• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Struktur Naratif Naskah Drama Sampek-Engtay

1. Struktur Naratif Naskah Drama Sampek-Engtay

Cerita ini dimulai dengan kuatnya keinginan Engtay untuk bersekolah seperti layaknya seorang lelaki pada masa itu. Akan tetetapi kedua orangtuanya

tidak mengizinkan Engtay untuk bersekolah. Dengan berbagai cara Engtay berhasil meyakinkan kedua orangtuanya bahwa sekolah itu baik bagi dirinya.

Engtaypun pergi ke Betawi dan bertemu Sampek. Engtay ditempatkan dalam satu kamar dengan Sampek, karena tidak seorang pun menyangka bahwa Engtay adalah perempuan. Maklum ia menyamar menjadi laki-laki.

Cinta pun tumbuh dan hampir saja Engtay menyerahkan dirinya kepada Sampek yang akhirnya tahu juga ia perempuan. Engtay berterus terang kepada Sampek karena tidak suka terhadap kejujuran yang disebutnya sebagai kebodohan lelaki muda itu. Sudah hampir satu tahun Sampek tetap tidak mengira bahwa selama ini ia tidur satu ranjang dengan seorang gadis akan tetapi cinta Sampek ditakdirkan tidak sampai karena tepat pada saat ia siap bercumbu, Engtay dipanggil pulang untuk dinikahkan dengan tunangannya, Macun. Sampek pun merana dan sakit cinta menyebabkan ia mati. Ia dikubur dengan tanda-tanda seperti yang diminta oleh Engtay : kuburan di sebelah timur dan menghadap ke barat, bongpay (batu nisan) warna biru dengan tulisan nama pemuda itu tertatah jelas. Ketika Macun berhasil memboyong Engtay ke Rangkasbitung dengan tandu pengantin, Engtay memohonkan sebuah permintaan : ziarah ke makam Sampek untuk sembahyang. Karena memang ditakdirkan berjodoh, ketika upacara sembahyang itulah kubur Sampek terbuka. Lalu Engtay melompat ke dalam kubur, menyatu bersama kekasihnya. Macun marah bukan main. Ia membongkar kuburan. Tetapi baik jasad Sampek maupun Engtay tidak terdapat dalam kuburan itu. Sebagai gantinya, di sana terdapat sepasang batu biru, sepasang tawon kuning dan sepasang kupu-kupu yang langsung terbang menuju langit.

Lakon klasik Cina ini disadur oleh N. Riantiarno dan dipindahkan peristiwanya ke daerah Banten. Struktur ceritanya tidak mengalami perubahan dari lakon aslinya, hanya ada beberapa penambahan sebagai ‘kembang lakon’

dengan mengingat bahwa kisah Sampek Engtay memiliki versi yang banyak, dalam lakon versi Teater Koma, Engtay adalah gadis kelahiran Banten yang tinggal di Serang. Sampek asal Pandeglang dan Macun, tunangan Engtay, anak Kapten Cina dari Rangkasbitung. Inilah lakon melodramatis dan disampaikan secara. Sebuah gurauan pahit remaja bercinta yang juga masih bisa dinikmati oleh para orang tua. Sebuah lakon tentang wanita yang menganggap sanggup merubah citra dirinya, tetetapi pada akhirnya tetap tidak bisa lari dari keputusan keluarga.

Meski keputusan itu tidak disukainya. Inilah emansipasi yang kalah oleh tradisi.

2. Struktur Naratif Naskah Drama Romeo-Juliet

Ketika Juliet memasuki usia 14 tahun, orang tuanya mengadakan pesta ulang tahun untuk puteri mereka pada hari jadinya, sekaligus juga memperkenalkan Juliet dan Paris, pemuda pilihan orang tuanya. Ayah Juliet adalah pemimpin dalam keluarga Capulet yang mempunyai permusuhan yang sudah turun menurun pada keluarga Montague. Romeo, pemuda dari keluarga Montague baru saja putus cinta karena di tinggal kekasihnya, Rosalinda. Pada malam pesta di kediaman Capulet, Romeo yang lewat depan Puri kediaman Capulet secara tiba - tiba tertarik untuk masuk secara diam-diam ke dalam puri kediaman Capulet untuk mengetahui keramaian yang ada di dalamnya. Di sanalah

Romeo menemukan perasaan cintanya kembali ketika terpesona melihat Juliet di pesta ulang tahunnya dan secara kebetulan mereka dapat berkenalan yang mempunyai kesan di dalam hati masing - masing.

Sejak pertemuan itu Romeo dan Juliet menjadi pasangan kekasih di mana cinta mereka dirahasiakan dari kedua belah pihak keluarga mereka masing-masing hingga pada suatu hari terjadi peristiwa yang melibatkan Romeo dan salah satu keluarga keluarga Capulet yang menyebabkan kematian Mercutio, sahabat dari keluarga Montague karena bertarung dengan Tybalt dari keluarga Capulet.

Kematian sahabatnya membuat Romeo menjadi gelap mata dan balas membunuh Tybalt. Perbuatan Romeo membuat dia dihukum tidak boleh lagi kembali dari Verona untuk selama-lamanya, sehingga terpisah dari kekasihnya Juliet. Di lain pihak, orang tua Juliet tidak bisa menolak lamaran dari Paris untuk menikahi Juliet. Sehingga mereka memaksa Juliet untuk menikah secepatnya dengan pilihan orang tuanya. Juliet bersedih akan keputusan itu dan ia berusaha menghubungi Romeo melalui Rahib Lorenzo dari Romeo sendiri akan rencana pernikahannya dengan Paris. Untuk mencegah pernikahan yang akan dilangsungkan dalam dua hari, maka Rahib Lorenzo menggunakan ramuan obat tidur untuk membuat Juliet mati suri sehingga keluarga Juliet tidak bisa menikahkan dia dengan Paris.

Lorenzo juga berusaha menghubungi Romeo akan rencana itu tetapi surat yang berisikan rencana Juliet tidak sampai pada Romeo. Ketika Romeo kembali ke Verona dan mendapati sang kekasihnya telah meninggal maka ia mendatangi tempat Juliet dikuburkan. Melihat Juliet telah mati maka Romeo pun membunuh dirinya dengan meminum racun disamping jasad kekasihnya dengan membawa

perasaan sedih mendalam. Ketika pengaruh obat tidur itu hilang dan Juliet tersadar, dia melihat Romeo yang ada di sampingnya telah mati. Hal tersebut membuat Juliet menyusul Romeo dengan mengakhiri hidupnya juga dengan menusukkan pisau yang berada di samping tubuh Romeo ke tubuhnya. Sebuah akhir dari tragedi cinta di antara permusuhan dua keluarga besar Capulet dan Montague.

Berdasarkan uraian di atas, struktur naratif yang terkandung dalam kedua naskah drama memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dengan Romeo-Juliet sebagai hipogramnya.

B.

Unsur-Unsur Intrinsik Naskah Drama Sampek-Engtay dan

Dokumen terkait