• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengorganisasian (organizing)

Dalam dokumen LAMPIRAN-LAMPIRAN (Halaman 69-162)

BAB III: PEMBAHASAN

A. Manajemen SDM yang dikembangkan Kepala Sekolah dalam

2. Pengorganisasian (organizing)

Organizing di sini adalah sekelompok manusia yang bekerja sama, dimana kerja sama tersebut dirancangkan dalam bentuk struktur organisasi atau gambaran skematis tentang hubungan kerja, dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

Komponen untuk pengorganisasian atau pengelompokkan peserta latihan di SDIT Al-Hilmi Dompu, yaitu berdasarkan: 1) pembagian beban kerja menjadi tugas-tugas yang dapat dikerjakan secara individu maupun kelompok. 2) pengelompokkan tugas-tugas yang memiliki kesamaan rumpun tugas. 3) pengembangkan hierarki organisasi yang akan mengatur pertanggungjawaban masing-masing jenjang yang terlibat di dalam lembaga.61

59 Wawancara, dengan bapak Syasmsul S.Pd, kepala sekolah SDIT Al-Hilmi Dompu, pada tanggal 23 April 2019

60 Wawancara, ibu Faridah S.Pd.I, guru di SDIT Al-Hilmi Dompu Pada Tanggal 23 April 2019.

61 Observasi, di SDIT Al-Hilmi Dompu, Pada tanggal 23 April 2019

Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah bapak. Syamsul S.Pd sebagai berikut:

“Dalam pengorganisasian peserta pelatihan, yang kami lihat pertama kali adalah tugas masing-masing guru atau yang kelompok yang memiliki kesamaan rumpun, kemudian dari tugas-tugas itu kami rencanakan apa yang sekiranya dibutuhkan oleh masing-masing tugas itu, kemudian kami berikan pelatihan-pelatihan sesuai dengan jobnya masing- masing. Setelah itu, kami buat hierarki organisasi yang mengatur pertanggungjawaban masing-masing, yaitu Kepala sekolah, dibawahnya ada Wakamad, disusul dibawahnya Korlas (Koordinator kelas), dan yang terakhir wali kelas”. 62

Pernyataan di atas juga diperjelas oleh guru kelas ibu Rosmiati, S.Pd menyatakan sebagai berikut:

“Untuk pengelompokkan peserta pelatihan, tergantung tema atau materi pelatihan, ada yang pelatihan berdasarkan bidang mengajar, dan pelatihan yang bersifat secara keseluruhan”. 63 Kemudian dikuatkan kembali oleh bapak Uwais S.Pd yang menyatakan sebagai berikut: “Untuk pengelompokan atau pengorganisasian peserta latihan berdasarkan bidangnya atau keahliannya, contoh dari pendidik sendiri seperti kegiatan MGMP”.64

Untuk memperdalam dan memperluas kemampuan guru tersebut, SDIT Al-Hilmi Dompu melakukan aktivitas pendidikan, pelatihan, bimbingan serta kegiatan lainnya kepada semua guru di lingkungan SDIT Al-Hilmi Dompu. Kegiatan tersebut adalah salah satu upaya pengembangan mutu sumber daya guru setelah diadakan pengadaan melalui seleksi calon guru SDIT Al-Hilmi Dompu, kegiatan ini agar meningkatkan mutu layanan akademik maupun non akademik, tekanannya adalah pada peningkatan keahlian, perluasan wawasan, pembinaan spirit ilmiah, pengembangan budaya ilmiah, dan pengembangan keterampilan.

