. Hiring Strategy to Attract Junior to Senior-Executives Talent
● Recruiting Young Inovator in Junior Position
● Recruiting Senior-Executive Level with Proven Competency Talent
● The Role of Compensation and Benefits
Data bilang mengisi entry -
level sangat sulit – kenapa
a. Beragam kanal untuk menjaring lebih banyak pelamar“Saat ini kanal media sosial sangat beragam, seperti Instagram, Telegram, LinkedIn, Facebook, sampai WhatsApp status, penting untuk mengeksplorasi setiap kanal karena masing-masing punya market-nya sendiri-sendiri. Lewat media sosial, kita mau dapatkan top funnel dengan banyak inbound applicant.”
b. Memperkenalkan value perusahaan melalui storytelling
“Persona perusahaan di media sosial dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan nilai perusahaan. Misalnya, di Instagram kita bisa berinteraksi secara kasual sehingga menarik kandidat, ‘eh seru ya kerja di sini’. Selain itu juga employer branding sekarang, misalnya ada #lifeatglints yang bisa menjadi awal mereka tertarik untuk bekerja di Glints.”
c. Kanal paling efektif
“Media sosial bisa paling efektif. Apalagi kandidat junior cenderung lebih aktif di media sosial. Kalau perusahaan tidak mencoba mengembangkan media sosial, jatuhnya akan konvensional sekali. Sedangkan, mereka harus keep up dengan tren sekarang talent-talent ini menggunakan platform apa, kita harus belajar dari situ.”
Data LinkedIn, 41% rekruter menyatakan posisi entry-level merupakan yang paling sulit diisi. Hal ini salah satunya karena kandidat di entry-level belum memiliki portofolio sebagai alat untuk memperkirakan potensi dan ekspektasi hiring manager.
Ditambah lagi, salah satu kesalahan umum hiring manager adalah mengharapkan kandidat memiliki pengalaman yang relevan dengan industri atau bidang pekerjaan.
“Kadang hiring manager ekspektasi untuk merekrut seseorang yang sudah punya pengalaman saat mereka hiring untuk posisi fresh graduate. Padahal, untuk hire junior talent, hiring manager perlu terbuka dan memahami bahwa mereka akan mendapatkan kandidat yang pengalamannya belum banyak,”
kata Yasya.
Selain itu, Yasya juga menekankan pentingnya kemauan manajer untuk terlibat dalam mendampingi karyawan di level junior untuk membantunya berkembang dan mencapai potensi dan kontribusi maksimalnya untuk perusahaan.
Strategi Rekrutmen
Kandidat Level Junior
Merekrut untuk posisi senior menantang. Tantangan hadir dalam berbagai bentuk:
● Talent pool yang lebih terbatas dibandingkan dengan entry level
● Kandidat yang cenderung lebih pasif
● Kandidat senior cenderung lebih memiliki ekspektasi terkait pekerjaan, lingkungan kerja maupun kompensasi
● Perusahaan perlu hiring tools untuk memastikan kompetensi kandidat sesuai kebutuhan perusahaan
“Kita percaya kalau past performance adalah indikator untuk future performance. Penting untuk punya prinsip seperti itu dan dig deeper dalam setiap pertanyaan interview kita agar bisa memprediksi ke depan kandidat akan berkontribusi seperti apa.”
Menurut Fakhrul Arifin, Talent Consultant Manager Glints, salah satu kesalahan umum yang dilakukan oleh perusahaan ketika ingin melakukan senior hiring adalah tidak melakukan background checking yang cukup di tahap awal.
Akibatnya, pada saat wawancara, rekruter atau hiring manager membutuhkan usaha ekstra untuk menggali pengalaman dan kompetensi kandidat.
a. Memilih metode wawancara yang tepat
Untuk kandidat level senior, untuk menggali pengalaman dan kompetensi selain dapat dilakukan melalui technical test, juga dapat menggunakan pendekatan Behavioral Event Interview (BEI) sehingga kandidat
berkesempatan menjelaskan kasus-kasus yang pernah ditangani.
b. Melibatkan headhunter untuk mempercepat proses
Perusahaan juga bisa menggunakan jasa headhunter yang memiliki cakupan talent pool spesifik, seperti posisi-posisi di level senior dan eksekutif.
