BAB 12 EKSTERNALITAS DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH
12.2 Solusi Perusahaan untuk Eksternalitas
Dalam kondisi semacam ini, maka pemerintah dapat mengintervensi untuk memperbaikinya dengan mendorong semua pihak yang terlibat dalam pasar untuk menginternalisasikan dari eksternalitas ini. Tindakan yang wajar atas kasus eksternalitas positif ini adalah kebalikan atas kasus eksternalitas negatif. Untuk menggeser keseimbangan pasar agar mendekati titik optimum sesara sosial, maka eksternalitas positif harus disubsidi. Dalam kenyataannya pemerintah melakukan subsidi untuk pendidikan. Subsidi pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dewasa ini antara lain, pembangunan sekolah-sekolah negeri, beasiswa pendidikan baik di dalam maupun di negeri.
tersebut menggunakan sari bunga dari pohon apel tersebut untuk menghasilkan madu. Ketika petani apel menentukan berapa banyak pohon yang akan ditanam, dan peternak lebah menentukan berapa banyak lebah yang harus dipelihara, mereka mengabaikan eksternalitas positif ini. Dampaknya adalah petani apel menanam apel terlalu sedikit dan peternak lebih memelihara lebah terlalu sedikit.
Eksternalitas ini pada dasarnya dapat diinternalisasi seandainya si peternak lebih memilih membeli kebun apel tersebut, atau petani apel membeli peternakan lebah tersebut. Kedua kegiatan ini akan berjalan dalam satu perusahaan, dan perusahaan tunggal yang ada dapat menentukan jumlah pohon apel yang harus dipelihara dan jumlah lebah yang harus diternak agar hasil yang diperoleh optimal. Internalisasi eksternalitas ini menjadi alasan bagi banyak pengusaha terlibat dalam banyak bisnis yang berbeda.
Cara lain dari perusahaan menghadapi dampak eksternalitas adalah pihak- pihak yang mempunyai kepentingan menandatangani suatu kontrak. Misalnya petani apel dan peternak lebah dapat menyelesaikan masalah jumlah pohon dan lebah. Dalam kontrak dapat dinyatakan dengan jelas jumlah tanaman apel dan leba serta mungkin jumlah harus dibayarkan antara pihak petani apel dan pihak peternak lebah. Dengan mengatur jumlah pohon apel dan jumlah lebah yang diternak dengan tetap, maka kontrak tersebut dapat menyelesaikan masalah ketidak efisienan yang umumnya muncul dari eksternalitas tersebut, dan membuat keduanya lebih diuntungkan.
Teorema Coase
Teorema Coase (Coase theorem) ditemukan oleh ekonom yang bernama Ronald Coase, mengatakan bahwa efektivitas perusahaan dalam menghadapi eksternalitas dalam keadaan tertentu dapat menjadi sangat efektif. Menurut Coase, apabila pihak perusahaan dapat melakukan penawaran tanpa mempengaruhi alokasi sumber daya, maka perusahaan akan mampu menyelesaikan masalah eksternalitas dan mengalokasikan sumber sayanya dengan efisien.
Untuk menjelaskan cara kerja teorema Coase, kita perhatikan contoh berikut; Misalkan Yunus memelihara ayam potong, dan usaha tersebut mengeluarkan bauh dan mengganggu Ali tetangganya. Yunus mendapatkan manfaat dengan memelihara ayam petelur tersebut, tetapi bagi Ali ayam tersebut menciptakan suatu eksternalitas negatif. Pertanyaan yang muncul harukan Yunus meninggalkan usaha peternakannya, atau haruskah Ali menderita karena bau busuk peternakan milik Yunus.
Pertama, mari kita analisis hasil yang efisien secara sosial. Mari kita mempertimbangkan dua alternatif dengan mempertimbangkan manfaat yang diperoleh Yunus dengan keberadaan usaha peternakannya dan beban yang ditanggung oleh Ali atas bau yang dikeluarkan oleh peternakan ayam milik Yunus.
Apabila manfaat yang diperoleh Yunus lebih besar dari beban yang ditanggung oleh Ali maka yang efisien adalah membiarkan Yunus untuk memelihara ayam petelur dan membiarkan Ali hidup menderita karenanya. Tetapi apabila beban yang ditanggung oleh Ali melebihi manfaatnya, maka Yunus harus menghentikan usaha peternakannya.
Menurut teorema Coase, pasar dapat mencapai hasil yang efisien dengan sendirinya. Pertanyaan yang muncul bagaimana caranya? Sederhana saja, Ali dapat menawarkan bayaran kepada Yunus untuk menghentikan usahanya, dan Yunus akan menerima tawaran itu apabila jumlah yang ditawarkan Ali lebih dari manfaat yang diperoleh dengan beternak ayam.
Dengan melakukan tawar menawar harga maka Yunus dan Ali akan mencapai hasil yang efisien. Misalkan Yunus memperoleh manfaat sebesar Rp.
1.000.000 per bulan dengan usaha tersebut, dan Ali menderita Rp. 2.000.000 per bulan dengan usaha tersebut. Dalam kasus ini Ali dapat menawarkan Rp.
1.200.000 kepada Yunus agar Yunus rela menghentikan usahanya, dan Yunus akan menerimanya dengan senang hati. Keduanya lebih diuntungkan dari sebelumnya, dan hasil yang efisien pun tercapai. Misalkan Yunus mendapatkan manfaat sebesar Rp. 2.500.000 dari usaha peternakan itu, dan Ali menderita kerugian sebesar Rp.
2.000.000. Maka dalam kasus ini Yunus akan menalok berapapun tawaran di bawah Rp. 2.500.000, sementara Ali tidak akan membayar lebih dari Rp.
2.000.000,-. Kerena itu Yunus tetap memelihara ayam. Sebab bagaimana pun juga ini adalah hasil yang efsien.
Jadi inti dari teorema Coase yaitu bahwa para pelaku ekonomi dapat menyelesaikan masalah ekternalitas di antara mereka sendiri. Bagaimanapun distribusi atas hak-hak tersebut, pada awalnya pihak-pihak yang berkepentingan selalu dapat menemukan suatu kesepakatan yang membuat mereka semua saling diuntungkan daripada sebelumnya, dan hasilnya pun efsiein.
Mengapa Solusi Perusahaan tidak Selalu Bekerja dengan Baik
Walaupun teorema Coase sangat menarik, namun kadang-kadang para pelaku ekonomi gagal menyelesaikan masalah eksternalitas. Teorema Coase hanya dapat belaku apabila yang berkepentingan tidak mengalami kesulitan dalam mencapai kesepakatan yang disetujui. Akan tetepi dalam kenyataannya tawar- menawar tidak selamanya dapat berjalan dengan baik, walaupun hasil yang diperoleh menguntunkan semua pihak.
Tidak jarang terjadi pihak-pihak yang berkepentingan gagal menyelesaikan persoalan ekternalitas karena adanya biaya transaksi (transaction cost), yang harus dikeluarkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk melakukan tawar menawar dan mencapai kesepakatan. Dalam contoh yang lebih realistis, biaya- biaya transaksi adalah pengeluaran untuk membayar para pengacara.
Dalam kondisi yang lain, tawar menawar tidak dapat dilakukan. Dilakukan pemogokan oleh serikat buruh, menunjukkan bahwa untuk mencapai kesepakatan adalah sesuatu yang sulit dilakukan, dan kegagalan dalam mencapai kesepakatan dapat menjadi sesuatu yang sangat merugikan bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam kenyataannya seringkali masing-masing pihak saling menahan diri guna memperoleh kesepakatan yang lebih baik dari sudut pandang mereka.
Dalam mencapai kesepakatan yang efisien sangat sulit dilakukan terutama apabila jumlah yang berkepentingan sangat banyak, karena mengkoordinasikan orang-orang dalam jumlah besar membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Misalnya pabrik Gula membuang polusinya pada sungai yang ada didikitarnya. Polusi tersebut menghasilkan eksternalitas negatif bagi semua warga yang ada di hilir sungai tersebut. Dalam teorema Coase, apabila polusi tersebut tidak efisien, maka pabrik gula dan para masyarakat dapat mencapai kesepakatan, dimana masyarakat dapat membayar pabrik untuk tidak menghasilkan polusi. Akan tetapi apabila jumlah masyarakat di hilir sungat sangat banyak, maka mengkoordinasikan mereka untuk melakukan tawar menawar dengan pabrik tersebut mungkin tidak dapat dilakukan.
Apabila tawar manawar antara swasta tidak berhasil dilakukan, maka pemerintah dapat memainkan suatu peran. Pemerintah dapat bertindak atas nama masyarakat. Oleh karena itu bagian berikutnya akan diuraikan peranan pemerintah dalam mengatasi masalah ekternalitas.