• Tidak ada hasil yang ditemukan

Siklus II

Dalam dokumen FAKHRIYAH ZULFADLIYANI 2014 (Halaman 78-96)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Siklus II

a. Hasil observasi Aktifitas belajar

Selama penelitian, selain terjadi peningkatan hasil belajar IPA pada siklus I dan siklus II tercatat sejumlah perubahan yang terjadi pada setiap murid terhadap pelajaran IPA. Perubahan tersebut diperoleh dari lembar observasi pada setiap pertemuan yang dicatat pada setiap siklus. Lembar observasi tersebut untuk

mengetahui perubahan sikap murid selama proses belajar mengajar berlangsung di kelas.

Adapun distribusi frekuensi observasi aktifitas Murid pada siklus II mengenai pembelajaran IPA tentang materi Daur Air yang berdasarkan langkah – langkah pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat dapat diliha pada tabel .4.5 Tabel 4.5. Observasi Aktifitas murid pada siklus II

No Aktivitas Belajar Murid Pertemuan Ke - Persentase 1 2 3 (%)

1 Kesiapan murid dalam mengikuti pembelajaran 23 27 30 76,2 2 Ketertiban murid dalam mengikuti pembelajaran 25 30 30 80.94 3 Kerjasama antar murid dalam kelompok 20 25 35 76,2 4 Keaktifan murid dalam mengikuti proses belajar

mengajar 21 26 34 77,14

5 Keterlibatan murid dalam mengikuti pembelajaran 25 30 31 81,91 6 Keberanian murid dalam mengemukakan

pendapat 20 25 27 68,57

7 Kemampuan murid dalam membangun konsep

baru yang sesuai dengan lingkungan setempat 20 25 29 70,48 8 Kemampuan murid dalam menganalisis masalah 20 21 21 59,05 9 Kemampuan murid dalam memecahkan masalah 18 20 25 60 10 Murid melakukan aksi nyata sesuai dengan

masalah yang didapat 20 35 34 84,76

Sumber : diolah dari lampiran 4

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa perubahan murid dari siklus I kesiklus II adalah kesiapan murid dalam mengikuti pembelajaran 76,2% atau berada dalam kategori Baik. Ketertiban murid dalam mengikuti pembelajaran 80,94% atau berada dalam kategori Sangat Baik, kerjasama antar murid dalam kelompok 76,2% atau berada dalam kategori Sanagt Baik, keaktifan murid dalam

mengikuti proses belajar mengajar 77,14% atau berada dalam kategori Sangat Baik, keterlibatan murid dalam mengikuti pembelajaran 81,91% atau berada dalam kategori Sangat Baik, keberanian murid dalam mengemukakan pendapat 68,57% atau berada dalam kategori Baik, kemampuan murid dalam membangun konsep baru yang sesuai dengan lingkungan setempat 70,48% atau berada dalam kategori Baik, kemempuan murid dalam menganalisis masalah 59,05% atau berada dalam kategori Cukup, Kemampuan murid dalam memecahkan masalah 60% atau berada dalam Cukup, Murid melakukan aksi nyata sesuai dengan masalah yang didapat 84,76% atau berada dalam kategori Sangat Baik

Adapun grafik dari aktivitas belajar murid pada siklus II dapat dilihat pada grafik 4.4 berikut ini :

Sumber : diolah dari lampiran iv Gambar 4.4 : Grafik Persentase Hasil Observasi Aktivitas Belajar Murid siklus II

Keterangan :

