• Tidak ada hasil yang ditemukan

Solusi terhadap Problematika Pendidikan Islam

BAB X KEDUDUKAN PENDIDIKAN ISLAM DAN

F. Solusi terhadap Problematika Pendidikan Islam

Mencari ilmu hanya merupakan sebuah proses untuk mendapatkan sertifikat atau ijazah saja, sedangkan semangat dan kualitas keilmuan menempati prioritas berikutnya.302

F. SOLUSI TERHADAP PROBLEMATIKA PENDIDIKAN

174

menangkap dan melihat sesuatu, termasuk di dalamnya adalah berpikir dan berpandangan alternatif serta mengkaji ide-ide dan rencana kerja yang telah dibuat dari berbagai perspektif guna mengantisipasi masa depan yang lebih baik.305

305 Muhaimin, Nuansa Baru Pendidikan Islam : mengurai benang kusut dunia pendidikan, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2006, hal. 86

BAB XI PENUTUP

Pendidikan di negara kita hingga sekarang masih menyisakan banyak persoalan, baik dari segi kurikulum, manajemen, maupun para pelaku dan pengguna pendidikan. Tantangan yang dihadapi dunia pendidikan menjadi semakin kompleks, pendidikan dituntut untuk menyesuaikan dengan keberadaan era kemajuan teknologi dan integrasi teknologi. Modernisasi pendidikan Islam berbasis pendidikan karakter menjadi keniscayaan untuk menciptakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan zaman generasi milenial.

Transformsi pendidikan Islam diperlukan untuk membawa keluar dari krisis dan permasalahan, penguatan lembaga pendidikan Islam juga perlu mendapatkan perhatian, meliputi penguatan manajeman pendidikan Islam, penguatan kepemimpinan pendidikan Islam, dan reformasi kebijakan pendidikan, dengan tujuan untuk membentuk generasi seutuhnya dan manusia unggul yang berdaya saing yaitu manusia kreatif, inovatif, berkarakter, mandiri, cinta tanah air dan religius untuk menghadapi Era 4.0 di mana manusia dituntut serba cepat, tepat, efektif dan efisien.

Pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan globalisasi yang kemudian melahirkan revolusi industri 4.0. Pendidikan tidak mungkin menisbikan proses globalisasi yang akan mewujudkan masyarakat global ini. Dalam menuju era globalisasi, Indonesia harus melakukan reformasi dalam proses pendidikan, dengan tekanan menciptakan sistem pendidikan yang lebih komprehensif, dan fleksibel, sehingga para lulusan dapat berfungsi secara efektif dalam kehidupan masyarakat global demokratis. Untuk itu, pendidikan harus dirancang sedemikian rupa yang memungkinkan para peserta didik

176

mengembangkan potensi yang dimiliki secara alami dan kreatif dalam suasana penuh kebebasan, kebersamaan, dan tanggung jawab.

Di samping itu, pendidikan harus menghasilkan lulusan yang dapat memahami masyarakatnya dengan segala faktor yang dapat mendukung mencapai sukses ataupun penghalang yang menyebabkan kegagalan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah mengembangkan pendidikan yang berwawasan global. Yaitu dengan pemanfaatan teknologi pendidikan. Selain itu, program pendidikan harus diperbaharui, dibangun kembali atau dimodernisasi sehingga dapat memenuhi harapan dan fungsi yang dipikulkan kepadanya. Sedangkan solusi pokok adalah pengembangan wawasan intelektual yang kreatif dan dinamis dalam sinaran dan terintegrasi dengan Islam harus segera dipercepat prosesnya.

Sementara itu, menurut Tibi, solusi pokoknya adalah secularization, yaitu industrialisasi sebuah masyarakat yang berarti diferensiasi fungsional dari struktur sosial dan sistem keagamaannya. Berbagai macam tantangan tersebut menuntut para penglola lembaga pendidikan, terutama lembaga pendidikan Islam untuk melakukan nazhar atau perenungan dan penelitian kembali apa yang harus diperbuat dalam mengantisipasi tantangan tersebut, model-model pendidikan Islam seperti apa yang perlu ditawarkan di masa depan, yang sekiranya mampu mencegah dan atau mengatasi tantangan tersebut.