“Kita bisa kirim 3 CV seminggu dengan kualifikasi 80% match dengan permintaan perusahaan,” jelas Fakhrul. Menurutnya karena headhunter cenderung lebih agresif dan memiliki pendekatan yang tepat sehingga cocok untuk perusahaan dengan kebutuhan rekrutmen cepat.
c. Menawarkan paket kompensasi yang menarik
Menarik kandidat di level senior tidak dapat dilepaskan dari tawaran kompensasi. Untuk kandidat senior, asuransi untuk anggota keluarga, manager yang inspiratif serta lingkungan kerja yang mendukung work-life balance menjadi concern.
. Hiring Strategy to Attract Junior to Senior-Executives Talent
● Recruiting Young Inovator in Junior Position
● Recruiting Senior-Executive Level with Proven Competency Talent
● The Role of Compensation and Benefits
Tantangan menarik kandidat -
senior:
- Pool terbatas - Kandidat pasif - Mampu nggak
perusahaan memenuhi ekspektasi kandidat?
- Cek apakah kandidat betul-betul kompeten sesuai dengan gaji yang diminta
Strategi Rekrutmen Kandidat Level Senior
Tren HR & Survei Gaji 2024 | 69
Glints juga berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan Nadia Nurviani Hastuti, People Acquisition Lead Indico untuk menggali insight mereka terkait rekrutmen kandidat senior.
“Dari pengalaman, kami mengelompokkan kebutuhan kandidat bukan hanya senior dan junior tapi juga married dan single. Untuk yang senior dan sudah menikah, yang sering saya temui, bagi mereka yang penting package-nya ketemu, terus leader-nya mau hands on, sustainability perusahaan, dan karena mereka sudah punya tanggungan biasanya asuransi kesehatan juga jadi pertimbangan.”
Untuk menemukan kandidat senior yang sesuai kualifikasi, Indico menggunakan media sosial, referral dan juga headhunter untuk mempercepat prosesnya.
"Akan lebih efektif untuk pendekatan ke senior kandidat dengan personal approach misalnya dengan bertatap muka langsung, diskusi secara lebih kasual, dan berusaha menggali aspirasi dengan cara bertanya untuk belajar lebih jauh terkait expertise-nya."
-
Kunci Sukses Indico
Merekrut Kandidat Senior untuk Akselerasi Bisnis
Tren HR & Survei Gaji 2024 | 01
Nadia Nurviani Hastuti People Acquisition Lead Indico
Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, kompensasi yang kompetitif menjadi pertimbangan penting untuk kandidat. Hal ini berlaku baik untuk bertahan di perusahaan karena terkait dengan kepuasan kerja maupun pertimbangan menerima tawaran kerja baru.
Namun demikian, terkait kompensasi non finansial, rata-rata kandidat senior dan junior memiliki preferensi yang berbeda.
Kategori kompensasi dan benefit yang kami jelaskan disini telah dirangkum dari berbagai sumber. Untuk lebih jelas perbandingannya Anda dapat membaca tabel di samping.
Bagian dengan tanda silang bukan berarti kandidat tidak menginginkan benefit tersebut namun, pilihan tersebut jarang diajukan sebagai concern atau bukan prioritas mereka dalam menerima tawaran pekerjaan baru.
Pertimbangan ini, tentu penting untuk menyusun cara komunikasi dengan kandidat, misalnya employer branding, sehingga dapat menarik kandidat kompeten yang sesuai kebutuhan perusahaan.
. Hiring Strategy to Attract Junior to Senior-Executives Talent
● Recruiting Young Inovator in Junior Position
● Recruiting Senior-Executive Level with Proven Competency Talent
● The Role of Compensation and Benefits
Perbandingan kompensasi -
dan benefit yang diinginkan oleh kandidat junior dan senior
Perbandingan Kompensasi dan Benefit untuk Kandidat Senior dan Junior
Junior Senior
Kompensasi Kompetitif ✔ ✔
Kesempatan belajar ✔ ✔
Budaya kerja positif ✔ ✔
Leaders yang inspiratif ❌ ✔
Jenjang karir ✔ ✔
Pengaturan kerja
fleksibel ✔ ✔
Kantor dengan fasilitas
lengkap ✔ ❌
Nama jabatan yang
bagus ✔ ❌
Asuransi kesehatan
untuk keluarga ❌ ✔
Stabilitas pekerjaan ❌ ✔
ESOP ❌ ✔
Tren HR & Survei Gaji 2024 | 71