BAB IV HASIL CAPAIAN PENURUNAN EMISI GRK
4.2. PENURUNAN EMISI GRK SEKTORAL
4.2.5. Sektor Limbah
2
Peningkatan penerapan prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan, baik di hutan alam (penurunan degradasi) maupun di hutan tanaman
58.002.762 87.811.971 -29.809.209
3 Rehabilitasi lahan terdegradasi -2.059.586 -713.079 -1.346.507
4 Restorasi Gambut 339.683.808 385.599.843 -45.916.035
5 Pengendalian Peat Fire (Kebakaran Gambut) 251.332.904 104.705.387 146.627.517
Total Penurunan Emisi GRK Tahun 2018 165.634.312
Sumber: Laporan Capaian Penurunan Emisi GRK Tahun 2019 (Data Tahun 2018) Sektor Kehutanan, Subdit Pemantauan Aksi Mitigasi Berbasis Lahan, Direktorat Mitigasi PI, Ditjen PPI
*** Mempertimbangkan ukuran kota, potensi mitigasi dalam RDF dan laju pertumbuhan penduduk Tabel 40. Capaian Penurunan Emisi GRK Sektor Limbah Tahun 2018
No. Mitigation Actions Reduction Achievement
(Ton CO2-e)
1 Limbah padat domestik 115,24
a. LFG recovery dari TPA 91,92
b. Pengomposan 10,14
c. 3R (kertas) 13,18
d. PLTSa/RDF -
2 Limbah padat industri 89,81
a. Pemanfaatan sludge IPAL sebagai bahan baku 62.34
b. Pemanfaatan sludge IPAL sebagai bahan bakar 26.55
c. Pemanfaatan sludge IPAL sebagai kompos 0.92
3 Limbah cair domestik 52.60
a. Operasionalisasi IPLT aerobik 51,90
b. Pengambilan lumpur tinja untuk diolah di IPLT (khusus DKI) 0,533 c. Operasionalisasi IPAL Komunal dengan biodigester 0,158
4 Limbah cair industri 30,12
a. Penangkapan gas metan dari IPAL Industri untuk
dimanfaatkan 30,12
Total (Ton CO2e) 287,774
Gambar 50. Pernyataan Penurunan Reduksi Emisi Aksi Mitigasi Limbah Padat Domestik
0 50 100 150 200 250
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
Ton CO2e
Tahun
Reduksi Emisi Aksi Mitigasi Limbah Padat Domestik
LFG + 3R & Kompos
Keterangan : aksi berupa pemanfaatan IPLT aerobic, sludge, dan biodogester
Gambar 51. Pernyataan Penurunan Reduksi Emisi Aksi Mitigasi Limbah Cair Domestik
Keterangan : aksi berupa pemanfaatan sludge sebagai bahan baku, bahan bakar dan kompos Gambar 52. Pernyataan Penurunan Reduksi Emisi Aksi Mitigasi Limbah Padat Industri
Keterangan : aksi berupa pemanfaatan gas metan dari IPAL industri Gambar 53. Pernyataan Penurunan Reduksi Emisi Aksi Mitigasi Limbah
Cair Industri
0 100 200 300 400 500
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
Ton CO2e
Tahun
Reduksi Emisi Aksi Mitigasi Limbah Cair Domestik
0 20 40 60 80 100
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
Ton CO2e
Tahun
Reduksi Emisi Aksi Mitigasi Limbah Padat Industri
0 10 20 30 40 50
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
Ton CO2e
Tahun
Reduksi Emisi Aksi Mitigasi Limbah Cair Industri
Gambar 54. Perbandingan Emisi Baseline dengan Emisi Setelah Implementasi Aksi Mitigasi Sektor Limbah
0 20000 40000 60000 80000 100000 120000 140000
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Ton CO2e
Tahun
Baseline
Emisi setelah mitigasi
BAB V
PENURUNAN EMISI GRK TERVERIFIKASI
5.1. PENURUNAN EMISI GRK TERVERIFIKASI
Hasil verifikasi terhadap data klaim capaian penurunan emisi GRK yang disampaikan oleh penanggung jawab aksi sektor terkait dipaparkan pada paragraf berikut.
5.1.1. Sektor Energi
Pada Pedoman Penyusunan Metodologi Penghitungan Reduksi Emisi GRK dan/atau Peningkatan Serapan GRK dalam Kerangka Verifikasi Aksi Mitigasi, disebutkan bahwa untuk sektor energi terdapat 4 (empat) kelompok aksi, tetapi KESDM menyampaikan 5 (lima) kelompok aksi, hal ini disebabkan untuk kelompok aksi mitigasi Reklamasi Pasca Tambang menjadi aksi mitigasi yang dilakukan oleh KESDM (Dirjen Minerba).