Adapun tahap awal yang dilakukan oleh pimpinan di SDIT Al- Hilmi Dompu dalam memperdalam dan memperluas kompetensi guru

62 Wawancara, dengan bapak Syasmsul S.Pd, kepala sekolah SDIT Al-Hilmi Dompu, pada tanggal 23 April 2019

63 Wawancara dengan ibu Rosmiati S.Pd Pada tanggal 24 April 2019

64 Wawancara denga bapak guru Uwais, S.Pd Pada tanggal 23 April 2019

adalah dengan cara pengembangan keahlian guru yakni pengenalan berupa seluruh tatanan dan aturan lembaga, tugas guru, hak dan kewajiban guru, baik sebagai warga sekolah, masyarakat, dan warga Negara.

Kegiatan tersebut berupa kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan kualifikasi guru dalam melaksanakan tugas sebagai profesionalitas, sosial, dan sebagai individu. Kegiatan memperdalam dan memperluas kompetensi guru terefleksi dalam bentuk-bentuk kegiatan sebagaimana yang dikemukakan oleh kepala sekolah berikut.65

Pengembangan mutu sumber daya guru untuk memperdalam dan memperluas kompetensi guru dirangkum dalam kegiatan formal, informal dan nonformal diantaranya adalah pelatihan-pelatihan, MGMP, mengadakan kerja sama dengan pihak lain , dan penyedian fasilitas yang dapat membantu guru dalam meningkatkan kompetensinya.

Hal senada dikemukakan oleh ibu Sri Wulandari, S.Pd selaku bidang kurikulum, ia mengatakan bahwa:

“Memperdalam dan memperluas kemampuan guru itu memang perlu ditingkatkan agar guru-guru dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan profesional. Maka untuk itu, upaya yang dilakukan oleh Bapak kepala sekolah dalam memperdalam dan memperluas kemampuan guru adalah dengan memberikan kelonggarakan kepada guru-guru yang mau melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi, mengikutsertakan guru-guru dalam kegiatan pengembangan profesi seperti seminar, pelatihan, dan lain-lain, sertra mengadakan kerja sama dengan stakeholder.66

Adapun kegiatan-kegiatan yang dimaksud di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Pemberdayaan KKG (Kelompok Kerja Guru) dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran)

Sumber daya yang paling utama dan paling berharga dalam setiap lembaga pendidikan adalah manusia itu sendiri. Oleh

65 Observasi, SDIT Al-Hilmi Dompu, pada tanggal 6 mei 2019

66 Wawancara, dengan ibu Sri Wulandari, S.Pd. pada tanggal 6 mei 2019

karena itu, SDM harus selalu mendapat perhatian yang besar dari kepala sekolah sebagai pimpinan pendidikan dalam arti selalu diupayakan untuk lebih diberdayakan agar kemampuan- kemampuannya selalu meningkat dari waktu ke waktu. Dengan kemampuan yang meningkat itulah, SDM dapat diharapkan untuk meningkatkan mutu kinerjanya. Guru merupakan salah satu unsur SDM pendidikan, dan guru sebagai ujung tombak dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas memegang peran yang sangat menentukan keberhasilan peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajarannya. Oleh karena itu, kepala sekolah harus mampu menggerakkan dan memberdayakan guru agar mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional.

Berkaitan dengan hal itu, proses yang dilakukan oleh Bapak kepala SDIT Al-Hilmi Dompu dalam memberdayakan guru salah satunya adalah dengan memberdayakan kegiatan KKG dan MGMP di lingkungan sekolah. Kegiatan KKG dan MGMP merupakan salah satu sarana komunikasi antar guru-guru yang ada di sekolah. KKG dan MGMP mempunyai tujuan untuk melatih dan mengembangkan kreatifitas guru, mencari solusi berbagai masalah yang dihadapi oleh guru-guru di lapangan terkait dengan proses kegiatan belajar mengajar. 67

Kegiatan semacam ini akan sangat efektif dan efisien apabila difungsikan dengan baik, dengan berbagai agenda yang jelas berkenaan dengan tugas dan tanggung jawab guru, misalnya penyusunan atau pembuatan perangkat pembelajaran seperti Silabus, RPP, PROTA, PROSEM dan lain sebagainya. Kegiatan KKG dan MGMP juga sebagai sarana untuk mengevaluasi kemampuan yang dimiliki oleh guru itu sendiri, sehingga dengan belajar bersama-sama melalui kegiatan KKG dan