1. Kesiapan murid dalam mengikuti pembelajaran.

2. Ketertiban murid dalam mengikuti pembelajaran.

3. Kerjasama antar murid dalam kelompok.

4. Keaktifan murid dalam mengikuti proses pembelajaran.

5. Keterlibatan murid dalam mengikuti pembelajaran.

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

76.2 80.94

76.2 77.14 81.91

68.57 70.48

59.05 60 84.76 p

e r s e n t a s e

Aspek yang Diamati

6. Keberanian murid dalam mengemukakan pendapat.

7. Kemampuan murid dalam membangun konsep baru yang sesuai dengan lingkungan setempat.

8. Kemempuan murid dalam menganalisis masalah 9. Kemampuan murid dalam memecahkan masalah

10. Murid melakukan aksi nyata sesuai dengan masalah yang didapat

b. Hasil Belajar

Nilai hasil tes IPA melalui pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) pada siklus II sesuai dengan data yang diperoleh dari tes akhir siklus II dengan hasil kuantitatif dipaparkan sebagai berikut:

Tabel 4.6Nilai Statistik Hasil Belajar IPA Siklus II

Statistik Nilai Statistik

Subjek Skor ideal Skor terendah Skor tertinggi Skor rata-rata KKM

35 100

35 100 85,14

70

Sumber : diolah dari lampiran viii

=

= 85,14

Apabila skor hasil belajar dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase pada tabel dan grafik di bawah ini:

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi dan Persentase Kategori Hasil Belajar IPAMurid Kelas IV SDI Mangasa 1 Pada Siklus II.

No. Interval Skor Kualifikasi Frekuensi Persentase

1 0 – 39 Sangat kurang 1 2,86

2 40 – 54 Kurang 0 0,00

3 55 – 69 Cukup 2 5,71

4 70 – 84 Baik 9 25,71

5 85 – 100 Sangat tinggi 23 65,71

Jumlah 35 100

Sumber : Diolah dari Lampiran viii

Berdasarkan tabel di atas, maka kategori hasil belajar IPA murid kelas V SD Inpres Mangasa 1dapat digambarkan dalam grafik batang di bawah ini:

Sumber : Diolah dari Lampiran ix

Gambar 4.5:Grafik Batang Kategori Hasil Belajar Murid Siklus II

Berdasarkan tabel dan grafik di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA pada siklus II mencapai nilai rata-rata 85,14 dan berada dalam kategori tinggi.

Apabila hasil belajar murid pada siklus II dianalisis, maka persentase ketuntasan belajar dapat dilihat pada tabel berikut:

0 20 40 60 80 100

Sangat Kurang

Kurang Cukup Baik Sangat

Tinggi

2.86 0 5.71

25.71

65.71 p

e r s e n t a s e

Kategori

Tabel 4.8 Deskripsi Ketuntasan Belajar Murid pada Siklus II

No. Skor Kategori Frekuensi % Keterangan 1. 0 – 69,9 Tidak

Tuntas 3 8,57%

KKM = 70

2. 70 – 100 Tuntas 32 91,43%

Jumlah 34 100 %

Sumber : diolah dari lampiran x

Tabel di atas menunjukkan bahwa pada siklus II, murid yang tuntas belajar semakin meningkat yaitu sebanyak 32 murid yang tuntas sedangkan yang tidak tuntas tinggal 3 dari 35 murid.

Adapun grafik ketuntasan belajar murid pada siklus II dapat dilihat pada grafik 4.5 sebagai berikut :

Sumber : diolah dari lampiran x

Gambar4.6 :Grafik Persentase Ketuntasan Belajar IPA Murid Kelas V SD Inpres Mangasa 1 Kabupaten Gowa

Untuk melihat hasil belajar murid dalam setiap siklus tercatat pada tabel berikut:

0 20 40 60 80 100

Tuntas Tidak Tuntas

91.43%

8.57%

p e r s e n t a s e

Kategori

Tabel 4.9Peningkatan Hasil Belajar Murid Pada Setiap Siklus

Siklus

Skor Perolehan Siswa Tuntas Tidak Tuntas Rendah Tinggi Rata-rata Frekuensi Perse

ntase

Frekuensi Persentase

Siklus 1 Siklus 2

30 35

90 100

60 85,14

9 32

25,71 91,43

26 3

74,29 8,57

Sumber : diolah dari lampiran x

Berdasarkan tabel di atas dapat dikemukakan bahwa terjadi peningkatan skor rata-rata hasil belajar IPA murid setelah diterapkan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat, dari kategori sedang pada siklus I dengan skor rata-rata 60 dan KKM 70 dengan skor tertinggi 90 meningkat pada siklus II dengan skor rata-rata 85,14 dan KKM 70 dengan skor tertinggi 100. Dalam tabel juga menunjukkan bahwa pada siklus ini ketuntasan dalam kegiatan belajar mengajar tercapai. Hal ini ditandai dengan jumlah murid yang mencapai ketuntasan belajar yang meningkat, yaitu dari 9 murid pada siklus I meningkat menjadi menjadi 32 murid pada siklus II.

c. Tahap refleksi

Setelah merefleksi hasil pelaksanaan siklus I, diperoleh suatu gambaran tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II sebagai perbaikan dari tindakan yang dilakukan pada siklus I.

Pada siklus II terlihat peningkatan dalam proses belajar mengajar. Hal ini terlihat dari keberanian murid untuk bertanya tentang hal-hal yang kurang dipahami dan keberanian murid mengemukakan idea tau pendapat baik dalam diskusi kelompok maupun diskusi kelas, keaktifan mereka untuk memberi

tanggapan terhadap suatu pertanyaan yang diajukan oleh guru. Selain itu, murid yang melakukan aktivitas lain saat pembelajaran berlangsung juga semakin berkurang.

Penampilan tiap kelompok semakin kompak dan baik. Murid mulai berani tampil berbicara di depan teman-tamannya. Kepercayaan diri murid meningkat, sehingga mereka memperlihatkan performance yang lebih baik.

Secara umum, dapat dikatakan bahwa pada siklus II, antusias dalam mengikuti pelajaran IPA semakin meningkat karena adanya pembelajaran yang melibatkan lansung murid dalam mengkaji hal-hal yang terjadi. Selain itu keaktifan murid dalam kelompoknya terlihat jelas.

B. PEMBAHASAN 1. Aktifitas belajar

Berdasarkan tinjauan refleksi siklus I dan Siklus II yang telah diuraiakan di atas maka hal tersebut dapat dilihat perbandingan peningkatan aktivitas belajar murid dari siklus I ke siklus II pada tabel 4.10 berikut ini :

Tabel 4.10 Perbandingan Persentase Hasil Observasi Aktivitas Belajar Murid pada Siklus I dan Siklus II

No. Aspek yang Diamati Persentase

Siklus I Siklus II 1. Kesiapan murid dalam mengikuti pembelajaran 55,14 76,2 2. Ketertiban murid dalam mengikuti pembelajaran 31,42 80.94 3. Kerjasama antar murid dalam kelompok 45,7 76,2 4. Keaktifan murid dalam mengikuti proses belajar

mengajar 53,34 77,14

5. Keterlibatan murid dalam mengikuti

pembelajaran 36,2 81,91

6. Keberanian murid dalam mengemukakan

pendapat 20,94 68,57

7.

Kemampuan murid dalam membangun konsep

baru yang sesuai dengan lingkungan setempat 28,57 70,48 8 Kemampuan murid dalam menganalisis masalah 19,06 59,05 9 Kemampuan murid dalam memecahkan masalah 22,86 60 10

Murid melakukan aksi nyata sesuai dengan

masalah yang didapat 56,2 84,76

Sumber : diolah dari lampiran iv

Pada tabel 4.10 dapat diuraikan bahwa kesiapan murid dalam mengikuti pembelajaran pada siklus I sebesar 55,14% meningkat menjadi 76,2% pada siklus II, keterlibatan murid dalam mengikuti pembelajaran 31,42% meningkat menjadi 80,94%. Kerjasama antar murid dalam kelompok 45,7% meningkat menjadi 76,2%, keaktifan murid dalam mengikuti proses belajar mengajar 53,34% meningkat menjadi 77,14%, keterlibatan murid dalam mengikuti pembelajaran 36,2% meningkat menjadi 81,91%, keberanian murid dalam mengemukakan pendapat 20,94% meningkat menjadi 68,57%. Kemampuan murid dalam membengun konsep baru yang sesuai dengan lingkungan setempat 28,57%

meningkat menjadi 70,48%. Kemampuan murid menganalisis masalah 19,06% meningkat menjadi 59,05%. Kemampuan murid dalam memecahkan masalah 22,86% meningkat menjadi 60%. Murid melakukan aksi nyata sesuai dengan masalah yang didapat 56,2% meningkat menjadi 84,76%.

