Alkitab mengatakan pada kita bahwa Surga sangat indah sehingga kita tidak bisa membayangkannya. Tidak ada orang sakit atau disakiti di sana. Tak ada
kesedihan --yang ada hanya kebahagiaan! Tak ada air mata -- dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang indah dan kekal ada di surga. (Lihat Wahyu 21) 5. AKANKAH YESUS DATANG KEMBALI KE DUNIA?
Yesus akan datang. Tapi hanya Tuhan Allah yang tahu kapan hari yang luarbiasa itu datang. Setiap orang yang mengasihi Tuhan Yesus akan bergembira melihat Dia datang lagi ke dunia, karena ia datang untuk menjemput anak-anak Tuhan dan akan membawa kita ke rumahNya di surga yang telah Dia siapkanNya.
(Lihat 1 Tesalonika 4:14 - 5:10, Kisah Para Rasul 1:9-11) Bahan ini diterjemahkan dan diedit dari:
Judul buku : Sunday School Smart Pages Editor : Wes & Sheryl Haystead
Penerbit : Gospel Light Halaman : 169
e-BinaAnak 2001
87
Aktivitas: Paskah
Kuis Paskah
Bagilah anak dalam empat kelompok masing-masing terdiri dari tiga anak, namakan kelompok tersebut dengan nama Kitab Injil, yaitu: Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.
Ketiga anak dalam satu kelompok tersebut boleh berdiskusi untuk memberikan jawaban yang paling benar. Sediakan empat meja dengan masing-masing tiga kursi. Pada
masing-masing meja sediakan satu Alkitab. Buatlah pertanyaan seputar kisah PASKAH dan bagilah dalam tiga tahap.
Tahap pertama:
Berikan dua pertanyaan tentang PASKAH dengan jawaban singkat pada setiap
kelompok. Bila kelompok pertama tidak bisa menjawab boleh dilemparkan ke kelompok lain. (Tahap ini anak tidak boleh membuka Alkitab).
Tahap kedua:
Berikan 5 pertanyaan tentang peristiwa PASKAH yang memerlukan pembuktian dalam Alkitab. Siapa yang lebih cepat mendapatkan bukti dari dalam Alkitab boleh menjawab lebih dulu, dengan memencet bel atau mengangkat tangan. Bila ternyata jawaban salah, nilai dapat dikurangi. (Tahap ini anak boleh membuka Alkitab).
Tahap ketiga:
Berikan masing-masing kelompok satu pertanyaan mengenai tokoh-tokoh dalam kisah PASKAH, dan salah satu anak dalam kelompok tersebut harus memperagakan tindakan dan ucapan tokoh tersebut. Tokoh tersebut antara lain Petrus, Yudas Iskariot, Pontius Pilatus atau penjahat yang disalib bersama Yesus.
Proses penilaian tahap pertama bila masing-masing kelompok menjawab dengan benar maka nilainya 10. Lalu dalam tahap kedua bila jawaban salah nilai dikurangi 5, tapi bila jawaban benar maka nilainya 10. Selanjutnya dalam tahap ketiga bila jawabannya benar nilai 10, tapi bila jawabannya kurang benar diberi nilai 5. (Tahap ini anak boleh membuka Alkitab).
Kuis ini, selain menambah pengetahuan anak mengenai PASKAH, juga dapat melatih kerjasama anak dalam kelompok. Selamat mencoba!
Membuat Badut Dari Telur Bahan:
Telur rebus (dapat telur bebek atau ayam) untuk kepala Kertas manila
Kertas berwarna (kertas krep, kertas kado atau kertas emas) Gunting
Spidol Lem
e-BinaAnak 2001
88 Cara membuat:
1. Telur rebus berguna sebagai kepala badut, untuk itu buatlah mata, hidung dan bibir dengan spidol pada telur rebus tersebut. Untuk rambut bisa dibuat dari kertas berwarna, lalu tempelkan dengan lem di bagian belakang telur.
2. Buatlah kerucut dari kertas manila dengan diameter alas 7,5 cm dan tinggi 20 cm.
3. Potong bagian atas kerucut sepanjang 5 cm, sehingga menjadi kerucut kecil. Hias kerucut kecil tersebut dengan kertas berwarna untuk topi badut.
