• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Organisasi Kelurahan Ganjar Asri

Dalam dokumen SKRIPSI - IAIN Repository (Halaman 54-63)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3. Struktur Organisasi Kelurahan Ganjar Asri

Struktur organisasi sangat penting dan sangat berperan demi suksesnya kegiatan-kegiatan pada suatu lembaga. Struktur organisasi di perlukan agar terjadi pembagian tugas yang seimbang dan objektif yaitu memberikan tugas sesuai dengan kedudukan dan kemampuan masing- masing anggotanya. Adapun Struktur Organisasi Kelurahan Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat, sebagai berikut:

34 Dokumentasi Kelurahan Ganjar Asri, Kota Metro Tahun 2019

STRUKTUR ORGANISASI KELURAHAN GANJAR ASRI

Gamb ar. I : Gambaran Struktur Organisasi Kelurahan Ganjar Asri

4. Peran Ustadz Dalam Keagamaan Tahlilan Pada Jamaah Masjid Jami’ul Anwar Di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat

Peran ustadz adalah mengajarkan, mengajak, mendidik sekaligus membina dan membimbing dalam menanamkan pemahaman keagamaan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar agar menjadi generasi yang lebih baik lagi dan menjadi seorang muslim yang taat kepada Allah Swt. Peran ustadz dalam penelitian ini mengenai tentang kegiatan keagamaan tahlilan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar.

Peran ustadz sangat penting sebagai pemimpin atau imam dalam memberikan tausyiah pada kegiatan keagamaan tahlilan yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia dan hubungan dengan Allah dan

sebagai panutan yang dipercaya oleh jamaahnya sebab, ketokohannya sebagai figur pendakwah yang memiliki pengetahuan luas dan mendalam mengenai keagamaan serta memiliki kepribadian yang Islami.

Mengenai peran Ustadz dalam keagamaan tahlilan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar Di Kelurahan Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat adalah sebagai Imam dan memimpin dalam memberikan tausyiah yang berkaitan dengan hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan Allah.35 Serta dalam mempimpin kegiatan tahlilan yang disampaikan oleh Ustadz sudah berjalan dengan baik dan bagus36

Peran Ustadz dalam keagamaan terutama kegiatan tahlilan, sangat berpengaruh besar bagi jamaahnya yang dikarenakan Ustadz merupakan tokoh agama atau pemimpin dalam jamaahnya, ketika ustadznya memberi contoh yang baik maka jamahnya pun mengikutinya salah satunya mengikuti kegiatan tahlilan.37 Seiring berjalannya waktu kondisi kegiatan tahlilan di Masjid Jami‟ul Anwar sudah mulai berjalan kembali, dikarenakan sudah ada pemimpin dalam menggerakan jamaahnya untuk mengikuti kegiatan tahlilan dan untuk saat ini kondisi kegiatan tahlilan berlangsung dengan baik dan lancar. Kegiatan tahlilan ini dirutinkan pada setiap malam jumat dan juga dilakukan ketika ada seseorang yang meninggal dunia. 38

35 Wawancara dengan Ahmad Subandi, Ustadz di Kelurahan Ganjar Asri pada tanggal 02 Agustus 2019, Pukul 20.00 WIB.

36 Wawancara dengan Suherlan Jamaah Masjid Jamiul Anwar di Kelurahan Ganjar Asri pada tanggal 04 Agustus 2019, Pukul 19.00 WIB.

37 Wawancara dengan Sugito Jamaah Masjid Jamiul Anwar di Kelurahan Ganjar Asri pada tanggal 03 Agustus 2019, Pukul 20.00 WIB.

38 Wawancara dengan Ahmad Subandi, Ustadz di Kelurahan Ganjar Asri pada tanggal 02 Agustus 2019, Pukul 20.00 WIB.

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat dipahami bahwa peran ustadz sangat penting dalam membentuk, dan memimpin sebagai penggerak masyarakat dalam kegiatan keagamaan terutama tahlilan serta memimpin dalam memberikan tausyiah yang berkaitan dengan hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan Allah.

5. Pelaksanaan Kegiatan Tahlilan di Masjid Jami’ul Anwar Kelurahan Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat .

Perkembangan kegiatan tahlilan di Masjid Jamiul Anwar pada tahun-tahun yang lalu sempat berhenti, akan tetapi seiringnya berjalannya waktu kegiatan tahlilan sudah mulai aktif kembali dan cukup baik, hal ini dikarenakan adanya peran ustadz yang sangat berpengaruh dalam menggerakan jamaahnya serta jamaahnya sangat mendukung dalam mengikuti kegiatan tahlilan.39

Hingga saat ini kegiatan keagamaan tahlilan khususnya di Masjid Jam‟ul Anwar secara kondisinya adalah sangat baik serta para Jamaahnya selalu beristiqomah dan kegiatan keagamaan tahlilan dilaksanakan pada setiap malam jumat.

Mayoritas para jamaah dalam kegiatan tahlilan adalah Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang berkisaran 75% sedangkan remajanya berkisaran 25

%. Jamaah juga di himbau untuk sesudah shalat magrib berjamaah tidak pulang terlebih dahulu, dikarenakan setelah shalat magrib berjamaah dilanjutkan acara tahlilan setiap malam jum‟at.

39 Wawancara dengan Suherlan Jamaah Masjid Jamiul Anwar di Kelurahan Ganjar Asri pada tanggal 04 Agustus 2019, Pukul 19.00 WIB

Hal ini juga disampaikan pada saat wawancara mengenai kegiatan keagamaan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar kelurahan Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat, Ahmad Subandi yang merupakan ustadz menuturkan bahwa secara kondisinya baik dan jamaahnya selalu beristiqomah pada kegiatan tahlilan dan kegiatan tahlilan dilaksanakan pada malam jumat berjalan dengan lancar serta kegiatan tahlilan dilaksanakan setelah adanya kematian atau memperingati meninggalnya seseorang.40

“Ahmad Subandi juga menuturkan kegiatan tahlilan merupakan kegiatan berkumpulnya orang-orang di suatu tempat terutama di Masjid Jami‟ul Anwar untuk membaca tahlil. Serta kegiatan tahlilan lebih banyak positifnya yakni membiasakan jamaah untuk berdoa yang diawali dengan bacaan al-fatihah, yasin dan tahlil dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah serta untuk melatih dzikrullah (mengingat Allah), kedua adalah sebagai alat untuk menyatukan jamaah satu sama lain.”41

Pelaksanaan kegiatan tahlilan merupakan adat/tradisi yang sering dilakukan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar, kegiatan tahlilan dilaksanakan pada hari pertama-ketiga, hari ketujuh, dan hari ke-40 bahkan sampai hari ke-100 setelah wafatnya seseorang. Serta kegiatan tahlilan ini bermanfaat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt dan Rosulullah Saw, untuk melatih berdzikir kepada Allah (Dzikurrollah).

40 Wawancara dengan Ahmad Subandi, Ustadz di Kelurahan Ganjar Asri pada tanggal 02 Agustus 2019, Pukul 20.00 WIB.

41 Wawancara dengan Ahmad Subandi, Ustadz di Kelurahan Ganjar Asri pada tanggal 02 Agustus 2019, Pukul 20.00 WIB.

Kegiatan tahlilan ini juga bermanfaat sebagai media untuk mempererat persaudaraan (Ukhuwah Islamiyah) dan bersilaturahmi antar jamaah.

Pelaksanaan kegiatan keagaman tahlilan yang dipimpin seorang ustadz perlu memakai metode yang sesuai dengan keadaan kondisi lingkungan masyarakat kelurahan Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat metode yang digunakan adalah metode ceramah dan tanya jawab atau berdiskusi, metode mengaji, berdzikir bersama diikuti dengan tausyiah dan ceramah

Pelaksanaan kegiatan tahlilan di Masjid Kelurahan Ganjar Asri ini termasuk sudah baik, dan sudah mengalami peningkatan dari hari ke hari sehingga para jamaahnya selalu rutin mengikuti kegiatan tahlilan yang ada di kelurahan tersebut berfungsi sebagai mestinya. Peningkatan kegiatan tahlilan secara bersama-sama di Masjid Jamiul Anwar mencapai 80% dan adapula 20% jamaahnya tidak mengikuti tahlilan dikarenakan mempunyai kesibukan, Ahmad Subandi mengatakan bahwa tidak masalah, karena mereka tidak sepaham, karena pemahaman tentang tahlilan masing-masing orang berbeda dan harus menghormati perbedaan tersebut, semua punya alasan dan dasar hukum yang dipahami dan pastinya tidak menyimpang pada Al-Quran dan Hadist. 42 Dengan adanya jamaah yang tidak mengikuti kegiatan tahlilan, maka dengan cara yaitu menghargai perbedaan pendapat, jadi tidak perlu memaksakan jamaah Masjid Jamiu‟l Anwar untuk mengikuti kegiatan tahlilan, karena adalah hak mereka sesuai dengan keyakinan dan pemahaman tentang agama

