1. Pengaruh pelvic rocking terhadap lama kala I fase aktif pada ibu inpartu di Puskesmas Batua tahun 2018 (Ohorella, 2009)
a. Problem
Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian bersifat kuantitatif dengan rancangan quasi eksprimen yaitu dengan rancangan yang digunakan adalah post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu bersalin di Puskesmas Batua pada bulan Maret-Mei 2018 diperoleh sampel sebanyak 30 orang dengan
55
pengambilan sampel purposive sampling. yang dibagi 2 kelompok yaitu 15 responden sebagai kelompok eksperimen dan 15 responden sebagai kelompok control.
b. Intervention
Responden dibagi 2 kelompok yaitu 15 responden sebagai kelompok eksperimen dan 15 responden sebagai kelompok kontrol. Pelvic rocking pada kelompok intervensi dilakukan setiap 1 jam sekali selama 20 menit dalam kala I fase aktif pembukaan 4 cm (saat kontraksi berlangsung) sesuai dengan prosedur penatalaksanaan pelvic rocking.
Penilaian kemajuan persalinan dilakukan 4 jam kemudian atau jika ada indikasi dengan meggunakan lembar observasi partograf.
c. Comparation
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 orang yang melakukan pelvic rocking, terdapat 13 orang (86,7%) yang kala I fase aktif normal dan 2 orang (13,3%) yang tidak normal. Sedangkan tidak melakukan pelvic rocking sebanyak 15 orang, terdapat 3 orang (20,0%) kala I fase aktif normal dan 12 orang (80,0%) yang tidak normal.
Dengan menggunakan uji Chi-Square didapatkan ρ = 0,001 lebih kecil dari α = 0,05, ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian ada pengaruh antara pelvic rocking terhadap lama kala I faseaktif.
d. Outcome
Ada pengaruh pelvic rocking terhadap lama kala I pada ibu inpartu dengan nilai p = 0,001.
2. Efektivitas Pelvic Rocking Exercise terhadap lama waktu persalinan pada ibu primipara (Surtiningsih et al., 2016).
a. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain penelitiannya posttest only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil primipara, Trimester III (TM III) dengan umur kehamilan 34-35 minggu yang melakukan pemeriksaan di puskesmas PONED wilayah Banjarnegara yaitu puskesmas Mandiraja I, Wanadadi I, dan Puskesmas Klampok pada bulan Januari−April 2016 dengan jumlah populasi 63 responden. Sampel diambil secara purposive sampling. Jumlah sampel yang memenuhi criteria terdapat 43 responden dalam perjalanannya 3 responden drop out karena komplikasi kehamilan dan atau persalinan. Oleh karena itu responden dalam penelitian ini sesuai dengan rencana sampel yaitu 20 untuk kelompok perlakuan dan 20 untuk kelompok kontrol.
b. Intervension
Perlakuan Pelvic Rocking Execises dilaksanakan sesuai Standar Operating Prosedur (SOP). PRE dilaksanakan 2 kali dalam seminggu, lama latihan 30 menit dengan total 8 pertemuan. Setiap pertemuan sebelum dan selesai pelvic Rocking exercises dilakukan pencatatan dan pendokumentasian terhadap frekuensi denyut jantung dan tekanan darah ibu hamil.
57
Pengukuran efek pelvic Rocking exercises dengan mengobservasi dan mencatat lama waktu persalinan kala I dan kala II yang dibutuhkan oleh responden baik kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol.
Pengukuran lama waktu persalinan Kala I diamati pada fase aktif yaitu pembukaan 4−10 cm sedangkan lama waktu kala II diamati dari pembukaan lengkap sampai bayi lahir. Pengukuran lama waktu menggunakan stopwatch dan dicatat pada lembar observasi dan partograf.
c. Comparation
Berdasarkan hasil uji independent t-test didapatkan hasil nilai ρ-value sebesar 0,0001 < α (0,05) berarti terdapat perbedaan lama waktu persalinan kala I pada ibu primipara yang dilakukan Pelvic Rocking Exercises dan yang tidak dilakukan Pelvic Rocking Exercises. Dari nilai Mean Defference didapatkan 135 menit yang jika dihitung dari nilai rata-rata kala I pada kelompok kontrol adalah 277 menit dan pada kelompok perlakuan adalah 142 menit terdapat perbedaan 135 menit.
