• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

C. Strategi Inquiri

1. Pengertian Strategi Inquiri

Menurut Ngalimun, “pembelajaran inquiri adalah suatu strategi yang membutuhkan siswa menentukan sesuatu dan mengetahui bagaimana cara memecahkan masalah dalam suatu penelitian ilmiah.”18

Metode inquiri merupakan suatu teknik atau cara yang digunakan oleh guru untuk mengajar di depan kelas ataupun di laboratorium, baik dengan demonstrasi maupun dengan melakukan eksperimen. Metode inquiri mempunyai tujuan umum yakni siswa mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan yang dibutuhkan dengan memberikan pertanyaan yang harus dipecahkan atau dikerjakan oleh siswa. Dimana jawaban diperoleh dari demonstrasi atau eksperimen yang dilakukan.

Siswa mengolah data dengan melihat buku-buku yang dimiliki dan

17 Ibid. hal.191

18 Ngalimun. Strategi dan Model Pembelajaran. (Yogyakarta: Aswaja Pressindo. 2012).

hal.33

18

mendiskusikannya dengan teman sehingga jawaban yang diharapkan atas dasar rasa ingin tahu mereka dapat diperoleh.

Hal ini sesuai dengan pendapat Ngalimun bahwa “...tujuan umum pendekatan inquiri adalah membantu siswa mengembangkan disiplin dan ketrampilan intelektual untuk memunculkan masalah dan kemudian dapat mencari jawabannya sendiri sehingga mereka dapat menjadi pemecah masalah yang mandiri.”19

Menurut Wina Sanjaya, “Startegi pembelajaran inquiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri dilakukan melalui Tanya jawab antara guru dan siswa”.20

Pendapat ini didukung oleh Dimyati dan Mudjiono bahwa “Model pengajaran inquiri merupakan pengajaran yang terpusat pada siswa. Dalam pengajaran ini siswa menjadi aktif belajar. Tujuan utama model inquiri adalah mengembangkan keterampilan intelektual, berpikir kritis, dan mampu memecahkan masalah secara ilmiah.”21

2. Langkah-langkah Strategi Inquiri

Menurut Wina Sanjaya bahwa langkah-langkah inquiri dalam proses pembelajaran adalah :

1) Orientasi

2) Merumuskan masalah 3) Mengajukan hipotesis 4) Mengumpulkan data 5) Menguji hipotesis

19 Ibid. hal.35

20 Wina Sanjaya. Op.cit. hal.196

21 Dimyati dan Mudjiono. Op.cit. hal.173

6) Merumuskan kesimpulan22

Menurut Richard Suchman, langkah-langkah metode inqiuri dalam proses pembelajaran yaitu:

a. Identifikasi kebutuhan siswa.

b. Seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip pengertian, konsep dan generalisasi yang akan di pelajari.

c. Seleksi materi pembelajaran dan problema atau tugas-tugas.

d. Membenatu memperjelas, tugas problema yang akan di pelajari dan peran masing-masing siswa.

e. Mempersiapkan seting kelas dan alat-alat yang di perlukan.

f. Mencetak pemahaman siswa terhadap masalah yang akan di pecahkan dan tugas-tugas siswa.

g. Memberi kesempatan siswa untuk melakukan penemuan.

h. Membantu siswa dengan informasi/data jika di perlukan.

i. Memimpin analisis sendiri (self analysis) dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses.

j. Merangsang terjadinya interaksi antar siswa.

k. Memuji dan membesarkan siswa yang tegiat dalam proses penemuan.

l. Membantu siswa merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemua.23

Dari langkah-langkah di atas terlihat jelas bahwa metode inquiri tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual saja tetapi juga mengembangkan seluruh potensi yang ada, termasuk pengembangan emosional dan keterampilan inquiri merupakan suatu proses yang bermula dari orientasi.

Adapun pelaksanaannya adalah guru memberi tugas meneliti suatu masalah di kelas. Siswa dibagi beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti atau membahas dalam kelompok

22 Wina Sanjaya. Op.cit. hal.201

23 Asra dan Sumiati. Metode Pembelajaran, (Bandung: CV Wacana Prima. 2008).

hal.103

20

didiskusikan, kemudian dibuat laporan yang tersusun baik yang pada intinya adalah menolong siswa mengembangkan intelektual dan keterampilan yang dibutuhkan dengan memberikan pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar rasa ingin tahu mereka. Hal ini tentunya diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

3. Keunggulan Strategi Inquiri

Adapun keunggulan metode Inquiri yaitu:

a) Dapat membentuk dan mengembangkan ”self-concept” pada diri siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar ide-ide dengan lebih baik.

b) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru.

c) Mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersifat obyektif, jujur dan terbuka.

d) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri.

e) Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik.

f) Situasi pembelajaran lebih merangsang.

g) Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu.

h) Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri.

i) Menghindarkan diri dari cara belajar tradisional.

j) Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.24

4. Kelemahan Strategi Inquiri

Beberapa kelemahan metode inquiri, yaitu :

a) Jika SPI digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.

b) Metode ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.

c) Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan wakktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.

d) Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka SPI akan sulit diimplementasikan oleh guru.25

24 Rustiyah N.K. Op.cit. hal.76-77

25 Wina Sanjaya. Op.cit. hal.208-209

Dari pendapat di atas dapat diketahui bahwa metode inquiri serupa dengan penemuan. Disini anak diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang ada di dalam dirinya. Tetapi tidak semua individu mempunyai kemampuan yang sama. Ada kemampuannya yang tinggi ada yang rendah, adapula yang cepat dapat menyelesaikan suatu persoalan, dan yang lambat menyelesaikan persoalan.

Pada metode inquiri dapat ditumbuhkan sikap obyektif, jujur, hasrat ingin tahu, terbuka dan sebagainya. Akhirnya dapat mencapai kesimpulan yang disetujui bersama. Bila siswa melakukan semua kegiatan di atas berarti siswa sedang melakukan inquiri.

Dari beberapa keunggulan metode tersebut di atas penulis dapat mengambil kesimpulan dalam proses pembelajaran guru menggunakan teknik bila mempunyai tujuan agar siswa terangsang oleh tugas, dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah itu. Mencari sumber sendiri, dan mereka belajar bersama dalam kelompoknya. Diharapkan siswa juga mampu mengemukakan pendapatnya dan merumuskan kesimpulan nantinya. Inquiri mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, seperti merumuskan masalah, merencanakan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisa data, menarik kesimpulan.

Dokumen terkait