PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Peristiwa ini memberikan pengaruh yang kuat terhadap kejiwaan pengarang, memicu konflik internal yang mendorong pengarang untuk mengubahnya menjadi sebuah karya sastra. Naskah drama sebagai karya fiksi menampilkan realitas kehidupan manusia dari sudut pandang sastra. Singkatnya, naskah drama merupakan perpaduan antara fakta, imajinasi, dan idealisme pengarang, yang ditampilkan di hadapan banyak orang.
Demikianlah naskah drama menggambarkan kehidupan manusia yang berkisar pada kesedihan, kebahagiaan, tragedi bahkan komedi. Naskah drama yang merupakan cerita asal Tiongkok ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Engtay yang berjuang keras untuk belajar meskipun pada saat itu perempuan dilarang bersekolah seperti laki-laki. Walaupun ketiga karya sastra tersebut ditulis oleh pengarang yang berbeda dan mempunyai latar belakang sosial budaya yang berbeda, namun keduanya mempunyai kesamaan atau kesamaan motif.
Oleh karena itu, analisis keduanya merupakan upaya mengungkap nilai-nilai kemahasiswaan dalam karya sastra.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Mendeskripsikan dan menjelaskan perbedaan unsur internal antara lakon Romeo-Juliet karya William Shakespeare dan Sampek Engtay karya N. Mendeskripsikan dan menjelaskan unsur feminisme dalam lakon Romeo-Juliet karya William Shakespeare dan Sampek Engtay karya N. Mendeskripsikan dan menjelaskan Nilai Pendidikan yang memuat lakon Romeo-Juliet karya William Shakespeare dan Sampek Engtay karya N.
Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORETIS
Landasan Teoretis
- Hakikat Drama
- Hakikat Intertekstualitas
- Hakikat Feminisme
- Hakikat Nilai
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa tema adalah gagasan atau makna dasar yang terkandung dan didukung oleh suatu karya sastra. Sedangkan penyampaian tidak langsung adalah penyampaian pesan dalam karya sastra secara tersirat, tersembunyi di dalam teks. Sedangkan transmisi tidak langsung memberikan kebebasan kepada pembaca untuk menafsirkan sendiri pesan moral yang disampaikan karya sastra.
Oleh karena itu, karya sastra tidak dapat dilepaskan dari hal-hal yang menjadi latar belakang penciptaannya, baik secara umum maupun secara khusus. Karya sastra dapat dikatakan berwawasan feminis jika mempertanyakan relasi gender yang timpang dan mendorong terciptanya tatanan sosial yang lebih seimbang antara perempuan dan laki-laki. Atar Semi mengungkapkan, nilai-nilai pendidikan dalam karya sastra diharapkan dapat memberikan solusi terhadap beberapa permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat.
Atar Semi mengungkapkan nilai-nilai pendidikan dalam karya sastra diharapkan dapat memberikan solusi terhadap beberapa permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai seperti itu sangat diperlukan bagi masyarakat modern karena merupakan hasil pengamatan cermat pengarang yang dituangkan dalam karya sastra. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai edukasi karya sastra merupakan solusi terhadap beberapa permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat.
Penelitian yang Relevan
Kerangka Berpikir
METODE PENELITIAN
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Bentuk dan Strategi Penelitian
- Sumber Data Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Validitas Data
- Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh berupa kata-kata atau kalimat yang tertulis dalam naskah drama Sampek Engtay karya N. Dalam naskah drama ini digambarkan cinta antara Sampek dan Engtay yang terhalang oleh kawin paksa. Tokoh utama dalam skenario drama ini adalah Sampek dan Engtay, meskipun kedudukan Sampek adalah tokoh utama tambahan.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa sudut pandang yang digunakan dalam naskah drama Sampek-Engtay adalah sudut pandang orang ketiga. Dalam naskah drama ini digambarkan kisah cinta Romeo dan Juliet yang terhalang oleh permusuhan kedua keluarga. Berdasarkan analisis yang dilakukan disimpulkan merupakan alur maju (progresif) dilihat dari jenis alur pada naskah drama Romeo-Juliet.
Kondisi sosial yang digambarkan dalam drama Romeo-Juliet merupakan cerminan kehidupan bangsawan Veronese saat itu. Berdasarkan analisis diketahui bahwa sudut pandang yang digunakan dalam skenario drama Romeo-Juliet adalah sudut pandang orang ketiga. Berdasarkan seluruh uraian di atas, unsur-unsur penting dalam lakon Romeo-Juliet karya William Shakespeare dan Sampek Engtay N.
