• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sentra Wisata Hiu Paus Berbasis Masyarakat

Dalam dokumen peran pokdarwis dalam pengembangan wisata (Halaman 41-51)

BAB I PENDAHULUAN

B. Keterlibatan Pemerintah Terhadap Pengembangan Wisata Hiu

3. Sentra Wisata Hiu Paus Berbasis Masyarakat

Sentra wisata hiu paus berbasis masyarakat terletak di Desa Labuan Jambu. Kampung nelayan ini terletak di Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa ini terdiri dari 5 dusun dengan 2000 orang etnis Bugis dan Sumbawa. Jaraknya sekitar 100 km dari pusat kota.

Pemerintah daerah dan mitra bekerja sama dengan desa Labuan Jambu telah mempelajari agregasi hiu paus Teluk Saleh (Teluk Saleh) sejak tahun 2017. Hingga tahun 2022, 98 individu hiu paus telah diidentifikasi di teluk tersebut, tetapi kami belum tahu berapa banyak totalnya. Sebagian besar seperti yang terlihat di situs lain adalah jantan sub-dewasa, dengan ukuran mulai dari dua hingga sembilan meter.

Ada sekitar 90 perahu nelayan tradisional atau bagan yang beroperasi di Teluk Saleh dan 80 diantaranya milik nelayan Labuan Jambu. Mereka memancing di malam hari, menggunakan lampu untuk menarik umpan ikan kecil. Selama bertahun-tahun, hiu paus telah mengetahui bahwa ini menyajikan prasmanan gratis! Para nelayan umumnya menarik jala mereka saat fajar dan, segera setelah itu, mengirim hasil tangkapan mereka ke pasar dan hiu meninggalkan bagan dan melanjutkan bisnis mereka. Namun dengan sedikit pemberitahuan sebelumnya, para nelayan dapat menahan sebagian dari tangkapan mereka dan memberikan sedikit umpan kepada hiu paus agar mereka tetap berada di sekitar bagan. Hal ini menciptakan kesempatan bagi pengunjung untuk berenang bersama mereka.

Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat Desa Labuhan Jambu dalam pengembangan pariwisata di Hiu Paus terbagi menjadi dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor-faktor yang mendorong antaranya ialah adanya dukungan dari stakeholders, motivasi masyarakat untuk mempeloleh manfaat ekonomi dari pariwisata. Sedangkan faktor penghambat yaitu terbatasnya anggaran, sikap apatis dan kesadaran masyarakat yang rendah, fluktuasi kunjungan wisatawan, serta kesulitan memasarkan produk.

Hiu paus (Rhincodon typus) adalah ikan terbesar di dunia, mungkin mencapai 18meter dan berat 20 ton. Meskipun memiliki tubuh yang besar, mereka adalah hewan yang tidak berbahaya dan lembut, karena mereka dikenal ramah dan ingin tahu terhadap manusia. Mereka memakan ikan kecil seperti ikan teri dan mengandalkan diet platonis seperti ikan telur dan plankton.

Sebagai filter feeder, mereka adalah spesies kunci dari keseimbangan ekosistem laut. Biologi hiu paus mirip dengan mamalia laut, karena fekunditasnya rendah dan karakteristik pertumbuhannya lambat.

Indonesia, salah satu negara dengan keanekaragaman hiu terbesar di dunia, konsisten dalam mengelola dan mengatur secara berkelanjutan. hiu paus. Penetapan Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2013 tentang Perlindungan Penuh Hiu Paus menunjukkan komitmen Indonesia dalam melindungi spesies ikan terbesar di dunia dalam rangka melanjutkan upaya konservasi untuk ekosistem laut yang sehat dan seimbang.

Hampir seluruh perairan Indonesia merupakan habitat yang cocok bagi hiu paus. Populasi hiu paus Indonesia merupakan kombinasi dari beberapa agregasi penduduk dan musiman, termasuk Teluk Saleh. Kelompok hiu paus yang bermigrasi ke perairan tertentu diduga kuat didorong oleh keberadaan sumber makanan yang melimpah di perairan tersebut.

