BAB VII MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA DAN
4. Solusi Masalah Pendidikan di Indonesia
49
belajar (komunikator), menyediakan dan memberikan kemudahan-kemudahan belajar (fasilitator), dan memberikan dorongan belajar (stimulator).
e. Masalah Pendidikan Dasar 9 Tahun
UU RI Nomor 2 Tahun 1989 Pasal 6 menyatakan tentang hak warga negara untuk mengikuti pendidikan sekurang-kurangnya tamat pendidikan dasar, dan Pasal 13 menyatakan tujuan pendidikan dasar. Kemudian PP Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar, Pasal 2 menyatakan bahwa pendidikan dasar merupakan pendidikan 9 tahun, terdiri atas program pendidikan 6 tahun di SD dan program pendidikan 3 tahun di SLTP, Pasal 3 memuat tujuan pendidikan dasar yaitu memberikan bekal kemampuan dasar pada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia, serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah.
Ketetapan-ketetapan tersebut merupakan realisasi GBHN 1993 tentang arah pendidikan nasional butir 26 antara lain mengatakan perlunya peningkatan kualitas serta pemerataan pendidikan, terutama peningkatan kualitas pendidikan dasar.
Dilihat dari segi lamanya waktu belajar pada pendidikan dassar yaitu 9 tahun, kita sudah mengalami langkah maju dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya yang menetapkan wajib belajar hanya 6 tahun. Secara konseptual dan acuan yang diberikan oleh ketetapan-ketetapan resmi tersebut sudah sejalan dengan kebutuhan pembangunan.
Hambatan - hambatan dalam pelaksanaan pendidikan dasar 9 tahun, antara lain :
Realisasi pendidikan dasar yang diatur dengan PP No. 28 Tahun 1989 masih harus dicarikan titik temunya dengan PP No. 65 Tahun 1951 yang mengatur sekolah dasar sebagai bagian dari pendidikan dasar, karena PP tersebut belum dicabut.
Kurikulum yang belum siap
Pada masa transisi para pelaksana pendidikan dilapangan perlu disiapkan melalui bimbingan-bimbingan, penyuluhan, penataran, dan lain-lain.
4. Solusi Masalah Pendidikan di Indonesia
50
Membangun gedung sekolah seperti SD Inpres dan atau ruangan belajar.
Menggunakan gedung sekolah untuk double shift (sistem bergantian pagi dan sore)
Cara inovatif antara lain:
a. Sistem pamong (pendidikan oleh masyarakat, orang tua, dan guru) atau Inpacts system (Instructionar Management by parent, community and, teacher). sistem tersebut dirintis di solo dan didiseminasikan ke beberapa provinsi.
b. SD kecil pada daerah terpencil.
c. Sistem Guru Kunjung.
d. SMP Terbuka (ISOSA _ In School Out off School Approach), e. Kejar Paket A dan B.
f. Belajar Jarak Jauh, seperti Universitas Terbuka.
2) Solusi Masalah Mutu Pendidikan
Meskipun untuk tiap-tiap jenis dan jenjang pendidikan masing-masing memiliki kekhususan, namun pada dasarnya pemecahan masalah mutu pendiidkan bersasaran pada perbaikkan kualitas komponen pendidikan serta mobilitas komponen-komponen tersebut. Upaya tersebut pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses pendidikan dan pengalaman belajar peserta didik, dan menghasilkan hasil pendidikan.
Upaya pemecahan masalah masalah mutu pendidikan dalam garis besarnya meliputi hal-hal yang bersifat sebagai fisik dan lunak, personalia, dan manajemen.
Sebagai berikut:
Seleksi yanglebih rasional terhadap masukan mentah, khususnay untuk Slta dan PT.
Pengembanagn kemanpuan tenaga kependidikan melalui studi lanjut.
Penyempurnaaan kurikulum
Pengembanagan prasarana yang menciptakan lingkungan yang tenteram untuk belajar
Penyempurnaan sarana belajar seperti buku paket, media pembelajaran
Peniungkatan adminisrasi manajemen khususnya yang mengenai anggaran
Kegiatan pengendalian mutu.
