• Tidak ada hasil yang ditemukan

Siklus I

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 52-63)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

2. Siklus I

Pada prinsipnya kegiatan dalam siklus II ini adalah pengulangan langkah kerja siklus sebelumnya yang telah mengalami perbaikan dan pengembangan yang disesuaikan dengan hasil refleksi dari siklus I.

Kegiatan-kegiatan dalam siklus ini dilakukan secara spiral yang memungkinkan terjadinya siklus-siklus yang lebih kecil yang mana tiap siklus kecil tersebut adalah perbaikan dari siklus sebelumnya. Siklus kedua berlangsung selama 4 kali pertemuan, dengan rincian: pertemuan pertama, kedua, dan ketiga penyajian materi, sedangkan pada pertemuan keempat dilakukan tes akhir siklus II serta pengisian angket tanggapan siswa.

berupa pertanyaan yang ditujukan untuk mengetahui kemampuan dan kebiasaan siswa dalam proses pembelajaran.

3. Tes hasil belajar membaca intensif

Tes hasil membaca intensif berupa soal essay. Soal tersebut disusun sesuai dengan kisi-kisi yang telah ditentukan dan akan diujikan di akhir siklus.

4. Dokumentasi

Dokumentasi dilakukan dengan alat bantu berupa kamera.

Dokumentasi digunakan untuk merekam perilaku siswa baik di dalam maupun di luar kelas.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah:

1. Teknik wawancara

Wawancara adalah proses memeroleh keterangan untuk penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan narasumber. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data yang detail dan valid. Selain itu, teknik wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data awal sebagai acuan atau gambaran awal dalam penelitian.

2. Teknik observasi

Observasi adalah kegiatan pengumpulan data melalui pengamatan atas gejala, fenomena, dan fakta empiris yang terkait dengan masalah

penelitian. Dengan teknik ini peneliti bisa mengamati kegiatan siswa selama proses pembelajaran di dalam kelas.

3. Teknik tes

Tes adalah teknik yang digunakan untuk mengukur bakat, minat, dan keterampilan. Dengan teknik ini peneliti bisa mengetahui bakat, minat, serta keterampilan siswa.

4. Dokumentasi

Dokumentasi digunakan untuk memperkuat data yang diperoleh dalam observasi. Dokumentasi yang digunakan berupa tes tertulis siswa, daftar nilai siswa, lembar observasi, dan foto saat melakukan kegiatan penelitian.

G. Teknik Analisis Data

Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data menegnai hasil belajar siswa dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yang terdiri atas rata-rata (mean), rentang (range), median, standar deviasi, nilai maksimum, dan nilai minimum yang diperoleh siswa pada tiap siklus. Sedangkan hasil observasi akan dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan data kategori. Kriteria yang digunakan untuk menentukan kategori keberhasilan dalam penilaian mengacu pada teknik kategori nilai hasil belajar menurut Direktorat Jendral Pendidikan.

Pada metode Reorganisasi Barrett Taxonomydikaitkan dengan ketuntasan belajar siswa yang mendapatkan nilai rata-rata 80,31 dan

kategori keberhasilan 70-95 persen, maka metode Reorganisasi Barrett Taxonomyini dapat berhasil efektif.

Prosedur dalam analisis kuantitatif ini menggunakan rumus sebagai berikut:

− = ∑

Keterangan:

X = nilai rata-rata (mean)

∑N = Jumlahseluruhskor

N = Banyaknyasubjek H. Indikator keberhasilan

Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:

1. Apabila jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar mengalami peningkatan. Berdasarkan ketuntasan Depdiknas (Syakir, 2007:24) siswa dikatakan tuntas belajar apabila memeroleh skor minimal 6,5 dari skor ideal 10.

2. Apabila aktivitas siswa dalam pemblajaran minimal 75% yang diukur dengan melihat lembar observasi siswa.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian 1. Hasil Pratindakan

Pratindakan adalah kegiatan yang dilakukan peneliti sebelum memulai siklus I dan selanjutnya. Peneliti melakukan pratindakanterlebih dahulu kepada siswa untuk mengetahui kemampuan membaca intensif siswa. Dalam hal ini peneliti tidak menggunakan metode Reorganisasi Barrett Taxonomy. Akan tetapi, peneliti langsung menerapkan materi membaca intensif.

