PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Dari uraian latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar dengan menggunakan teknik word pair map. Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang lebih detail dan mendalam tentang teknik peta berpasangan kata dalam pembelajaran menulis puisi dan sebagai bahan serta referensi bagi pihak terkait (dinas pendidikan, sekolah, guru dan lembaga pendidikan lainnya) dalam pembelajaran menulis puisi. terwujudnya tercapainya tujuan pembelajaran Guru. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dan pertimbangan empiris dalam memilih teknik pengajaran menulis puisi.
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR,
Penelitian Relevan
Pada siklus satu nilai rata-rata keterampilan menulis puisi siswa mencapai 61 dan pada siklus dua meningkat menjadi 79. Isnanti memilih teknik word pair card untuk mengatasi permasalahan dalam menulis puisi.Hasil penelitiannya membuktikan bahwa melalui teknik word pair card siswa dapat mengembangkan kreativitasnya untuk mentransfer materi antar anggota kelompok belajar, sehingga mereka lebih bahagia dan aktif dalam menulis puisi. kelompok belajar belajar mereka. Hasil belajar menulis puisi melalui teknik kartu berpasangan kata baik dalam proses maupun penilaian hasil mengalami peningkatan yang signifikan.
Menulis
Berdasarkan pendapat di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa menulis merupakan salah satu bentuk komunikasi tidak langsung untuk menyampaikan gagasan kepada pembaca dengan menggunakan media bahasa. Berdasarkan beberapa pengertian menulis di atas, kegiatan menulis pada hakikatnya mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Menurut Achmad, tujuan pengajaran menulis secara keseluruhan adalah agar siswa mampu memahami, mengkomunikasikan dan menerapkan gagasan dengan baik dan terstruktur dalam bahasa tulis.
Puisi
Struktur fisik puisi terdiri dari ayat-ayat puisi yang bersama-sama membentuk bait-bait puisi, bait-bait puisi ini membangun kesatuan makna pada keseluruhan puisi sebagai wacana. Waluyo (dalam Jabrohim, dkk, 2009:67) menegaskan bahwa pesan tersirat di balik kata-kata yang disusun, dan juga terletak di balik tema yang diungkapkan. Kata-kata ini diambil dari kata-kata yang mempunyai arti yang sama atau sinonim (misal: harum-harum, gembira-gembira, sedih-sedih), lawan kata (gembira-sedih, muda-tua, siang-malam), kata-kata yang bunyinya mirip (serang -lung), jenis warna (putih, merah, hitam), jenis rasa (manis, pahit, getar, asam),.
Teknik Peta Pasang Kata
Teknik pemetaan pasangan kata ini hanya memerlukan penguasaan kata-kata tepat yang dianggap estetis dan dapat menghasilkan sejumlah kata yang kuat, khas, dan ringkas. Penting bagi penyair untuk mengelompokkan syair-syair yang diciptakannya ke dalam tema-tema kecil yang sering disebut subjek. Dalam hal ini, kehati-hatian harus diberikan untuk menentukan garis-garis yang mempunyai arti yang sama, berdekatan satu sama lain, dan bahkan merupakan "pemikiran" yang berurutan.
Kerangka Pikir
Hipotesis Tindakan
METODE PENELITIAN
- Lokasi dan Subjek Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Subjek Penelitian
- Fokus Penelitian
- Prosedur Penelitian
- Tahapan Siklus I
- Tahapan Siklus II
- Instrumen Penelitian
- Lembar Observasi
- Lembar Analisis Keterampilan Menulis Puisi Siswa
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Observasi
- Teknik Menggunakan Tes
- Teknik Dokumentasi
- Teknik Analisis Data
- Indikator Keberhasilan
Format tes yang dipilih pada penelitian ini adalah menulis puisi dengan teknik word pair card. Serta kategori prestasi belajar keterampilan menulis puisi melalui teknik word link card pada siswa kelas VIII di SMP Al-Bayan Makassar. Menyusun alat peraga/instrumen untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi melalui teknik kartu pasangan kata yang terdiri dari.
