• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seksi Pemberdayaan Masyarakat

Dalam dokumen PDF SKRIPSI - Unismuh (Halaman 55-63)

G. Teknik Pengabsahan Data

6. Seksi Pemberdayaan Masyarakat

Seksi pemberdayaan masyarakat mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan-bahan pelaksana sebagian tugas Camat dibidang pemberdayan masyarakat dan pemeliharaan prasarana dn fasilitas pelayanan umumserta pelaksanaan kewenangan pemerintah dalam menangani sebagian urusan otomi daerah sesuai dengan bidangnya.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimkasud pada ayat (1) Seksi Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsinya:

a. menyusun bahan dan melaksanakan rencana strategis (RENSTRA) dan rencana kinerja (RENJA) urusan pemberdayaan masyarakat pada Kecamatan

b. mengumpulkan bahan RPJPD, RPJMD dan RKPD yang berhubungan dengan tugas-tugas seksi pemberdayaan masyarakat sebagai bahan penyusunan RPJPD, RPJMD dan RKPD Kabupaten

c. membuat Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) untuk pelaksanaan kegiatan urusan pemberdayaan masyarakat pada Kecamatan

d. mengumpulkan bahan-bahan LPPD Tahunan dan LPPD Akhir Masa Jabatan Bupati dalam pelaksanaan kegiatan urusan pemberdayaan masyarakat pada Kecamatan sebagai bahan penyusunan LPPD Tahunan dan LPPD Akhir Masa Jabatan Bupat;

e. mengumpulkan bahan-bahan LKPJ akhir tahun dan akhir masa jabatan Bupati atas pelaksanaan kegiatan urusan pemberdayaan masyarakat pada Kecamatan

c. Kondisi Aparatur Pemerintah Kecamatan

Jumlah pegawai yang ada di Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa adalah berjuumlah 14 dengan rincian sebagai beriukut :

1. Pegawai Negri Sipil (PNS) sebanyak 9 orang 2. Staf Honorer sebanyak 5 orang .

Tabel 4.4 Komposisi Pegawai Kecamatan Bajeng Barat

No Nama Pangkat/Gol Jabatan

1. RahmawatiRahman, S.STP,

M.Adm Pemb. Pembina, Iva Camat

2. Indrawira Muslim, SE Penata Tk I, III/d Sekcam 3. Arifuddin, SE Penata Tk I, III/d Kasi Trantib 4. H. Syaharuddin, S.Sos Penata Tk I, III/d Kasi

Pemerintahan 5. Dra. Hj. Nuraeni Penata Tk I, III/d Kasi Pelayanan

Umum 6.

Amiruddin Muhlis, SH

Penata Tk 1, III/d Kasi Pemberdayaan

Masyarakat 7 Amirullah, S.AP, M.AP

Penata, III/c Kasi Pembinaan Desa dan Kelurahan 8 Muh. Abrar, S.Sos Penata Tk, III/d Kasubag Umum

dan Kepegawaian 9 Hasmiati, S.Sos

Penata, III/c Kasubag Perencanaan dan

Keuangan

10 Zulkifli, SE Staf Honorer Staf Honorer

11 St. Hijriah Sadar, S.Sos Staf Honorer Staf Honorer

12 Nurhikmah, SE Staf Honorer Staf Honorer

13 Hajrah, S.Pd Staf Honorer Staf Honorer

14 Nurannisa Staf Honorer Staf Honorer

Sumber: Profil Kecamatan, Juni 2021

Berdasarkan tabel di atas bahwa dengan pangkat/golongan Pembina,IVa jumlah 1 orang dengan jabatan sebagai camat, dengan pangkat/golongan Penata Tk I, III/d berjumlah 6 orang dengan posisi jabatan, sekcam, kasi trantib, kasi pemerintahan, kasi pelayanan umum, kasi pemberdayaan masyrakat dan kasubag umum dan kepegawaian, sementara pangakat/golongan Penata, III/c berjumlah 2 orang dengan posisi jabatan sebagai kasi pembinaan desa dan kelurahan dan kasubag perencanaan dan kuangan. Dan pangkat/golongan Penata Penata Tk, III/c berjumlah 1 orang dengan posisi jabatan Kasubag umum dan kepegawaian dengan jumlah staf honorer sebanyak 5 orang.

d. Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

Program Bntuan Pangan Non Tunai (BPNT) dimulai Pada Tahun 2018 di Kabupatenn Gowa .Kecamatan Bajeng Barat salah satu Kecamatan di Kabupaten Gowa yang menerima Program Bantuan Pangn Non Tunai (BPNT). Tujuan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk membntu kebutuhan pangan, serta memberikan gizi seimbang kepada Keluarga Penerima Mnfaat (KPM) dan mengurangi beban masyrakat dan mengurangi angka kemiskinan. Sebelum dikenal dengan nama Program BPNT dulu program ini sering dikenal msyarakat sebagai Progrm Raskin (Beras Miskin).

Program Bantuan Pangan Non Tunai(BPNT) adalah bantuan sosial pangan yang di salurkan dalam bentuk non tunai (uang elektronik) dari pemerintah untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hanya untuk membeli bahan pangan di e- warong. Setiap akan melakukan program akan di perlukan perisapan. Persiapan merupakan tahapan awal kegiatan setelah Kementrian Sosial menempatkan wilayah dan tahapan pelaksana serta bank penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) . dalam kegiatan program meliputi kordinasi di tingkat pemerintah pusat, kordinasi di tingkat Kabupaten, dan Kordinasi di tingkat di Kecamatan.

Yang pertama Kordinasi tingkat Pemerintah Pusat yang dilakukan antara Kementrian Sosial sebagai pengguna anggaran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Kementrian Lembaga terkait melalui forum tim kordinasi Bansos Pangan Pusat dan dilaporkan atau di konsultasikan kepada tim pegendalian. Yang kedua Kordinasi tingkat Kabupaten melalui kordinasi di tingkat Kabupaten yaitu pemerintah Kabupaten Gowa melalui forum tim kordinasi

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kabupaten Gowa melakukan kordinasi secara berjenjang dengan Kecamtan dan Desa. Verifikasi dan vasilidasi data calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam SIKS-NG.

Pemerintah Kabupaten Gowa melakukan kordinasi dengn Bank penyalur untuk menyusun jadwal registrasi KPM/distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di masing-masing Desa. Pelaksana Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ditingkat Kabupaten Gowa di kordinasikan oleh tim kordinasi bansos pangan Kabupaten Gowa. Yang ketiga kordinasi di tingakat Kecamatan camat bertanggung jawab atas pelakasanaan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayahnya dan membentuk tim kordinasi BPNT Kecamatan. Tugas timm kordinasi Kecamatan adalah merencanakan, melaksanakan, sosialisasi, pemantauan program di tingkat Kecamatan. Tim kordinasi BPNT dibantu oleh pendmping sosia BPNT dalam pendampingan pelaksanaan program BPNT di Kecamatan dan Desa.

Tabel 4.5 Jumlah Penduduk Miskin di Kecamatan Bajeng Barat Tahun 2018-2021

No Desa Jumalah Penduduk Miskin

2018 2019 2020 2021

1 Gentungang 400 600 960 960

2 Tanabangka 466 466 466 899

3 Borimatangkasa 461 461 463 463

4 Mandalle 392 362 538 538

5 Kalemandalle 166 182 420 429

6 Manjalling 158 216 300 385

7 Bontomanai 200 309 484 484

Jumlah 2.243 2.596 3.631 4.158

Sumber : Data Kecamatan, Juli 2020

Berdasarkan Tabel diatas bahwa Pada tahun 2018 Desa Gentungan menepati posisi pertama dengan jumalah 400 penduduk miskin, 600 penduduk miski di tahun 2019, 960 penduduk miskin di tahun 2020 dan tahun 2021. Desa Tanabangka dengan jumlah 466 penduduk miskin di tahun 2018, 466 penduduk miskin di tahun 2019 dan tahun 2020 sedangkan di tahun 2021 sebanyak 899 penduduk miskin. Desa Borimatangkasa dengan jumlah 461 penduduk miskin pada tahun 2018 dan tahun 2019, 463 penduduk miskin di tahun 2020 dan tahun 2021. Desa Mandalle dengan jumlah 392 jumlah penduduk miskin pada tahun 2018, 362 jumlah penduduk misin di tahun 2019, Pada tahun 2020 dan tahun 2021 dengan jumlah penduduk miskin 538. Desa Kalemandalle pada jumlah 166 penduduk miskin tahun 2018, 182 penduduk miskin pada tahun 2019, 420 penduduk miskin di tahun 2020 pada tahun 2021 dengan jumlah penduduk miskin 429. Desa Manjalling dengan jumlah 158 penduduk miskin di tahun 2029, 216 penduduk miskin di tahun 2019, 300 penduduk miskin di tahun 2020 dan tahun 2021 dengan jumlah 385 penduduk miskin. Desa Bontomanai dengan jumlah 200 penduduk miskin di tahun 2018, 309 penduduk miskin pada tahun 2020, dan tahun 2021 dengan jumlah penduduk miskin 484