67 Observasi, SDIT Al-Hilmi Dompu, Pada tanggal 23 April 2019

MGMP dapat meningkatkan kemampuan guru-guru sebagai tenaga pendidik yang profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan Bapak kepala sekolah berikut:

“Upaya yang kami lakukan untuk meningkatkan mutu SDIT Al- Hilmi Dompu, salah satunya adalah dengan memberdayakan guru dengan optimal. Kegiatan pemberdayaan guru yang kami lakukan di sekolah salah atunya adalah dengan mengadakan kegiatan KKG dan MGMP. Kegiatan tersebut sering sekali kami laksanakanan di setiap awal tahun pelajaran. Dengan mengadakan kegiatan seperti itu dapat meningkatkan kompetensi guru-guru terutama yang berkaitan dengan kompetensi pedagogik dan profesional guru.

Berkaitan dengan hal demikian, dalam pantauan saya bahwa, guru-guru SDIT Al-HIilmi Dompu alhamdullillah sekarang sudah banyak peningkatan baik dalam hal penyusunan perangkat pembelajaran maupun melaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas.68

Berkaitan dengan pemberdayaan guru dengan kegaitan KKG dan MGMP, ibu Sri Wulandari selaku bidang kurikulum mengemukakan bahwa:

“Tugas seorang guru adalah bagaimana menjadikan peserta didik menjadi generasi yang berwawasan tinggi dan berakhlak mulia. Guru yang profesional akan memiliki komitmen yang tinggi dan disertai dengan kemampuan sesuai dengan bidang keahliannya.

Komitmen inilah sebagai modal dasar dalam meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Pembelajaran yang bermutu akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Inilah komitmen yang kami bangun di SDIT Al-Hilmi Dompu ini yaitu bagaimana meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran yang bermutu, maka untuk menjawab itu semua kami berusaha untuk memberdayakan guru-guru yang ada di sekolah, salah satunya adalah dengan mengadakan kegiatan KKG dan MGMP. Dengan kegiatan seperti itu akan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan guru-guru tentang tugas dan tanggungjawabnya dalam mendidik, mengajar, dan membina

68 Wawancara, dengan bapak Syasmsul S.Pd, kepala sekolah SDIT Al-Hilmi Dompu, pada tanggal 15 Mei 2019

siswa serta memajukan lembaga SDIT Al-Hilmi Dompu ini ke depannya.69

Adapun wawancara dari bapak Muhammad S.Pd.I selaku guru di SDIT Al-Hilmi Dompu.

“Ketika peneliti melakukan wawancara, ia mengatakan bahwa:

Memang benar adanya, bahwa kami selaku guru pernah bahkan sering mengikuti kegiatan KKG dan MGMP di sekolah. KKG dan MGMP merupakan satu wadah komunikasi antara guru-guru yang mempunyai tujuan untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas guru, mengatasi berbagai masalah di lapangan yang dihadapi oleh kami selaku guru terkait dengan proses belajar mengajar. Beberapa manfaat yang kami dapatkan dari kegiatan KKG dan MGMP antara lain, para guru dapatber tukar pengalaman terkait dengan tugas dan tanggung jawab kami selaku guru. Hal ini sangat penting bagi kami selaku pelakasana pembelajaran di sekolah, di samping harus menguasai materi pembelajaran, kami juga dituntut memiliki kelengkapan pembelajaran sehingga guru-guru dapat menyampaikan materi pembelajarn tidak menyimpang dari tema atau kompetensi dasar yang telah disusun dalam perangkat pembelajaran tersebut, sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai dengan optimal. Kegiatan KKG dan MGMP merupakan perwujudan yang ada di sekolah dalam bentuk implementasi pada seluruh kegiatan mislanya dalam perumusan pembelajaran, work shop; work shop nanti akan bertemu dengan semua guru mata pelajaran yang dirumuskan adalah KKM.70