42 Wawancara dengan Prayogo, Jamaah Masjid Jami‟ul Anawar di Kelurahan Ganjar Asri Pada Tanggal 02 Agustus 2019, Pukul 13.00

yang mereka miliki. Dan yang terpenting mereka selalu beristiqomah dalam menjalakan ibadah baik fardhu maupun sunnah, dan selalu menjaga silahturahmi dalam beribadah.

Adapun berbagai faktor-faktor dalam melaksanakan kegiatan tahlilan di Masjid Jami‟ul Anwar, yaitu berupa faktor pendukung dan faktor penghambat.

Faktor pendukung dalam melaksanakan kegiatan tahlilan yaitu banyaknya jamaah yang mengikuti kegiatan tahlilan dikarenakan sudah menjadi tradisi sejak dulu hingga turun-menurun sampai sekarang, kemauan dalam dari diri sendiri untuk lebih meningkatkan kegiatan ibadah melalui tahlilan, fasilitas yang terdapat di Masjid Jami‟ul Anwar yang memadai sehingga mudah untuk berinteraksi antar jamaah, dan jamaahnya yang semangat dalam mengikuti kegiatan tahlilan apalagi dilingkungan Masjid Jami‟ul Anwar rata-rata mayoritas jamaahnya adalah Kaum Nahdatul Ulama.

Faktor penghambat dalam melaksanakan kegiatan tahlilan yaitu faktor penghambat biasanya muncul dari diri masing-masing, yakni sifat malas dan faktor cuaca.

Berdasarkan pemaparan diatas, dapat dipahami bahwa pelaksanaan kegiatan tahlilan di Majsid Jami‟ul Anwar terlaksana dengan baik, setelah berperannya Ustadz sebagai pemimpin atau penggerak jamaah dengan metode yang sesuai menjadikan presentase jamaah yang mengkuti kegiatan tahlilan di Masjid Jami‟ul Anwar dan lingkungan masyarakat Kelurahan Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat kian meningkat dari sebelumnya.

6. Pembahasan Peran Ustadz Dalam Keagamaan Tahlilan Pada Jamaah Masjid Jami’ul Anwar Di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat

Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan oleh peneliti diperoleh data mengenai peran Ustadz dalam keagamaan tahlilan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar Di Kelurahan Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat adalah sebagai Imam dan memimpin dalam memberikan tausyiah yang berkaitan dengan hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan Allah. Serta dalam mempimpin kegiatan tahlilan yang disampaikan oleh Ustadz sudah berjalan dengan baik dan bagus

Metode yang digunakan dalam kegiatan tahlilan di Masjid Jami‟ul Anwar adalah Ceramah, serta tanya jawab dan mengaji bersama serta diikuti dengan tausyiah atau ceramah.

Jamaah dapat menyadari bahwa tahlilan sangat penting untuk jamaahnya sebab tujuan tahlilan ialah dapat mempererat Ukhuwah Islamiyah dalam berdzikurollah mengingat kebesaran dan kekuasaan Allah dan Rosulnya, menambah pahala, untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan untuk menenangkan hati. Untuk mempengaruhi kesadaran para jamaahnya seorang Ustadz harus memberikan motivasi yang tinggi agar jamaahnya selalu dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui kegiatan tahlilan.

Faktor pendukung dalam melaksanakan kegiatan tahlilan yaitu banyaknya jamaah yang mengikuti kegiatan tahlilan dikarenakan sudah menjadi tradisi sejak dulu hingga turun-menurun sampai sekarang, kemauan dalam dari diri sendiri untuk lebih meningkatkan kegiatan

ibadah melalui tahlilan, fasilitas yang terdapat di Masjid Jami‟ul Anwar yang memadai sehingga mudah untuk berinteraksi antar jamaah, dan jamaahnya yang semangat dalam mengikuti kegiatan tahlilan apalagi dilingkungan Masjid Jami‟ul Anwar rata-rata mayoritas jamaahnya adalah Kaum Nahdatul Ulama.