Hasil perhitungan effect size menggunakan rumus Cohen untuk mengetahui pengaruh atau efektifitas Pelvic Rocking Exercise terhadap lama waktu kala I didapatkan 0,06 yang dapat diinterpretasikan efektifitas Pelvic Rocking Exercise terhadap lama waktu kala I fase aktif dalam kategori sangat kuat (sangat efektif).
d. Outcome
Pelvic Rocking Exercise berpengaruh terhadap lama kala I dan Kala II persalinan sehingga perlu dilakukan secara rutin pada ibu hamil trimester III.
3. Efektivitas Pelvic Rocking Exercise pada ibu bersalin kala I terhadap kemajuan dan lama persalinan (Wulandari & Wahyuni, 2019)
a. Problem
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif quasi eksperimental design, dengan rancangan yang digunakan adalah posttest only control group design. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi experiment, yaitu post test only design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin kala I Ruang Bersalin RSUD Ungaran. Pengambilan subjek penelitian dilakukan secara nonprobability/nonrandom sampling dengan metode consecutive sampling, yaitu setiap subjek yang memenuhi kriteria inklusif dimasukkan dalam penelitian sampai kurun waktu tertentu berdasarkan urutan kedatangan responden di tempat penelitian sampai memenuhi jumlah sampel. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 28 ibu bersalin kala I selama bulan September 2018 sampai dengan Desember 2018 (14 pada kelompok intervensi dan 14 pada kelompok kontrol).
59
b. Intervention
Kelompok intervensi pada penelitian ini yaitu kelompok responden yang difasilitasi untuk melakukan gerakan pelvic rocking, sedangkan kelompok kontrol hanya dilakukan asuhan standar selama Kala I fase aktif. Pelvic rocking pada kelompok intervensi dilakukan setiap 1 jam sekali selama 20 menit dalam kala I fase aktif pembukaan 4 cm (saat kontraksi berlangsung) sesuai dengan prosedur penatalaksanaan pelvic rocking. Penilaian kemajuan persalinan dilakukan 4 jam kemudian atau jika ada indikasi dengan menggunakan lembar observasi dan partograf, panduan/SOP Pelvic Rocking Exercise. Pengamatan variabel dilakukan dengan melakukan observasi kemajuan persalinan khususnya pembukaan serviks kala I fase aktif persalinan (dimulai dari pembukaan 4-10 cm) dan lama kala II dari pembukaan lengkap sampai bayi baru lahir.
c. Comparison
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara Pelvick Rocking Exercise dengan lama kala I dengan p value 0,008 (<0,05). Dapat disimpulkan Pelvic Rocking Exercises efektif memperpendek lama waktu persalinan kala I dan Kala II pada ibu primipara di Puskesmas Wilayah Kabupaten Banjarnegara.
d. Outcome
Ada hubungan antara Pelvic Rocking Exercise dengan lama kala I dengan p value 0,008 (<0,05).
Bidan diharapkan dalam memberikan asuhan persalinan kala I menerapkan pelvic rocking exercises sebagai salah satu latihan ibu bersalin dalam upaya mempercepat persalinan kala I dan mempercepat kala II. Lebih baik di mulai dari masa kehamilan dan menjadikan senam pelvic rocking exercises sebagai salah satu program yang ada pada kelas ibu hamil dalam upaya memperpendek lama waktu persalinan kala I
4. Efektifitas pelvic rocking terhadap lama persalinan, dilatasi serviks dan penurunan kepala janin pada ibu primigravida (Suksesty, 2019)
a. Problem
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi experiment, yaitu post test only design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin primigravida kala I fasse aktif di BPM kota Tangerang. Pengambilan subjek penelitian dilakukan secara nonprobability/nonrandom sampling dengan metode consecutive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 23 ibu bersalin primigravida kala I fase aktif. Untuk mengantisipasi adanya sampel yang dropout maka sampel ditambah 20% sehingga menjadi 30 responden (30 pada kelompok responden dan 30 pada kelompok kontrol).