Pendidikan harus melakukan transformasi, para stakeholder Pendidikan Islam harus melakukan perubahan pada wajah dan muatan kurikulum sesuai dengan tuntutan zaman sekaligus sebagai benteng pertahanan menghadapi dekadensi moral. Perubahan konten akhlak pendidikan karakter dengan keunggulan daya saing, kognitif, afektif, psikomotorik dan spiritual. Serta pembentukan peserta didik yang inovatif, kreatif, demokratis, berkarakter, berjiwa entrepreneur dan religius. Transformasi pendidikan Islam meliputi: (1) Perbaikan aturan- aturan yang berlaku, (2) Pendidikan berorientasi kebutuhan masa depan, (3) Peninjauan dan perbaikan Kurikulum, (4) Peningkatan Mutu Manajemen Madrasah, (5) Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Kepemimpinan Madrasah, (6) Peningkatan Kompetensi guru, (7) Keterlibatan Masyarakat dalam mengembangkan Madrasah, (8) Digitalisasi Pelayanan akademik, administrasi dan pembelajaran.

Semoga dengan beberapa uraian yang ada pada buku ini memberikan solusi dalam sudut perspektif penulis untuk pendidikan

Indonesia lebih baik ke depan, khususnya pada bidang kajian ilmu pendidikan Islam.

178

Halaman Sengaja Dikosongkan

DAFTAR PUSTAKA

Hendra Suwardana. (2017). Revolusi Industri 4. 0 Berbasis Revolusi Mental. Jurnal JATI UNIK, Vol.1, No.2. 102-110

A. Suradi, “Globalisasi Dan Respon Pendidikan Agama Islam Di Sekolah,” Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 7, no. 2 (December 29, 2017): 1, https://doi.org/10.22373/jm.v7i2.2364.

Abdul al-Aziz, dkk. Dalam Hasan Langgulung, Pendidikan dan peradaban Islam, al-Hasan. ( Jakarta: Indonesia, 1985).

Abdul Fatah Jalal, Min Al-ushul At-tarbawiyyah fi Al-Islam, Mesir: Dar Al-kutub Al-Mishriyyah, 1977.

Abdul Halim , Filsafat Pendidikan Islam: Pendekatan Historis, Teoris dan Praktis (Jakarta: Ciputat Pers, 2002)

Abdul Majid, Nuansa-nuansa Psikologi Islam, Cet. I, Jakarta: Raja Grapindo Persada, 2001.

Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakkir, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta:

Kencana, 2006)

Abdul Munir Mulkhan, Paradigma Intelektual Muslim: Pengentar Filsafat Pendidikan Islamdan Dakwah, (Yogyakarta: Sipress, 1993), cet. I

Abdul Rahman Shaleh, Psikologi suatu Pengantar dalam Persfektif Islam, Ed. I, Cet. I, Jakarta: Grenada Media, 2004, h. 54.

180

Abdul Wahid, Isu-isu Kontemporer Pendidikan Islam, Semarang : Need’s Press, 2008, hal. I27

Abidin Ibn Rush. Pemikiran Al-Ghazali Tentang Pendidikan Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998)

Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam (Edisi Baru), (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005)

Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam (Bandung Al-Ma’arif 1989

Ahmad Fauzi, ‘Membangun Epistemologi Pendidikan Islam Melalui Kepemimpinan Spiritual : Suatu Telaah Diskursif’, Journal Empirisma, STAIN Kediri, Vol. 24.No 2, 2015, 155–67.

Ahmad Fauzi, ‘Model Manajemen Pendidikan Islam ; Telaah Atas Pemikiran Dan Tindakan Sosial’, At-Ta’lim INZAH Genggong Probolinggo, 4.Pendidikan Islam, 2017, 1–16.

Ahmad Syar’i, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2005.

Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam (Bandung:

Ramaja Rosdakarya, 1992)

Aida Dwi Rahmawati, “Pendidikan Islam Kreatif Era Industri 4.0 Perspektif Abuddin Nata,” Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam 7,

no. 1 (June 21, 2019): 2,

https://doi.org/10.21274/taalum.2019.7.1.1-24

Akhmad Syahri. Spirit Islam dalam Teknologi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0. Attarbiyah, Volume 28, 2018, 62-80 Akmal Hawi, “Tantangan Lembaga Pendidikan Islam,” Tadrib 3, no.

1 (August 30, 2017): 150,

https://doi.org/10.19109/Tadrib.v3i1.1388.

Al Mawardi. an Nukat wal Uyun, Beirut: Daar al Kutub al

‘Ilmiyyah,Vol 4, t.th