BAB IV HASIL CAPAIAN PENURUNAN EMISI GRK
4.2. PENURUNAN EMISI GRK SEKTORAL
4.2.1. Sektor Energi
Sejak Indonesia mencanangkan reduksi emisi GRK secara sukarela sebesar 26% dengan upaya sendiri dan sampai dengan 41% apabila ada dukungan internasional, dibandingkan dengan skenario business as usual 2020, Indonesia telah mengeluarkan rangkaian perangkat hukum dan kebijakan, termasuk Rencana Aksi Nasional Reduksi Emisi GRK sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 61 tahun 2011 dan inventarisasi GRK melalui Peraturan Presiden Nomor 71 tahun 2011.
Dalam Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional GRK (RAN GRK) dinyatakan bahwa Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (KESDM) selaku penanggung jawab aksi mitigasi perubahan iklim di sektor energi memiliki target reduksi emisi GRK sebesar 0,038 Giga Ton CO2e.
Selain itu, dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC), sektor energi memiliki target reduksi emisi GRK yang cukup besar yaitu 11% dari target 29% atau sebesar 314 Juta Ton CO2e di tahun 2030.
Pada tahun 2018, pelaksanaan verifikasi dilakukan terhadap 7 (tujuh) aksi mitigasi perubahan iklim di sektor energi yang menjadi tanggung jawab Kementerian ESDM dalam Perpres Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca, 7 (tujuh) aksi mitigasi perubahan iklim di luar Perpres Nomor 61 Tahun 2011 dan 1 (satu) aksi mitigasi perubahan iklim yang baru dilaksanakan pada tahun 2018 yaitu Implementasi Joint Mechanism di Indonesia.
Aksi mitigasi yang termasuk dalam Perpres No. 61 Tahun 2011:
1. Penerapan mandatori manajemen energi untuk pengguna padat energi 2. Peningkatan efisiensi peralatan rumah tangga
a. Lampu Compact Fluorescent Lamp (CFL) b. Piranti Pengkondisi Udara (Air Conditioning)
3. Penyediaan dan pengelolaan energi baru terbarukan dan konservasi energi:
a. PLTP b. PLTMH c. PLTM d. PLTS e. PLT Hybrid f. PLT Biomassa 4. Pemanfaatan Biogas
5. Penggunaan gas alam sebagai bahan bakar angkutan umum perkotaan 6. Peningkatan sambungan rumah yang teraliri gas bumi melalui pipa 7. Reklamasi lahan pasca tambang
Aksi mitigasi di luar Perpres No. 61 Tahun 2011:
8. Pemanfaatan Biodiesel
9. Aksi mitigasi sektor ketenagalistrikan a. Pembangunan PLTA
b. Penggunaan Clean Coal Technology pada Pembangkit Listrik c. Penggunaan Cogeneration pada Pembangkit Listrik
10. Program konversi minyak tanah ke LPG 11. Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE)
a. FotoVotaik (PV) b. Retrofing Lampu LED
12. Pembangunan Penerangan Jalan Umum Cerdas
13. Fuel Switching BBM Transportasi (RON 88 ke RON 90 dan 92) 14. Pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) Kegiatan Baru (Tahun 2018):
15. Implementasi Joint Mechanism di Indonesia
Pada pelaksanaan 7 (tujuh) aksi mitigasi perubahan iklim yang termasuk di dalam Perpres Nomor 61 Tahun 2011, dan 7 (tujuh) aksi mitigasi perubahan iklim di luar Perpres Nomor 61 Tahun 2011, serta 1 (satu) aksi mitigasi yang baru dilaksanakan pada tahun 2018, Penanggung Jawab Aksi menyatakan bahwa dalam kurun waktu tahun 2018 KESDM telah melakukan reduksi emisi gas rumah kaca sebesar 54.852.303,78 Ton CO2e.
Aksi mitigasi tersebut dikelompokkan kedalam 5 (lima) kelompok aksi mitigasi yaitu: (1) Efisiensi Energi, (2) Energi Baru Terbarukan, (3) Bahan Bakar Rendah Karbon, (4) Penggunaan Teknologi Pembangkit Bersih, dan (5) Kegiatan Lain (Reklamasi Pasca Tambang).
Pernyataan (klaim) reduksi emisi GRK tahun 2018 merupakan data yang disampaikan oleh Kementerian ESDM pada tanggal 6 Desember 2019 sesuai kelompok aksi mitigasi sebagaimana tercantum pada tabel di bawah ini:
Tabel 31. Pernyataan (Klaim) Capaian Reduksi Emisi GRK Sektor Energi Tahun 2018
B. Sub-sektor Energi di Transportasi
Dalam Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional GRK (RAN-GRK) dinyatakan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku penanggung jawab aksi mitigasi perubahan iklim di sub sektor transportasi bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), memiliki target penurunan emisi GRK sebesar 0,038 Giga Ton CO2e.
