BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
4.1 Proses Pengolahan Minyak Sawit (CPO)
4.1.7 Stasiun Pemurnian Minyak (Clarification Station)
minyak). Sedangkan serat dan biji akan masuk ke cake breaker conveyor untuk proses pengutipan inti.
b. Vibrating Screen
Alat ini merupakan alat yang bergetar berbentuk lingkaran yang dilengkapi saringan. Alat ini berfungsi untuk memisahkan /menyaring kotoran atau ampas halus yang masih terbawa minyak dari Sand trap tank.
Gambar 4.14 Vibrating Screen (Double Deck) Spesifikasi alat:
- Pembuat : PT. AMCO
- Tahun Pembuatan : 1996/1997
- Jumlah : 2 unit
- Ukuran Saringan Kawat : 2 m2
- Daya/rpm : 2,5 kW – 1500 rpm - Ukuran Tangki : 3 x 1,8 m x tinggi 3,8 m Hal yang perlu diperhatikan dan pengawasan:
- Saringan selalu dibersihkan dari kotoran, ampas halus agar minyak tersaring dengan baik.
- Bila saringan robek atau bocor, segera diperbaiki atau diganti.
- Memeriksa getarran saringan atau elektro motor.
c. Crude Oil tank ( COT )
Merupakan alat berbentuk persegi empat yang dilengkapi pemanas induksi dan thermometer. Fungsi alat ini untuk menampung dan mengendapkan sludge dari Vibrating Screen.
Gambar 4.15 Crude Oil tank Spesifikasi alat:
- Panjang : 3 meter
- Lebar & Tinggi : 1,8 meter x 1,8 meter
- Suhu : 90-95oC
- Dilengkapi pompa : 2 unit
- Daya motoran : 5,5 HP – 1450 rpm
- Jumlah : 1 unit
- Kapasitas : 7-8 Ton d. Continues Setling Tank ( CST )
Minyak dari COT di pompa ke Continues Setling Tank. CST adalah alat berbentuk silinder dengan bagian bawah berbentuk kerucut terbalik.
Di dalamnya di pasang pipa panas sistem induksi, injeksi dan skimmer.
Proses pengutipan minyak dilakukan dengan daya grafitasi dibantu dengan uap air panas (90-95oC).
Gambar 4.16 Continous Setling Tank
Spesifikasi alat:
- Ukuran diameter : 2,85 meter - Ukuran tinggi : 6 meter
- Kapasitas : 15 m3
- Ukuran pipa pemanas : 50,8 mm - Pipa pemanas induksi : 25 mm Yang perlu diperhatikan pada saat proses:
- Suhu dipertahankan 90oC – 95oC.
- Masa diusahakan tenang.
- Ketinggian minyak mentah dari permukaan masa cair 30-50 cm.
e. Oil tank
Minyak yang terkutip dari CST masuk ke Oil tank, sludgenya ke tangki umpan sedangkan drap di alirkan ke drabe Tank. Oil tank adalah alat berbentuk silinder dengan bagian bawah berbentuk kerucut terbalik yang dilengkapi pemanas induksi, injeksi dan thermometer.
Gambar 4.17 Oil tank Spesifikasi alat:
- Jumlah : 1 buah
- Ukuran diameter : 2,3 m - Ukuran tinggi : 4 m - Diameter pipa induksi : 1,5 inch
f. Oil purifier
Minyak yang keluar dari oil tank masuk ke oil purifier yang berfungsi untuk memisahkan kotoran – kotoran yang terdapat dalam minyak serta untuk menurunkan kadar air dari minyak tersebut. Alat ini bekerja berdasarkan gaya sentrifugal putarran tinggi. Selanjutnya minyak dipompakan ke Vacuum Dryer.
Gambar 4.18 Oil purifier Spesifikasi alat:
- Tahun pembuatan : 1986
- Merk : Westfalia D. 4740 Dedle West Germani.
- Type : OSA 20 – 02 – 066 - Kapasitas : 6 T / H
- Motoran : 24 / 13,8 A 380 V 1445 rpm - Jumlah : 3 unit
- Putarran : 7050 rpm
Yang perlu diperhatikan saat operasi adalah:
- Posisi minyak pelumas pada gear chember harus menunjukan 2/3 bagian pada sight glass.
- Suhu feeding dipertahankan 90oC – 95oC
- Kandungan dalam feeding max. 0,60% dan kotoran max. 0,04%.
Cara pengoperasian:
- Buka rem
- Hidupkan mesin
- Hidupkan pompa - Putar switch - Buka kran inlet - Buka kran air panas g. Vacuum dryer
Merupakan alat berbentuk silinder vertical yang dilengkapi dengan alat pengukur tekanan vacum. Fungsi dari Vacuum dryer adalah sebagai tempat pengeringan minyak, untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam CPO sehingga mencapai 0,10% dengan cara penguapan hampa.