Berdasarkan metodologi penghitungan, maka kegiatan reklamasi pasca tambang merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan serapan GRK sehingga dalam proses verifikasi akan dihitung pada sektor kehutanan.
Setelah melalui tahapan verifikasi dengan tenaga ahli di sektor energi, hasil verifikasi menunjukkan bahwa KESDM telah berhasil mereduksi emisi GRK untuk tahun 2018 sebesar 52.693.959,78 Ton CO2e dari 54.852.303,78 Ton CO2e yang diklaim oleh KESDM.
Hasil pencermatan terhadap pernyataan (klaim) capaian reduksi emisi GRK sektor energi untuk tahun 2018 dan hasil verifikasi dapat dilihat pada Tabel 41.
Tabel 41. Kesesuaian Pernyataan (Klaim) Capaian Reduksi Emisi GRK Sektor Energi dengan Hasil Verifikasi Tahun 2018
Terdapat perbedaan nilai pada pernyataan capaian reduksi emisi dengan hasil verifikasi capaian reduksi emisi. Hal ini disebabkan karena pada aksi mitigasi Reklamasi Lahan Pasca Tambang, tidak dihitung pada sektor energi, aksi mitigasi ini merupakan kegiatan rehabilitasi tanaman sehingga akan menjadi penghitungan pada aksi mitigasi untuk bidang lahan (sektor kehutanan).
Dari hasil verifikasi terhadap capaian reduksi emisi GRK di sub sektor energi di industri untuk aksi mitigasi pemanfaatan bahan bakar alternatif dan efisiensi energi di Industri Semen untuk tahun 2018 menunjukkan jumlah yang sama. Hal ini disebabkan karena penggunaan metodologi penghitungan reduksi emisi GRK yang sudah mengikuti kesepakatan internasional (WBCSD).
I Energy Efficiency (Efisiensi Energi)
1Penerapan mandatori manajemen energi untuk
pengguna padat energi 6.169.945,00 6.169.945,00
2 Peningkatan efisiensi peralatan rumah tangga
- Compact Fluorensent Lamp (CFL) 4.177.113,00 4.177.113,00 - Piranti pengkonidsi udara (Air Conditioning) 3.537.696,00 3.537.696,00 3 Pembangunan PJU Retrofitting Lampu LED 11.394,00 11.394,00 4 Implementasi Joint Mechanism di Indonesia 279,00 279,00 II RE as Power & RE as Fuel (Energi Baru Terbarukan)
5 Pembangkit Energi Baru Terbarukan
- PLTP 12.481.061,00 12.481.061,00
- PLTMH 14.141,00 14.141,00
- PLTM 1.160.508,00 1.160.508,00
- PLTS 11.320,00 11.320,00
- PLTS Rooftop 0,78 0,78
- PLT Hybrid 860,00 860,00
- PLT Biomassa 1.001.399,00 1.001.399,00
- Pembangunan PLTA 1.191.778,00 1.191.778,00
6Pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE)
- FotoVoltaik (PV) 9.127,00 9.127,00
- Lampu LED 191.785,00 191.785,00
7 PJU Tenaga Surya 26.858,00 26.858,00
8 Pemanfaatan Biogas 11.999,00 11.999,00
9 Pemanfaatan Biodiesel 10.745.053,00 10.745.053,00
III Fuel Switching (Bahan Bakar Rendah Karbon) 10Fuel switching BBM Transportasi (RON 88 ke RON 90
dan 92) 156.355,00 156.355,00
11 Program Konversi Minyak Tanah ke LPG 7.491.395,00 7.491.395,00 12Penggunaan gas alam sebagai bahan bakar angkutan
umum perkotaan 156.418,00 156.418,00
13Peningkatan sambungan rumah yang teraliri gas bumi
melalui pipa 104.845,00 104.845,00
IV Clean Coal Combution (Penggunaan Teknologi Pembangkit Bersih)
14 Aksi Mitigasi Sektor Ketenaglistrikan - Penggunaan Clean Coal Technology pada
Pembangkit listrik 899.678,00 899.678,00
- Penggunaan Cogeneration pada Pembangkit Listrik 2.824.351,00 2.824.351,00
V Post Mining Reclamation (Reklamasi Pasca Tambang - Kegiatan Lain)
22 Reklamasi lahan pasca tambang* 2.476.945,00 -
TOTAL 54.852.303,78 52.375.358,78
MTon Co2 54,85 52,38 KLAIM VERIFIKASI
Dihitung untuk Serapan Emisi GRK
KETERANGAN TAHUN 2018
NO. AKSI MITIGASI SEKTOR ENERGI SESUAI DENGAN TARGET NDC
Hasil pencermatan terhadap pernyataan (klaim) capaian reduksi emisi GRK sub sektor energi di industri untuk tahun 2018 yang disampaikan oleh Kementerian Perindustrian setelah melalui proses verifikasi dapat dilihat pada Tabel 42.
Tabel 42. Hasil Verifikasi Capaian Reduksi Emisi GRK Sektor Berbasis Industri Tahun 2018
Untuk sub sektor energi di transportasi, berdasarkan hasil verifikasi terhadap capaian reduksi emisi GRK di sub sektor transportasi untuk tahun 2018 menunjukkan jumlah yang lebih kecil dari klaim yaitu sebesar 2.995.900,10 Ton CO2e. Hal ini disebabkan karena adanya penghitungan kembali capaian reduksi emisi GRK dan untuk transportasi udara terdapat 4 aksi mitigasi yang belum dapat diverifikasi yaitu:
1. Peremajaan armada angkutan udara 2. Efisiensi Operasional Penerbangan 3. Performance Base Navigation
4. Penghijauan Lingkungan Bandar Udara
Untuk aksi mitigasi pada angka 1 s.d. 3 dalam penghitungan reduksi emisi GRK menggunakan ICAO Calculator, sehingga pernyataan (klaim) untuk aksi mitigasi tersebut tidak dapat didukung dengan worksheet perhitungan. Sedangkan untuk aksi mitigasi pada angka 4 merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan serapan GRK sehingga akan menjadi penghitungan capaian reduksi emisi GRK untuk aksi mitigasi sektor lahan (kehutanan).
Hasil pencermatan terhadap pernyataan (klaim) capaian reduksi emisi GRK sub sektor transportasi untuk tahun 2018 yang disampaikan oleh Kementerian Perhubungan setelah melalui proses verifikasi dapat dilihat pada Tabel 43.
Klaim Verifikasi
1 Pemanfaatan Bahan Bakar Alternatif di
Industri Semen 2.292.262,00 2.292.262,00 Total Reduksi Emisi 2.292.262,00 2.292.262,00
Tahun 2018 (Ton Co2) Aksi Mitigasi
No.
Tabel 43. Hasil Verifikasi Capaian Reduksi Emisi GRK Sub Sektor Transportasi Tahun 2018
Sehingga Total Reduksi Emisi GRK untuk Sektor Energi Tahun 2018 yaitu sebesar 57.663.520,88 Ton CO2e (57,66 MTon CO2e), dengan detil sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 44. Hasil Verifikasi Capaian Reduksi Emisi GRK Sektor Energi Tahun 2018
Penanggung Jawab Aksi Klaim Verifikasi
KESDM 54.852.303,78 52.375.358,78
Kemenperin 2.292.262 2.292.262
Kemenhub 4.151.945,10 2.995.900,10
Total (Ton CO2e) 61.296.510,88 57.663.520,88
Total (MTonCO2e) 61,30 57,66
5.1.2. IPPU
Dari hasil verifikasi terhadap capaian penurunan emisi GRK di sektor IPPU untuk aksi mitigasi penurunan ratio clinker di Industri Semen untuk tahun 2018 menunjukkan jumlah yang sama. Hal ini disebabkan karena penggunaan metode perhitungan sudah menggunakan data baseline per aksi dengan tahun dasar 2010, dengan uraian sebagai berikut:
Aksi Mitigasi Penurunan Ratio Clinker di Industri Semen:
Total reduksi emisi GRK yang terverifikasi pada tahun 2018 sebesar 1.827.826,87 Ton CO2e, sama dengan klaim yaitu sebesar 1.827.826,87 Ton CO2e.
