• Tidak ada hasil yang ditemukan

Siklus II

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 67-80)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Siklus II

Tabel 4.5 Deskripsi Ketuntasan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar melalui

Teknik Peta Pasang Kata Siklus I

Skor Kategori Frekuensi Persentase

(%)

0-69 Tidak tuntas 11 68,7 %

70-100 Tuntas 5 31,3%

Jumlah 16 100%

Dari tabel 4.5 menunjukkan pada siklus I persentase ketuntasan keterampilan menulis puisi siswa melalui teknik peta pasang kata sebesar 31,3%

yaitu 5 dari 16 siswa termasuk kategori tuntas dan 11 dari 16 siswa termasuk kategori tidak tuntas atau 68,7% jumlah siswa yang memerlukan perbaikan dalam hal ini akan diusahakan pada pembelajaran siklus II.

d. Refleksi

Berdasarkan hasil analisis kategori skor dipadukan dengan hasil observasi dan diskusi dengan guru bidang studi bahasa Indonesia. Peneliti menarik simpulan sementara tentang pelaksanaan siklus I bahwa keterampilan menulis puisi siswa dengan menggunakan teknik peta pasang kata masih perlu ditingkatkan lagi, jadi masih perlu di adakan pengulangan proses kegiatan.

a. Perencanaan

Pada tahapan ini peneliti merancang kembali rencana pelaksanaan pembelajaran. Seperti halnya pada siklus I, tahap perencanaan siklus II peneliti membuat instrumen penelitian berupa lembar observasi dan lembar tes keterampilan menulis puisi dengan menggunakan teknik peta pasang kata beserta format pedoman pengskorannya.

b. Pelaksanaan Tindakan

Adapun pelaksanaan tindakan pada sikus II ini berlangsung selama 3 kali pertemuan dengan lama waktu 4 X 40 menit. Pembelajaran keterampilan menulis puisi dengan menggunakan teknik peta pasang kata sebagai berikut:

Pertemuan I pada hari Kamis tanggal 4 September 2014

Pada awal tatap muka siklus II peneliti kembali mengecek kehadiran siswa dengan menyebutkan namanya satu persatu agar peneliti bisa mengenali wajah dari para siswa yang menjadi objek penelitiannya. Setelah membuka pelajaran serta memotivasi siswa untuk mengikuti pelajaran, peneliti kembali mengemukakan tujuan pembelajaran kemudian peneliti mengadakan interaksi dengan siswa mengenai materi pada siklus I yang belum dipahami.

Peneliti mengawali pembelajaran dengan mengadakan apersepsi dan melanjutkan kembali materi yang sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat yaitu materi pembelajaran yang telah dijelaskan pada siklus I setelah itu siswa diminta untuk menanyakan kembali materi pembelajaran yang belum dipahami oleh siswa.

Pada siklus I nilai keterampilan menulis puisi siswa masih sangat rendah karena masih kurangnya pemahaman siswa terhadap materi maka peneliti kembali menjelaskan pengertian puisi, metode, dan hakikat puisi. Setelah peneliti selesai menjelaskan, peneliti kembali memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang belum dipahami. Setelah pelajaran selesai peneliti kembali mengadakan refleksi pada pertemuan I.

Pertemuan II pada hari Jumat tanggal 5 September 2014

Peneliti kembali mengecek kehadiran siswa. Peneliti melakukan apersepsi mengenai materi yang telah diajarkan. Kemudian peneliti bertanya kepada siswa hal apa saja yang membuat mereka kesulitan menulis puisi. Satu per satu siswa menyampaikan keluhannya. Ada yang mengatakan bahwa pemilihan diksi yang digunakan hanya diksi yang biasa-biasa saja, peneliti memberikan solusi dan penjelasan kepada siswa bahwa pemilihan diksi memang merupakan salah satu unsur yang penting dalam menulis puisi, oleh karena itu kita harus banyak-banyak membaca puisi atau karya sastra lainnya untuk memperbanyak kosa kata, agar diksi yang digunakan bervariatif bukan itu-itu saja, hal yang mesti dilakukan adalah menggerakkan imajinasi dalam berpikir, contohnya kata tenggelam diganti menjadi dipeluk oleh laut, matahari diganti menjadi mentari, sore diganti menjadi senja. Kata-kata tersebut lahir dari pemikiran imajinasi dalam eksplorasi kata. Kemudian peneliti menyuruh siswa menuliskan satu kata yang akan diganti menjadi kata yang imajinasi. Siswa sangat antusias dalam melakukan kegiatan tersebut.