Aksi mitigasi yang termasuk dalam Perpres No. 61 Tahun 2011, meliputi:
1. Pembangunan ITS (Inteligent Transport System)
2. Penerapan Pengendalian Dampak Lalu Lintas (Trafic Impact Control/TIC) 3. Penerapan Manajemen Parkir
4. Penerapan Congestion Charging dan Road Pricing (dikombinakan dengan angkutan umum massal cepat)
5. Reformasi Sistem Transit Bus Rapid Transit (BRT) / semi BRT 6. Peremajaan Armada Angkutan Umum
7. Pemasangan Converter Kit (gasifikasi angkutan umum)
NO. AKSI MITIGASI KLAIM TAHUN 2018
I EFISIENSI ENERGI
1 Penerapan mandatori manajemen energi untuk pengguna padat
energi 6.169.945,00
2 Peningkatan efisiensi peralatan rumah tangga
- Compact Fluorensent Lamp (CFL) 4.177.113,00
- Piranti pengkonidsi udara (Air Conditioning) 3.537.696,00 3 Pembangunan Penerangan Jalan Umum Retrofing Lampu LED 11.394,00 4 Implementasi Joint Mechanism di Indonesia 279,00 II ENERGI BARU TERBARUKAN
5 Pembangkit Energi Baru Terbarukan
- PLTP 12.481.061,00
- PLTMH 14.141,00
- PLTM 1.160.508,00
- PLTS 11.320,00
- PLTS Rooftop 0,78
- PLT Hybrid 860,00
- PLT Biomassa 1.001.399,00
- Pembangunan PLTA 1.191.778,00
6 Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE)
- FotoVoltaik (PV) 9.127,00
- Lampu LED 191.785,00
7 Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya 26.858,00
8 Pemanfaatan Biogas 11.999,00
9 Pemanfaatan Biodiesel 10.745.053,00
III BAHAN BAKAR RENDAH KARBON
10 Fuel switching BBM Transportasi (RON 88 ke RON 90 dan 92) 156.355,00
11 Program Konversi Minyak Tanah ke LPG 7.491.395,00
12 Penggunaan gas alam sebagai bahan bakar angkutan umum
perkotaan 156.418,00
13 Peningkatan sambungan rumah yang teraliri gas bumi melalui pipa 104.845,00 IV PENGGUNAAN TEKNOLOGI PEMBANGKIT BERSIH
14 Aksi Mitigasi Sektor Ketenagalistrikan
- Penggunaan Clean Coal Technology pada Pembangkit Listrik 899.678,00 - Penggunaan Cogeneration pada Pembangkit Listrik 2.824.351,00 V KEGIATAN LAIN
15 Reklamasi Lahan Pasca Tambang 2.476.945,00
TOTAL 54.852.303,78
8. Pelatihan dan sosialisasi smart driving (eco-driving)
9. Membangun Non Motorized Transport (Pedesterian dan jalur sepeda) 10. Pengembangan KA Perkotaan Bandung
11. Pembangunan double-double track (termasuk elektrifikasi) 12. Pengadaan Kereta Rel Listrik (KRL) baru
13. Modifikasi Kereta Rel Diesel (KRD) menjadi Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) 14. Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta North-South Tahap I dan Tahap II 15. Pembangunan jalur Kereta Api (KA) Bandara Soekarno Hatta
16. Pembangunan Monorail Jakarta
17. Pembangunan/peningkatan dan preservasi jalan
Sesuai amanat pada Peraturan Presiden Nomor 61 tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca, Kemenhub sebagai penanggung jawab aksi di sub sektor transportasi telah melakukan aksi mitigasi perubahan iklim di 4 (empat) sub sektor transportasi yang meliputi:
1. Transportasi Darat, dengan aksi mitigasi yaitu:
a. Mendorong Pembinaan dan Pengembanqan Sistem Transit – Bus Rapid Transit (BRT)
b. Pemanfaatan Teknologi Lalu Lintas untuk Kelancaran Lalu Lintas di Jalan Nasional/(Area Traffic Control System/ ATCS)
c. Penggunaan Solar Cell pada PJU (Penerangan Jalan Umum) 2. Transportasi Laut, dengan aksi mitigasi meliputi:
a. Teknologi Sollar Cell pada Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) b. Shore Connections
3. Transportasi Udara, dengan aksi mitigasi meliputi:
a. Peremajaan Armada Angkutan Udara
b. Penyempurnaan system dan prosedur pengoperasian serta perawatan pesawat udara (Efisiensi Operasional Penerbangan)
c. Performance Base Navigation (PBN) d. Penghijauan Lingkungan Bandar udara e. Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan:
i. LPJU ii. PLTS f. Pemasangan LED
4. Transportasi Perkeretaapian, meliputi:
a. Pembangunan Jalur Ganda Lintas Utara Jawa b. Pembangunan KA Perkotaan Jabodetabek c. Terbangunnya Jalur KA Trans Sumatera d. KA Bandara Soekarno Hatta
e. KA Bandara Kuala Namu
Pada pelaksanaan aksi mitigasi perubahan iklim di sub sektor transportasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku Penanggung Jawab Aksi menyatakan bahwa untuk tahun 2018 telah melakukan reduksi emisi GRK sebesar 4.151.945,10 Ton CO2e.
Capaian penurunan emisi GRK untuk setiap aksi mitigasi sebagaimana tertuang pada Tabel 32 di bawah ini.
Tabel 32. Pernyataan Capaian Reduksi Emisi GRK Sub Sektor Transportasi Tahun 2018
C. Sub-sektor Energi di Industri
Aksi mitigasi yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian untuk sektor energi dalam periode tahun 2018, yaitu Konservasi dan audit energi melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif dan efisiensi energi di industri semen dari 13 (Tiga belas) perusahaan industri.
Untuk tahun 2018, Kementerian Perindustrian selaku Penanggung Jawab Aksi di sub sektor energi menyatakan bahwa dalam periode 2018 telah melakukan reduksi emisi GRK dari aksi mitigasi berupa pemanfaatan bahan bakar alternatif dan efisiensi energi di industri sebesar 2.292.262 Ton CO2.
Pernyataan (klaim) reduksi Emisi GRK dari Kementerian Perindustrian tahun 2018 sebagaimana tertuang pada Tabel 33.
SUB SEKTOR TRANSPORTASI DARAT
No Aksi Mitigasi Klaim Tahun 2018
2 Pemanfaatan Teknologi Lalu Lintas untuk Kelancaran Lalu Lintas di
Jalan Nasional (Area Traffic Control System/ATCS) 309.648,56 3 Penggunaan Solar Cell pada Penerangan Jalan Umum (PJU) 3.283,22
Total 676.798,15
SUB SEKTOR TRANSPORTASI LAUT
No Aksi Mitigasi Klaim Tahun 2018
2 Shore Connections 16,68
Total 4.392,17
SUB SEKTOR TRANSPORTASI PERKERETAAPIAN
No Aksi Mitigasi Klaim Tahun 2018
1 Pembangunan Jalur Ganda Lintas Utara Jawa 1.628.117,50 2 Pembangunan KA Perkotaan Jabodetabek 169.003,90 3 Terbangunnya Jalur KA Trans Sumatera 488.704,09
4 KA Bandara Soekarno Hatta 17.131,38
5 KA Bandara Kuala Namu 4.905,91
Total 2.307.862,79
SUB SEKTOR TRANSPORTASI UDARA
No Aksi Mitigasi Klaim Tahun 2018
1 Peremajaan Armada Angkutan Udara 367.037,00
2Penyempurnaan system dan prosedur pengoperasian serta
perawatan pesawat udara (Efisiensi Operasional Penerbangan) 319.469,00 3Performance Base Navigation (PBN) 346.213,00 4 Penghijauan Lingkungan Bandar Udara 123.326,00 5 Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan
- Lampu Penerangan Jalan Solar Cell 234,00 - PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) 2.974,00
6 Pemasangan LED 3.639,00
Total 1.162.892,00
TOTAL REDUKSI EMISI GRK 4.151.945,10
1 Teknologi Sollar Cell pada Sarana Bantu Navigasi Pelayaran
(SBNP) 4.375,49
1 Mendorong Pembinaan dan Pengembangan sistem transit - Bus
Rapid Transit (BRT)/Semi BRT 363.866,37
Tabel 33. Pernyataan Capaian Reduksi Emisi GRK Sektor Industri Tahun 2018
Dari uraian pada huruf A, B dan C di atas diketahui bahwa capaian reduksi emisi GRK di Sektor Energi tahun 2018 yaitu sebesar 61.296.510,89 Ton CO2e (61,30 MTonCO2e), dengan detil sebagaimana tertera di tabel berikut:
Tabel 34. Capaian Reduksi Emisi GRK Sektor Energi Tahun 2018