statistik deskriptif dapat diketahui jumlah sampel (N) terdapat 1 sampel. Untuk variabel Investment Opportunity Set (IOS) 2014,2015 dan 2016 dengan mean sebesar 4.0927, 0,4083 dan 0,0587. Jika dilihat dari nilai minimum variabel Investment Opportunity Set (IOS) 2014,2015 dan 2016 sebesar 95, 12 dan 02Investment Opportunity Set (IOS)2014,2015 dan 2016 nilai

maksimumnya adalah sebesar 10.07, 98 dan 11, Investment Opportunity Set (IOS)2014,2015 dengan standar deviasi sebesar 5.17720, .49083.

Variabel Kepemilikan Manajerial tahun 2014, 2015 dan 2016 nilai mean sebesar 30.4100, 29.8000 dan 2.0000 Jika dilihat dari nilai minimum tahun 2014,2015 dan 2016 sebesar 16.62, 29.80 dan 2.00 nilai maksimum sebesar 51.46 29.80 dan 2.00 Nilai standar deviasi sebesar 18.51991.

Apabila dilihat dari variabel Komisaris Independen 2014, 2015 dan 2016 dengan nilai minimum sebesar 6.00, 33.00 dan 1.16, variabel Komisaris Independen tahun 2014, 2015 dan 2016 nilai maximum sebesar 6.00, 33.00 dan 2,23 dengan nilai mean tahun 2014, 2015 dan 2016 sebesar 6.0000, 33.000 dan 1.5223 dengan Standar deviasi dari variabel Komisaris Independen tahun 2014, 2015 dan 2016 sebesar 0000, .61033 dan .61033

Variabel Kualitas Laba tahun 2014, 2015 dan 2016 nilai minimum sebesar 1.16 dan nilai maksimum sebesar 2.23 nilai mean sebesar 1.5223 dan standar deviasi sebesar .61033.

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji multikolonieritas

Menurut Priyatno (2012:93) multikolonoeritas adalah keadaan di mana ada hubungan linier secara sempurna atau mendekati sempurna antara variabel independen dalam model regresi. Model regresi yang baik adalah yang terbebas dari masalah multikolinearitas.

Konsekuensi adanya multikolinearitas adalah koefisien korelasi tidak tertentu dan kesalahan menjadi sangat besar / tidak terhingga.

53

Variabel yang menyebabkan multiikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance yang lebih kecil dari 0,1 atau VIF yang lebih besar dari nilai 10. Dari ooutput regresi didapatkan nilai tolerance lebih dari 0,1 dan VIF kurang dari10, sehingga tidak terjadi multikolinearitas.

Tabel 4.2 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) IOS1

2.073 1.791

.645 .604

-

723 -.528

-1.0163 2.965

.492 .207

GCG1 -9.391 9.243 3.214 .192 .983 1.018

a. Dependent Variable

Data Tabel 4.2 di atas ditunjukkan bahwa tidak terjadi multikolonieritas karena nilai VIF < 10 nilai dan nilai tolerance > 0,1 Nilai VIF Good Corporate Governance 1.018 nilai VIF juga menunjukan hal yang sama oleh variabel bahwa nilai VIF dimiliki Good Corporate Governance sebesar 1.018.

b. Uji Autokorelasi

Autiokorelasi didefinisikan sebagai korelasi antar anggota serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu dan ruang.

pengujian ini perlu dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara unsure gangguan pada observasi dengan unsure gangguan pada observasi lain ( Gujarati, 2009).

Uji autokorelasi bertujuan untuk mengguji model regresi linear terdapat kolerasi antara kesalahn penganggu pada periode t dengan kesalahan penganggu pada periode selanjutnya (t-1). Autokorelasi

adalah korelasi yang terjadi pada kondisi serangkaian data dalam observasi yang terletak berderetan secara series dalam bentuk waktu maupun tempat yang berdekatan. Auto korelasi timbul karena kesalahan penganggu tidak bebas dari satu obsevasi ke observasi lainnya.