a. Perencanaan Pratindakan

Tahap pertama yang dilakukan peneliti sebelum memulai pratindakan adalah menentukan tujuan pembelajaran, membuat rencana pembelajaran, menyusun lembar kegiatan siswa, dan membuat lembar observasi. Penelitian ini dilakukan di kelas VII dengan jumlah siswa sebanyak 26 orang. Penelitian yang pertama dilakukan tanpa menggunakan metode Reorganisasi Barrett Taxonomy.

b. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan pratindakanini dilakukan pada hari senin, 28Mei 2018 pada pukul 07.15-09.45 WITA. Sebelum memulai pembelajaran, guru mengucapkan salam dilanjutkan dengan membaca doa, kemudian mengecek kehadiran siswa. Saat

45

pelajaran akan dimulai beberapa siswa masih mengobrol, tetapi hal itu tidak menjadi kendala. Setelah guru mulai mengondisikan kesiapan siswa dan suasana kelas mulai tenang barulah guru menjelaskan tujuan pembelajaran membaca intensif. Guru mulai menjelaskan materi itu dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi semua orang saat membaca dan siswa sangat antusias memperhatikan penjelasan guru. Beberapa siswa bahkan menyampaikan keluhannya tentang kesulitan memahami bahan bacaan. Setelah guru selesai menyampaikan materi pembelajaran, siswa diajak untuk mengikuti tes sederhana. Tes ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa tentang materi membaca intensif.

Siswa diberikan artikel yang harus dibaca dan dipahami dalam waktu 5 menit, kemudian siswa diharuskan memjawab beberapa pertanyaan tanpa melihat kembali artikel yang telah dibaca dan dipahami selama 5 menit. Beberapa siswa mampu mengerjakan test tersebut dalam waktu 10 menit.

Setelah selesai mengerjakan test sederhana tersebut, guru mengumpulkan jawaban siswa. Sebelum pembelajaran usai, guru menyimpulkan hasil pembelajaran dan kemudian menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam.

c. Observasi

Kegiatan observasi dilakukan selama pelaksanaan tindakan sebagai upaya mengetahui jalannya pembelajaran. Observasi dilaksanakan oleh peneliti yang sekaligus bertindak sebagai guru.

Aspek yang diamati dalam observasi meliputi perilaku siswa, baik positif maupun negatif yang muncul selama pembelajaran berlangsung.

Berdasarkan hasil analisis datapratindakan dapat diketahui bahwa nilai rata-rata pratindakansebelum dilakukan metodeReorganisasi Barrett Taxonomyadalah 57,11. Rata-rata tersebut didapatkan dengan menggunakan rumus yang terdapat pada bab III.

Keterangan :

X = Nilai rata-rata (mean)

∑N = Jumlahseluruhskor

N = Banyaknyasubjek

Dari perhitungan nilai pratindakandi atas, diperoleh nilai 57,11 dengan keterangan kurang. Oleh karena itu, dapat diambil

− = ∑

kesimpulan nilai pratindakantersebut kurang berhasil dalam pembelajaran membaca intensif.

d. Refleksi

Dari hasil perhitungan nilai rata-rata tersebut, dapat diperoleh hasil bahwa rata-rata kemampuan membaca intensif siswa kelas VII MTs Kaduaja pada pratindakanyaitu 57,11. Nilai siswa dalam pratindakanmerata, yaitu 40-75, karena ini nilai para siswa harus ditingkatkan lagi agar mencapai KKM atau melebihi KKM. Hasil pratindakantersebut kurang berhasil, sehingga tindakan siklus I harus dilakukan untuk memperbaiki nilai siswa dalam pratindakan.

2. Siklus I

a. Perencanaan Tindakan

Tahap perencanaan siklus I guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dilanjutkan dengan doa, kemudian guru mengecek kehadiran siswa, dan menjelaskan tujuan pembelajaran membaca intensif dengan metode Reorganisasi Barrett Taxonomy.

Guru pun menanyakan kembali materi membaca intensif yang telah dijelaskan pada tahap pratindakan. Kemudian guru menjelaskan materi membaca intensif dengan metode Reorganisasi Barrett Taxonomy. Tindakan terakhir, guru menutup pelajaran dengan kesimpulan, agar siswa lebih paham tentang materi yang diajarkan dan memberikan penguatan. Kelas pun diakhiri, setelah guru mengucapkan salam.

b. Tahap Pelaksanaan

Siklus I dilaksanakan pada Kamis, 31Mei 2018 pukul 08.00 sampai 09.20 WITA. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dilanjutkan dengan doa.Selanjutnya guru menjelaskan kembali materi membaca intensif dengan metode Reorganisasi Barrett Taxonomy.

