Pertemuan 6 2 x 45 menit) TP 9
A. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
d. Melakukan pemantauan distribusi sumber daya alam, seperti hutan (lokasi, macam kepadatan, dan perusakan), bahan tambang (uranium, emas, minyak bumi, dan batu bara).
e. Melakukan pemantauan pencemaran laut dan lapisan minyak di laut.
f. Melakukan pemantauan pencemaran udara dan pencemaran laut.
5. Bidang geomorfologi
a. Mengamati bentuk, panjang, dan arah lereng.
b. Mengamati kekasaran lereng.
c. Mengamati gerak massa batuan.
d. Mengamati beda ketinggian.
e. Mengamati bentuk lembah.
6. Bidang pertanian
a. Mengetahui persebaran jenis tanah.
b. Mengetahui sifat fisik tanah.
c. Mengetahui tanaman yang terserang hama.
d. Mengetahui kandungan air dalam tanaman.
CPU (Central Processing Unit): perangkat utama komputer untuk pemrosesan semua instruksi dan program.
RAM merupakan perangkat yang digunakan oleh CPU untuk menyimpan data yang masuk untuk jangka waktu yang tidak lama (sementara).
Disk drive: bagian dari CPU untuk menghidupkan suatu program.
Tape drive: bagian CPU yang menyimpang data hasil pemrosesan.
Alat keluaran (Output data) berfungsi menayangkan informasi geografis sesuai data yang telah diproses (plotter, printer, screening).
Printer: alat untuk mencetak data maupun peta dalam ukuran relatif kecil.
Plotter digunakan untuk mencetak peta ukuran besar.
b. Perangkat Lunak, merupakan sistem yang digunakan untuk pemrograman komputer.
Perangkat lunak berfungsi memasukkan, menyimpan, dan mengeluarkan data. Contoh software sistem informasi geografi yang digunakan adalah Arc lnfo, ILWIS, Idris, Arc View, Arc GlS, Quantum GlS, dan Map lnfo.
c. Data, berupa data spasial (peta) foto udara, citra satelit dan data atribut seperti data penduduk, data industri, dan pertambangan. Jenis data sistem informasi geografi, yaitu:
1. Data Spasial (keruangan)
Data yang mengambarkan fenomena atau posisi geografis suatu fenomena (letak suatu wilayah dan posisi sumber minyak bumi) yang terdapat di permukaan bumi. Data spasial disajikan dengan rupa grafik, peta, dan gambar. Format digital kemudian disimpan dalam bentuk koordinat x dan y (vektor) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai tertentu. Data spasial ada dua jenis, yaitu:
a. Data spasial bentuk vector, merupakan data spasial yang disajikan dalam bentuk sistem koordinat. Bentuk-bentuk data spasial: 1) titik (dot), contoh: posisi terminal, 2) garis (poly line), contoh: jaringan jalan raya dan 3) area (polygon), contoh:
wilayah kecamatan.
b. Data spasial bentuk raster, disajikan dalam bentuk bujur sangkar atau sistem grid.
Grid pada komputer disebut juga dengan “cell” atau “pixel”. Setiap cell memiliki titik koordinat dan informasi. Koordinat titik merupakan titik perpotongan antara garis bujur dan garis lintang di permukaan bumi.
Gambar 2.5 Data vektor dan raster
Sumber: https://geograph88.blogspot.com Tabel 2.3 Perbandingan antara data vektor dan data raster
Jenis
Data Kelebihan Kekurangan
Data
Vektor 1. Lebih efisien dalam ruang penyimpanan.
2. Memiliki resolusi spasial yang tinggi.
3. Representasi grafis data
spasialnya sangat mirip dengan peta garis buatan manusia.
4. Transformasi koordinat dan proyeksi tidak sulit dilakukan.
1.Struktur data kompleks
2.Data tidak mudah dimanipulasi.
3.Memerlukan perangkat komputer yang lebih mahal.
4.Overlay beberapa layer vektor secara simultan memerlukan waktu lama.
Data Raster
1. Struktur data yang sederhana.
2. Mudah dimanipulasi dengan fungsi matematis sederhana.
3. Teknologi yang digunakan cukup murah.
4. Overlay data raster dengan data inderaja mudah dilakukan.
1. Memerlukan ruang penyimpanan yang besar.
2. Transformasi koordinat dan proyeksi sulit dilakukan.
3. Lebih sulit untuk
merepresentasikan hubungan topologikal.
2. Data Atribut (deskripsi)
Data yang mempresentasikan aspek-aspek deskripsi/penjelasan dari suatu fenomena di permukaan bumi dalam bentuk kata-kata, angka, atau tabel. Data atribut ada dua, yaitu:1) data kuantitatif (angka-angka/statistik), contoh: jumlah penduduk dan 2) data kualitatif (kualitas/mutu), contoh: tingkat kesuburan tanah sumber data SIG.
d. Inteligensi Manusia (Brainware), merupakan kemampuan manusia dalam mengelola dan memanfaatkan sistem informasi geografi. Manusia juga harus mampu memadukan pengelolaan, koordinasi, dan pemanfaatan sistem informasi geografi.
6. Tahapan Kerja Sistem Informasi Geografis (SlG)
Tahapan kerja sistem informasi geogarfi meliputi tiga tahap, yaitu:
a. Tahap Pemasukan Data
Data yang dapat diolah oleh SIG adalah data geospasial yaitu data tentang lokasi geografis, dimensi atau ukuran, karakteristik objek alam atau buatan manusia yang terdapat di permukaan Bumi. Data geospasial ada dua, yaitu: 1) data grafis/geometris yaitu data SIG yang berbentuk vektor dan raster. Data vektor memiliki arah dan jarak, sementara data raster berbentuk piksel dan 2) data atribut yaitu identitas yang dimiliki oleh data grafis.
Proses pemasukan data SIG dilakukan dalam beberapa tahapan. Tahap-tahap pemasukan data SIG sebagai berikut:
1. Akuisisi merupakan proses awal berupa pemasukan dan perekaman data dalam komputer.
2. Editing merupakan proses perbaikan hasil digitasi. Pada tahap ini dilakukan koreksi dan perbaikan data atau simbol yang salah.
3. Pembangunan topologi data, dilakukan untuk membedakan data titik, garis, dan area.
4. Pemberian atribut yaitu pemberian identitas atau atribut data. Tahap ini dilakukan apabila topologi data terbentuk.
5. Transformasi koordinat yaitu tahap transformasi dari koordinat hasil digitasi ke koordinat yang sesuai dilapangan.
b. Tahap Pengelolaan Data
Pengelolaan data bertujuan untuk menyiapkan data yang dapat diolah lebih lanjut pada tahap berikutnya. Tahap pengelolaan data ada dua, yaitu:
1. Pengarsipan bertujuan menyimpan data yang akan dianalisis. Apabila akan dilakukan pemanggilan data, data yang diinginkan mudah didapat karena telah diarsipkan.
Pengarsipan dilakukan terhadap data dasar hasil digitasi dan data dasar lainnya.
2. Pemodelan dilakukan dengan membuat konsep analisis untuk mendapat informasi baru.
Pemodelan memperlakukan data untuk analisis sesuai dengan keinginan pengguna.
Pemodelan mencerminkan pola pikir pengguna dalam menganalisis data.
c. Tahap Manipulasi dan Analisis Data
Tahap manipulasi dan analisis data merupakan ciri utama SlG. Pada tahap ini terjadi proses pembentukan peta baru yang telah diolah, baik secara manual maupun komputerisasi. Kemampuan SIG dalam analisis data spasial dan data atribut akan menghasilkan informasi yang berguna untuk berbagai aplikasi.
Buffering adalah pembuatan poligon baru berdasarkan jarak yang telah ditentukan, baik pada data titik, data garis, data area, maupun data poligon.
Scoring dilakukan dengan memberi nilai dari sifat parameter yang digunakan dalam analisis. Penilaian memberikan pengaruh sifat terhadap perkiraan kejadian.
Overlay adalah penggabungan dua data grafis atau lebih secara tumpang susun untuk memperoleh data grafis baru yang memiliki satuan pemetaan. Overlay dapat di lakukan dengan metode identity, union, intersection, dan metode up date.
Gambar 2.6 Tahapan manipulasi data Sumber: https://geo-media.blogspot.com/