Dengan adanya penyelenggaraan dan optimalisasi KKG/MGMP, maka guru akan mengalami pembimbingan teman sejawat dan hal ini akan berguna sekali untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

b. Mengikutisertakan Guru-Guru dalam Kegiatan Pengembangan Profesi (Diklat, Seminar, Pelatihan, Workshop, dan lain-lain)

Selain kegiatan di atas, SDIT Al-Hilmi Dompu mengikutsertakan guru- guru maupun pegawainya dalam kegiatan pengembangan profesi seperti diklat, pelatihan, workshop, dan

69 Wawancara dengan ibu Sri Wulandari S.Si, pada tanggal 23 april 2019

70 Wawancara dengan bapak Muhammad S.Pd, pada tanggal 23 April 2019

lain-lain. Tujuan mengikutsertakan guru- guru dalam kegiatan pengembangan profesi tersebut adalah agar guru-guru menjadi pribadi yang produktif dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Kemudian penyelenggaraan dan pelaksanaan kegiatan tersebut biasanya sudah disusun oleh pihak yang berkompeten dari pemerintah maupun lembaga non pemerintah. Bentuk partisipasi SDIT Al-Hilmi Dompu dalam kegiatan tersebut adalah sebagai peserta yakni dengan mengirimkan beberapa guru dan pegawai yang berkaitan dengan materi pelatihan ke dalam kegiatan. Melalui proses kegiatan itu, diharapkan para guru memiliki kepercayaan diri meningkatkan produktivitas kerja sehingga mutu pendidikan di sekolah bisa dicapai dengan baik.71

Berkaitan dengan kegiatan mengikutsertakan guru-guru dalam kegaiatan pengembangan profesi dibenarkan oleh Bapak kepala sekolah dengan mengatakan bahwa:

“Pengembangan guru dan pegawai memang perlu dilakukan pada setiap lembaga pendidikan manapun untuk memastikan bahwa mereka tetap dapat mempertahankan kualitas profesionalitasnya sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Program pengembangan tersebut memberi penekanan pada pembentukan keterampilan profesional mereka guna perbaikan layanan sekolah. Maka untuk itu, cara yang kami lakukan di SDIT Al-Hilmi Dompu ini adalah dengan mengikutsertakan guru-guru dan pegawai dalam kegiatan-kegiatan seperti pelatihan, penataran, seminar, workshop, pemagangan, dan pendampingan yang diselenggrakan oleh lembaga pemerintah, perguruan tinggi, atau lembaga non pemerintah. Di SDIT Al-Hilmi Dompu ini Alhamdulillah sudah banyak guru-guru sudah mengikuti kegiatan- kegiatan pelatihan dan pendidikan, dan bahkan semua guru yang ada di sini sudah pernah mengikuti kegiatan-kegiatan pelatihan baik pelatihan yang berkaitan dengan akademis maupun yang bersifat non akademis.72

Hal senada juga dikatakan oleh Bapak Budi Arfansyah S. Kom selaku kepala TU, ia mengatakan bahwa:

71 Observasi, di SDIT Al-Hilmi Dompu, Pada tanggal 23 April 2019

72 Wawancara dengan bapak Syamsul S.Pd kepala sekolah SDIT Al-Hilmi Dompu Pada tanggal 23 April 2019

“Guru-guru dan pegawai yang ada di SDIT Al-Hilmi Dompu memang sering diikutkan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan.