Siswa yang lain menyampaikan keluhannya mengenai bahasa figuratif.

Kemudian peneliti menjelaskan bahasa figuratif dengan membagikan lembar puisi siswa pada siklus I secara acak dan menyuruh siswa menemukan bahasa figuratif yang terkandung dalam puisi temannya. Melalui kegiatan tersebut siswa akan mengamati, berpikir dan menalar dalam menganalisis puisi temannya sehingga siswa akan lebih mengerti materi yang diberikan jika dibandingkan siswa menjadi pendengar setia.

Pertemuan III pada hari Rabu tanggal 10 September 2014

Peneliti kembali mengecek kehadiran siswa. Peneliti melakukan apersepsi mengenai materi yang telah diajarkan. Kemudian peneliti kembali membagikan lembar puisi secara acak dan menyuruh siswa menemukan hakikat puisi berupa tema, perasaan, nada beserta amanatnya. Siswa sangat antusias dalam kegiatan ini. Setelah itu peneliti mengambil kembali lembar puisi siswa dan memaparkan hal-hal yang perlu siswa perbaiki dalam menulis puisi. Hal tersebut bertujuan agar siswa mengetahui hal-hal yang perlu dibenahi guna menghasilkan puisi yang menarik. Melalui pengkritikan dan saran peneliti kepada siswa membuat siswa tidak berkecil hati tetapi membuat mereka sangat bersemangat dan antusias dalam menulis puisi lagi. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak lagi menjadikan menulis puisi sebagai beban, dengan begitu tes siklus II siap dilaksanakan.

c. Observasi dan Hasil Belajar 1) Observasi Aktivitas Belajar Siswa

Seperti halnya pada siklus I, pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat. Observasi yang dilakukan dengan mendokumentasikan pengaruh tindakan yang diberikan selama proses pembelajaran keterampilan menulis puisi melalui teknik peta pasang kata, yaitu pengamatan terhadap kondisi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. Selama pelaksanaan tindakan peneliti dibantu oleh guru mata pelajaran mengecek lembar observasi yang telah disediakan sebelumnya.

Adapun deskripsi aktivitas siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut ini.

Tabel 4.6 Data Hasil Aktivitas Observasi Siswa yang Relevan dengan Pembelajaran Selama Mengikuti Pembelajaran Siklus II

Berdasarkan Tabel 4.6 di atas diperoleh bahwa dari 16 siswa kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar, kehadiran siswa rata-rata mencapai 98,1%. Siswa yang

No Aspek yang diamati Pertemuan Rata- rata

Persentase (%) 1 2 3 4

1. Kehadiran siswa 15 16 16

T E S S I K L U S II

15,7 98,1 2. Siswa yang memperhatikan

materi 15 16 16 15,7 98,1

3. Siswa yang mengajukan

pertanyaan 2 1 2 1,7 10,6

4. Siswa yang menjawab

pertayaan 3 2 5 3,3 20,6

5. Siswa yang aktif mengerjakan

tugas individu 15 16 16 15,6 97,5

6.

Siswa yang melakukan kegiatan lain yang tidak relevan dengan pembelajaran

0 1 0 0,3 1,9

memperhatikan materi mencapai 98,1%, siswa yang mengajukan pertanyaan rata- rata 10,6%, siswa yang menjawab pertanyaan rata-rata 20,6%. Kemudian siswa yang aktif mengerjakan tugas individu mencapai 97,5%, dan siswa yang melakukan kegiatan lain yang tidak relevan dengan pembelajaran 1,9%.

Dari hasil observasi diperoleh gambaran bahwa minat dan motivasi siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia sangat baik. Hal ini diindikasikan oleh gambaran yang diperoleh saat kegiatan pembelajaran berlangsung.

2) Hasil Belajar Siswa

Pada tahap ini juga dilaksanakan evaluasi berupa tes menulis puisi dengan menggunakan teknik peta pasang kata siklus II. Setelah evaluasi dilakukan peneliti memberikan nilai pada puisi siswa dengan berpedoman pada pengskoran kemampuan menulis puisi melalui teknik peta pasang kata yang telah dilampirkan dalam skripsi ini. Berikut tabel hasil keterampilan menulis puisi siswa melalui teknik peta pasang kata berdasarkan tujuh aspek yang dinilai.

Tabel 4.7 Pengskoran Kemampuan Menulis Puisi Siswa melalui Teknik Peta Pasang Kata Siklus II

No Nama Siswa Aspek yang dinilai

Skor

1 2 3 4 5 6 7

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1. Ade Winda Irrika 10 10 20 10 15 10 5 80

2. Afiqa Wahdania 10 5 20 10 15 20 5 85

3. Alfiyah 10 5 15 10 10 10 5 65

4. Asrianti Aras 10 5 20 10 10 20 10 85

5. Assahra Quines P 10 5 20 10 15 20 10 90 6. Besse Siti Halima 10 15 20 10 15 10 10 90

7. Eva S 10 5 20 10 15 20 10 90

8. Mujdalifa P 10 5 20 10 15 20 5 85

9. Nalda Fitriani 10 10 20 10 15 10 5 80

10. Nuraisyah Mulianda 10 10 20 10 15 20 10 95

11. Sarah Ashari 10 10 20 10 15 10 5 80

12. Siti Hasbaina Belti 10 5 20 10 15 20 10 90

13. Sri Reskiani B 5 5 15 10 15 10 5 65

14. ST. Srifa 10 5 15 10 15 10 5 70

15. Sulistiawaty 10 10 20 10 15 20 10 95

16. Yuni Alfiah 10 5 20 10 15 20 5 85

Keterangan:

Aspek yang dinilai 1 : pencarian ide/ imajinasi

Aspek yang dinilai 2 : pemilihan tema puisi yang akan dibuat Aspek yang dinilai 3 : pemilihan diksi

Aspek yang dinilai 4 : kesesuaian kalimat dengan pasangan kata Aspek yang dinilai 5 : pengembangan larik

Aspek yang dinilai 6: keutuhan puisi Aspek yang dinilai 7 : judul yang menarik

Berikut grafik hasil keterampilan menulis puisi melalui teknik peta pasang kata pada siklus II.

Grafik 4.2 Hasil Keterampilan Menulis Puisi Siswa melalui Teknik Peta Pasang Kata Siklus II

Grafik tersebut menjelaskan bahwa siswa yang mendapatkan nilai 65 berjumlah 2 orang, siswa yang mendapatkan nilai 70 berjumlah 1 orang, siswa yang mendapatkan nilai 80 berjumlah 3 orang, kemudian yang mendapatkan nilai 85 berjumlah 4 orang siswa begitu pula dengan nilai 90 yang diraih oleh 4 orang siswa dan nilai 95 yang merupakan nilai tertinggi diraih oleh 2 orang siswa.

Berdasarkan hasil pengskoran keterampilan menulis puisi siswa melalui teknik peta pasang kata pada tabel 4.7 maka rangkuman statistik skor hasil keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar melalui teknik peta pasang kata siklus II sebagai berikut.

Tabel 4.8 Statistik Skor Hasil Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar melalui Teknik Peta Pasang Kata Siklus II

No Statistik Nilai Statistik

1.

2.