Tabel 4.6 Jumlah Penerima BPNT Kecamatan Bajeng Barat Tahun 2018-2021

No Desa Jumlah KPM

2018 2019 2020 2021

(Juli)

1 Gentungan 300 322 400 722

2 Tanabangka 127 157 286 381

3 Borimatangkasa 130 155 142 306

4 Mandalle 100 211 175 368

5 Manjalling 178 193 278 435

6 Kalemandalle 160 171 180 340

7 Bontomanai 110 149 182 312

Jumlah 1105 1358 1643 2864

Sumber: TKSK Kecamatan, Juli 2021

Berdasarkan tabel diatas menujukkan bahwa Desa Gentungan pada setiap tahunnya bertambahnya jumlah KPM di mulai tahun 2018 memiliki 300 KPM, tahun 2019 bejumlah 322 KPM dan terus menerus pada tahun 2021 Juli sebanyak 722 KPM, Desa Tanabangka terus bertambahnya jumlah KPM setiap tahunnya mulai 2018 memiliki 100 KPM, tahhun 2019 yaitu 157 sedangkan tahun 2021 sebanyak 306 KPM, Desa Borimatangkasa Pada tahun 2018 berjumlah 130 KPM tahun 2019 jumlah KPM 155 tahun 2021 menurunnya jumlah KPM 142 dan pada tahun 2021 meningkatnya jumlah KPM yaitu sebanyak 306. Desa Mandalle tahun 2018 jumlah 100 KPM dan terus menerus meningkatnya KPM pad tahun 2021 sebanyak 368 KPM, Desa Manjalling Mulai Tahun 2018 berjumlah 178 terus menerus bertambah jumlah KPM dan pada tahun 2021 menjadi 435 KPM, Desa Kalemandalle pada tahun 2018 jumlah KPM 160 tahun 2021 berjumlah 312 dan Desa Bontomanai di mulai tahun 2018 berjumlah 110 KPM bertabah terus menerus setiap tahun KPM tahun 2021 sebanyak 312 KPM.

Gambar 4.1 Jumlah Penerima BPNT

Kecamatan Bajeng Barat Tahun 2018-2021

Sumber:TKSK Kecamatan, Juli 2021

Di Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa sudah dimulai sejak tahun 2018. Pada setiap tahunnya mengalami peningkatan dalam penerimaan bantuan BPNT ini dapat kita lihat dari bagan diatas bahwa jumlah penerimaan bantuan ini di Kecamatan Bajeng Barat dapat cukup meningkat pada setiap tahun. ketepatan sasaran dan meningkatnya dalam mendata masyarakat, dapat membantu kebutuhan pangan masyarakat dan mengurangi pengeluaran pangan. Pada tahun 2021 meningkat drastis jumlah penerima bantuan BPNT diakibatkan adanya pandemi covid-19 dan mengalami PPKM (Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan masyarakat Kecamatan Bajeng Barat banyak di PHK dari pekerjannya. adanya program BPNT ini dapat membantu masyarakat di Kecamatan Bajeng Barat .

0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500

2018 2019 2020 Juli (2021)

Jumlah Penerima BPNT Tahun 2018-2021

KPM

Besaran manfaat yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) jumlah yang diterima KPM untuk bulan Januari-februari tahun 2020 sebesar Rp.150.000/KPM/bulan dalam rangka mengurangi dampak pandemic covid-19, maka pemerintah menaikkan jumlah yang diterima oleh KPM sebesar Rp. 200.000/KPM . bantuan ini tidak bias di ambil secara tunai dan dapat ditukarkan dengan bahan pangan melalui e-warong.

Bahan pangan yang dapat bisah dibeli oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di e-warong menggunakan data bantuan dari Program BPNT adalah yang pertama sumber karbohidrat semacam beras yang kedua sumber protein hewani semacam telur,daging sapi, ayam atau ikan, yang ketiga sumber protein nabati semacam kacang-kacangan termasuk tempe tahu dan yang keempat sumber vitamin dan mineral semacam sayur-mayur dan buah-buahan.

B. Hasil Penelitian Efektivitas Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

Dalam dokumen PDF SKRIPSI - Unismuh (Halaman 55-63)

Dokumen terkait