Adapun grafik perbandingan aktivitas belajar murid dari siklus I dan Siklus II yang dapat dilihat pada grafik 4.7 Berikut :

Sumber : Diolah dari lampiran iv

Gambar 4.7 : Grafik Perbandingan Aktivitas Belajar Murid pada Siklus I dan Siklus II

Berdasarkan grafik tersebut diatas peningkatan aktifitas belajar pada tiap siklus disimpulkan bahwa peningkatan aktivitas murid menjadikan pembelajaran dengan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat lebih bermakna dan berkesan bagi murid. Pembelajaran dengan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat ini dipilih karena dapat meningkatkan hasil belajar murid serta dapat memberikan kesempatan kepada semua murid dari semua tingkat kemampuan murid untuk berperan dalam menyumbangkan poin bagi kelompoknya sehingga pada akhinya dapat meningkatkan hasil belajarnya. Hal ini dimaksudkan agar semua murid memandang pelajaran IPA sebagai pelajaran yang menyenangkan.

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

1 2 3 4 5 6 7 8

55.14

31.42 45.7

53.34 36.2

20.94 28.57

19.06 22.86 56.2 76.2 80.94

76.2 77.14 81.91

68.57 70.48

59.05 60 84.76 P

e r s e n t a s e

Aspek yang diamati Siklus I

Siklus II

2. Hasil Belajar Murid

a. Perbandingan nilai statistik kedua Siklus

Tabel 4.11 : Perbandingan nilai Statistik Siklus I dan Siklus II

Statistik Nilai Statistik

Siklus I Siklus II

Subjek Skor ideal Skor terendah Skor tertinggi Skor rata-rata KKM

35 100

30 90 60 70

35 100

35 100 85,14

70

Sumber : diolah dari lampiran viii

Adapun grafik perbandingan Nilai Statistik dari siklus I dan Siklus II yang dapat dilihat pada grafik 4.8 Berikut :

Sumber : diolah dari lampiran viii

Gambar 4.8 :GrafikPerbandingan nilai Statistik Siklus I dan Siklus II

0 20 40 60 80 100

1 2 3 4 5 6

35

100

30 90

60

70

35

100

35

100

85.14

70 P

e r s e n t a s

e Aspek yang diamati

Siklus I Siklus II

Berdasarkan grafik tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa revisi tindakan yang diambil pada siklus II dalam proses pembelajaran melalui pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) terbukti efektif.

Hasil belajar telah meningkat, dimana motivasi murid dalam menjawab soal-soal serta menganalisis soal yang diberikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki murid sudah teratasi, dimana tingkat kemampuan murid khususnya pada soal tes tersebut meningkat.

b. Perbandingan Kategori Hasil Belajar kedua Siklus

Tabel di bawah ini memperlihatkan perbandingan peningkatan hasil belajar murid dari siklus I ke siklus II dalam pengelompokan lima kategori menurut Pendapat Elfanany ( 2013 : 85).