Dari keempat macam masalah pendidikan tersebut masing-masing dikatakan teratasi jika pendidikan:
Dapat menyediakan kesempatan pemerataan belajar, artinya semua warga Negara yang butuh pendidikan dapat ditampung daalm suatu satuan pendidikan.
Dapat mencapai hasil yang bermutu artinya: perencanaan, pemprosesan pendidikan dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.
Dapat terlaksana secara efisien artinya: pemrosesan pendidikan sesuai dengan rancangan dan tujuan yang ditulis dalam rancangan.
51
Produknya yang bermutu tersebut relevan, artinya: hasil pendiidkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan.
3) Solusi Masalah Aktual Pendidikan di Indonesia
Menurut Tirta rahardja pada (2010:249) beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk menanggulangi masalah-masalah actual pendidikan, antara lain sebagai berikut:
a. Pendidikan afektif perlu ditingkatkan secara terprogram tidak cukup berlangsung hanya secara incidental, pendekatan keterempilan proses yang sudah disebarluaskan konsepnya perlu ditinjaklanjuti dengan penyebaran buku penduannya kepada sekolah-sekolah. Dalam hubungan ini pelaksanaan pendidikan kesenian perlu diperhatikan khusus sehingga tidak menjadi pelajran yang dikesamingkan.
b. Pelaksanaan KO dan ekstrakulikurel dikerjakan dengan penuh kesungguhan dan hasilnya diperhitungkan dalam menetapkan nilai akhir ataupun pelulusan, untuk itu perlu dikaitkan dengan pemberian intensif bagi guru.
c. Pemilihan siswa atas kelompok yang akan melanjutkan belajar keperguruan tinggi dengan yang akan terjun ke masyarakat, merupakan hal yang prinsip karena pada dasarnya tidak semua siswa secara potensial mampu belajar diperguruan tinggi. Oleh karena itu perlu disusun rancangan yang mantap untuk itu. Misalnya antara lain sekolah menengah kejuruan tingkat atas diperbanyak dengan berbagai jenisnya. Disegi lain pendirian perguruan tinggi swasta dibatasi dan akreditasi terhadap PTS diperketat.
d. Pendidikan tenaga kependidiakn (pejabat dan dalam jabatan) perlu diberi perhatian khusus, oleh karena tenaga kependidikan khususnya guru menjadi penyebab utama lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas untuk pembangunan. PKG (pusat kegiatan guru),MGBS (musyawara guru bidang studi) dan MGMP (musyawara guru mata pelajaran) perlu ditumbuhkembangkan terus sebagai model pengembangan kemampuan guru (self sustaining competencies). Pendayagunaan dumber belajar yang beraneka ragam perlu ditingkatkan, upaya ini menjadi tanggung jawab kepala sekolah, guru dan teknisi sumber belajar.
e. Untuk pelaksanaan pendidikan dasar 9 tahun, apalagi jika dikaitkan dengan gerakan wajib belajar, perlu diadakan penelitian secara meluas pada masyarakat untuk menemukan faktor penunjang utamanya,faktor penghambatnya.
Kepada masyarakat luar perlu diberikan informasi yang sifatnya memperjalas dan persuasif tentang makna dari pendidikan dasar. Realisasi dari pelaksanaan pendidikan dasar ini dilakukan secara bertahap.
D. RINGKASAN MATERI
Di Indonesia sekarang menganut system pendidikan nasional, beberapa sistem pendidikan Indonesia yang telah dilaksanakan, di antaranya adalah Sistem Pendidikan yang berorientasi pada nilai, sistem pendidikan terbuka, Sistem pendidikan beragam, Sistem pendidikan yang efisien dalam pengelolaan waktu, Sistem pendidikan yang disesuaikan dengan perubahan zaman.