Hasil pencermatan terhadap pernyataan (klaim) capaian reduksi emisi GRK sektor IPPU untuk tahun 2018 yang disampaikan oleh Kemenperin setelah melalui proses verifikasi dapat dilihat pada Tabel 45
KLAIM VERIFIKASI
1 SUB SEKTOR PERHUBUNGAN DARAT
aMendorong pembinaan dan Pengembangan Sistem Transit - Bus Rapid
Transit (BRT) 363.866,37 363.866,37
bPemanfaatan Teknologi Lalu Lintas untuk Kelancaran Lalu Lintas di
Jalan Nasional / (Area Traffic Control System/ ATCS) 309.648,56 309.648,56 f Penggunaan Solar Cell dalam Penerangan Jalan Umum (PJU) 3.283,22 3.283,22 Jumlah (1) 676.798,15 676.798,15 2 SUB SEKTOR PERHUBUNGAN LAUT
aEfisiensi Manajemen Operasional Pelabuhan (Pembangunan Teknologi
Sollar Cell pada Sarana Bantu Navigasi Pelayaran) 4.375,49 4.375,49
c Shore Connection 16,68 16,68
Jumlah (2) 4.392,17 4.392,17 3 SUB SEKTOR PERHUBUNGAN UDARA
a Peremajaan Armada Angkatan Udara* 367.037,00 - bPenyempurnaan system dan prosedur pengoperasian serta
perawatab pesawat udara (Efisiensi Operasional Penerbangan)* 319.469,00 - c Performance Base Navigation (PBN)* 346.213,00 -
d Penghijauan Lingkungan Bandar Udara* 123.326,00 - Dihitung untuk Serapan Emisi GRK e Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan
- Lampu Penerangan Jalan Sollar Cell 234,00 234,00 - PLTS (Pembangkit Listrik tenaga Surya) 2.974,00 2.974,00
f Pemasangan LED 3.639,00 3.639,00
Jumlah (3) 1.162.892,00 6.847,00 4 SUB SEKTOR PERKERETAAPIAN
a Pembangunan Jalur Ganda Lintas Utara Jawa 1.628.117,50 1.628.117,50 b Pembangunan KA Perkotaan Jabodetabek 169.003,90 169.003,90 c Terbangunnya Jalur KA Trans Sumatera 488.704,09 488.704,09
d KA Bandara Soekarno Hatta 17.131,38 17.131,38
e KA Bandara Kuala Namu 4.905,91 4.905,91
Jumlah (4) 2.307.862,78 2.307.862,78 4.151.945,10 2.995.900,10 4,15 2,99 TOTAL (Ton CO2e)
TOTAL (MTon CO2e)
KETERANGAN
NO AKSI MITIGASI PER SUB SEKTOR TAHUN 2018
Tabel 45. Hasil Verifikasi Capaian Reduksi Emisi GRK Sektor IPPU Tahun 2018
5.1.3. Sektor Pertanian
Hasil verifikasi capaian penurunan emisi GRK untuk sektor pertanian diuraikan pada paragraf berikut.
Tabel 46. Hasil Verifikasi terhadap Klaim Aksi Mitigasi Sektor Pertanian Tahun 2010-2018
Kegiatan Penurunan Emisi (Juta Ton CO2e)
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 SLPTT, SRI, VRE 8,31 9,34 9,45 9,04 8,92 6,78 8,58 10,25 8,44 UPPO + subsidi
pupuk organik 0,13 0,26 0,42 0,44 0,43 0,45 0,41 0,40 0,41
BATAMAS 0,04 0,04 0,05 0,05 0,05 0,02 0,01 0,01 0,00
Desa Organik - - - -
Penurunan Emisi 8,47 9,65 9,92 9,53 9,40 7,26 9,00 10,66 8,86 Sumber: Rapat Pembahasan Final Laporan Penurunan Emisi Sektor Pertanian Tahun 2018 di The Safin Hotel, Pati tanggal 12 Desember 2019
Laporan Capaian Penurunan emisi dari aksi SLPTT, SRI dan varietas rendah emisi Tahun 2018 oleh Kementerian Pertanian sebesar 11,91 juta ton CO2e sementara hasil hitung ulang oleh KLHK adalah sebesar 8,44 juta ton CO2e. Sementara klaim penurunan emisi total sektor pertanian sebesar 12,67 juta ton CO2e dan hasil verifikasi oleh KLHK penurunan emisi adalah sebesar 8,86 juta ton CO2e. Maka terdapat perbedaan penurunan emisi capaian yaitu sebesar 3,81 juta ton CO2e. Perbedaan terbesar pada aksi mitigasi SLPTT/GPPTT, SRI dan Varietas Rendah Emisi, Kementerian Pertanian menggunakan 40 varietas rendah emisi namun KLH menggunakan 15 varietas rendah emisi. Sehingga terjadi perbedaan emisi yang besar. Desa organik adalah aksi mitigasi yang baru dilaporkan oleh Kementerian Pertanian yang pada dasarnya merupakan perubahan penggunaan pupuk non organik menjadi pupuk organik.
Tabel 47. Kesesuaian antara Klaim dengan Verifikasi Capaian Penurunan Emisi GRK Sektor Pertanian Tahun 2018
Tahun
Penurunan Emisi (Juta Ton CO2e)
Klaim Emisi Verifikasi Emisi
2018 12,67 8,86
Selain karena adanya perbedaan data aksi mitigasi, perbedaan juga disebabkan oleh metodologi penghitungan, asumsi, dan expert judgement dari Kementerian Pertanian. Sementara KLHK menggunakan metodologi, faktor emisi, perbedaan faktor skala yang berbeda untuk rezim air, jenis tanah dan perbedaan varietas sebagaimana ditetapkan dalam IPCC Guidelines tahun 2006.
Perhitungan penurunan emisi dari Batamas, volume gas dalam digester menurut metodologi Kementerian Pertanian 1000 kali lebih besar dibandingkan formula berdasarkan IPCC atau formula
KLAIM VERIFIKASI
1 PENURUNAN RATIO CLINKER 1.827.826,87 1.827.826,87 1.827.826,87
1.827.826,87
1,83 1,83 TOTAL (MTon CO2e)
CAPAIAN REDUKSI EMISI TAHUN 2018 AKSI MITIGASI
NO
TOTAL (Ton CO2e)
substitusi energi berdasarkan Kementerian ESDM. Sebagai tambahan, dalam formula Kementerian pertanian, methane avoidance dari kotoran ternak yang dimasukkan ke dalam digester juga belum dihitung.
Perhitungan penurunan emisi dari kegiatan Optimalisasi Lahan Pertanian (SRI, SLPTT dan Varietas Rendah Emisi), Kementerian Pertanian belum mempertimbangkan menunjukkan baseline dan baru menghitung emisi dari kegiatan tersebut. Dalam verifikasi, metodologi perhitungan telah dilengkapi dengan scalling factor terbobotkan per provinsi dari jenis tanah, air, dan penambahan bahan organik yang disesuaikan dengan eperhitungan emisi aktual dalam Biennial Update Report (BUR). KLHK telah menggunakan pembobotan faktor skala untuk setiap provinsi.
Perhitungan penurunan emisi dari UPPO didasarkan pada, penurunan emisi berpotensi dari penambahan C dalam tanah dan substitusi pupuk sintetis denganoleh pupuk organik. Namun metodologi yang digunakan Kementerian Pertanian belum dapat menunjukkan perubahan C dalam tanah melainkan hanya menghitung kadar C dalam pupuk kompos yang dihasilkan. Verifikasi dilakukan dengan dengan mensubstitusi pupuk sintetik dengan pupuk organik sebesar 5 ton per Ha lahan. Kementerian Pertanian belum memasukkan data pupuk dari Perkebunan, terutama perkebunan Kelapa Sawit dengan pertimbangan produk kelapa sawit Indonesia masih dianggap salah satu sumber emisi dunia. Untuk tidak menyentuh isu sensitif, Kementerian Pertanian tidak mengikutsertakan data pupuk dari perkebunan. Namun dalam verifikasi yang dilakukan KLHK, data pupuk nasional disertakan dengan mengambil data dari Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI).
5.1.4. Sektor Kehutanan dan Penggunaan Lahan Lainnya
Berdasarkan hasil verifikasi terhadap Laporan Capaian Penurunan Emisi GRK Tahun 2019 (Data Tahun 2018) Sektor Kehutanan dapat diketahui bahwa capaian reduksi emisi dan/atau serapan GRK sektor kehutanan dari 5 aksi mitigasi utama yang dilakukan oleh penanggung jawab aksi/kegiatan mitigasi sektor kehutanan (Tabel 48) yang dilaporkan adalah sebesar 165.634.312 ton CO2e, sedangkan berdasarkan hasil verifikasi terhadap capaian tersebut adalah sebesar 297.817.824 ton CO2e (nilai capaian dalam laporan lebih rendah apabila dibandingkan nilai hasil verifikasi terhadap capaian dalam laporan). Sehingga perbedaan antara nilai capaian dalam laporan dengan nilai hasil verifikasi terhadap capaian dalam laporan adalah sebesar 132.183.512 ton CO2e (nilai capaian dalam laporan lebih rendah apabila dibandingkan nilai hasil verifikasi terhadap capaian dalam laporan).
Untuk 2 aksi mitigasi utama memiliki nilai yang sama antara nilai capaian dalam laporan yang disampaikan dengan nilai hasil verifikasi. Kedua aksi mitigasi utama tersebut adalah: (1) rehabilitasi lahan terdegradasi sebesar -1.346.507 ton CO2e dan (2) pengendalian peat fire (kebakaran gambut) sebesar 146.627.517 ton CO2e.
Sedangkan untuk 3 aksi mitigasi utama lainnya memiliki nilai yang berbeda antara nilai capaian dalam laporan yang disampaikan dengan nilai hasil verifikasi. Ketiga aksi mitigasi utama tersebut adalah: (1) penurunan deforestasi memiliki nilai capaian pada laporan berkontribusi dalam menurunkan emisi GRK sebesar 96.078.555 ton CO2e, sedangkan hasil verifikasi terhadap capaian dari penurunan deforestasi menurunkan emisi GRK sebesar 168.571.115 ton CO2e; (2) peningkatan penerapan prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan, baik di hutan alam (penurunan degradasi) maupun di hutan tanaman memiliki nilai capaian pada laporan belum dapat berkontribusi dalam menurunkan emisi GRK, yaitu memiliki nilai emisi GRK
prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan, baik di hutan alam (penurunan degradasi) maupun di hutan tanaman menurunkan emisi GRK sebesar 3.145.844 ton CO2e; dan (3) restorasi gambut memiliki nilai capaian pada laporan belum dapat berkontribusi dalam menurunkan emisi GRK, yaitu memiliki nilai emisi GRK sebesar -45.916.035 ton CO2e, sedangkan hasil verifikasi terhadap capaian dari restorasi gambut juga belum dapat menurunkan emisi GRK, yaitu sebesar -19.180.145 ton CO2e.
Tabel 48. Hasil Verifikasi Capaian Penurunan Emisi GRK Sektor Kehutanan Tahun 2019 (Data Tahun 2018)
No.
Kelompok Aksi Mitigasi Sektor
Kehutanan
Reduksi Emisi dan/atau Serapan GRK Sektor Kehutanan
Capaian yang Dilaporkan Hasil Verifikasi terhadap Capaian Emisi
Baseline Emisi Aktual Reduksi Emisi Emisi
Baseline Emisi Aktual Reduksi Emisi (ton CO2e) (ton CO2e) (ton CO2e) (ton CO2e) (ton CO2e) (ton CO2e) 1 Penurunan
Deforestasi 293.208.910 197.130.365 96.078.555 293.208.910 124.637.795 168.571.115 2 Peningkatan
penerapan prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan, baik di hutan alam (penurunan degradasi) maupun di hutan tanaman
58.002.762 87.811.971 -29.809.209 58.002.762 54.856.918 3.145.844
3 Rehabilitasi lahan
terdegradasi -2.059.586 -713.079 -1.346.507 -2.059.586 -713.079 -1.346.507 4 Restorasi Gambut 339.683.808 385.599.843 -45.916.035 339.683.808 358.863.953 -19.180.145 5 Pengendalian Peat
Fire (Kebakaran Gambut)
251.332.904 104.705.387 146.627.517 251.332.904 104.705.387 146.627.517 Total Reduksi Emisi GRK dari Capaian yang Dilaporkan 165.634.312 Total Reduksi Emisi GRK
dari Hasil Verifikasi 297.817.824 5.1.5. Sektor Limbah
Hasil verifikasi terhadap capaian penurunan emisi dari sektor limbah pada tahun 2018 adalah sebesar 287.774 Ton CO2e. Hasil ini telah berkontribusi sebesar 0,36% dari total BAU yang telah ditetapkan dalam NDC sebesar 0,12%. Detail tercantum pada Tabel 49.
Tabel 49. Kesesuaian antara Klaim dengan Verifikasi Capaian Penurunan Emisi GRK Sektor Limbah Tahun 2018
Tahun
Klaim penurunan emisi (Ton CO2e)
Klaim Emisi Verifikasi Emisi
2018 287.774 287.774
5.2. KONTRIBUSI PENURUNAN EMISI GRK TERHADAP TARGET NATIONALLY DETERMINED CONTRIBUTION (NDC) 5.2.1. Kontribusi Penurunan Emisi GRK Sektoral
Dokumen NDC Indonesia telah menetapkan target unconditional sebesar 29% dan target conditional sampai dengan 41% dibandingkan skenario business as usual (BaU) di tahun 2030. Untuk pencapaian target unconditional sendiri telah diuraikan proporsi kontribusi lima sektor dalam upaya penurunan emisi GRK, yang terdiri dari sektor kehutanan sebesar 17,2%, sektor energi sebesar 11%, sektor pertanian sebesar 0,32%, sektor Industrial Process and Product Use (IPPU) sebesar 0,10%, dan sektor limbah sebesar 0,38%, sebagaimana tertuang pada Tabel 50 berikut:
Tabel 50. Target Nationally Determined Contribution (NDC) Tahun 2030
5.2.1.1. Sektor Energi
Sektor energi mempunyai target penurunan emisi GRK sebesar 314 MTon CO2e atau setara 11%
dengan kondisi skenario tanpa persyaratan mitigasi-unconditional (Counter Measure/CM1). Target penurunan emisi GRK tersebut akan dicapai melalui aksi mitigasi yang berbasis sektor energi yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat (KESDM, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perhubungan) yang disebut sebagai kontribusi RAN GRK, berbagai program dan kebijakan pemerintah daerah terkait pengadaan dan penggunaan energi, peran aktif pihak swasta dan masyarakat yang telah melakukan berbagai tindakan yang bersifat mitigasi sektor energi. Untuk kontribusi penurunan selain RAN GRK belum teridentifikasi secara menyeluruh.
Pencapaian penurunan emisi yang diperoleh dari aksi mitigasi yang tercatat dan terverifikasi telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Oleh karena itu, berikut ini diuraikan kontribusi penurunan emisi sektor energi pada tahun 2018 terhadap target NDC tahun 2030 sebesar 11% dengan menggunakan pendekatan perhitungan berdasarkan perbandingan antara BAU dan Inventory, sebagaimana Tabel 51 dan Gambar 55.
Pada tahun 2018, tingkat emisi aktual berada pada level 207,69 MTon CO2e di bawah tingkat emisi BaU pada tahun tersebut, sehingga terdapat penurunan emisi GRK sebesar 7,28% dari 11% target kontribusi yang ditetapkan untuk sektor energi pada tahun 2030. Dari 207,69 MTon CO2e tersebut, 61,30 MTon CO2e berasal dari aksi mitigasi yang tertuang dalam RAN GRK dan diklaim oleh sektor terkait. Dengan demikian, terdapat kurang lebih 146,40 MTon CO2e penurunan emisi GRK yang merupakan dampak dari aksi lainnya
yang dilakukan oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun pihak selain pemerintah, maupun dampak kebijakan tertentu yang belum dapat diungkapkan/tercatat dengan baik.
Tabel 51. Progres Capaian Penurunan Emisi GRK Sektor Energi Tahun 2010 – 2018 dengan Target NDC Tahun 2030
Sektor Penurunan Emisi Target
2030 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
Energi
Penurunan Emisi Berdasarkan
BAU
Inventory
(Mton CO2e) 453,24 507,36 540,42 496,03 531,14 536,31 538,03 562,24 595,67 BAU (Mton
CO2e) 453,18 510,77 550,01 590,27 639,19 664,38 722,53 767,36 803,35 Penurunan
dari BAU (Mton CO2e)
314,00 -0,06 3,41 9,59 94,24 108,05 128,08 184,51 205,12 207,69 Progres
Capaian terhadap 2030 (%)
11,00 0,00 0,12 0,34 3,30 3,79 4,49 6,46 7,19 7,28
Kontribusi RAN
Klaim Penurunan
RAN oleh Sektor (Mton CO2e)
34,04 39,81 49,75 61,30 Terverifikasi
(Mton CO2e) 31,62 36,70 42,88 57,66
Belum
Terverifikasi 2,42 3,11 6,87 3,63
Kontribusi RAD
Klaim Penurunan
RAD Terverifikasi Kontribusi
Lainnya
Klaim Terverifikasi
Gambar 55. Perbandingan Hasil Inventarisasi GRK terhadap BAU Sektor Energi 5.2.1.2. Sektor IPPU
Sektor IPPU mempunyai target penurunan emisi GRK sebesar 2,75 MTon CO2e atau setara 0,1%
dengan kondisi skenario tanpa persyaratan mitigasi-unconditional (Counter Measure/CM1). Target penurunan emisi GRK tersebut akan dicapai melalui aksi mitigasi yang berbasis sektor proses industri dan penggunaan produk yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat (Kementerian Perindustrian) yang disebut sebagai kontribusi RAN GRK, berbagai program dan kebijakan pemerintah daerah terkait proses industri dan penggunaan produk, peran aktif pihak swasta dan masyarakat yang telah melakukan berbagai tindakan yang bersifat mitigasi sektor IPPU. Namun, untuk kontribusi penurunan selain RAN GRK belum teridentifikasi dengan baik dan menyeluruh.
Pencapaian penurunan emisi yang diperoleh dari aksi mitigasi yang tercatat dan terverifikasi telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Oleh karena itu, berikut ini diuraikan kontribusi penurunan emisi sektor energi pada tahun 2018 terhadap target NDC tahun 2030 sebesar 0,1% dengan menggunakan pendekatan perhitungan berdasarkan perbandingan antara BAU dan Inventory, sebagaimana Tabel 52 dan Gambar 56.
Pada tahun 2018, berdasarkan perbandingan tingkat emisi aktual GRK dengan tingkat emisi BAU berada pada level -2,84 MTon CO2e dibawah tingkat emisi BaU pada tahun tersebut. Hal ini menyatakan bahwa berdasarkan perbandingan emisi baseline dengan emisi aktual GRK, tidak terdapat penurunan emisi GRK pada sektor IPPU di tahun 2018, walaupun upaya aksi mitigasi yang dilakukan Kementerian Perindustrian sebesar 1,83 MTon CO2e, tetapi aksi tersebut belum cukup untuk membuat emisi aktual GRK berada di bawah emisi baseline, sehingga perlu upaya ekstra yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian.
Tabel sandingan antara capaian penurunan emisi GRK dengan target NDC sebagaimana terlihat pada tabel berikut.
Tabel 52. Progres Capaian Penurunan Emisi GRK Sektor IPPU Tahun 2010 – 2018 dengan Target NDC Tahun 2030
Sektor Penurunan Emisi Target
2030 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
IPPU
Penurunan Emisi Berdasarkan
BAU
Inventory
(Mton CO2e) 36,03 35,91 40,08 39,16 47,49 49,30 55,31 55,40 59,26 BAU (Mton
CO2e) 36,03 36,72 41,38 40,52 49,44 52,92 55,64 55,67 56,42 Penurunan
dari BAU (Mton CO2e)
2,75 0,00 0,81 1,30 1,36 1,95 3,63 0,33 0,28 -2,84 Progres
Capaian terhadap
2030
0,10 0,00 0,03 0,05 0,05 0,07 0,13 0,01 0,01 -0,10
Kontribusi RAN
Klaim Penurunan
RAN oleh Sektor (Mton CO2e)
1,43 0,97 0,78 1,83 Terverifikasi
(Mton CO2e) 1,43 0,97 0,78 1,83
Belum Terverifikasi Kontribusi
RAD
Klaim Penurunan
RAD Terverifikasi Kontribusi
Lainnya
Klaim Terverifikasi
Gambar 56. Perbandingan Hasil Inventarisasi GRK terhadap BAU Sektor IPPU 5.2.1.3. Sektor Pertanian
Untuk sektor pertanian, target penurunan emisi GRK dengan kondisi skenario tanpa persyaratan mitigasi-unconditional (Counter Measure/CM1) sebesar 0,32% (setara 9 MTon CO2e). Target penurunan emisi GRK tersebut akan dicapai melalui aksi mitigasi yang berbasis sektor pertanian yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat (Kementerian Pertanian) yang mengidentifikasi kontribusi berdasarkan aksi yang telah dilakukan melalui berbagai program dan kebijakan pemerintah daerah, peran aktif pihak swasta dan masyarakat.
Berdasarkan hasil perhitungan inventarisasi GRK tahun 2018 dapat diketahui bahwa emisi GRK sektor pertanian tahun 2018 adalah sebesar 131,64 MTon CO2e, sedangkan emisi baseline NDC (BAU) sektor kehutanan pada tahun 2018 adalah sebesar 115,03 MTon CO2e. Sehingga emisi aktual hasil inventarisasi GRK sektor pertanian berada -16,61 MTon CO2e di atas emisi baseline NDC (BAU) pada tahun 2018. Dengan kata lain, berdasarkan perbandingan emisi baseline dengan emisi aktual, tidak terdapat penurunan emisi GRK pada sektor pertanian pada tahun 2018. Meskipun upaya aksi mitigasi yang dilakukan Kementerian Pertanian menunjukkan 12,67 MTon CO2e penurunan emisi GRK berhasil dilakukan sektor pertanian, namun aksi tersebut belum cukup untuk membuat emisi aktual berada di bawah emisi baseline, antara lain disebabkan terjadinya perubahan program secara internal dari Kementerian Pertanian dan tidak dilanjutkannya beberapa aksi mitigasi.