• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOAL

Dalam dokumen Kepadatan Tanah, CPT dan SPT (Halaman 91-98)

G. RANGKUMAN MATERI H. MATERI PEMBELAJARAN

I. SOAL

SOAL PILIHAN GANDA

6.1 Perbandingan antara massa benda uji dan volume, merupakan...

a. Kadar Air Tanah c. Kepadatan Tanah

b. Kadar Tanah d. Kekuatan Tanah

6.2 Berat volume kering dari tanah akan naik bila kadar air dalam tanah (pada saat dipadatkan) meningkat, saat kadar air 𝑤0 = 0, berat volume basah dari tanah (𝛾) adalah...

a. sama dengan berat volume keringnya (𝛾𝑑) b. lebih kecil dari berat volume keringnya (𝛾𝑑) c. lebih besar dari berat volume keringnya (𝛾𝑑)

d. sama dengan berat volume kering optimumnya (𝛾𝑑)

6.3 Penambahan air yang kemudian menempati ruang-ruang pori dalam tanah yang sebetulnya dapat ditempati oleh partikel-partikel padat dari tanah merupakan peningkatan kadar air sampai dengan lebih besar dari kadar air optimumnya, akan menyebabkan berat volume keringnya (𝛾𝑑) menjadi...

a. Sama atau tetap tidak berubah c. Lebih kecil

b. Lebih besar d. Optimum

6.4 Pengujian kepadatan ringan untuk tanah sesuai SNI 1743:2008 atau kepadatan dengan standar uji proctor (Standard Proctor Test) menggunakan cara A untuk bahan campuran tanah yang tertahan saringan No.4 (4,75 mm) sebesar 40%

atau kurang menggunakan alat penumbuk 2,5 kg dengan tinggi jatuh 305 mm pada diameter cetakan dan jumlah tumbukan perlapis adalah...

a. 101,6 mm dan 25 pukulan/lapisan b. 152,4 mm dan 25 pukulan/lapisan c. 101,6 mm dan 56 pukulan/lapisan

d. 152,4 mm dan 56 pukulan/lapisan

6.5 Pengujian kepadatan ringan untuk tanah sesuai SNI 1743:2008 atau kepadatan dengan standar uji proctor (Standard Proctor Test) menggunakan cara B untuk bahan campuran tanah yang tertahan saringan No.4 (4,75 mm) sebesar 40%

atau kurang menggunakan alat penumbuk 2,5 kg dengan tinggi jatuh 305 mm pada diameter cetakan dan jumlah tumbukan perlapis adalah...

a. 101,6 mm dan 25 pukulan/lapisan b. 152,4 mm dan 25 pukulan/lapisan c. 101,6 mm dan 56 pukulan/lapisan d. 152,4 mm dan 56 pukulan/lapisan

6.6 Pengujian kepadatan ringan untuk tanah sesuai SNI 1743:2008 atau kepadatan dengan standar uji proctor (Standard Proctor Test) menggunakan cara D untuk bahan campuran tanah yang tertahan saringan 19,00 mm sebesar 30% atau kurang menggunakan alat penumbuk 2,5 kg dengan tinggi jatuh 305 mm pada diameter cetakan dan jumlah tumbukan perlapis adalah...

a. 101,6 mm dan 25 pukulan/lapisan b. 152,4 mm dan 25 pukulan/lapisan c. 101,6 mm dan 56 pukulan/lapisan d. 152,4 mm dan 56 pukulan/lapisan

6.7 Jumlah Contoh uji Kepadatan Ringan Tanah sesuai SNI 1742:2008 untuk butiran contoh tanah yang tidak mudah pecah apabila dipadatkan dan contoh tanah yang mudah (membutuhkan waktu yang cepat) menyerap air, siapkan 1 contoh tanah paling sedikit (kg) pada cara C

a. 3 b. 5 c. 7 d. 11

6.8 Jumlah Contoh uji Kepadatan Ringan Tanah sesuai SNI 1742:2008 untuk butiran contoh tanah yang mudah pecah apabila dipadatkan dan contoh tanah yang tidak mudah (membutuhkan waktu yang lama) menyerap air, siapkan paling sedikit 5 contoh tanah (kg) pada cara C

a. 2,5 b. 3 c. 5 d. 6

6.9 Jumlah pemadatan untuk contoh uji Kepadatan Ringan Tanah sesuai SNI 1742:2008 adalah 1/3 dari ketebalan padat total dengan cara B dan D setiap lapisan dipadatkan sebanyak....

a. 20 kali b. 25 kali c. 30 kali d. 56 kali

6.10 Jumlah pemadatan untuk contoh uji Kepadatan Berat Tanah sesuai SNI 1743:2008 adalah 1/5 dari ketebalan padat total dengan cara A dan C setiap lapisan dipadatkan sebanyak....

a. 20 kali b. 25 kali c. 30 kali d. 56 kali

6.11 Proses pemasukan suatu batang tusuk ke dalam tanah, dengan bantuan manometer yang terdapat pada alatnya yang dapat membaca atau mengetahui kekuatan suatu tanah pada kedalaman tertentu menggunakan alat yang dinamakan....

a. Vane Shear c. Sondir (Dutch Cone Penetrometer) b. Uji beban plat d. SPT (Standard Penetration Test) 6.12 Perbandingan antara nilai perlawanan geser lokal (𝑓𝑠) dengan perlawanan konus

(𝑞𝑠), dinyatakan dalam persen.

a. Nilai geseran total (𝑇𝑓) b. Angka banding geser (𝑅𝑓)

c. Pembacaan manometer untuk nilai perlawanan konus (𝑘𝑃𝑎), 𝐶𝑤 d. Nilai perlawanan konus dan geser (kPa), 𝑇𝑤

6.13 Jumlahkan nilai perlawanan geser lokal (𝑓𝑠) yang dikalikan dengan interval pembacaan adalah...

a. Nilai geseran total (𝑇𝑓) b. Angka banding geser (𝑅𝑓)

c. Pembacaan manometer untuk nilai perlawanan konus (𝑘𝑃𝑎), 𝐶𝑤 d. Nilai perlawanan konus dan geser (kPa), 𝑇𝑤

6.14 Alat berupa tabung yang dibelah dua dan ke dua ujungnya dipegang dengan mur dan dipasang pada ujung pipa bor pada waktu pelaksanaan pengujian SPT adalah..

a. Conus c. mantel conus

b. Split barrel sampler d. Friction Sleeve

6.15 Alat telah digunakan untuk mengukur tahanan geser tanah kohesif adalah...

a. Vane Shear c. Sondir (Dutch Cone Penetrometer) b. Uji beban plat d. SPT (Standard Penetration Test)

SOAL ESAI

6.16 Hasil uji kepadatan ringan tanah dengan kadar air awal 14,75% dan berat jenis tanah 2,675 di uji menggunakan cara A. Penambahan kadar air dengan interval 2% dimulai dengan 6% penambahan kadar air menghasilkan Data seperti Tabel S6.1, dimana cetakan dengan massa 4410 gram dan volume cetakan 944 cm3. a. Tentukan kepadatan basah tanah

b. Tentukan kepadatan kering tanah

c. Tentukan kepadatan kering tanah jenuh (zero air void) d. Tentukan kadar air dan kepadatan kering optimum.

Tabel S6.1: Hasil uji kepadatan ringan

Deskripsi Contoh

1 2 3 4 5

massa tanah basah (gr) 2500 2500 2500 2500 2500

Kadar air awal (%) 14,75 14,75 14,75 14,75 14,75

Penambahan air (%) 6 8 10 12 14

Penambahan air 150 200 250 300 350

Massa tanah basah + cetakan (gr) 6025 6162 6175 6127 6105 Pengujian Kadar Air setelah

dipadatkan

Massa Cawan 44,3 40,2 40,3 44,5 44,2

Massa tanah basah + cawan 272,5 251,6 285,2 307,1 278,5 Massa tanah kering + cawan 233,2 212,5 236,3 251,3 225,7

6.17 Hasil uji kepadatan ringan tanah dengan kadar air awal 10,25% data hasil uji seperti Tabel S6.2

Tabel S6.2: Hasil uji kepadatan dengan kadar air serta berat isi basah tanah

Kadar Air (%) Berat Isi Basah (kN/m3)

5 18,50

7 21,20

9 22,75

11 23,15

13 21,25

15 19,35

Tentukan

a. Berat isi tanah kering dalam (kN/m3)

b. Tentukan kepadatan kering tanah jenuh (zero air void) c. Tentukan kadar air dan kepadatan kering optimum.

6.18 Hasil uji kepadatan ringan tanah dengan Data hasil uji seperti Tabel S6.3 Tabel S6.3: Hasil uji kepadatan dengan kadar air

serta berat isi tanah kering

Kadar Air (%) Berat Isi Kering (kN/m3)

5 16,50

7 19,20

9 20,75

11 21,15

13 19,25

15 17,35

Tentukan

a. Berat isi tanah kering dalam (kN/m3)

b. Tentukan kepadatan kering tanah jenuh (zero air void) c. Tentukan kadar air dan kepadatan kering optimum.

6.19 Tentukan energi yang dibutuhkan untuk pemadatan (𝐸) dalam 𝑘𝑁. 𝑚/𝑚3 pada Modifikasi uji Proctor (pengujian kepadatan berat), Jika jumlah tumbukan setiap lapisan 25 dengan banyak 5 lapisan dan berat penumbuk 4,54 kg serta tinggi jatuh bebas setinggi 457 mm di atas permukaan contoh uji, untuk volume cetakan 944 cm3.

6.20 Tentukan energi yang dibutuhkan untuk pemadatan (𝐸) dalam 𝑘𝑁. 𝑚/𝑚3 pada Modifikasi uji Proctor (pengujian kepadatan berat), Jika jumlah tumbukan setiap lapisan 56 dengan banyak 5 lapisan dan berat penumbuk 4,54 kg serta tinggi

jatuh bebas setinggi 457 mm di atas permukaan contoh uji, untuk volume cetakan 2124 cm3.

6.21 Tentukan kepadatan lapangan dalam 𝑘𝑁/𝑚3 dengan menggunakan uji konus pasir (Sand Cone), jika hasil Kalibrasi berat isi pasir ottawa dengan Berat volume kering dari pasir Ottawa yang dipakai, 𝛾𝑑(𝑝𝑎𝑠𝑖𝑟) = 1575 𝑘𝑔/𝑚3. Kalibrasi berat dari pasir dalam kerucut, 𝑊𝑐 = 0,550 𝑘𝑔. Hasil uji sebelum dibuka katup konusnya berat dari tabung, kerucut logam, dan pasir yang mengisi botol, 𝑊1 = 7,85 𝑘𝑔 dan berat dari tabung, kerucut logam, dan sisa pasir setelah mengisi lubang, 𝑊2 = 4,95 𝑘𝑔. Kadar air tanah, 𝑤 = 12,25%. Berat tanah yang di timbang hasil penggalian lubang contoh sebesar 𝑊4 = 3,215 𝑘𝑔.

6.22 Menggunakan soal 6.21 jika kepadatan maksimum di laboratorium didapatkan sebesar 19,695 𝑘𝑁/𝑚3, hitung kepadatan relatif tanah.

6.23 Hasil uji kepadatan dan kadar air di laboratorium memberikan data sesuai Tabel S6.4

Tabel S6.4: Hasil uji berat isi tanah kering dan kadar air di laboratorium

Kadar Air (%) Berat Isi Kering (kN/m3)

5 16,15

7 18,25

9 19,95

11 20,35

13 19,35

15 17,65

Menggunakan uji konus pasir (Sand Cone), dengan hasil kalibrasi berat isi pasir ottawa dengan Berat volume kering dari pasir Ottawa yang dipakai, 𝛾𝑑(𝑝𝑎𝑠𝑖𝑟) = 1575 𝑘𝑔/𝑚3. Kalibrasi berat dari pasir dalam kerucut, 𝑊𝑐 = 0,550 𝑘𝑔. Hasil uji sebelum dibuka katup konusnya berat dari tabung, kerucut logam, dan pasir yang mengisi botol, 𝑊1 = 7,155 𝑘𝑔 dan berat dari tabung, kerucut logam, dan sisa pasir setelah mengisi lubang, 𝑊2 = 4,125 𝑘𝑔. Kadar air tanah, 𝑤 = 9,75%. Berat tanah yang di timbang hasil penggalian lubang contoh sebesar 𝑊4 = 3,225 𝑘𝑔.

a. Tentukan kepadatan lapangan dalam 𝑘𝑁/𝑚3

b. Tentukan kadar air optimum dan kepadatan maksimum laboratorium c. Tentukan kepadatan relatifnya

6.24 Hasil pengujian sondir (CPT) dengan tahap pembacaan untuk setiap kedalaman 20 cm, menggunakan alat konus dengan diameter konus, 𝐷𝑐 = 𝐷𝑠 = 𝐷′𝑝1 = 3,56 𝑐𝑚. Panjang bidang geser 𝐿 = 13,3 𝑐𝑚. Hasil pembacaan manometer untuk nilai perlawanan konus dan pembacaan manometer untuk nilai perlawanan konus dan geser seperti Tabel S6.5 (dalam kg/cm2 (1 kg/cm2 ≅ 1/100𝑘𝑃𝑎).