Untuk mendeteksi ada dan tidak adanya autokorelasi dapat digunakan metode durbin Watson ( DW test ). DW test di gunakan untuk autokorelasi tingkat satu yang menyaratkan adanya intercept dalam model regresi dan tidak ada variabel lagi di antara variabel independent (Gozali,2005). Penentuan atau tidaknya auto korelasi dapat di gunakan patokan nilai Dubin- Watson hitung yang berkisarantara 0 dan 4 ( Bujaratih,2009 ). Bila nilai uji statistic Durbin- Watson lebih kecil dari1 atau lebih besar dari 3 maka residual dari model regresi beganda tidak bersifat independen atau terjadi autokorelasi.

Tabel 4.3 Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .528a .279 .442 .73281 6.497

a. . Predictors: (Constant), IOS,GCG b. Dependent Variable: Kualitas_Laba

Hasil output SPSS di atas menunjukkan bahwa nilai Durbin Watsonadalah 6.497 yakni lebih besar dari 1 dan lebih kecil dari 3. Hal ini menunjukkan bahwa residual random atau acak, sehingga tidak terjadi autorelasi.

55

3. Uji Hipotesis

a. Uji Koefisien Determinasi (R)

Uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui persentase pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variable dependen. Koefisien ini menunjukkan model mampu menjelaskan variasi variable dependen. Pada model linear berganda akan dilihat besarnya kontribusi dari variabel bebas secara bersama- sama terhadap variabel terikat dengan melihat besarnya koefisien determinasi totalnya (R²). Jika R² yang diperoleh mendekati 1 maka dapat dikatakan semakin kuat pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat. Sebaliknya jika R² makin mendekati 0 maka semakin lemah pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel terik

Tabel 4.4 Uji Determinasi (R2)

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .528a .279 .442 .73281 6.497

a. . Predictors: (Constant), IOS,GCG b. Dependent Variable: Kualitas_Laba

Sumber : Data primer setelah diolah, 2018

Hasil Output pengujian SPSS di atas menunjukkan bahwa variabel return saham perusahaan dapat dijelaskan sebesar 0,279 % oleh variabel Invetement Opportunty Set (IOS) dan Good Corporate Governance. Hal ini terlihat dari nilai R square (R2) sebesar 0.161 sedangkan sebear 83,9% dijelaskan oleh variabel lainnya.

b. Uji Statistik F (f-test)

Uji parsial dilakukan untuk mengetahui pengaruh atau tidaknya variabel independen terhadap variabel dependen dengan melihat nilait pada table coefficient yang dihitung dengan bantuan program SPSS.

Tingkat signifikan yang digunakan adalah 5% atau 0,05. Adapun kriteria pengujian yang digunakan adalah sebagai berikut : apabila p value <0,05 maka H0 ditolak dan apabila p value >0,05 maka H0 diterima. Uji tersebut sekaligus digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Investement Opportunity Set dan Good Corporate Governance terhadap kualitas laba dengan melihat nilai t masing- masing variabel.

Tabel 4.5 Uji Statistik (UjiF)

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression .208 1 .208 .387 .646a

Residual .537 1 .537

Total .745 2

a. Predictors: (Constant), IOS, GCG b. Dependent Variable: Kualitas Laba

Sumber : Data Sekunder setelah diolah, 2018

Berdasarkan tabel 4.5 di atas dapat diketahui nilai F adalah sebesar 3.87. Sementara dari hasil F tabel adalah sebesar 2,92 pada tingkat signifikansi 5%. Nilai F adalah sebesar 3,87dengan signifikansi F sebesar 0,646 (p<0,05). Sementara dari hasil F tabel adalah sebesar 2,92 pada tingkat signifikan 5%. Nilai F dihitung jauh lebih besar dari pada F tabel dan nilai signifikan dibawah 0,05 sehingga dapat dinyatakan

57

bawha secara simultan variabel Investement Opportunty Set dan Good Corporate Governance memiliki pengaruh terhadap variabel Return saham perusahaan.

c. Uji Parsial (Uji t)

Pengujian ini di lakukan bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen secara parsial ( individu ) berpengaruh terhadap variabel dependen, dengan asumsi variabel independen yang lain konstan.

Tabel 4.6 Hasil Uji Parsial (Uji t) Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) IOS1

2.073 1.791

.645 .604

-

723 -.528

-1.0163 2.965

.492 .207

GCG1 -9.391 9.243 3.214 .192 .983 1.018

a. Dependent Variable

Hasil uji multikolinearitas pada table 4.2 menunjukkan bahwa nilai

variabel independent yakni Investement Opportunty Set dan Good

Corporate Governance berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas

laba .

Dokumen terkait