Seperti pertemuan sebelumnya, siswa juga sangat antusias mengikuti pembelajaran hari itu. Setelah guru menjelaskan materi, siswa ditugaskan untuk membaca artikel yang telah disediakan dengan menggunakan metode Reorganisasi Barrett Taxonomydan menyimpulkan isi artikel tesebut. Siswa hanya diberi waktu 5 menit untuk memahami isi artikel, kemudian siswa harus mengerjakanpratindakandengan menggunakan metode Reorganisasi Barrett Taxonomy.

Siswa diberi waktu 20 menit untuk mengerjakan tes tanpa melihat artikel yang telah dibaca sebelumnya. Saat mengerjakan tes siswa terlihat sangat antusias, tetapi ada juga yang terlihat gugup. Guru pun berusaha membuat siswa mengerjakan tes dengan santai. Setelah siswa selesai mengerjakan tes, guru selanjutnya menyimpulkan pembelajaran, serta memberikan penguatan, da menutup pembelajaran dengan menguapkan salam/

c. Observasi

Observasi dilakukan dengan cara mengamati kegiatan dan tingkah laku siswa selama pembelajaran berlangsung. Peneliti bertindak sebagai guru sekaligus observer yang mencatat lembar pengamatan pada pedoman observasi. Pada siklus I semua siswa terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Ketika diperkenalkan dengan metode Reorganisasi Barrett Taxonomy, siswa merasa tertarik dan mengajukan beberapa pertanyaan.

Siswa mengakui bahwa mereka masih kesulitan untuk menemukan fakta di dalam teks, mereka lebih mudah memahami komik, cerpen, novel, dan karya-kaya fiksi lainnya dibandingkan karya non fiksi. Selama pembelajaran berlangsung guru mengetahui apa yang menjadi kesulitan siswa saatmembaca dan minat baca siswa. Saat diterapkan kegiatan membaca intensif dengan menggunakan metode Reorganisasi Barrett Taxonomy, siswa juga merasa sangat antusias. Kecepatan membaca siswa tidak diragukan lagi, karena selama lima menit mereka sudah selesai membaca. Namun saat diberikan tes, hanya sedikit yang mampu menjawab pertanyaan dengan baik da benar.

Berdasarkan hasil analisis data siklus I dapat diketahui bahwa nilai rata-rata pada siklus I dengan menggunakan metode Reorganisasi Barrett Taxonomyadalah 60 dengan keterangan

cukup. Rata-rata tersebut didapatkan dengan menggunakan rumus yang terdapat pada bab III.

Keterangan:

X = Nilai rata-rata (mean)

∑X = Jumlahseluruhskor

N = Banyaknyasubjek

Dari perhitungan nilai siklus I di atas, dipereroleh nilai rata- rata 60 dengan keterangan cukup. Nilai siswa pada siklus I mengalami kenaikan yang cukup baik, beberapa siswa bahkan sudah mencapai KKM, yaitu 70. Meskipun terdapat peningkatan nilai rata-rata dari 57,11 menjadi 60, tetapi nilai tersebut masih di bawah KKM. Oleh karena itu, peneliti perlu melakukan tindakan dalam siklus II.

d. Refleksi

Setelah pelaksanaan tindakan dan observasi, langkah selanjutnya adalah melakukan refleksi. Refleksi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan cara mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam tahap refleksi, penelti akan melakukan analisis

− = ∑

terhadap hasil tes dan nontes siklus I. Jika hasil tes belum memenuhi nilai target yang ditentukan makaakan dilakukan tindakan siklus II. Berdasarkan hasil refleksi ini, peneliti dapat melakukan revisi terhadap rencana kegiatan siklus II.

Setelah melihat hasil dari siklus I, ternyata nilai siswa masih di bawah nilai KKM (70) yaitu 60. Oleh karena itu, nilai para siswa harus ditingkatkanlagi agar mencapai KKM atau melebihi nilai KKM. Berdasarkan pengamatan di atas, tindakan dalam siklus II harus dilakukan agar memperbaiki nilai siswa dalam siklus I.

Penggunaan metode Reorganisasi Barrett Taxonomyberjalan cukup baik, meskipun nilai siswa belum mencapai KKM.

Namun,peningkatan nilai yang diperoleh siswa lebih baik dari pratindakan.

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 52-63)

Dokumen terkait