Wisatawan akan memulai perjalanan menuju Hiu Paus sekitar pukul 4:00 pagi menggunakan speed boat (Beggo’) dari dermaga menuju lokasi Bagan yang sebelumnya sudah melaporkan adanya keberadaan Hiu Paus menempuh waktu perjalanan sekitar 1 - 2 jam. Setelah tiba di bagan.

Beberapa komponen yang merupakan prinsip dari pengelolaan wisata Hiu Paus adalah sebagai berikut:

- Berbasis masyarakat: pelayanan wisata disediakan masyarakat (memanfaatkan asset yang sudah ada) serta kegiatan perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan oleh dan dari masyarakat.

- Edukasi: penyediaan pusat informasi serta arahan singkat untuk tamu (praktek terbaik, perlindungan biota, biologi hiu paus, masyarakat local, foto ID, peta wilayah, dll) serta peningkatan kapasitas untuk masyarakat.

- Transportasi: setiap pemesanan dan pembayaran dari tamu wisata hiu paus disediakan bukti resmi.

- Keselamatan: untuk memastikan kegiatan wisata hiu paus dapat dilakukan dengan baik, aman, dan nyaman, disediakan fasilitas jaket pelampung, papan apung, dan asuransi untuk tamu dan didampingi oleh pemandu local yang terlatih.

- Konservasi: untuk memastikan keberadaan hiu paus di Teluk Saleh tanpa adanya gangguan, diatur melalui batasan jumlah wisatawan dengan menerapkan panduan praktek terbaik, peraturan, dan pemantauan hiu paus secara berkala.

- Koordinasi: untuk memastikan pengelolaan hiu paus dapat dilakukan secara terpadu, disediakan sarana komunikasi grup wa (prangkat desa, masyarakat, dll)

Pelayanan Jasa Wisata Oleh Masyarakat

Pelayanan wisata hiu paus berbasis masyarakat di Desa Labuhan Jambu meliputi: homestay, transportasi, penyediaan jasa makanan dan minuman, pemandu snorkeling, dan atraksi tambahan

Fasilitas-fasilitas yang ada di wisata hiu paus Desa Labuhan Jambu Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa;

a. Penginapan / Homestay

Merupakan jenis akomodasi yang menggunakan kamar dari rumah tinggal pribadi sebagai tempat dimana wisatawan menginap. Homestay merupakan alternatif akomodasi yang murah dan praktis, dimana wisatawan memiliki kesempatan untuk mengenal keluarga dari pemilik rumah dalam aspek sosial dan budaya setempat

1) Alffiah Hotel

Terdapat 8 kamar dengan fasilitas lengkap. Dengan tarif 300.000/malam.

2) Rumah Warga

Adapun penginapan yang disediakan merupakan dari beberapa rumah warga yang memang dikhususkan jika ada wisatawan yang menginap. Setiap rumah menyediakan satu kamar kosong yang sudah dilengkapi dengan keperluan wisatawan. Dengan tarif Rp 175.000/malam.

Berikut nama pemilik rumah yang dijadikan penginapan:

• Nursiah

• Erniana

• Suryati

• Sadariah

• Hartina

• Baraiyah

• Rahmawati

• Rosmiati

• Rita juliana

• Marlina

• Nova susanti

• Mirna b. Bagan atau Bagang

Bagan atau bagang adalah suatu alat penangkapan ikan yang menggunakan jaring dan lampu sehingga alat ini bisa digunakan untuk light fishing (pemancingan cahaya), yang berasal dari Bagan diarungkan ke laut untuk menangkap ikan, cumi-cumi, dan udang, dan tetap berada di laut selama beberapa hari atau bahkan berbulan-bulan. Hasil tangkapan akan diangkut ke darat menggunakan kapal lain.

Berikut 5 daftar bagan yang dapat disewakan :

• Bagan Aurora

• Bagan Bintang Timur

• Bagan Sampurna

• Bagan Jef 02

• Bagan Ilman

Bagan tersebut dikenakan tarif harga per bagannya RP.

1.550.000/grup (maksimal 10 tamu termasuk pemandu).

Pembayaran langsung diberikan kepada kapten. Adapun rincian pembayarannya sebagai berikut:

- Rp. 400.000 untuk pemilik - Rp. 200.000 untuk kapten - Rp. 800.000 untuk kru - Rp. 150.000 untuk umpan

c. Speed Boat

Speed boat merupakan salah satu transportasi laut yang bisa di gunakan untuk menuju bagan yang diketahui terdapat Hiu Paus.

Berikut nama yang bisa dihubungi:

• Dahlan

• Nawir

Tarif penyewaan speed boat kisaran Rp 500.000 – Rp 800.000, tergantung ukuran kapal dan jarak tempuh.

d. Mobil

Mobil disediakan untuk wisatawan yang ingin dijemput dan tidak membawa kendaraan pribadi.

Untuk menjemput wisatawan dari Sumbawa-Labuhan Jambu atau Labuhan

Jambu-Sumbawa dikenakan tarif Rp 500.000/sekali jalan untuk 3 tamu.

e. Souvenir

Terdapat bermacam-macam souvenir seperti gantungan kunci hiu paus, boneka hiu paus, t-shirt hiu paus dengan harga mulai dari Rp. 35.000- Rp.250.000.

f. Alat snorkeling

Alat snorkling disediakan oleh penyewa dengan tarif pertamu Rp.150.000/hari

g. Penyediaan jasa makanan dan minuman

Usaha ini meliputi warung makan, café, restaurant dan lainnya dengan menyediakan makanan/minuman menu nusantara dengan variasi menu local. Cara menyajikannya memperhatikan standar kebersihan dan Kesehatan. Rasa dan makanan/minuman menjadi indicator penting penilaian kualitas pelayanan ini untukwisatawan.

Sistem

a. Penyedia jasa terdaftar dalam kelompok pengelola BUMDES b. Sistem antrian dan atau ketersediaan sebagai penentuan c. Pemenuhan standar pelayanan sesuai arahan dinas pariwisata d. Pelayanan yang diberikan sesuai panduan

Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh penyedia jasa di dalam dan luar Desa Labuan Jambu untuk menyediakan pelayanan yang baik, diterapkan perihal pelayanan yang teruji sebagai berikut.

1) Tanggungjawab penyedia jasa wisata

a) Bersikap santun, ramah, dan sopan (berbusana selayaknya) b) Tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol,

tidak melihat/memandang tamu dengan profokasi, dan menghindari pertanyaan yang bersifat pribadi kepda tamu, antara lain: gaji, umur, status, jumlah anak, dll

c) Mengutamakan prinsip kehati-hatian (contohnya:

memperhatikan kecepatan mobil/bego), kebersihan (contohnya: hygiene dari makanan), kerapihan (contohnya:

penataan yang enak dilihat) 2) Homestay

a) Homestay harus memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup (ada jendela dan pintu kamar)

b) Kamar tidur terawat dengan kondisi sprei dan sarung bantal/guling yang bersih dilengkapi dengan kunci kamar, kaca rias, meja/lemari tempat meletakan pakaian, lampu penerangan, dan tempat sampah

c) Kamar mandi bersih dengan penyediaan gantungan pakaian/handuk, tempat pembuangan air yang lancar, toilet (jongkok/duduk), tempat sampah, dan tampungan air bersih untuk mandi (dengan gayung/shower)

d) Penyediaan fasilitas makan/minum khusus untuk tamu (pring, gelas, sendok, garpu dan tidak menyediakan air dalam kemasan gelas plastik)

e) Menyediakan ceret air minum khusus untuk tamu f) Secara umum rumah tertata rapih dan bersih

3) Transportasi mobil

a) Pengendara/supi memiliki SIM

b) Tidak mengendarai dengan kecepatan berlebih (memperhatikan kecepatan mobil)

c) Tepat waktu (siap sebelum waktu jemput)

4) Bagan

a) Menyediakan dapur bagan untuk penyiapan sarapan oleh operator

b) Meyediakan tangga (untuk turun dari/naik dari/ke air) c) Menyediakan air tawar untuk bilas

d) Maximum wisatawan 10 orang 5) Penyedia jasa makan dan minum

a) Harga yang digunakan adalah harga umum (tidak ada perbedaan antara harga wisatawan domestik, asing, dan masyarakat)

b) Menu yang tersedia adalah menu nusantara dengan variasi makanan lokal

c) Makanan disimpan dan disajikan secara hygienis, tidak menggunakan bahan berbahaya, dan diproses dengan alamiah

d) Memiliki stok yang cukup (tersedia sesuai daftar menu yang ditawarkan)

e) Bahan makanan yang disajikan segar, tidak menggunakan daging satwa terlarang yang diolah, dan halal

f) Menjaga kebersihan setiap saat (persiapan, peralatan makan, masak, dll)

g) Penyediaan pencuci tangan

h) Tidak ada hewan domestik di sekitar tempat penyimpanan, ruang makan, dan masak

