7.1. Penelitian Terdahulu
7.1.1. Stress Kerja
Pada jurnal berjudul “Gambaran stres kerja pada driver gojek dan Grab di masa pandemi COVID-19 di Tangerang” yang disusun oleh Annisa Asri Aliyyah, Novendawati Wahyu Sitasari, Grin Rayi Prihandini (2021). Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran stres kerja pada driver Gojek dan Grab selama masa pandemi COVID-19. Dalam jurnal tersebut berhasil membuktikan bahwa driver Grab dan Gojek mengalami stres kerja pada masa pandemi sebesar 53% yang dimana hasil tersebut menunjukkan bahwa stres kerja yang dialami driver Grab dan Gojek termasuk pada golongan stres kerja rendah. Sedangkan dalam hasil crosstabulation (metode dengan menggunakan perbedaan gender) jenis kelamin wanita dan laki-laki usia dewasa, mitra driver Grab dan hubungan antar rekan kerja cenderung memiliki tingkat stres kerja yang lebih rendah, sedangkan yang berstatus lajang justru memiliki kecenderungan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi.
Persamaan dari penelitian ini dengan penelitian penulis adalah memiliki kesamaan fenomena stres dalam bekerja. Perbedaan dalam penelitian ini dengan penelitian yang penulis bahas adalah metode analisis yang digunakan. Dalam penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif yang dimana penelitian tersebut menggunakan 100 sampel sebagai narasumber utama, sedangkan dalam penelitian penulis menggunakan metode kualitatif dengan metode wawancara.
Kemudian, pada jurnal yang berjudul “Customer-directed extra-role performance and emotional understanding: Effects on customer conflict, felt stress, job performance and turnover intentions” yang disusun oleh Jay P. Mulki, John W. Wilkinson. (2017). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti stres kerja pada karyawan penjualan dan layanan pelanggan (sales and customer service) yang
37
sering kali terjadi karena berhadapan dengan pelanggan yang selalu menuntut bahkan kasar kepada pegawai. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa konflik interpersonal dengan pelanggan memiliki pengaruh negatif langsung pada kinerja karyawan dan ketahanan dalam bekerja, sehingga karyawan memiliki niat untuk melakukan rolling pekerjaan antar karyawan.
Persamaan dari penelitian ini adalah membahas stres dalam bekerja yang terjadi akibat menghadapi pelanggan yang sulit untuk dihadapi. Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang penulis bahas adalah objek dari penelitian yakni bukan membahas karyawan jasa transportasi online.
Penelitian jurnal selanjutnya berjudul “Negative affect, deep acting, and customer compensation as responses to customer mistreatment: The effect of customer-based perspective-taking” yang disusun oleh Lindsey Lee, Priyanko Guchait, Juan M. Madera. (2020). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang pengaruh negatif dari perilaku buruk pelanggan terhadap kinerja karyawan perhotelan di dua tempat berbeda. Dalam jurnal tersebut menjelaskan bahwa perilaku pelanggan yang buruk akan mempengaruhi perilaku karyawan kepada pelanggan sehingga menimbulkan berbagai masalah baru yang mungkin akan terjadi. Solusi penyelesaian yang diberikan dalam jurnal tersebut adalah dengan melakukan intervensi taking perspective. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan taking perspective adalah dapat memahami perasaan serta dapat menempatkan diri pada situasi yang sedang dihadapi orang lain.
Persamaan dari penelitian ini adalah sama-sama membahas tentang perilaku buruk pelanggan kepada karyawan. Perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang penulis bahas adalah menggunakan metode kuantitatif. Selain itu, objek dari penelitian ini bukan membahas pegawai jasa transportasi online.
Penelitian stress kerja yang juga dilakukan oleh Luis M. Dos Santos di 2022 yang berjudul “Psychological stress, job satisfaction, and career decisions of taxi drivers during the COVID-19 pandemic: a study of male senior taxi drivers”.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengeksplorasi antara hubungan stres kerja, kepuasan kerja dan keputusan karir pengemudi taksi di Korea Selatan selama masa pandemi COVID-19. Dalam jurnal tersebut menjelaskan bahwa
38
lingkungan, kepuasan kerja dan keputusan karir pengemudi taksi di korea selatan menjadi salah satu faktor stres kerja bagi para pengemudi. Jurnal ini menggunakan 62 responden dengan rata-rata usia diatas 60 tahun. Jurnal ini berfokus pada apa saja yang mempengaruhi para pengemudi lanjut usia tersebut mengalami stres kerja.
Pada jurnal tersebut dijelaskan bahwa pengemudi lanjut usia mengalami diskriminasi yang dilakukan oleh pelanggan, selain itu pengaruh stres kerja pengemudi juga dikarenakan adanya pandemi COVID-19 sehingga sektor bisnis mengalami penurunan yang cukup tajam.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang sedang peneliti tulis adalah sama-sama menggunakan metode kualitatif, selain itu jurnal tersebut juga membahas mengenai behavior pelanggan terhadap pengemudi dan juga memiliki kesamaan dengan latar lingkungan yang sedang peneliti teliti, yaitu sama-sama melakukan penelitian disaat pandemi COVID-19 berlangsung. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian yang peneliti tulis adalah latar tempat dan fokus kasus dalam penelitian.
Penelitian stres kerja dengan judul “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Pengendara Ojek Online Saat Terjadi Pandemi COVID-19 Di Kota Tangerang Selatan Tahun 2020” yang disusun oleh Khilda Khoirunnisa dkk. Penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti apa saja faktor stres kerja yang terjadi pada pengendara ojek online di Kota Tangerang pada saat pandemi COVID-19 berlangsung. Dari hasil penelitian ini dijelaskan bahwa terdapat 66,7% responden mereka mengalami stres ringan, 31,3% mengalami stres sedang dan 2,1% mengalami stres berat. Data tersebut diperoleh dari hasil kuesioner yang disebarkan oleh peneliti dengan jumlah total 132 responden. Penelitian ini menghasilkan beberapa faktor yang memiliki hubungan dengan pandemi COVID- 19, yaitu faktor umur, ststus pernikahan, status pekerjaan, lama bekerja, pendapatan, dukungan sosial, dan hubungan interpersonal.
Hubungan antara jurnal tersebut dengan penelitian yang sedang peneliti teliti adalah untuk memberikan wawasan lebih luas bagi penulis untuk menemukan benang merah dari permasalahan yang sedang penlulis teliti. Jurnal tersebut juga memiliki persamaan dengan penelitian ini, yaitu sama-sama meneliti mengenai
39
stres kerja yang dialami oleh driver ojek online. Perbedaan jurnal tersebut dengan penelitian yang sedang penulis teliti adalah jurnal tersebut menggunakan metode kuantitatif dimana data penelitian didapatkan melalui koesioner, serta perbedaan fokus penelitian tersebut.