Pada tahap ini juga dilakukan evaluasi berupa tes menulis puisi dengan teknik word pair map siklus I. Berikut tabel hasil keterampilan menulis puisi siswa dengan menggunakan teknik word pair map based pada tujuh aspek yang dievaluasi. Pada tahap ini juga dilakukan evaluasi berupa tes menulis puisi dengan teknik peta pasangan kata siklus II.
Dari tabel 4.10 diperoleh hasil bahwa pada siklus II persentase ketuntasan keterampilan menulis puisi siswa dengan menggunakan teknik word pair maping sebesar 87,5%. Peneliti menyimpulkan bahwa pelaksanaan siklus II menunjukkan bahwa keterampilan menulis puisi melalui teknik pemetaan pasangan kata meningkat. Oleh karena itu, pembelajaran menulis puisi siswa kelas VIII di SMA Al-Bayan Makassar dengan teknik word pair maping ditingkatkan.
Hasil belajar bahasa Indonesia khususnya keterampilan menulis puisi dengan teknik word pair card mengalami peningkatan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Siklus I
Sebelum meneliti terlalu jauh, hal pertama yang peneliti lakukan adalah merencanakan proses pembelajaran keterampilan menulis puisi dengan teknik word pair map. Dari hasil observasi terlihat bahwa minat dan motivasi siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia khususnya keterampilan menulis puisi melalui teknik word pair card cukup baik. Setelah melakukan evaluasi, peneliti memberikan nilai pada puisi siswa berdasarkan skor kemampuan menulis puisi dengan menggunakan teknik word pair card yang dilampirkan pada skripsi ini.
Berdasarkan hasil penilaian keterampilan menulis puisi siswa dengan teknik word pair card pada Tabel 4.2, ringkasan statistik skor keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar dengan teknik word pair card adalah sebagai berikut. sebagai berikut. Dari Tabel 4.3 dapat disimpulkan bahwa hasil keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar dengan teknik word pair card pada siklus I mencapai skor rata-rata 56,25 dari skor ideal yang dapat dicapai. sebesar 100. Kemudian nilai hasil keterampilan menulis puisi siswa yang telah dicapai peneliti mengkategorikannya ke dalam kategori standar penilaian.
Dengan demikian jika rata-rata skor dihubungkan dengan kategorisasi skor, maka hasil keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar dengan menggunakan teknik word pair map siklus I berada pada kategori rendah. Jika dianalisis hasil keterampilan menulis puisi siswa pada siklus I, maka persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I ditunjukkan pada tabel 4.5 di bawah ini. Dari tabel 4.5 terlihat bahwa pada siklus I persentase ketuntasan keterampilan menulis puisi siswa dengan menggunakan teknik word pair card sebesar 31,3%.
Peneliti mengambil kesimpulan sementara mengenai pelaksanaan siklus I bahwa keterampilan menulis puisi siswa dengan teknik kartu berpasangan kata masih perlu ditingkatkan sehingga masih perlu dilakukan pengulangan proses kegiatan.
Siklus II
Siklus I Teknik Word Pair Mapping Tabel 4.5 menunjukkan bahwa pada siklus I persentase ketuntasan keterampilan menulis puisi siswa dengan menggunakan teknik Word Pair Mapping sebesar 31,3% yaitu 5 dari 16 siswa berkategori utuh dan 11 dari 16 siswa berada pada kategori tidak tuntas atau 68,7% dari jumlah siswa yang akan meningkat dalam hal ini akan mencoba pembelajaran tingkat kedua. D. Mengenai pelaksanaan siklus I, peneliti mengambil kesimpulan sementara bahwa keterampilan menulis puisi siswa dengan teknik peta pasangan kata perlu lebih ditingkatkan, sehingga proses kegiatan tetap harus diulang. A. Seperti pada siklus I, peneliti berada pada tahap perencanaan pada siklus II. siklus membuat instrumen penelitian berupa lembar observasi dan lembar cek keterampilan menulis puisi dengan teknik peta pasangan kata beserta format panduan penilaian.