6) Pemandu wisata

a) Memberikan penjelasan kepada tamu tentang wisata hiu- paus

b) Memberikan penjelasan kepada tamu tentang nilai-nilai kearifan lokal serta hal-hal yang diperbolehkan dan yang dilarang di desa

c) Mengawasi perilaku tamu dalam kelompoknya memastikan mereka berperilaku sesuai dengan aturan d) Memastikan tamu tidak membawa makanan/minuman

sekali pakai (kemasan plastik)

e) Memastikan tamu tidak membuang sampah sembarangan (membawa sampah pulang ke darat.

f) Maksimal tamu dalam kelompoknya berjumlah 6 orang 7) Pemandu snorkelling

a) Memberikan edukasi dan arahan kepada tamu b) Mengimplementasikan praktek panduan c) Mempunyai sertifikasi selam

d) Ketrampilan berenang, mask clearing, bahasa isyarat, dan bahasa inggris

e) Menguasai cara bernapas dengan mulut melalui snorkel f) Menggunakan pakaian berenang yang sesuai

g) Tidak boleh panik dan selalu waspada

h) Snorkeling hanya dapat dilakukan saat ada matahari (terang)

i) Mengawasi perilaku tamu dalam kelompoknya memastikan mereka berperilaku sesuai dengan aturan j) Memastikan tamu tidak membawa makanan/minuman

sekali pakai (kemasan plastik)

k) Memastikan tamu tidak membuang sampah sembarangan (membawa sampah pulang ke darat)

l) Mengecek semua peralatan tamu sebelum terjun ke air (termasuk jaket pelampung)

m) Maksimal tamu dalam kelompoknya berjumlah 4 orang 8) Jasa operator

a) Melakukan brieifing edukasi/interpretasi kepada tamu b) Melaporkan tamunya setiap waktu (nama tamu, asal

negara, nama kapal/agent, tgl. reservasi)

c) Mengirim foto form liability yang telah diisi tamu

d) Membayarkan uang kontribusi sesuai dengan yang digunakan

e) Menjaga kebersihan lingkungan dari sampah plastic f) Memberikan pelayanan sesuai dengan nilai sapta pesona g) Memiliki/menyediakan alat-alat keselamatan kegiatan

wisata seperti jaket pelampung

h) Maksimum tamu: boat kecil 6 tamu, bego besar 12 tamu, 1 bagan 10 tamu

REKAPITULASI JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN/BULAN

N O

BULAN TAHUN 2020 TAHUN 2021

Lokal Asing Jumlah Lokal Asing Jumlah

1 Januari 29 29 16 16

2 Februari 8 8 8 8

3 Maret 5 5

4 April

5 Mei 14 4 18

6 Juni 6 5 11

7 Juli 2 4 6

8 Agustus 8 6 14 12 12

9 September 11 11

10 Oktober 8 8 30 30

11 November 2 4 6

12 Desember 7 7

Total 69 49 118 20 51 71

BULAN TAHUN 2018 TAHUN 2019

Lokal Asing Jumlah Lokal Asing Jumlah

1 Januari 6 6

2 Februari 3 3

3 Maret

4 April 6 6

5 Mei 2 13 15

6 Juni 1 2 3

7 Juli 9 42 51

8 Agustus 25 25

9 September 23 5 28 42 42

10 Oktober 14 13 27

11 November 25 25 25 25

12 Desember

Total 37 43 80 12 164 176

JENIS WISATAWAN TAHUN JUMLAH

Wisatawan local 2018-2021 138

Wisatawan asing 2018-2022 307

TOTAL 445

Sumber Data: Data Kunjungan Pokdarwis 2022

C.Peran Pokdarwis Dalam Pengembangan Wisata Hiu Paus Di Desa

Dalam dokumen peran pokdarwis dalam pengembangan wisata (Halaman 41-51)

Dokumen terkait