4. Sementara itu bagian bawah kerucut yang sudah dipotong dapat digunakan sebagai tubuh badut. Bagian atas dari tubuh badut ini berguna sebagai penyangga kepala badut, jadi apabila diameter terlalu kecil boleh dipotong agak kebawah lagi, sehingga telur dapat tersangga dengan kuat. Hiaslah bagian tubuh badut ini dengan kertas berwarna menurut selera.
5. Setelah tiga bagian ini siap, letakkan telur diatas tubuh badut, lalu pasanglah topinya di atas kepala badut. Agar kuat boleh ditambahkan lem.
Selamat mencoba!(/Tim Redaksi)
Dari Anda Untuk Anda
Dari: "oasis" <oasisdo@>
>Redaksi yang terhormat,
>Kami sangat tertarik dengan edisi yang mengulas tentang mengenal
>anak mulai dengan e-BinaAnak no. 019. Tetapi ternyata, kami belum
>menerima edisi no. 021. Apakah kami bisa dikirim e-mail edisi
>no.021 tersebut? Atas perhatiannya kami ucapkan banyak terima
>kasih. Tuhan memberkati
>Franciscus Soehardjo Redaksi:
Terima kasih untuk suratnya. Berikut ini kami informasikan alamat dimana anda bisa mendapatkan semua arsip-arsip publikasi e-BinaAnak yang sudah diterbitkan. Jika ada masalah silakan hubungi kami lagi.
< http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?visit=i-kan-BinaAnak >.
e-BinaAnak 2001
89
e-BinaAnak 027/April/2001: Paskah
Salam dari Redaksi
Dear guru-guru Sekolah Minggu dan para pelayan anak, Salam Sejahtera dalam Kristus.
Kami yakin saat ini anda sedang sibuk menyiapkan PASKAH, bukan? Nah, kami tidak ingin anda bersibuk-sibuk dan lupa bahwa anda sendiri perlu mendapatkan berkat- berkat PASKAH. Oleh karena itu edisi kali ini adalah cerita untuk anda sebagai perenungan PASKAH. Selain untuk mengingat kita akan kasih Allah yang luar biasa kepada manusia yang berdosa, cerita ini juga mengingatkan kita akan pentingnya misi melayani anak-anak. Anak-anak yang telah dimenangkan dapat menjadi bagian dari rencana keselamatan yang Allah berikan kepada kita. Oleh karena itu hargailah anak- anak yang anda layani, jika anda mendidik mereka untuk mengasihi Tuhan, maka mereka pun dapat menjadi "malaikat- malaikat kecil" untuk dipakai oleh Tuhan.
Sekali lagi, segenap Redaksi e-BinaAnak mengucapkan:
"Selamat PASKAH!
Staf Redaksi
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang
percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16)
< http://www.bit.net.id/SABDA-Web/Yoh/T_Yoh3.htm 3:16 >
Cerita: Paskah :"Yesus Sungguh-Sungguh Mengasihimu"
Pada setiap Minggu siang, yaitu sesudah ibadah pagi berakhir, Pak Pendeta dengan anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun selalu pergi ke kota untuk membagikan traktat.
Namun pada hari Minggu siang itu udara di luar terasa sangat dingin karena hujan telah menyirami bumi sejak pagi. Ketika saat untuk membagikan traktat tiba, anak laki-laki itu mulai bersiap-siap mengenakan baju hangatnya dan berkata,
"Aku sudah siap, Pa!"
"Siap untuk apa?" Pendeta itu menjawab.
"Pa, bukankah ini waktu bagi kita untuk membagikan traktat-traktat ini?". Pendeta itu menjawab,
"Nak... di luar udara sangat dingin dan hujan masih turun."
Anak itu memandang papanya dengan penuh keheranan,
e-BinaAnak 2001
90
"Tapi Pa, meskipun hujan turun, bukankah masih ada banyak orang yang belum mengenal Yesus dan mereka nanti akan masuk neraka?" Pendeta itu menjawab,
"Tapi nak... aku tidak ingin pergi dalam cuaca seperti ini."
Dengan sedih anak itu memohon,
"Pa... aku harus pergi, boleh, kan?"
Pendeta itu ragu-ragu sejenak lalu berkata,
"Kamu tetap ingin pergi? Kalau begitu, ini traktat-traktatnya dan hati-hatilah di jalan, ya."
"Terima kasih, Pa!!!" Lalu anak itu bergegas meninggalkan rumah dan pergi menembus hujan dan udara luar yang sangat dingin.