Pada Siklus I, nilai siswa dalam menulis puisi masih sangat rendah karena kurangnya pemahaman siswa terhadap materi. Oleh karena itu peneliti kembali menjelaskan pengertian puisi, metode dan hakikat puisi. Observasi dilakukan dengan mendokumentasikan pengaruh tindakan yang diberikan selama proses pembelajaran keterampilan menulis puisi melalui teknik word pair card yaitu mengamati keadaan pada saat pelaksanaan tindakan. Berdasarkan hasil penilaian keterampilan menulis puisi siswa dengan teknik word pair card pada Tabel 4.7, ringkasan statistik hasil penilaian keterampilan menulis puisi siswa SMP Al-Bayan Makassar Kelas VIII dengan menggunakan word pair siklus II teknik kartu adalah sebagai berikut.
Dengan demikian jika rata-rata skor dihubungkan dengan kategorisasi skor maka hasil keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar dengan menggunakan teknik word pair map siklus II berada pada kategori tinggi. Kemudian hasil belajar siswa dalam puisi dengan menggunakan teknik kartu berpasangan kata pada siklus I dan II yang telah dikategorikan. Berdasarkan grafik tersebut terdapat pergeseran nilai keterampilan menulis puisi siswa melalui kata teknik berpasangan kartu dari siklus pertama ke siklus kedua.
Terdapat peningkatan nilai rata-rata keterampilan menulis puisi siswa dengan menggunakan teknik kartu berpasangan kata, dari 56,25 pada siklus I menjadi 83,13 pada siklus II.
Pembahasan
- Aktivitas Siswa
- Hasil Keterampilan Menulis Puisi
Dari grafik di atas terlihat bahwa untuk setiap orang yang menjadi subjek penelitian, skor atau bobot yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu kemampuan mengarang puisi dengan teknik peta pasangan kata mengalami peningkatan sehingga terjadi penambahan - n siklus menjadi tidak lagi dilaksanakan. Hal ini ditandai dengan siswa yang antusias dalam menulis puisi, dibandingkan dengan Siklus I siswa masih menjadikan menulis puisi sebagai beban, sehingga hasil menulis puisi siswa belum mencapai hasil yang maksimal. Pada siklus II siswa sudah menjadikan kegiatan menulis puisi sebagai kegiatan untuk melepas penat jiwa dan melepas penat meskipun dari pekerjaan yang melelahkan, hal ini terlihat dari tidak adanya lagi keluhan kesulitan dalam menulis puisi, karena siswa menganggap bahwa menulis puisi menjadi sama saja melepaskan beban yang ada di hati mereka.
Perubahan yang terjadi setiap harinya menunjukkan hal-hal positif sehingga pembelajaran bahasa Indonesia khususnya keterampilan menulis puisi dengan teknik word pair card mampu mengubah sikap belajar siswa dan meningkatkan kreativitas siswa serta aktivitas belajar yang relevan dengan pembelajaran. Pada pelaksanaan siklus I siswa mulai antusias dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan mengkonstruksi dan menemukan sesuatu yang baru dengan menulis puisi menggunakan teknik kartu berpasangan kata. Terjadi pergeseran nilai keterampilan menulis puisi siswa melalui teknik word pair card dari siklus I ke siklus II berdasarkan standar kategori penilaian yang ada.
Bagi setiap orang yang diteliti, skor atau bobot yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu kemampuan menulis puisi dengan teknik word pair map mengalami peningkatan dan ketuntasan belajar yang signifikan dari Siklus I ke Siklus II dari 31,3% menjadi 87,5 %. Dengan demikian terdapat peningkatan hasil belajar keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII SMP Al-Bayan Makassar tahun ajaran 2014/2015 dengan menggunakan teknik word pair map. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa hasil keterampilan menulis puisi siswa melalui teknik peta berpasangan kata pada setiap siklusnya mengalami peningkatan yaitu pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa sebesar 56,25% dan menjadi 83,13% pada siklus II, hal ini berarti terjadi peningkatan.
Hasil observasi dan tes di atas menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan menulis puisi dengan teknik word pair card dapat membantu guru meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA Al-Bayan Makassar. Teknik kartu berpasangan kata hendaknya dijadikan bahan pertimbangan kepala sekolah untuk mendorong dan meningkatkan kinerja sekolah, yang dapat ditransfer dalam pembinaan guru atau peluang lainnya. Dalam pembelajaran menulis khususnya menulis puisi, teknik kartu pasangan kata dapat dijadikan sebagai bahan untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Menggunakan Teknik Word Map Siswa Kelas V SD Negeri 3 Karanggebang Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo.