BIOGRAFI KH.R ABBAS HASAN MUNADI
E. Sekilas Pembaruan Pendidikan Pesantren Secara Umum
Pembaruan memerlukan suatu pendekatan dan sudut pandang yang baru.
Dalam dunia pesantren dapat menyesuaikan diri dan merespon permasalahan kehidupan masyarakat. Pembaruan dan perubahan dalam pondok pesantren dimaksudkan agar pondok pesantren dapat menjadikan lulusan pesantren tidak hanya ahli fikih atau hukum Islam tetapi ilmu umum yang lain.41 Perubahan harus berjalan bertahap dan memiliki hambatan dan rintangan. Mengatasi hambatan dan rintangan dalam usaha pembaruan pondok peantren, Nurcholis Madjid mengatakan ada beberapa hal pokok sebagai berikut:
1. Perubahan pesantren harus dimulai dari dalam, karena tidak ada yang dapat memimpin perubahan pondok pesantren kecuali terdapat orang dalam.
4141 Fachrurazi, “Pembaruan Sistem Pembelajaran Pondok Pesantren (Tradisional versus Modern)”, dalam Jurnal At-Turats, Vol. 10, No. 2, Tahun 2022, 58-59.
2. Agar gagasan-gagasan baru dapat diterima diperlukan kepemimpinan yang legitimate, sah menurut pondok pesantren
3. Perubahan hendaknya tidak bersifat radikal-revolusioner
4. Perubahan pesantren tidak hanya dengan modal kharisma, tetapi memerlukan skill atau keahlian
5. Mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas program, maka perlu disusun skala proses pembaruan di pondok pesantren sesuai dengan program perombakan kurikulum.42
Pesantren tersebut tetap memelihara hubungan dangan arus utama dari pada tradisi Islam. Pesantren terdapat berbagi corak pemikiran Islam yang berkembang. Para kiai tidak membuang kerangka besar daripada tradisi keilmuan, walaupun telah melakukan perubahan- perubahan yang sangat fundamental dalam bidang aktivitas sosial dan dalam aspirasi profesional.43
Institusi pendidikan, baik bercorak keagamaan tidak terlepas dari konteks dan perkembangan lingkungan sekitar, sebagaimana lembaga pendidikan pada umumnya. Pondok pesantren mengalami perkembangan dan perubahan agar dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu teknologi dan ilmu pengetahuan. Terjadinya dinamika pada pondok pesantren berada pada fungsi aslinya yakni sebagai
42 Nurcholis Madjid, Bilik-Bilik Pesantren sebuah Protet perjalanan (Jakarta: Paramadina,1997), 102.
43 Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Pesantren, 174-175.
lembaga pendidikan yang mencetak tenaga yang ahli dalam bidang agama.44
Dinamika dan perubahan sosial yang sangat cepat perlu adanya respon yang tepat. Kemajuan dunia modern dewasa ini menjadi suatu ancaman yang serius bagi martabat dan keutuhan individual. Pondok Pesantren memiliki peran strategis untuk mengisi kekosongan yang dihasilkan oleh dunia modern dengan menitikberatkan mental dan kepribadian manusia modern. Kekosongan ini akan diisi oleh agama lain, atau setidaknya ketrombolan kebudayaan lain.45
Beberapa ciri umum sebuah lembaga pendidikan pantas disebut sebagai pondok pesantren. Dhofier merumuskan lima hal yang menjadi ciri umum pondok pesantren yaitu, pertama, ada pondok atau asrama.
Kedua, masjid sebagai tempat pendidikan dan pengajaran. Ketiga, pengajaran kitab-kitab klasik. Keempat, santri. Kelima, kiai.46 Kiai adalah komponen terpenting dalam berdirinya sebuah pondok pesantren. Kiai merupakan tokoh sentral dari pondok pesantren dan kebanyakan pondok pesantren didirikan oleh kiai dengan dana pribadi yang mengartikan pesantren miliki kiai. Pondok pesantren terkenal atau tidaknya tergantung dari faktor wibawa dan keilmuan seorang kiai sebagai pemimimpin dan pendidik di sebuah pondok pesantren.
44 Haidar Putra Daulay, Sejarah Pertumbuhan, 75.
45 Suparlan Suryopratondo dkk.., Kapita Selekta Pondok Pesantren (Jakarta: PT. Paryu Barkah, 1976), 49
46 Zamakhsyari Dhofier, Tradisi pesantren, 44-45
Kharisma dan otritas keilmuan kiai menjadi keunggulan dan daya tarik masyarakat terhadap sebuah pondok pesantren.