Pada dasarnya ada dua masalah pokok yang dihadapi oleh dunia pendidikan di Indonesia yaitu mengenai bagaimana pengupayaan agar semua warga Negara dapat
52
menikmati kesempatan pendidikan serta pendidikan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan kerja yang mantap untuk dapat terjun kedalam kancah kehidupan bermasyarakat. Jenis-jenis permasalah pokok pendidikan yang diprioritaskan penanggulangannya di Indonesia yaitu masalah pemerataan pendidikan, masalah mutu pendidikan, masalah efisiensi pendidikan dan masalah relevansi pendidikan.
Beberapa contoh permasalahan aktual pendidikan di Indonesia yang berkaitan dengan permasalahan pokok pendidikan dan dapat dibahas dalam makalah ini diantaranya meliputi masalah keutuhan pencapaian sasaran, masalah kurikulum, masalah pendidikan dasar 9 tahun dan masalah peranan guru.
D. TUGAS DAN LATIHAN
1. Bagaimana cara mengatasi permaslahan pemerataan pendidikan di Indonesia ?
E. Rambu-rambu Jawaban
Hal dasar yang sangat dibutuhkan dalam upaya pemerataan pendidikan Indonesia adalah dana serta birokrasi yang jelas dan mudah. Dana dibutuhkan oleh pemerintah untuk memperbaiki sarana dan prasana sekolah yang ada di daerah, membiayai guru yang berkualitas, membangun atau menciptakan sumber daya manusia di daerah, dan pemberian subsidi supaya seluruh golongan masyarakat dapat menjangkau biaya pendidikan. Jelas dan mudahnya birokrasi sangat membantu kelancaran pemeratan pendidikan di setiap pelosok negeri Indonesia.
Demi mewujudkan generasi-generasi bangsa yang cerdas dan berguna bagi pembangunan, maka pemerintah tentu berfikir keras guna memecahkan permasalahan pemerataan pendidikan di Indonesia. Untuk itu ada dua cara yang diupayakan yaitu cara konvensional dan cara inovatif.
DAFTAR PUSTAKA
Astrid S. Susanto, Sunario. (1993). Globalisasi dan Komunikasi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Firor, John (Otto Soemarwoto). (1990). Perubahan Atmosfer (Sebuah Tantangan Global). Jakarta: Penerbit Rosda Jayaputra.
Garcia, RL. (1991). Teaching In A Pluralistic Society; Concepts, Models, Strategies.
Harper Collins Publisher:
53
Ikatan Alumni IKIP Bandung. (1989). Mimbar Pendidikan Nomor IV Tahun IX:
Dampak Globalisasi terhadap Pendidikan. Bandung: University Press IKIP Bandung.
Makagiansar, M., Sudarmono P., Hamijoyo, S. (1989). Mimbar Pendidikan: Dampak Globalisasi. Jurnal Pendidikan No. 4 Tahun IX Desember 1990. Bandung:
University Press IKlP Bandung: Bandung.
Merryfield M.M, Jarchow E., Pichert S, (1997). Preparing Teacher to Teach Global Perspectives. A Handbook For Teacher Educator. California: Corwin Press Inc.
Naisbit, J. (Drs. Budiyanto, Ed.). (1994). Global Paradox. Jakarta: Binarupa Aksara.
Santika, I. G. N. (2020). Optimalisasi Peran Keluarga Dalam Menghadapi Persoalan Covid- 19 : Sebuah Kajian Literatur. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 6(2), 127–137.
https://doi.org/http://dx.doi.org/10.23887/jiis.v6i2.28437
Santika, I. G. N., Kartika, I. M., Ayu, I. G., & Darwati, M. (2021). Reviewing The Handling Of Covid-19 In Indonesia In The Perspective Of The Pancasila Element Theory ( TEP ). Jurnal Etika Demokrasi (JED), 6(2), 40–51.
https://doi.org/https://doi.org/10.26618/jed.v6i2.5272
Santika, I. G. N. (2021). Tinjauan Historis Terhadap Keppres No. 24 Tahun 2016 Tentang Hari Lahir Pancasila. VYAVAHARA DUTA, 16(2), 149-159.