Hitung nilai sondir pada kedalaman tersebut.

Tabel S6.5: Hasil pembacaan 𝐶𝑤 dan 𝑇𝑤 Kedalaman

(m)

𝑪𝒘 , (𝐤𝐠/𝐜𝐦𝟐)

𝑻𝒘, (𝐤𝐠/𝐜𝐦𝟐)

Kedalaman (m)

𝑪𝒘 , (𝐤𝐠/𝐜𝐦𝟐)

𝑻𝒘, (𝐤𝐠/𝐜𝐦𝟐)

0,2 7 12 2,2 19 47

0,4 22 37 2,4 18 44

0,6 31 45 2,6 12 26

0,8 22 43 2,8 9 24

1,0 27 32 3,0 19 37

1,2 29 42 3,2 21 40

1,4 13 20 3,4 24 38

1,6 12 19 3,6 28 41

1,8 22 28 3,8 39 55

2,0 17 27 4,0 29 45

6.25 Berdasarkan data N-SPT Tabel S6.6. Jika pada saat pengujian N-SPT menggunakan palu dengan pengaman dan bor yang digunakan dengan diameter 115 mm serta untuk pengambilan contoh uji menggunakan tabung standar (tanpa pelapis/liner), hitung N-SPT Terkoreksi.

Tabel S6.6: Hasil uji N-SPT Kedalaman

(m) NM Berat Volume (kN/m3)

Kedalaman

(m) NM Berat Volume

(kN/m3)

1,00 – 2,00 - 17,25

2,00 - 2,45 8 18,25 20,45 - 22,45 41

18,75 2,45 - 4,45 15 18,25 22,45 - 24,45 44

4,45 - 6,45 43

19,25 24,45 - 26,45 43

6,45 - 8,45 25 26,45- 28,45 62

19,25 8,45 - 10,45 36 19,15 28,45 - 30,45 65

10,45 - 12,45 42

18,50

30,45 - 32,45 42

12,45 - 14,45 40 32,45 - 34,45 43

14,45 - 16,45 20 34,45 - 36,45 44

19,50

16,45 - 18,45 25 36,45 - 38,45 30

18,45 - 20,45 45 38,45 - 40,45 34

6.26 Pengujian sondir (CPT),

a. jelaskan prosedur pengujiannya?

b. Data apa saja yang didapatkan dari hasil

c. Apa saja keuntungan dan kekurangan pengujian sondir?

6.27 Pengujian SPT:

a. Jelaskan posedur pengujiannya?

b. Data apa saja yang didapatkan dari hasil

c. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam pengujian penetrasi dengan SPT?

6.28 Sebuah pengujian SPT dilakukan dengan menggunakan palu Donat dengan rasio tenaga sebesar 95% menggunakan pengeboran berdiameter 150 mm.

Panjang batang yang digunakan untuk pengujian sepanjang 5 meter. Contoh uji diambil dengan tabung standar. Jika diketahui tegangan efektif diawal pengujian sebesar 120 kPa serta 𝜎𝑎 tekanan atmosfir sebesar 100 kPa, menghasilkan nilai N-SPT dilapangan sebesar 30. Berapa nilai terkoreksi 𝑁60.

6.29 Bagaimana prosedur pengujian a. beban pelat (plate lood test )?

b. vane shear test?

c. Diketahui alat vane shear test standar berdiameter 𝐷 = 15 cm dan 𝐻 = 30 cm, berapa nilai tahanan geser tanah lapangan jika torsi maksimum sampai kedalaman 5 meter sebesar 490 N.m?

6.30 Hasil pengujian laboratorium pada kedalaman tanah 5 meter memberikan nilai indeks plastisitas sebesar 38%? Berapa nilai faktor koreksi untuk tahanan geser tanah lapangan berdasarkan Bjerrum (1972) dan Chandler (1988) serta Morris and Williams (1994)? Jika data alat vane shear test standar berdiameter 𝐷 = 15 cm dan 𝐻 = 30 cm, berapa nilai tahanan geser rencana yang terkoreksi jika torsi maksimum sampai kedalaman 5 meter sebesar 620 N.m, gunakan rata-rata dari Bjerrum (1972) dan Chandler (1988) serta Morris and Williams (1994)?

Dalam dokumen Kepadatan Tanah, CPT dan SPT (Halaman 91-98)

Dokumen terkait