Tabel 4.12 Perbandingan kategori Hasil Belajar IPA Konsep Daur air Murid Kelas V SD Inpres Mangasa 1 Kabupaten Gowa Siklus I dan Siklus II

No. Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase (%) S I S II S I S II 1 0 – 39,9 Sangat kurang 3 1 8,57 2,86

2 40 – 54,9 Kurang 9 0 25,71 0,00

3 55 – 69,9 Cukup 14 2 40 5,71

4 70 – 84,5 Baik 4 9 11,43 25,71

5 85 – 100 Sangat Baik 5 23 14,29 65,71

Sumber : Diolah dari lampiran ix

Adapun grafik perbandingan tes hasil belajar dari siklus I dan Siklus II yang dapat dilihat pada grafik 4.9 Berikut :

Sumber : Diolah dari lampiran ix

Gambar 4.9 : Grafik Perbandingan Kategori Hasil Tes Belajar IPA Murid Kelas V SD Inpres Mangasa 1 kabupaten Gowa pada Siklus I dan Siklus II

Pada grafik di atas dapat dikemukakan bahwa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan hasil belajar murid pada pembelajaran IPA dalam penerapan pendekatan STM dengan materi Daur Air. Peningkatan hasil belajar menjadikan pembelajaran dengan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) lebih bermakna dan berkesan bagi murid. Pembelajaran pendekatan STM ini dipilih karena dapat meningkatkan hasil belajar murid serta dapat memberikan kesempatan kepada semua murid dari semua tingkat kemampuan murid untuk berperan dalam menkaji hal-hal yang terjadi serta dapat menyumbangkan poin bagi kelompoknya sehingga pada akhinya dapat meningkatkan hasil belajarnya.

0 20 40 60 80 100

Sangat kurang

Kurang Cukup Baik Sangat

Tinggi 8.57

25.71

40

11.43 14.29

2.86 0 5.71

25.71

65.71 p

e r s e n t a s e

Kategori

Siklus I Siklus II

Hal ini dimaksudkan agar semua murid memandang pelajaran IPA sebagai pelajaran yang menarik dan menyenangkan.

c. Perbandingan Tingkat ketuntasan hasil belajar kedua siklus Apabila hasil belajar murid pada tiap siklus dianalisis, maka persentase ketuntasan belajar dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.13Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar IPA Murid Kelas V SD Inpres Mangasa 1 Kabupaten Gowa pada Siklus I dan Siklus II.

No. Skor Kategori

Frekuensi %

Ket.

SI S II SI SII

1. 0 – 69,9 Tidak

Tuntas 26 3 74,29 8,57

KKM = 2. 70 – 100 Tuntas 9 32 25,71 91,43 70

Jumlah 35 100

Sumber : diolah dari lampiran x

Adapun grafik perbandingan tingkat ketuntasan hasil belajar dari siklus I dan Siklus II yang dapat dilihat pada grafik Berikut :

Sumber : diolah dari lampiran x

Gambar 4.10 : Grafik Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar IPA Murid Kelas V SD Inpres Mangasa 1 Kabupaten Gowa pada Siklus I dan Siklus II

Ketuntasan tersebut pada siklus ke II lebih banyak dari siklus I memberikan indikasi bahwa hasil belajar IPA konsep Daur Air mengalami peningkatan setelah penerapan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) C. VERIFIKASI HIPOTESA

Penggunaan pendekatam Sains teknologi Masyarakat (STM) pada pembelajaran IPA materi konsep Daur Air SD Inpres Mangasa 1 Kelas V Kabupaten Gowa di terima dengan alasan karena dapat meningkatkan hasil belajar IPA utamanya materi konsep daur air pada siswa kels V, ini terbukti dengan adanya peningkatan dari rata-rata hasil belajar IPA murid dari siklus I yakni 60 menjadi 85,14 pada siklus II.

0 20 40 60 80 100

Tuntas Tidak Tuntas

25.71

74.29

8.57 p

e r s e n t a s e

Kategori

Siklus I Siklus II 94,12

D. INDIKATOR KEBERHASILAN

Indikator dalam penelitian ini berhasil karena melihat jumlah siswa yang lulus dan tidak lulus dari siklus I ke siklus II meningkat yaitu pada siklus I jumlah siswa yang tidak lulus 26 atau 74,29% dan yang lulus hanya 9 atau 25,71%, meningkat pada siklus II yaitu jumlah siswa yang tidak lulus 3 atau 8,57% dan yang lulus sebanyak 32 ayau 91,43%. Ini terbukti dari nilai hasil belajar siswa SD Inpres Mangasa 1 Kabupaten Gowa meningkat. Nilai rata-rata siswa dari siklus I 60 meningkat pada siklus II yaitu 85,14 berada dalam kategori tuntas sehingga dikatakan indicator dalam penelitian ini tercapai.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dalam Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat merupakan salah satu alternatif atau cara untuk meningkatkan hasil belajar IPA konsep daur air pada murid kelas V SD Inpres Mangasa 1 Kab. Gowa dapat dilihat sebagai berikut :

1. Semua aktifitas yang teramati melalui lembar observasi murid dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

2. Ketuntas hasil belajar murid dari siklus I yaitu 25,71% meningkat menjadi 91,43% pada siklus II

3. Hasil belajarb pada siklus I rata-rata 60 meningkat menjadi 85,14 pada siklus II.

82

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan penelitian di atas, beberapa saran yang dapat diajukan penulis adalah :

1. Guru senantiasa melaksanakan refleksi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan sehingga mengetahui kelemahan dan kekurangan metode pembelajaran yang diguanakan selama ini.

2. Melihat hasil penelitian yang diperoleh, pembelajaran dengan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar murid.

3. Guru harus mampu mengunakan metode atau pendekatan pembelajaran yang tepat, karena dengan metode atau pendekatan pembelajaran yang tepat aktivitas dan hasil belajar murid dapat ditingkatkan, sebab pembelajaran terlaksana dengan baik dan menyenangkan bagi murid.

4. Peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan dan menindaklanjuti hasil penelitian ini demi kemajuan pendidikan nasional, khususnya pada tingkat sekolah dasar.

Abdullah. S,Pd dan Ibunda Fatimah . Penulis mengenal dan membina ilmu di bangku sekolah dasar pada tahun 1997 di SD Negeri 08 Tondong Kura, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep dan tamat tahun 2003. Pada tahun 2003 penulis melanjutkan pendidikan di sekolah menengah pertama atau sederajat di SMP Negeri 2 Tondong Tallasa,Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep dan tamat tahun 2006. Kemudian tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikannya di tingkat sekolah menengah atas di MAN Pangkep, Kabupaten Pangkep, tamat pada tahun 2009. Kemudian penulis berencana masuk di perguruan tinggi dan mendaftarkan diri di Universitas Muhammadiyah Makassar pada tahun 2009 dengan memilih jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) program studi Strata Satu (S1) pada tahun itu juga penulis diterima sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar hingga akhir penyelesian studi pada tahun 2014 dengan mengangkat judul skripsi yaitu “Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Konsep Daur Air pada Murid Kelas V SD Inpres Mangasa 1 Kabupaten Gowa”.

L A M P I R A N I

Lampiran I

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I &

Siklus II

Lampiran 2

Materi Ajar Siklus I & Siklus II

Lampiran 3

Lembar Kegiatan (LKM) Siklus I & Siklus II

Lampiran 4

Evaluasi Tes Hasil Belajar Siklus I & Siklus II

L A M P I R A N II

Lampiran 5

Daftar Hadir Siklus I & Siklus II

Lampiran 6

Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus I & Siklus II

Lampiran 7

Lembar Observasi Aktvitas Murid Siklus I & Siklus II

L A M P I R A N III

Lampiran 8

Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Murid Siklus I

& Siklus II

Lampiran 9

Persentase Hasil Observasi Aktivitas Murid Siklus I Siklus II

L A M P I R A N IV

Lampiran 10

Distribusi & Frekuensi Hasil Ketuntasan Belajar Murid Siklus I & Siklus II

Lampiran 11

Persentase Kategori Tes Hasil Belajar Murid Siklus I Siklus II

Lampiran 12

Persentase Kategorisasi Tes Hasil Belajar Murid Siklus I & Siklus II

L A M P I R A N V

Dalam dokumen FAKHRIYAH ZULFADLIYANI 2014 (Halaman 78-96)

Dokumen terkait