Pembaruan pada level kelembagaan memungkinkan untuk memilih atau dua pilihan yaitu menyesuaikan lembaga yang sudah ada atau mendirikan lembaga baru. Kelembagaan pondok pesantren menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan secara faktual dibagi menjadi tiga tipe kelembagaan pondok pesantren yang berkembang di masyarakat sebagai berikut:47
1) Pesantren Tradisional (Salafi)
Pesantren dengan tipe ini mengajarkan kitab-kitab klasik melalui model halaqoh, sorogan, wetonan, bandongan dengan menggunakan bahasa Arab di masjid atau surau.
2) Pesantren Modern atau khalafi
Pesantren ini meninggalkan model pembelajaran tradisional dan menggantikan seluruhnya dengan model klasikal dalam bentuk sekolah dan madrasah, bahkan ada yang mendirikan perguruan tinggi.
3) Pesantren Komprehensif
Pesantren ini menggabungkan antara model yang tradisional dan modern artinya diterapkan kurikulum pengajaran kitab-kitab klasik disamping itu ada pengajaran kurikulum lewat sekolah dan madrasah.
Empat level Pembaruan dalam sistem pendidikan Islam di Indonesia, termasuk pondok pesantren di dalammnya. pertama, level kelembagaan.
47 M. Bahri Ghazali, Pesantren Berwawasan Lingkungan, 14.
Kedua, level substansi isi kurikulum. Ketiga, level metodelogis. Keempat, level fungsi. Keempat level kelembagaan, kurikulum, dan metodelogi pengajaran. Sementara Pembaruan tentang fungsi pondok pesantren jarang terjadi. Artinya meski Pembaruan adalah keniscayaan dalam sistem pendidikan pondok pesantren, fungsi dan tujuan utama pesantren sebagai tempat untuk transfer ilmu-ilmu keagamaan, mencetak ulama dan ahli agama yang tafaqquh fiddin dan mampu mengkader insan-insan yang mutafaqquh fiddin.
Bagan 4.1
Silsilh Keturuna KH. R. Abbas Hasan Munadi
KH.R.HASAN MUNADI
NY HAMDANAH KH.R. ABBAS HASAN .M
NY.SYAFAATUN
NYAI. KHODIJAH
NY.QIBTIYAH
KH.R. YASIN ABBAS
NY.H. SRI WULAN ABBAS
KH.R. AHMAD ABBAS
NY.RA. SOFIYAH ABBAS RA.MARFUAH ABBAS
R. REEHANA ABBAS KHR.ALI AHMAD ABBAS
R. MUNAWWIR ABBAS
KH.R.DAUD ABBAS
KH.R. SYAFI’I ABBAS
R. MA’LUM ABBAS
KH.R. HAKIM ABBAS
RA. JAINAB ABBAS
RA. FATIMAH ABBAS
RA. BILQIS ABBAS
RA. AROFAH
RA. MAYSAROH
NO SKRIPSI JUDUL PERSAMAAN PERBEDAAN
1 Devy Nur Afida Sejarah Perkembangan Pondok Pesantren Al-Rosyidi Desa Ngumpak Dalem Kecamaten Dander Kabupaten
Bojonegoro Tahun 1959-2016.
penelitian sama- sama membahas tentang
kepemimpinan Kiai dalam mengembangkan pendididkan di Pesantren.
memadukan nilai-nilai antara modern dan salaf dalam pendidikan Islam
2 Mohammad Miftah Abdullah
Sejarah Perkembangan Pondok Pesantren Roudlotul Quran Tlogoanyar Lamongan Tahun 1975-2015
Sama-sama
memiliki nilai juang dalam membangun dan mengmbangkan pondok pesantren
pelaksanaan pendidikan dalam sekolah dan luar sekolah tetap dalam lingkungan pesantren 3 Nidhommatul Ilmi Sejarah
Perkkembaangan Pondok Pesantren Raudlotul Ulum
Memiliki dampak yang positif dalam pembangunan pondok pesantren dalam dunia pendidikan
memadukan pendidikan modern dengan pendidikan salaf
4 Karya Alam Sejarah
Perkembangan dan Kontribusi Yayasan Rausyan Fikr 1995- 2013
Sama-sama
membahas tentang sejarah
perkembangan pondok pesantren
memiliki perbedaan pada objek penelitian
5 Sofyan Hadi Setiadi Sejarah Perkembangan Sistem Pendidikan Pondok Pesantren
sama-sama membahas perkembangan pondok pesantren
memiliki
perbedaan pada fokus penelitian yang
Al-Manshur Klaten 1926-2010
mengedepankan pendidikan akhlak 6.
Rizki M Fahmi pemikiran Fazlur tentang non – modernis
sama-sama membahas tentang pemikiran tokoh
memiliki perbedaan pada manfaat penelitian 7
Sri Wahyuni Fazlur Rahman dan Pembaruan
pendidikan Islam
sama-sama
membahas tentang Pembaruan yang ada di pesantren
memiliki perbedaan pada fokus dan tujuan penelitian