Gambar 4.19 Vacuum Dryer Spesifikasi alat:
- Merk : Solinger Fisher – Germani
- Type : 2129
- Kapasitas : 9 ton / H - Schal Thisung : 5/250
- Gear : GL DNV
- Tcil Mr : 2163 – 2349 – 010 - Jumlah : 1 buah
Dilengkapi pump transfer ke tangki timbun, dengan data teknisnya sebagai berikut:
- Merk : Blackmer – W – Germani - Type : Rotari Vare (520 rmp) - Motoran : 4 Hp – 1445 rpm - Jumlah : 2 unit
Yang perlu di perhatikan saat operasi adalah:
- Tekanan Vacum minimal 50 torr.
- Mengontrol pompa vakum jalan atau tidak.
Cara pengoprasian:
- Buka kran minyak ke storage tank.
- Hidupkan pompa kinyak ke storage tank.
- Hidupkan pompa vakum.
- Buka kran minyak masuk vacuum dryer.
h. Sludge tank
Sludge tank merupakan alat penampung sludge dari CST. Alat ini berbentuk silinder vertical yang bagian bawahnya berbentuk kerucut terbalik. Alat ini dilengkapi pemanas sistem induksi dan thermometer.
Lumpur yang masih mengandung air dan minyak diendapkan serta dipanaskan dengan uap yang menggunakan sistem pemanasan induksi pada suhu 90ºC-95ºC yang bertujuan agar massa minyak homogen dan menurunnya viskositas minyak sehingga pemisahan sludge mudah dilakukan.
Gambar 4.20 Sludge tank
Spesifikasi alat:
- Ukuran diameter : 2,3 meter - Ukuran tinggi : 3,0 meter - Diameter pipa pemanas : 1,5 meter - Sludge separator Type : BSC 3/2 2013
- Motoran : 53/33 5.A 380 V 2940 rpm
Pengawasan disini difokuskan pada kualitas minyak dan sludge.
i. Vibrating Screen (Single Deck)
Vibrating Screen Single Deck adalah alat penyaring yang berfungsi untuk menyaring ampas atau kotoran yang ada pada Sludge. Proses pemisahan berlangsung ketika Single Vibrating bergetar atau dengan kata lain, proses pengayakan sedang berlangsung. Berikut adalah gambar dari Vibrating Screen Single Deck di PKS Luwu.
Gambar 4.21 Vibrating Screen (Single Deck) j. Tangki Umpan (Feed Tank Separator)
Tangki Umpan berfungsi untuk menampung Sludge yang telah disaring sebelum masuk ke Sludge Separator.
Gambar 4.22 Tangki Umpan k. Sludge Separator
Minyak dari sludge tank disaring di Vibrating Screen dan selanjutnya dipompa ke tangki umpan dan disaring lagi di brusstener.
Kemudian masuk ke sludge separator. Alat ini berfungsi untuk memisahkan kotoran dari minyak dengan cara putarran tinggi.
Gambar 4.23 Sludge Separator Spesifikasi alat:
- Jumlah : 2 unit
- Type : Sludge Centrifuge - Model : CNCI
- Power : 15 KW - Putarran : 1.400 rpmn - Pembuatan : Malaysia
l. Buffer Tank
Adalah alat berbentuk segi empat yang dilengkapi pemanasan induksi yang berfungsi untuk penampung minyak dari sludge separator sebelum dipompakan untuk penampung minyak dari sludge separator sebelum dipompakan ke CST.
- Jumlah : 1 buah - Lebar : 2m - Tinggi : 1m m. Fat pit
Pada bak fat pit air buangan/lumpur berasal dari semua proses pengolahan CPO dan presan serta sterilizer yang mengandung minyak diproses secara sedimentasi guna memisahkan antarra lumpur, air, dan minyak.
Gambar 4.24 Fat-Pit
Pada bak fat pit ini proses pemisahan dilakukan dengan prinsip dekanitas grafitasional sehingga lumpur dapat mengendap dan terpisah dari minyak. Proses ini dilakukan dengan pemanasan oleh uap sistim injection, sehingga minyak dapat terkutip untuk diteruskan ke CST untuk diproses ulang dan lumpur bersama air yang mengandung dibuang ke kolam limbah.
Spesifikasi alat:
- Ukuran panjang : 13,725 meter
- Ukuran lebar : 6,0 meter
- Ukuran tinggi : 1,5 meter
- Ukuran Diameter Pipa Pemanas : 1,5 Inchi
Pada prinsipnya pengawasan yang dilakukan pada stasiun klarifikasi:
- Mempertahankan suhu minyak 90oC – 95oC.
- Melakukan pembuangan endapan lumpur (spui) 6 jam sekali pada tank- tank pengendapan.
- Memeriksa oli mesin pada oil purifier.
- Mengontrol buangan oil purifier, bila banyak tidak keluar maka perlu dilakukan reparasi / pembersihan nozzel dari kotoran.
- Mengontrol pengutipan minyak (skimmer) padaVCT.
- Mengontrol tekanan Vacuum dryer.
n. Oil Storage tank
Adalah penampung minyak masuk dari Vacuum dryer yang berbentuk silinder vertikal yang dilengkapi pipa pemanas induksi dan merupakan tanki timbun dari hasil akhir proses pengolahan yang akan di distribusikan untuk AMS dan ke Tanki timbun Palopo.
Gambar 4.25 Oil Storage tank Spesifikasi alat:
- Jumlah : 2 Buah - Kapasitas : 2.000 Ton