Subjek penelitian Skor ideal

16 100

3.

4.

5.

6.

Skor maksimum Skor minimum Rentang skor Rata-rata

95 65 30 83,13

Dari tabel 4.8 maka dapat disimpulkan bahwa hasil keterampilan menuli puisi siswa kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar melalui teknik peta pasang kata pada siklus II diperoleh skor rata-rata 83,13 dari skor ideal yang mungkin dicapai 100. Skor maksimum 95 dan skor minimum 65.

Kemudian nilai hasil keterampilan menulis puisi siswa yang telah didapatkan, peneliti mengkategorisasikannya ke dalam standar kategori penilaian.

Kategori skor yang telah ditentukan peneliti sebelumnya adalah:

1. Kategori skor 90 – 100 = Sangat Tinggi 2. Kategori skor 80 – 89 = Tinggi

3. Kategori skor 70 – 79 = Sedang 4. Kategori skor 60 – 69 = Rendah

5. Kategori skor 0 – 59 = Sangat Rendah

Apabila skor hasil belajar siswa dikelompokkan ke dalam lima (5) kategori maka diperoleh distribusi frekuensi skor yang dapat ditunjukkan pada tabel 4.9 di bawah ini:

Tabel 4.9 Persentase Hasil Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar melalui Teknik Peta Pasang Kata Siklus II No Nilai Kategori Frekuensi Persentase (%)

1 0 – 59 Sangat Rendah 0 0

2 60 – 69 Rendah 2 12,5

3 70 – 79 Sedang 1 6,3

4 80 – 89 Tinggi 7 43,7

5 90– 100 Sangat Tinggi 6 37,5

Jumlah 16 100

Berdasarkan tabel 4.9 diperoleh bahwa dari 16 orang siswa kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar, terdapat (0%) yang hasil keterampilan menulisnya masuk dalam kategori sangat rendah. 2 orang (12,5%) masuk dalam kategori rendah. 1 orang (6,3%) masuk dalam kategori sedang. 7 orang (43,7%) masuk dalam kategori tinggi dan 6 orang (37,5%) masuk dalam kategori sangat tinggi.

Dengan demikian bila dikaitkan antara skor rata-rata dengan kategorisasi skor, maka hasil keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar melalui teknik peta pasang kata siklus II termasuk kategori tinggi.

Apabila hasil keterampilan menulis puisi siswa pada siklus II dianalisis maka persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus II ditunjukkan pada tabel 4.10 berikut:

Tabel 4.10 Deskripsi Ketuntasan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar melalui

Teknik Peta Pasang Kata Siklus II

Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

0-69 Tidak tuntas 2 12,5 %

70-100 Tuntas 14 87,5%

Jumlah 16 100%

Dari tabel 4.10 menunjukkan pada siklus II persentase ketuntasan keterampilan menulis puisi siswa melalui teknik peta pasang kata sebesar 87,5%

yaitu 14 dari 16 siswa termasuk kategori tuntas dan 2 dari 16 siswa termasuk kategori tidak tuntas atau 12,5%.

d. Refleksi

Berdasarkan hasil analisis kategori skor dipadukan dengan hasil observasi dan diskusi dengan guru bidang studi bahasa Indonesia. Peneliti menarik simpulan bahwa pelaksanaan siklus II menunjukkan bahwa keterampilan menulis puisi melalui teknik peta pasang kata meningkat. Hasil yang diperoleh mengalami peningkatan.

3. Perbandingan Siklus I dan II

Dari awal penelitian berlangsung hingga berakhirnya siklus I dan II tercatat sejumlah perubahan yang terjadi pada siswa dapat ditunjukkan pada tabel 4.11 di bawah ini.