Kegiatan pendidikan dan pelatihan yang pernah diikuti oleh guru- guru dan pegawai biasanya mereka ditugaskan oleh lembaga untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh lembaga pemerintah maupun lembaga non pemerintah. Kegiatan mengikutsertakan guru-guru dan pegawai dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan merupakan upaya yang dilakukan oleh sekolah karena tuntutan sekolah saat ini ataupun masa datang, yang sifatnya non karir atau peningkatan karir seorang guru dan pegawai.73

Kemudian hasil wawancara peneliti dengan ibu Sri Wulandari, S.Si selaku bidang kurikulum, ia mengatakan bahwa:

“Salah satu upaya yang dilakukan oleh pimpinan lembaga di SDIT Al-Hilmi Dompu dalam rangka meningkatkan kompetensi guru adalah dengan mengikutsertakan guru-guru dalam kegiatan pelatihan atau diklat, workshop, seminar dan kegiatan yang sejenisnya. Hampir semua guru yang ada di SDIT Al-Hilmi Dompu ini sudah pernah mengikuti kegiatan-kegiatan yang dimaksud. Dalam kegiatan pelatihan itu, lembaga mengirim guru-guru sebagai peserta dan bahkan ada beberapa guru yang dikirim untuk menjadi pemateri, termasuk saya sendiri pernah menjadi pemari dalam kegaitan pelatihan.

Setelah mengikiti kegiatan-kegiatan pelatihan guru-guru yang ada di SDIT Al-Hilmi Dompu semakin paham dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru, dan saya sendiri merasakan hal demikian.74

Di SDIT Al-Hilmi Dompu kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan sejak berdiri hingga sekarang. Kegiatan-kegiatan tersebur dilaksanakan dalam rangka memberdayakan guru agar mereka lebih profesional dan proporsional dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang guru, dalam artian bahwa kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan guru sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi di samping sebagai pembentukan suasana ilmiah di sekolah. Kemudian hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliiti melihat bahwa, indikator

73 Wawancara, dengan kepala TU, bapak Budy Arfansyah S.Kom pada tanggal 25 April 2019

74 Wawancara, Sri Wulandari S.Sis pada tanggal 23 april 2019

keberhasilan guru-guru setelah mengikuti pelatihan-pelatihan itu adalah guru-guru yang ada di SDIT Al-Hilmi Dompu semakin mengalami peningkatan, terbukti dengan kemampuan guru-guru dalam mengajar mendidik, serta membimbing peserta di didik baik di dalam kelas ketika proses belajar mengajar maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler. Sehingga banyak sekali prestasi-prestasi yang pernah di dapatakan oleh lembaga di SDIT Al-Hilmi Dompu dalam berbagai ajang kompetisi.75

Jadi, dapat diketahui bahwa upaya strategis yang dilakukan oleh lembaga di SDIT Al-Hilmi Dompu dalam mengembangkan mutu sumber daya guru adalah melalui pertemuan-pertemuan ilmiah baik berupa seminar, pelatihan, diklat, dan sebagainya. Hal demikian merupakan bagian kebijakan sekolah dalam pembinaan SDM, dan pelaksanaan program ini didasarkan pada kelemahan yang ditemukan pada diri guru, mengingat sasarannya lebih jelas serta indikator capaiannya lebih terukur.

c. Mengadakan Kerja Sama Dengan Stakeholder

Salah satu upaya yang dilakuklan oleh lembaga di SDIT Al-Hilmi Dompu dalam pengembangan mutu sumber daya manusia dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan menyusun dan melaksanakan program kerja sama dengan masyarakat atau stakeholder. Salah satu strategi dilakukan kepala sekolah dalam pengembangan mutu sumber daya guru di SDIT Al-Hilmi Dompu adalah dengan mengadakan kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat atau lembaga lain yang bergerak dalam pengembangan mutu sumber daya guru ataupun pembinaan guru. Hal demikian dilakukan kepala sekolah agar guru- guru yang

75 Observasi, di SDIT Al-Hilmi Dompu, pada tanggal 25 April 2019

ada di SDIT Al-Hilmi Dompu ini dapat berkembang dan menjadi guru yang benar-benar profesional ke depannya.76