b. Intervention
Kelompok intervensi pada penelitian ini yaitu kelompok responden yang difasilitasi untuk melakukan gerakan pelvic rocking, sedangkan
61
kelompok kontrol hanya dilakukan asuhan standar selama kala I fase aktif. Pelvic rocking pada kelompok intervensi dilakukan setiap 1 jam sekali selama 20 menit dalam kala I fase aktif pembukaan 4 cm (saat kontraksi berlangsung) sesuai dengan prosedur penatalaksanaan pelvic rocking. Penilaian kemajuan persalinan dilakukan 4 jam kemudian atau jika ada indikasi dengan meggunakan lembar observasi partograf.
c. Comparison
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh antara pelvic rocking dengan dilatasi serviks kala I fase aktif pada primigravida yaitu hasil uji statistik diperoleh nilai p <0,05, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara pelvic rocking terhadap dilatasi serviks kala I fase aktif pada primigravida.
d. Outcome
Pelvic rocking efektif mempersingkat lama persalinan pada kala I fase aktif sampai dengan kelahiran bayi, maksimal 6 jam, mempercepat dilatasi serviks maksimal 8cm pada 4 jam kemudian dan mempermudah penurunan kepala janin.
5. Efektifitas Pelvic Rocking Exercise terhadap kemajuan persalinan dan kejadian robekan perineum di PMB Mei Kurniawati Surabaya (Rizki &
Anggraini, 2020).
a. Problem
Pada penelitian ini desain penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian observasional, dengan rancangan quasi experiment jenis nonequivalent kontrol group design. Dalam rancangan ini kelompok eksperimen diberi perlakuan pelvic rocking exercise, sedangkan pada kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di PMB Mei Kurniawati Surabaya yang berjumlah 35 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 30 orang ibu bersalin.
b. Intervention
Pada penelitian ini alat ukur yang digunakan adalah pemberian perlakuan pelvic rocking exercise (PRE) dengan birthing ball serta lembar observasi partograf. Ibu inpartu diberikan perlakuan untuk menggunakan birthing ball pada kala I persalinan dengan cara duduk di atas birthing ball seperti duduk diatas kursi setelah itu menggerakkan pinggul memutar ke kanan dan ke kiri mengikuti arah gerak bola. PRE dengan birthing ball dilakukan saat ibu berada pada kala I fase aktif.
Peneliti tidak membatasi waktu penggunaan birthing ball, hanya saja disesuaikan dengan kemampuan responden.
c. Comparison
Hasil analisis uji beda variabel kemajuan persalinan (lama kala II) dengan uji MannWhitney didapatkan ρvalue 0,009 (ρ<0,05), yangdapat
63
diartikan bahwa ada perbedaan lama kala II yang cukup signifikan antara kelompok yang melakukan PRE dan yang tidak melakukan PRE.
Dalam penelitian ini didapatkan nilai rerata lama kala II pd kelompok perlakuan sebesar 11,3% sedangkan pd kelompok kontrol sebesar 19,67%.
d. Outcome
Ada perbedaan lama kala II pada Kelompok yang melakukan Pelvic Rocking Exercise dan tidak, dapat disimpulkan bahwa Pelvic Rocking Exercise dengan Birthing Ball dapat mempersingkat lama kala II
6. Pengaruh teknik Pelvic Rocking dengan birthing ball terhadap lama persalinan kala I (Hiyana & Masini, 2019).
a. Problem
Jenis penelitian ini adalah Pre Experiment dengan rancangan Statistic Group Comparison. Sampel pada penelitian ini adalah semua ibu bersalin Kala 1 yang datang ke 2 BPM di Wilayah Kecamatan Secang Kabupaten Magelang selama bulan April – Juni 2018. Pengambilan sampel dengan accidental sampling sejumlah 30 orang, dengan pembagian 15 orang dengan teknik pelvic rocking dan 15 orang dengan menggunakan teknik konvensional.