Tabel 4.11 Data Hasil Aktivitas Observasi Siswa yang Relevan dengan Pembelajaran Selama Mengikuti Pembelajaran Siklus I & II

No Aspek yang diamati

Siklus I Siklus II Rata-

rata

Persentase (%)

Rata- rata

Persentase (%)

1 Kehadiran siswa 14,7 92 15,7 98,1

2 Siswa yang

memperhatikan materi 13,3 83 15,7 98,1

3 Siswa yang mengajukan

pertanyaan 1,3 8 1,7 10,6

4 Siswa yang menjawab

pertanyaan 3 18,7 3,3 20,6

5 Siswa yang aktif mengerjakan tugas individu

14,7 92 15,6 97,5

6

Siswa yang melakukan kegiatan lain yang tidak relevan dengan

pembelajaran

1,3 8 0,3 1,9

Jumlah 48,3 301,7 % 52,3 326,8%

Tabel 4.11 menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II, kehadiran rata-rata siswa pada siklus I 92% meningkat meningkat menjadi 98,1%, siswa yang memperhatikan materi juga mengalami peningkatan yang pada siklus I hanya 83% meningkat menjadi 98,1%. Pada sisklus I siswa yang mengajukan pertanyaan hanya 8% kemudian meningkat menjadi 10,6% hal tersebut juga sebanding dengan siswa yang menjawab pertanyaan yang pada siklus I hanya 18,7% meningkat pada siklus II menjadi 20,6%. Siswa yang aktif mengerjakan tugas individu pada siklus I 92% meningkat menjadi 97,5%. Aktivitas siswa yang mengalami penurunan adalah siswa yang melakukan kegiatan lain yang tidak relevan dengan pembelajaran pada siklus I 8% menurun menjadi 1,9%. Hal tersebut menunjukkan hal yang positif dalam pembelajaran.

Kemudian hasil belajar siswa berupa menulis puisi dengan menggunakan teknik peta pasang kata pada siklus I dan II yang telah dikategorikan dalam

standar kategori penilaian dapat dilihat perbandingannya pada grafik di bawah ini.

Grafik 4.3 Distribusi Nilai Hasil Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar melalui Teknik Peta Pasang Kata

Berdasarkan Standar Kategori Penilaian Siklus I & II

0 2 4 6 8

sangat rendah

rendah sedang tinggi sangat tinggi

0-59 60-69 70-79 80-89 90-100

siklus I siklus II

Berdasarkan grafik tersebut terjadi pergeseran nilai keterampilan menulis puisi siswa melalui teknik peta pasang kata dari siklus pertama ke siklus kedua.

Peningkatan nilai kategori sedang ke tinggi diikuti penurunan nilai kategori sangat rendah sehingga puncak nilai bergeser ke kategori tinggi. Terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil keterampilan menulis puisi siswa melalui teknik peta pasang kata 56,25 pada siklus pertama menjadi 83,13 pada siklus kedua. Perbandingan nilai rata-rata kedua siklus dapat dilihat pada grafik 4.4 berikut :

Grafik 4.4 Perbandingan Nilai Rata-Rata Keterampilan Menulis Puisi Siswa melalui Teknik Peta Pasang Kata Siklus I & II

Grafik 4.5 Perbandingan Nilai Siklus I & II Keterampilan Menulis Puisi Siswa melalui Teknik Peta Pasang Kata

0 20 40 60 80 100

SIKLUS I SIKLUS II

NILAI RATA-RATA

NILAI RATA-RATA

0 20 40 60 80 100

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

SIKLUS I SIKLUS II

Berdasarkan grafik di atas, dapat diketahui bahwa setiap individu yang menjadi subjek penelitian, perolehan skor atau bobot dalam penelitian ini yaitu kemampuan menulis puisi melalui teknik peta pasang kata mengalami peningkatan secara signifikan sehingga penambahan siklus –n tidak dilaksanakan lagi. Berdasarkan grafik di atas, diketahui bahwa setiap siswa mengalami peningkatan pemerolehan skor. Oleh karena itu, pembelajaran menulis puisi siswa kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar melalui teknik peta pasang kata mengalami peningkatan.

B. Pembahasan

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 67-80)

Dokumen terkait