Santika, I. G. N., Kartika, I. M., & Wahyuni, N. W. R. (2019). Pendidikan karakter:
studi kasus peranan keluarga terhadap pembentukan karakter anak Ibu Sunah di Tanjung Benoa. Widya Accarya, 10(1).
Santika, I. G. N. (2022). Pendidikan Kewarganegaraan: Problematika Hasil Perubahan UUD 1945 Secara Konseptual. Global Aksara Pers.
Santika, G. N., Sujana, G., & Winaya, M. A. (2019). Membangun Kesadaran Integratif Bangsa Indonesia Melalui Refleksi Perjalanan Historis Pancasila Dalam Perspektif Konflik Ideologis. Jurnal Etika Demokrasi, 4(2).
Santika, I. G. N. (2020). Menelisik Akar Kegaduhan Bangsa Indonesia Pasca Disetujuinya Hasil Revisi UU KPK Dalam Perspektif Pancasila. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 6(1), 26-36.
Santika, I. G. N. (2021). Grand Desain Kebijakan Strategis Pemerintah Dalam Bidang Pendidikan Untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0. Jurnal Education and Development, 9(2), 369-377.
Santika, I. G. N. (2020). Menggali dan Menemukan Roh Pancasila Secara Kontekstual.
Penerbit Lakeisha.
54
Santika, I. G. N. (2019). Presidensialisme Dan Problematika Mekanisme Impeachment Presiden Dan/Atau Wakil Presiden Berdasarkan UUD 1945 Pasca Perubahan (Perspektif Pergulatan Hukum Dan Politik). Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 5(1), 23- 34.
Santika, I. G. N. (2021). Pendidikan Kewarganegaraan (Studi Komparatif Konstitusi Dengan UUD 1945). Penerbit Lakeisha.
Santika, I. G. N., & Suastika, I. N. (2022). Efforts of State-Owned Enterprises (SOE) in Disseminating Pancasila by Actualizing Tri Hita Karana (THK). Jurnal Etika Demokrasi, 7(1), 14-27.
Santika, I. G. N. (2018). Strategi Meningkatkan Kualitas SDM Masyarakat Desa Padangsambian Kaja Melalui Pendidikan Karakter Berbasiskan Kepedulian Lingkungan Untuk Membebaskannya Dari Bencana Banjir. Widya Accarya, 9(2).
Santika, I. G. N., & Sudiana, I. N. (2021). Insersi Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia Ditinjau dari Perspektif Teoretis. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 11(4), 464-472.
Santika, I. G. N., Suastra, I. W., & Arnyana, I. B. P. (2022). MEMBENTUK KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN IPA. JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, 10(1), 207-212.
Santika, I. G. N., Rindawan, I. K., & Sujana, I. G. (2019, December). MEMPERKUAT PANCASILA MELALUI PERGUB NO. 79 TAHUN 2018 DALAM MENANGGULANGI PENGIKISAN BUDAYA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0. In Seminar Nasional Inovasi Dalam Penelitian Sains, Teknologi Dan Humaniora-InoBali (pp. 981-990).
Santika, I. G. N. (2017). Kepala Sekolah Dalam Konsep Kepemimpinan Pendidikan:
Suatu Kajian Teoritis. Widya Accarya, 7(1).
Santika, I. G. N., Purnawijaya, I. P. E., & Sujana, I. G. (2019). Membangun Kualitas Sistem Politik Demokrasi Indonesia Melalui Pemilu Dalam Perspektif Integrasi Bangsa Dengan Berorientasikan Roh Ideologi Pancasila. Seminar Nasional 1
Hukum dan Kewarganegaraan. 1 (1), 74-85.
https://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/semnashk/article/view/1665 Santika, I. G. N. (2022). Aktualisasi Pancasila Dalam Berbagai Dimensi Kehidupan.
Pandit, S, 1991. Bhagawad Ghita, Terjemahan dan Keterangan. Jakarta: Yayasan