Berdasarkan analisis yang dilakukan, maka naskah drama Sampek-Engtay dan Romeo-Juliet mempunyai tema utama yang sama. Perbedaan berikutnya, dalam naskah drama Romeo-Juliet tidak terdapat peristiwa m (S-E) yaitu upaya tokoh laki-laki untuk melamar tokoh perempuan. Dalam kedua teks drama ini, tokoh utama (Engtay) yang digambarkan bukan tokoh utama (Juliet), melainkan tokoh utama tambahan.
Kecantikan wajah dan kesempurnaan tubuh kedua tokoh wanita dalam naskah drama Sampek-Engtay dan Romeo-Juliet ini tidak bisa dibandingkan. Kesamaan ciri sosial yang ditemukan antara dua tokoh perempuan dalam teks drama Sampek-Engtay dan Romeo-Juliet adalah kenyataan bahwa kedua tokoh tersebut berasal dari kalangan menengah atas yang terhormat.
TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Struktur Naratif Naskah Drama Sampek-Engtay
Kisah ini bermula dari keinginan kuat Engtay untuk bersekolah sebagai laki-laki saat itu. Engtay ditempatkan satu ruangan dengan Sampek karena tidak ada yang mengira Engtay perempuan. Engtay jujur pada Sampek karena tidak suka dengan kejujuran yang disebutnya sebagai kebodohan pemuda itu.
Sebuah drama tentang seorang wanita yang berpikir dia bisa mengubah citranya, namun pada akhirnya dia tetap tidak bisa lepas dari keputusan keluarganya. Saat Juliet berusia 14 tahun, orangtuanya mengadakan pesta ulang tahun untuk putri mereka di hari jadinya, sekaligus memperkenalkan Juliet ke Paris, pemuda pilihan orangtuanya. Ayah Juliet adalah kepala keluarga Capulet, yang sudah lama berseteru dengan keluarga Montague.
Romeo menemukan cintanya kembali ketika dia terpesona melihat Juliet di pesta ulang tahunnya dan secara kebetulan mereka saling mengenal dan membekas di hati satu sama lain. Sejak pertemuan itu, Romeo dan Juliet menjadi sepasang kekasih, cinta mereka dirahasiakan dari kedua belah pihak keluarga masing-masing, hingga suatu hari terjadi insiden yang melibatkan Romeo dan salah satu keluarga Capulet, yang mengakibatkan kematian Mercutio, teman dari Romeo dan Juliet. Keluarga Montague karena pertempuran dengan Tybalt dari keluarga Capulet. Di sisi lain, orang tua Juliet tak bisa menolak lamaran Paris untuk menikahi Juliet.
Juliet sedih dengan keputusan ini, dan dia mencoba menghubungi Romeo melalui biksu Romeo sendiri, Lorenzo, tentang rencananya untuk menikahi Paris. Untuk mencegah pernikahan dilangsungkan dalam dua hari, Friar Lorenzo menggunakan obat tidur untuk membuat Juliet mati suri sehingga keluarga Juliet tidak bisa menikahinya di Paris. Lorenzo pun mencoba menghubungi Romeo mengenai rencana tersebut, namun surat berisi rencana Juliet tidak sampai ke Romeo.
Ketika obat tidurnya habis dan Juliet terbangun, dia melihat Romeo di sampingnya sudah mati. Dari uraian di atas, struktur narasi yang terdapat pada kedua teks drama tersebut memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dengan Romeo-Juliet sebagai hipogram.
Unsur-Unsur Intrinsik Naskah Drama Sampek-Engtay
Dalam cerita ini, perseteruan abadi antara keluarga Capulet dan Montague berujung pada terbunuhnya keturunan keluarga tersebut yaitu Romeo dan Juliet. Perseteruan kedua keluarga tak hanya berujung pada kematian Romeo dan Juliet, namun juga kematian Tybalt dan Mercutio. Kebohongan yang pertama yaitu kebohongan bahwa Romeo dan Juliet resmi menikah secara agama.
Tahapan ini diawali dengan pertemuan Romeo dan Juliet pada jamuan pemakaman di rumah Juliet. Keinginan akan perdamaian antar keluarga menyebabkan Romeo dan Juliet memutuskan pernikahan rahasia. Setelah berbagai pertimbangan, biksu itu akhirnya menemukan rencana yang mungkin bisa menyelamatkan cinta Romeo dan Juliet.