Anak laki-laki berusia sebelas tahun ini berjalan di sepanjang jalan- jalan kota sambil membagi-bagikan traktat Injil dari rumah ke rumah. Setiap orang yang ditemuinya di jalan diberinya traktat. Sesudah 2 jam berjalan di tengah-tengah hujan, anak ini
menggigil kedinginan tapi masih ada satu traktat Injil terakhir yang masih di tangannya.
Lalu ia berhenti di suatu sudut jalan dan mencari seseorang yang dapat diberinya traktat, tapi jalanan itu sudah sepi sama sekali. Lalu ia menuju ke rumah pertama yang dilihatnya di ujung jalan itu. Ia berjalan mendekati pintu depan rumah itu dan
membunyikan bel.
Setelah ia memencet bel, tidak ada jawaban dari dalam. Lalu ia memencet bel lagi dan lagi, tapi tetap tidak ada jawaban. Ditunggunya lagi beberapa waktu, namun masih saja tidak ada jawaban. Akhirnya, anak laki-laki ini memutuskan untuk pergi, tapi ada
sesuatu yang mencegah keinginannya untuk pergi, maka sekali lagi, dia menuju pintu, memencet bel dan mengetuk pintu keras-keras dengan tangannya. Ia menunggu, ada perasaan kuat yang membuatnya tetap ingin menunggu di depan rumah itu. Dia memencet bel lagi, dan kali ini pintu itu perlahan-lahan dibuka.
Nampak seorang wanita yang berwajah sedih berdiri di depan pintu. Wanita itu dengan pelan bertanya,
"Ada apa, nak? Apa yang dapat kulakukan untukmu?"
Dengan mata bersinar-sinar dan tersenyum, anak laki-laki ini berkata,
"Ibu, maafkan aku karena mengganggumu, tapi aku hanya ingin mengatakan bahwa Yesus sungguh-sungguh mengasihimu, dan aku datang ke rumah ini untuk memberikan traktat Injil terakhir yang aku miliki. Traktat Injil ini akan menolong Ibu untuk dapat mengetahui segala sesuatu tentang Yesus dan Kasih-Nya yang besar."
Anak itu memberikan traktat terakhirnya kepada wanita itu dan ia segera pergi. Saat beranjak pergi, wanita itu berkata,
"Terima kasih, Nak! Tuhan memberkatimu!"
e-BinaAnak 2001
91
Hari Minggu berikutnya, Pak Pendeta, papa dari anak laki-laki tadi, berdiri di balik mimbar dan memulai ibadahnya dengan pertanyaan,
"Adakah di antara jemaat yang ingin memberikan kesaksian atau ingin membagikan sesuatu?"
Di barisan kursi paling belakang, seorang wanita terlihat perlahan- lahan berdiri. Saat ia mulai bicara, nampak wajahnya berseri-seri dan ia berkata,
"Tidak satupun di antara anda yang mengenal aku. Aku belum pernah ke gereja ini sebelumnya. Anda perlu ketahui, hari Minggu yang lalu aku bukanlah seorang Kristen.
Suamiku telah meninggal beberapa waktu yang lalu dan meninggalkan aku sendiri di dunia ini."
"Hari Minggu yang lalu," lanjut wanita itu, "dinginnya hatiku melebihi dinginnya cuaca dan hujan di luar rumah. Aku berpikir aku tidak kuat dan tidak sanggup lagi untuk hidup.
Lalu aku mengambil tali dan sebuah kursi, kemudian naik tangga menuju ke loteng rumah. Aku mengencangkan ikatan tali kuat-kuat di palang kayu penopang atap, lalu berdiri di kursi dan mengikatkan ujung tali yang lain di leherku. Aku berdiri di kursi itu dengan hati yang hancur. Saat aku hendak menendang kursi itu, tiba-tiba bel rumahku berbunyi nyaring."
"Aku menunggu beberapa saat sambil bertanya dalam hati, 'siapakah yang
membunyikan bel itu?'. Aku menunggu lagi, karena bel itu berkali- kali berbunyi dan semakin lama kedengarannya semakin nyaring, apalagi ketika terdengar ketokan pintu.
'Siapa yang melakukan hal ini?' tanyaku dalam hati, 'Tak ada orang yang pernah
membunyikan bel rumah dan mengunjungiku'. Lalu aku mengendorkan ikatan di leherku dan bel yang berbunyi mengiringi langkahku menuju pintu depan di lantai bawah."
"Ketika kubuka pintu, aku hampir tidak percaya dengan apa yang aku lihat, karena di teras rumahku berdiri seorang anak anak laki-laki yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Wajahnya berseri-seri seperti malaikat dan senyumnya... oh aku tidak dapat menggambarkannya pada anda! Dan perkataan yang diucapkannya sungguh menyentuh hatiku yang telah lama beku, 'Ibu, aku hanya ingin mengatakan bahwa Yesus sungguh- sungguh mengasihimu.' Lalu dia memberiku traktat Injil yang saat ini kupegang."
"Saat malaikat kecil itu menghilang dari rumahku, menembus dingin udara dan hujan, aku menutup pintu dan membaca setiap kata dalam traktat Injil ini. Aku kembali ke loteng untuk mengambil tali dan kursi yang akan kupakai untuk bunuh diri, karena aku sudah tidak membutuhkannya lagi. Anda lihat, sekarang aku seorang Anak Raja yang bahagia dan karena ada alamat gereja ini di bagian belakang traktat, maka aku datang ke tempat ini untuk mengucapkan terima kasih pada malaikat kecil yang datang tepat pada waktu aku membutuhkannya. Tindakannya itu telah menyelamatkan jiwaku dari hukuman neraka yang kekal."
e-BinaAnak 2001
92
Seluruh jemaat di gereja itu meneteskan air mata. Seiring dengan pujian syukur yang dinaikkan untuk memuliakan Raja, yang bergema di setiap sudut bangunan gereja, Pak Pendeta turun dari mimbar dan pergi menuju ke bangku di barisan depan, tempat dimana "malaikat kecil" itu duduk. Pak Pendeta itu menangis tak tertahankan dalam pelukan anaknya.
Terjemahan dari: JESUS REALLY DOES LOVE YOU Penulis: unknown
e-BinaAnak 2001
93
e-BinaAnak 028/Januari/2001: Literatur Kristen bagi Anak
Salam dari Redaksi
Salam Sejahtera dalam Kristus,
Peranan literatur sangat penting dalam perkembangan dan pertumbuhan anak. Hal ini dapat dilihat tidak hanya dalam pendidikan anak secara umum, tapi juga dalam
pendidikan rohani anak. Peranan pentingnya literatur ditunjukkan secara jelas dari contoh yang diberikan oleh Allah sendiri, yaitu ketika Ia memberikan FirmanNya secara tertulis yaitu Alkitab, untuk mendidik umatNya.
Untuk itu e-BinaAnak kali ini akan membahas tema tentang pentingnya literatur bagi pendidikan rohani anak-anak. Salah satu usaha penting untuk menunjang hal ini adalah dengan memperkenalkan buku bacaan yang baik pada anak-anak dan bagaimana meningkatkan minat baca mereka. Sehubungan dengan itu kami juga ingin
memperkenalkan konsep TAMAN BACAAN sebagai kegiatan konkrit untuk
meningkatkan minat baca anak yang dapat dicontoh. Nah, silakan membaca sajian kami minggu ini.
Tuhan Memberkati.
Tim Redaksi.
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran."
(2 Timotius 3: 16)
e-BinaAnak 2001
94
Artikel: Pentingnya Literatur Kristen Bagi Anak
Sebuah pepatah lama mengatakan, "Pena lebih tajam dari pada pedang!" Apakah pepatah tsb. terdengar agak berlebihan? Tidak, karena kita tahu dari sejarah bahwa hasil karya literatur (tulisan/traktat/buku) dalam banyak hal telah memberikan pengaruh (baik dalam hal negatif atau positif) terhadap gerakan-gerakan yang terjadi dalam sejarah. Misalnya, berhasilnya gerakan komunis di masa lalu adalah karena
propaganda yang disebarkan melalui tulisan. Hitler telah mempengaruhi bangsa Jerman dengan tulisan-tulisan yang menyesatkan sehingga menyebabkan 6 juta orang Yahudi mati. Tapi di lain pihak, karya literatur juga telah memberikan pengaruh yang positif misalnya: terjadinya Reformasi Gereja atau kemajuan-kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, dll.
Mengapa literatur dapat memberikan pengaruhi yang besar seperti itu? Karena literatur memiliki kekuatan yang sanggup mempengaruhi akal pikiran manusia secara luar biasa.
Melalui karya literatur manusia dapat melihat wawasan dunia dengan sangat luas.
Tulisan memiliki kuasa untuk membangkitkan daya imaginasi yang kuat dan
memberikan kesan yang sangat mendalam. Kekuatan lain dari literatur adalah dapat dibaca berulang-ulang. Kalau tulisan-tulisan hasil pemikiran manusia saja dapat
melakukan hal yang hebat apalagi literatur yang diinspirasikan oleh Allah, yaitu Alkitab!
Dasar-dasar Alkitabiah pentingnya Literatur Kristen bagi Anak
Literatur Kristen pertama yang kita harus sebutkan adalah Alkitab. Alkitab adalah Firman Allah yang hidup dan yang berkuasa menghidupkan manusia. "Firman Allah hidup dan kuat," (Ibrani 4:12). "beritakanlah seluruh firman hidup itu..." (Kis. 5:20).
Alkitab juga berkata bahwa, oleh karena Firmanlah kita memiliki iman, "Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Allah." (Roma 10:17). Alkitab adalah sarana untuk mendidik kita dalam segala kebenaran, "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." (II Tim. 3:16).
Lebih jelas lagi dalam Kitab Ulangan 6:7-9, Allah memerintahkan kepada umat Israel untuk mengajarkan Firman Tuhan, secara khusus disebutkan kepada anak-anak:
"mengajarkan berulang-ulang kepada anak- anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun." Menggunakan sarana literatur untuk
mengajarkan Firman Tuhan adalah sangat ideal karena kita dapat
menggunakannya/membacanya berulang-ulang tanpa kuatir melupakan bagian- bagiannya. Selain itu kita bisa membawanya kemanapun kita pergi dan membacanya kapan saja.
Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak juga membutuhkan berita keselamatan dan pertumbuhan rohani. Oleh karena itu literatur Kristen juga akan menolong anak- anak untuk mengenal Tuhan dan bertumbuh dalam Dia. Yang membedakan antara literatur Kristen untuk orang dewasa dan untuk anak adalah metode penyampaiannya.
e-BinaAnak 2001
95
Dengan tanpa mengurangi maknanya, kebenaran Firman Tuhan untuk anak-anak disampaikan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu melalui gambar-gambar dan cerita- cerita menarik sesuai dengan tingkat perkembangan kemampuan anak.
Bagaimana dengan buku-buku/karya tulisan Kristen lain (selain Alkitab)? Karya literatur dari orang-orang beriman yang telah diubahkan oleh Firman Allah, yang berisi
kesaksian dan pikiran Kristen, adalah tulisan yang telah diterangi oleh Roh Kudus dan dipakai oleh Allah untuk melaksanakan rencanaNya. Selain untuk menyampaikan kesaksian akan kebenaran Allah, literatur Kristen ditujukan untuk membantu pertumbuhan hidup rohani orang Kristen dan mendewasakan imannya, serta mengembangkan wawasan Kristen secara lebih luas. Dalam hal yang terakhir ini, literatur Kristen memegang peranan yang sangat penting karena akan membuka wawasan Kristen yang luas. Hal ini akan menolong orang Kristen untuk dapat menjadi
"garam" dan "terang" di manapun mereka ditempatkan Tuhan, sesuai dengan situasi dan talenta yang mereka miliki. Hal ini berlaku bagi anak-anak, karena dengan terbukanya wawasan Kristen anak, maka akan membuka kesempatan bagi mereka untuk mengintegrasikan hidup sehari- hari mereka dengan kebenaran Alkitab.
Ada cukup banyak penulis-penulis Kristen yang terpanggil untuk menulis buku-buku cerita dan bacaan anak yang sangat berguna untuk mengajar anak tentang kebenaran Firman Tuhan. Namun menulis bahan bacaan untuk anak tidaklah selalu mudah. Pada satu sisi penulis harus dapat menjiwai pikiran anak sehingga dapat berbicara kepada jiwa mereka dengan bahasa yang dapat dimengerti anak. Tapi pada sisi yang lain penulis harus benar-benar mengerti pengajaran Firman Tuhan sehingga ia tidak memberikan penafsiran yang salah dalam tulisannya. Oleh karena itu sekalipun kelihatannya sederhana, orang tua dan pembimbing anak harus cukup berhati-hati dalam memilihkan buku cerita dan bacaan Kristen untuk anak. [Lihat pada Tips Mengajar]
Macam-macam literatur Kristen untuk anak
Ada berbagai jenis literatur untuk anak. Abad 21 mungkin termasuk abad istimewa untuk anak, karena abad ini adalah abad di dimana informasi bisa didapatkan dengan seluas-luasnya, khususnya dengan kemajuan teknologi internet. Anak bisa
mendapatkan kesempatan sebesar- besarnya untuk mengeksplorasi sumber-sumber informasi dengan sangat cepat; baik lewat internet maupun TV, Video atau mas media lain. Oleh karena itu anak-anak perlu bimbingan orang tua atau orang dewasa lain (guru) agar tidak terjerumus pada hal-hal yang menyesatkan dan dosa.
Berikut ini beberapa kategori buku dan jenis literatur lain yang sering kita jumpai di toko- toko buku Kristen:
1. Alkitab untuk anak yang dilengkapi dengan gambar-gambar.
2. Cerita bergambar mengenai kisah-kisah dalam Alkitab.
3. Cerita rohani mengenai kehidupan seorang anak Kristen.
4. Cerita binatang (fabel) yang mengandung nilai Kristiani, 5. Renungan harian untuk anak-anak.
e-BinaAnak 2001
96 6. Majalah Sekolah Minggu untuk anak-anak.
7. Cerita misi untuk anak.
8. Bahan doa untuk anak.
9. Buku lagu-lagu rohani.
10. Buku-buku permainan untuk mengenal Alkitab lebih baik.
11. Buku-buku permainan umum untuk anak.
12. Buku-buku prakarya/kegiatan untuk anak.
13. VCD lagu-lagu rohani untuk anak.
14. VCD Film Kristen untuk anak.
15. Game Komputer Alkitab untuk anak.
Memperkenalkan Buku Cerita kepada Anak
Untuk anak kecil (belum bisa membaca sendiri), mengenalkan buku dapat dilakukan dengan cara membacakan buku-buku cerita yang baik pada anak-anak, baik kisah- kisah dalam Alkitab maupun cerita lain yang mengandung kebenaran iman Kristen dan kebajikan. Cerita-cerita yang dibantu dengan beberapa gambar-gambar akan
memudahkan anak-anak memahami cerita yang disampaikan dan lebih menarik. Tapi cerita- cerita yang terlalu banyak gambar (seperti komik) justru akan membatasi daya imajinasi anak.
Sebelum anda membacakan cerita untuk anak, guru seharusnya sudah membaca cerita tsb. lebih dulu. Akan lebih baik lagi bila guru cukup hafal dengan jalan ceritanya supaya ketika ia bercerita nada suaranya tidak terdengar seperti membaca, tapi bisa
memberikan intonasi suara dan gerakan-gerakan yang sesuai. Posisi membaca
sebaiknya berhadapan dengan anak-anak, dan buku dihadapkan ke anak-anak, supaya anak-anak dapat melihat isi maupun gambar yang terdapat dalam buku tersebut. Oleh karena itu disarankan orang tua/guru untuk cukup hafal ceritanya sehingga tidak perlu melihat terus kepada buku.
Bacalah cerita dengan suara yang cukup jelas didengar anak-anak. Selingi cerita dengan pertanyaan-pertanyaan untuk memastikan bahwa anak telah mengikuti cerita dengan baik. Pada setiap akhir cerita diskusikan bersama anak-anak pelajaran apa yang mereka dapatkan dari cerita tsb. Semakin menarik cara membaca guru, semakin terangsang anak untuk mendengarkan. Demikian juga, semakin tertarik mendengarkan cerita-cerita tsb. semakin cepat anak terdorong untuk belajar membaca sendiri.
Untuk anak yang telah bisa membaca sendiri, memperkenalkan buku cerita bisa dilakukan memperlihatkan buku tsb. kepada mereka dengan menceritakan hal yang menarik dari buku tsb. Lalu ajaklah mereka untuk membaca sendiri buku-buku tsb.
Ketika mereka mulai membaca buku, guru kadang masih diperlukan mendampingi mereka membaca. Tujuannya adalah untuk menolong mereka mengerti/mempelajari isinya secara maksimal. Selain itu kehadiran guru akan membuat anak disiplin
membaca sampai akhir. Setelah membaca, sangat baik jika guru bisa berdiskusi bersama tentang isi cerita buku tsb. dan juga untuk menanyakan pelajaran apa yang mereka dapatkan dari cerita tsb. Talu tantang mereka bagaimana mereka
mengaplikasikan pelajaran tsb. dalam kehidupan sehari-hari. (/yo dan tr)