• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Kurikulum Pondok Pesantren Nurul Haramain

Dalam dokumen Download (6MB) (Halaman 159-165)

BAB II. MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN

B. Sistem Kurikulum Pondok Pesantren Nurul Haramain

1. Kurikulum Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada Lombok Barat

Sistem kurikulum di pondok pesantren Nurul Haramain Narmada yaitu dengan sistem kolaborasi, yaitu terwujudnya kurikulum pondok pesantren yang terkolaborasi dari kurikulum Departemen Agama, Kurikulum pondok Pesantren Darussalam Gontor dan Kurikulum Organisasi Kemasyarakatan yaitu organisasi Nahdltul Wathan.

Kurikulum Departemen Agama yang diterapkan di pondok pesantren Nurul Haramain Narmada dikarenakan pada proses pembelajaran mengacu pada kurikulum Depag yang berisi seluruh komponen mata pelajaran seperti Fiqih, Aqidah Akhlah, Qur’an Hadits, SKI, Bahasa Arab, Kimia, Fisika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan lain sebagainya. Kurikulum Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor juga diadopsi dikarenakan para alumni yang mengajar di Pondok Pesantren Nurul Haramain termasuk para pimpinan pondok merupakan alumni Gontor sehingga diterapkannya sistem pendidikan dan pengajaran berbasis Gontor, dalam hal ini banyak mata pelajaran kepondokan yang mendukung mata pelajaran Depag seperti mata pelajaran Mahfuzhot, Muhadatsah, Conversation, Reading, Khot, Imla’, Durusullugah dan dalam ekstrakurikuler di pondok pesantren Nurul Haramain Narmada juga mengadopsi kurikulum Gontor yang sering di sebut hiden kurikulum yang tidak tertulis dalam kurikulum tetapi menjadi kegiatan kreativitas santri dan santriwati seperti kegiatan Porseni, Pentas Seni, Keperamukaan, Udisium, Drama Arena dan lain sebagainya. Sedangkan pada kurikulum Ke-NW-an adalah diterapkannya beberapa mata pelajaran dalam

pembelajaran serta Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada merupakan berdirinya atas pendiri adalah abituren atau alumni Pondok Pesanten berorganisasi Nahdlatul Wathan yaitu Al-marhun TGH. Djuaini Mukhtar. Maka beberapa Alumni dan mata pelajaran juga termuat pada kurikulum di Pondok Pesantren Nurul Haramain, seperti mata pelajaran Ushul Fiqih, ilmu Faraid, Nahwu, Sorf, Nisaiyat dan ke-NW-an.

Disamping mata pelajaran tersebut tertuang pada kurikulum serta kegiatan santri pun tetap dilakukan seperti halnya pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan, Al-Barzanji, Kitab Tajwid Batu Ngompal dan beberapa kegiatan keorganisasian berasas Nahdlatul Wathan.

Inilah yang sering kita sebut dengan Hiden Kurikulum. Bahwa di pondok pesantren Nurul Haramain, banyak kegiatan santri dan santriwati dilakukan tanpa harus tertuang dalam sebuah kurikulum formal. Seperti Udisium, kepramukaan, Pentas Seni dan banyak lainnya. Tujuan itu semua untuk mencetak para santri menjadi lebih kreatif, mandiri dan bertanggungjawab.

Pada saatnya mereka menjadi alumni nanti, maka mereka bisa bermanfaat di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan bakat dan kemampuan yang selama ini didapatkan di pondok.123

2. Kebijakan Tentang Pembelajaran Berbasis ICT di Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada Lombok Barat

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi tantangan bagi pendidikan Islam, dihadapkan pada berbagai perkembangan yang meniscayakan untuk melakukan perubahan dan perbaikan sehingga mampu melakukan inovasi atau perkembangan terhadap perubahan pendidikan pada saat ini. Pendidikan Islam saat sekarang ini, terutama dalam menghadapi era

123Wawancara. Ust. H. Akhmad Dahlan, SH. (Kepala Madrasah Aliyah Putra, beliau memeberikan penjelasan usai kegiatan Udisium santri dan santriwati kelas 6 KMI) Pada tanggal 25 Mei 2022.

globalisasi yang telah mampu melakukan sistem komunikasi jarak dan waktu antar berbagai negara dalam pertukaran informasi dan pengetahuan.

Menurut Association for Education and Communication Technology (AECT), media ialah segala bentuk yang diprogramkan untuk suatu proses penyaluran informasi. Menurut Education Association, media merupakan benda yang dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar.

Kajian dalam pembelajaran pendidikan Islam yaitu mengkaji struktur ide- ide yang bersifat abstrak. Dengan demikian, ketika seseorang sedang belajar, sesungguhnya dia sedang mengkaji ide-ide endidikan Islam dimana ide-ide tersebut terhimpun dalam kumpulan konsep dan prinsip yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Keterkaitan dengan hal tersebut membentuk suatu sistem yang dikenal dengan istilah. Dalam hal ini, teknologi digital dipandang sebagai alternatif media yang efektif untuk membantu siswa menemukan dan mengembangkan konsepsi mereka tentang pendidikan Islam. Cikal bakal tentang penggunaan teknologi dalam komunikasi termasuk komunikasi dalam pembelajaran.124

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, telah melahirkan aneka media yang dapat difungsikan untuk mengembangkan pendidikan Islam. Jika pada era klasik atau era tradisional, pendidikan Islam hanya dapat menjangkau sasaran masyarakat lokal dengan kualitas yang relatif rendah, sedangkan dengan adanya media pembelajaran yang berbasis

124 Diyah Mintasih. Integrasi Teknologi Digital Dalam Pembelajaran Di Era Industri 4.0 Kajian dari Perspektif Pembelajaran Pendidikan Islam. Dalam buku Pendidikan Islam Di Era Revolusi Industri 4.0. (Komojoyo Press. Depok: 2019), 18

digital, terutama internet yang ada di era modern seperti kelas multimedia, perpustakaan digital dan lain sebagainya, maka tentu pendidikan Islam bisa berlangsung dengan jangkauan tanpa batas, waktu yang sangat relatif singkat, dan kualitas yang lebih tinggi. Dengan demikian para pendidik dalam lembaga pendidikan Islam seperti halnya di pondok-pondok pesantren dan madrasah-madrasah dituntut untuk menggunakan dan mengembangkan media pendidikan terupdate sehingga pendidikan Islam dapat bersanding dengan pendidikan umum yang akhir-akhir ini mengalami lompatan signifikan yang sangat menjawab tantangan zaman sekarang ini.

Hal tersebut akan terwujud apabila para pimpinan (stackholder) dan pendidik di lembaga pendidikan Islam memulai untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kinerja khususnya di pondok-pondok pesantren dan madrasah-madrasah dengan memberian kebijakan-kebijakan dalam lembaga yang di pimpin untuk memanfaatkan media yang berbasis digital dalam proses pembelajaran. Menurut Azhar Arsyad mengungkapkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya- upaya pembaharuan atau inovasi dalam pemamfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat dissediakan oleh sekolah dan tidak menutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.125

125 Azhar Arsyad. Media Pembelajaran. (PT. Grafindo Persada. Jakarta: 2009), 2

Era Revolusi Industri 4.0 membawa dampak yang tidak sederhana pada seluruh aspek kehidupan manusia. Termasuk dalam hal ini adalah pendidikan. Era ini ditandai dengan semakin sentralnya peran teknologi dalam kehidupan manusia untuk mngintegrasikan peran dan manfaat teknologi baik secara fisik maupun tidak ke dalam pembelajaran.

Di Pondok Pesantren Nurul Haramain sudah berbagai upaya yang sudah dilakukan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 sebagai upaya memberikan pembelajaran berbasis digital kepada para santri dan santriwati, dengan tujuan bahwa media pembelajaran yang digunakan oleh para guru tidak menoton dan membosankan dalam proses pembelajaran serta menjadikan pembelajaran menjadi lebih menarik perhatian dan motivasi siswa. Sebagaimana yang diungkapkan oleh H. Ahmad Syaifudin, M.Pd.

bahwa:

Para Ustadz dan Ustadzah di Pondok Pesantren Nurul Haramain terutama di MTs Putra tentu dari segi kesiapan sumber daya manusia dalam proses pendidikan dan pembelajaran, khususnya untuk menjawab tantangan pendidikan agama Islam di era industri 4.0 atau era digital. Berbagai langkah strtegis dan kebijakan yang sudah kami lakukan antara lain; (1) memberikan pemahaman atau pengetahuan kepada seluruh pendidik untuk mampu memanfaatkan ICT dalam pembelajaran, membimbing siswa dalam menggunakan ICT dan mempermudah pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran terutama dalam inovasi media pembelajaran berbasis komputer;

(2) secara berkala para guru diberikan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi untuk mewujudkan pendidik yang profesional untuk dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan.126

126Wawancara. Ahmad Syaifuddin Azhari (kepala MTs Putra), pada tanggal 17 April 2022

Data tersebut sesuai dengan arah kebijakan dan strategi nasional Kementerian Agama tahun 2020-2024 bahwa strategi dipergunakan untuk melaksanakan masing-masing kegiatan prioritas yang kemudian dijabarkan menjadi proyek prioritas nasional antara lain yaitu Peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran melalui penguatan pendidikan literasi kelas awal dan literasi baru (literasi digital, data, dan sosial) dengan strategi pengajaran yang efektif dan tepat sasaran; dan peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik.127

C. Inovasi Media pembelajaran PAI di Pondok Pesantren Nurul Haramain

Dalam dokumen Download (6MB) (Halaman 159-165)