Menghasilkan keadaan dalam kasus pertemuan Romeo dan Juliet, sekaligus meningkatkan tindakan dalam kasus pertarungan Romeo dan Tybalt. Tempat inilah tempat Romeo dan Juliet pertama kali bertemu dan akhirnya jatuh cinta. Di tempat ini, Romeo dan Juliet saling memberikan hati mereka dan merelakan segala yang mereka miliki demi kekasih mereka.
Tempat ini merupakan satu-satunya tempat Juliet menyimpan rahasia hidupnya, sekaligus menjadi saksi bisu kemurnian cinta Romeo dan Juliet. Pondok Biksu Lorenzo adalah sebuah tempat di Verona dan merupakan lokasi pernikahan rahasia Romeo dan Juliet. Pondok ini juga merupakan tempat tinggal dan praktik biksu Lorenzo, pria yang dianggap Romeo sebagai ayah angkatnya. Disini Romeo dan Juliet membicarakan semua masalah yang mereka hadapi dan meminta nasihat dari biksu Lorenzo.
Jadi, tempat ini merupakan tempat suci bagi Romeo dan Juliet karena di sanalah mereka berdua mengucapkan sumpah suci menjadi suami istri. Di sinilah Juliet, yang berpura-pura mati, dikuburkan dan menunggu Romeo dan Friar Lorenzo membawanya keluar.
Perbandingan Struktur Naskah Drama Sampek-Engtay
Tema cinta dalam skenario drama ini lebih fokus pada keadaan pikiran sepasang kekasih, khususnya Sampek. Oleh karena itu, tema cinta dalam skenario dramatis ini diwujudkan dalam perjuangan sepasang kekasih untuk menjaga dan mewujudkan keutuhan cinta. Naskah drama Romeo-Juliet juga memuat subtema bahwa tidak ada yang bisa menghalangi cinta sejati dan kebohongan pada akhirnya akan membawa malapetaka.
Sebelum membandingkan alur antara skenario drama Sampek-Engtay dan Romeo-Juliet, perlu diuraikan terlebih dahulu peristiwa-peristiwa yang menyusun alur-alur pada kedua skenario drama tersebut. Penyajian peristiwa tersebut berdasarkan alur utama cerita, yaitu alur yang menceritakan tentang kehidupan tokoh utama cerita.Peristiwa dalam skenario drama Sampek-Engtay adalah sebagai berikut. a) Menjelaskan kondisi keluarga yang tidak setuju ketika Engtay sangat ingin mengenyam pendidikan sekolah. Kemiripan kedua naskah drama tersebut terlihat dari judul naskah drama yang sama-sama menggunakan nama tokoh dalam cerita.
Selain itu, semua karakter utama dari kedua drama tersebut mati, meskipun jalannya berbeda. Pada kedua skenario drama tersebut juga terjadi acara pernikahan, bedanya Engtay menerima lamaran tersebut dan menikah dengan orang lain selain Sampeka (peristiwa n), sedangkan Juliet menikah dengan Romeo (peristiwa j). Sedangkan perbedaan alur kedua skenario drama tersebut adalah tidak adanya peristiwa dalam Sampek-Engtay yaitu perdamaian antara kedua keluarga, karena keluarga Engtay dan Sampek pada dasarnya bukanlah musuh.
Sedangkan perbedaan yang paling menonjol dari ciri psikologis kedua tokoh wanita dalam kedua teks drama ini adalah Engtay merupakan sosok wanita penurut yang tidak berani menolak segala perintah orang tuanya. Ciri sosial dari kedua karakter wanita ini adalah sama-sama memiliki pengasuh yang akan membantu mereka dalam segala hal. Kesamaan lain dari kedua karakter wanita ini adalah kedua karakter tersebut memiliki orang tua yang berhubungan dengan seseorang yang tidak mereka cintai.
Dalam kedua skenario drama tersebut, agama kedua tokoh tersebut tidak dijelaskan secara jelas, namun dari tindakan, pernyataan, sikap, dan lain-lain terlihat agama apa yang dianut oleh para tokoh tersebut. Dalam naskah drama Sampek-Engtay tidak dijelaskan secara rinci pakaian apa yang dipakai Sampek, namun dari segi geografis yaitu di Tiongkok, Sampek memakai pakaian panjang khas Tionghoa.
Kajian Feminisme dalam Naskah Drama
SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
Simpulan
Implikasi
Saran
Sinopsis Naskah Drama Romeo-Juliet
Biografi Nano Riantiarno
Biografi William Shakespeare