b. Intervention
Instrumen penelitian ini menggunakan Partograf. Analisa univariat untuk mengetahui prosentase lama persalinan kala 1. Analisis bivariat menggunakan uji Mann- Whitney Test.
c. Comparison
Penelitian menunjukkan bahwa responden yang menggunakan teknik konvensional dengan berjalan-jalan dan berdiri memiliki mean sebesar 19,73 dan responden yang menggunakan teknik pelvic rocking dengan birthing ball memiliki mean sebesar 11,27 dan hasil p value adalah 0,006; dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bermakna antara lama persalinan kala I fase aktif pada ibu dengan teknik konvensional dengan berjalan-jalan dan berdiri dibanding dengan teknik pelvic rocking dengan birthing ball.
d. Outcome
Ada Pengaruh teknik pelvic rocking dengan birthing ball terhadap lama persalinan kala I fase aktif dengan p-value sebesar 0,006.
7. Effect of pelvic rocking exercise using sitting position on birth ball during the first stage of labor on its progress (Nevertity, 2016)
a. Problem
Pada penelitian ini desain penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian observasional, dengan rancangan quasi experiment jenis nonequivalent kontrol group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin primipara di RS Bersalin El-Shatby Alexandria yang berjumlah 80 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling.
65
b. Intervention
Dalam rancangan ini kelompok eksperimen diberi perlakuan pelvic rocking exercise berjumlah 40 orang, sedangkan pada kelompok kontrol tidak diberi perlakuan berjumlah 40 orang. Lalu kelompok eksperimen dilakukan pelvic rocking exercise selama 10-20 menit per jam sejak fase aktif sampai pembukaan lengkap. Evaluasi latihan goyang panggul diukur dengan menilai kemajuan persalinan setiap jam dalam hal durasi, interval, frekuensi, dan intensitas kontraksi uterus serta dilatasi serviks, penipisan, dan penurunan kepala janin.
c. Comparison
Ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara studi kelompok kontrol dengan perbedaan signifikan sebesar P = ˂0,0001. Bahwa latihan birth ball meningkatkan kemajuan kontraksi uterus dan menimbulkan korelasi signifikan yang positif di antara kelompok studi dalam hal meningkatkan jumlah kontraksi uterus, intensitas uterus lebih kuat, dan peningkatan durasi, serta penurunan interval. Setelah intervensi dilakukan dapat membantu penurunan kepala janin ke dalam panggul. Efisiensi kontraksi uterus ini membantu dilatasi serviks dan keberhasilan penyelesaian kala I fase aktif.
d. Outcome
Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini mendukung hipotesisnya yaitu hasil yang signifikan dari duduk di atas birth ball untuk mempraktikkan pelvic rocking exercise selama kala I
fase aktif. Sedangkan peningkatan signifikan yang layak dalam kemajuan tahap pertama persalinan terlihat jelas di antara kelompok studi dibandingkan kelompok kontrol dalam hal kontraksi uterus yang lebih kuat, dilatasi serviks yang lebih cepat. Serta penurunan kepala janin lebih cepat dan durasi yang lebih pendek. Latihan menggunakan birth ball juga mencerminkan tingkat nyeri persalinan yang signifikan secara statistik di antara kelompok studi.
Oleh karena itu, perawat bersalin dapat menyarankan posisi alternatif dan mendukung wanita dalam memilih yang paling kondusif untuk kebutuhan individual dan fase persalinan meningkatkan kemajuan dan
mempersingkat tahap persalinan.
BAB V PEMBAHASAN
Pembahasan dalam penelitian ini akan mengkaji jurnal-jurnal yang terkait dengan penelitian dan membandingkan antara jurnal-jurnal yang di review untuk menghasilkan kesimpulan mengenai efektifitas Pelvic rocking Exercise menggunakan birthing ball terhadap kemajuan persalinan.