Hal senada juga dikemukakan oleh Bapak Ir a w a n s ya h S . P d selaku bagian Humas, ia mengatakan bahwa:

“Mengadakan kerja sama dengan berbagai pihak yang dapat meningkatkan mutu sekolah adalah salah satu program yang kami lakukan di SDIT Al-Hilmi Dompu ini. Mengadakan kerja sama antara sekolah dengan berbagai pihak tersebut merupakan suatu sarana yang cukup berperan dalam menentukan usaha mengadakan pembinaan, pertumbuhan, dan perkembangan baik pada guru, pegawai, siswa maupun pada warga yang ada di sekolah. Khusus yang berkaitan dengan pengembangan kualitas guru, kami mengadakan kerja sama dengan IGI.

IGI adalah lembaga non pemerintah yang bertugas memberikan pembinaan kepada guru-guru yang berkaitan dengan pembuatan media pembelajaran yang berbasis tekhnologi. 77

Kemudian hasil wawancara peneliti dengan Ibu Rosmiati, S.Pd. selaku guru SDIT Al-Hilmi Dompu, ia mengatakan bahwa:

Kami pernah mengikuti pelatihan tentang penggunaan media pembelajaran berbasis tekhnologi yang diadakan oleh Ikatan Guru Indonesia atau disingkat dengan IGI. IGI tersebut merupakan salah satu lembaga yang bekerja sama dengan SDIT Al-Hilmi Dompu. Dalam kegiatan tersebut, kami dilatih bagaimana cara-cara menyampaikan materi pembelajaran menggunakan IT, cara-cara membuat materi pembelajaran dengan power point, dan lain-lain. Dengan mengadakan kegiatan seperti itu, kami sebagai guru merasa sangat perlu untuk terus ditingkatkan. Sebab, kegiatan seperti itu dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan kami dan otomatis kompetensi yang kami miliki akan semakin meningkat.78

Jadi, dapat diketahui bahwa salah satu upaya strategis yang dilakukan oleh pimpinan di SDIT Al-Hilmi Dompu dalam proses pengembangan mutu pendidikan adalah dengan mengadakan kerja sama dengan berbagai pihak atau berbagai elemen. Keuntungan yang di dapat oleh SDIT Al-Hilmi Dompu khususnya guru dengan program seperti itu adalah: (1)

76 Observasi, di SDIT Al-Hilmi Dompu, Pada tanggal 25 April 2019

77 Wawancara, dengan bapak Irawansyah S.Pd, pada tanggal 15 Mei 2019

78 Wawancara, dengan ibu Rosmiati S.Pd, pada tanggal 15 Mei 2019

kompetensi guru yang ada di SDIT Al-Hilmi Dompu menjadi meningkat, mereka juga diproyeksikan menjadi pelatih di sekolah atau di sekolah lain, (2) memperbesar usaha meningkatkan profesi guru di sekolah maupun di masyarakat, dan (3) sebagai ajang promosi dan pengabdian kepada masyarakat.

d. Pendayagunaan Sarana dan Prasarana Yang Memadai

Selain upaya strategis di atas, upaya strategis lain yang dilakukan oleh SDIT Al-Hilmi Dompu dalam mengembangkan mutu pendidikan adalah dengan menyediakan atau mendayagunakan sarana dan prasarana yang memadai. Khusus untuk meningkatkan daya kreatifitas dan inovasi guru di SDIT Al- Hilmi Dompu menyediakan perpustakaan yang dilengkapi dengan berbagai macam bahan bacaan serta menyediakan jaringan internet (WIFI) gratis untuk guru-guru untuk mengakses berbagai macam informasi yang berkaitan dengan pendidikan. 79

Hal demikian sebagaimana yang dikemukakan oleh Bapak kepala sekolah berikut:

“Pendayagunaan sarana dan prasarana memang sangat perlu untuk terus dioptimalkan demi peningkatan mutu sekolah. Dengan adanya sarana dan prasarana yang lengkap, maka semua kegiatan yang dilakukan di sekolah akan berjalan dengan efektif. Untuk itu, kami di SDIT Al-Hilmi Dompu menyediakan fasilitas yang memadai demi kelancaran kegiatan yang dilakukan di sekolah. Khusus untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru-guru, kami menyediakan perpustakaan yang dilengkapi dengan berbagai macam bahan bacaan. Dengan adanya perpustakaan yang lengkap, maka guru-guru dapat membaca sesuai kebutuhan yang diinginkan. Selain itu, kami juga memasang WIFI gratis untuk guru-guru di sekolah. Dengam adanya WIFI gratis tersebut, guru-guru dapat membaca dan mencari referensi yang berkaitan dengan bahan pembelajarannya serta mencari berbagai macam informasi pendidikan. Hari ini guru- guru dituntut kreatif, berinovasi, dan harus menguasai berbagai macam teknologi. Maka untuk itu kami menyediakan perpustakaan yang lengkap dan menyediakan WIFI gratis di sekolah. Mudah- mudahan dengan

79 Observasi, SDIT Al-Hilmi Dompu pada tanggal 25 april 2019

upaya seperti itu dapat meningkatkan kompetensi guru-guru yang ada di SDIT Al-Hilmi Dompu ini.80

Kemudian hasil wawancara peneliti dengan bapak Muhammad S.Pd.I selaku SDIT Al-Hilmi Dompu, ia mengatakan bahwa:

“Sekolah bisa dikatakan bermutu apabila memenuhi beberapa kebutuhan, salah satunya adalah memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Pemenuhan kebutuhan fasilitas atau sarana dan prasarana yang memadai adalah salah satu unsur yang dapat memperlancar kegiatan belajar mengajar di sekolah. Di SDIT Al-Hilmi Dompu sudah memiliki sarana dan prasarana yang lengkap untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar di sekolah. Apapun kebutuhan yang diperlukan oleh guru-guru maupun warga sekolah kami selalu berusaha untuk menyediakannya. Kemudian dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru dan pegawai akan ilmu pengetahuan kami menyediakan perpustakaan yang di dalamnya dilengkapi dengan berbagai macam bahan bacaan. Di lingkungan sekolah di sediakan WIFI gratis untuk guru-guru dan pegawai untuk mencari berbagai macam informasi penting di internet. Dengan adanya perpustakaan dan jaringan WIFI itu, guru-guru dan pegawai dapat belajar secara otokdidak untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang dimiliki.81

Hasil wawancara di atas, diperkuat dengan hasil pengamatan langsung yang dilakukan oleh peneliti bahwa, upaya strategis yang dilakukan oleh SDIT Al-Hilmi Dompu dalam proses pengembangan mutu sumber daya guru adalah dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang memadai, salah satunya adalah penyediaan perpustakaan yang dilengakapi dengan buku-buku bacaan. Buku-buku yang ada di perpustakaan SDIT Al-Hilmi Dompu tidak hanya buku-buku mata pelajaran, akan tetapi dilengkapi juga dengan buku-buku tentan sosial, pendidikan, agama dan lain-lain. Selain itu, di sekolah juga menyediakan wifi gratis bagi guru dan pegawai. Peneliti melihat bahwa guru-guru sering masuk perpustakaan untuk membaca ketika ada waktu luang.

Peneliti juga melihat bahwa dalam memperkaya khazanah ilmu

80 Wawancara dengan bapak Syamsul S.Pd kepala sekolah SDIT Al-Hilmi Dompu Pada tanggal 25April 2019

81 Wawancara dengan bapak Muhammad S.Pd.I, pada tanggal 23 april 2019

Dalam dokumen LAMPIRAN-LAMPIRAN (Halaman 69-162)

Dokumen terkait