Faktor penghambat dalam keagamaan tahlilan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar di sebabkan faktor pengetahuan jamaah yang masih rendah, utamanya pengetahuan tentang keagamaan tahlilan, kurangnya kesadaran Jamaah untuk mengikuti lebih lama dan faktor cuaca.

Berdasarkan peran Ustadz dalam mengamalkan kegiatan keagamaan tahlilan dapat meningkatkan kesadaran Jamaah dalam melaksanakan kegiatan tahlilan yaitu jamaah lebih rajin mengikuti kegiatan tahlilan secara bersama-sama di Masjid Jami‟ul Anwar, lebih terjalin silaturahmi antar Jamaah, tidak mementingkan diri sendiri dan lebih memakmurkan masjid sebagaimana fungsinya sebagai tempat beribadah kepada Allah Swt.

BAB V PENUTUP A. SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian terhadap peran Ustadz dalam keagamaan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar Di Kelurahan Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat dapat disimpulkan bahwa Peran Ustadz dalam keagamaan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar yaitu sebagai memimpin dalam kegiatan tahlilan atau memberikan tausyiah yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia maupun hubungan dengan Allah.

B. SARAN

Berdasarkan hasil dari penelitian yang peneliti peroleh, maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut :

1. Bagi Ustadz, sebaiknya Ustadz lebih memberikan pemahaman melalui ceramah kepada jamaah sehingga mereka mengetahui lebih dalam tentang ilmu keagamaan dengan cara yang tepat dan tidak memaksakan kehendak jamaahnya. Seorang Ustadz juga harus mampu menjadi contoh yang baik bagi jamaahnya, apabila Ustadz mampu memberikan contoh yang baik, maka jamaahnya pun akan mengikuti prilaku pemimpin yang baik.

2. Bagi Jamaahnya, sebaiknya jamaah lebih memperbaiki ilmu agama dan mengutamakan akhirat serta rajinlah mengikuti kegiatan tahlilan. Karena kegiatan tahlilan sangat penting bagi jamaahnya, sebab tahlilan merupakan berdzikir kepada Allah dan Rosul-Nya.

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ihsan Al-Atsari, Bincang-bincang seputar Yasinan, Tahlilan, dan Maulidan (Semanggi:At-Tibyan, 2017)

Ahmad Bisyri Syakur, Fiqh Tradisi “Cara Memandang Tradisi Islam di Indonesia” (Bandung : PT. Grafindo Media Pratama, 2013)

Ahmad, Muhammad Qadir, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2008)

Burhan Bungin, Metode Penelitian Kualitatif: Akuntansi Metodologis Kearah Ragam Varian Kontemporer, (Jakarta: Rajawali Pers, 2015)

Hadist Riwayat Muslim, Shahih Al-Bukhari, (Lebanon: Dar Al-llm,t.t), hal. 11 No. Hadis 7, (2216)

Kitab Syu‟bul-Iman Al-Imam Al-Baihaqi, (Jakarta: Pustaka Azzam, 2007) H 226 Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja

Rosdakarya, 2010)

E Mulyasa, Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran yang Kreatif dan Menyenangkan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008)

Hamdani Bakran Adz-Dzakie, Kecerdasan Kenabian Prophetihc Intelligence, (Yogyakarta; Pusat Al-Furqon, 2006)

Hasyim Hasanah, Pengantar Studi Islam, (Yogyakarta : Penerbit Ombak,2013) Jawas, Yazid bin Abdul Qodir, Syarah Aqidah Ahlus wal Jama’ah (Jakarta:

Pustaka Imam Asy-Syafi‟i, 2014)

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008)

Mohammad Daud Ali, Pendidikan Islam, (Jakarta:PT Raja Grafindo Persada,2017)

Muhammad Sayyid Ahmad, Tasawuf antara Al-Ghazali & Ibnu Taimiyah, (Jakarta; Khalifa, 2005)

Nata Abuddin, Metodologi Studi Islam, (Jakarta: Rajawali Pers, 2012)

Nur Faizin Muhith, Membaca dan Memahami Dahsyatnya Surat Yasin, (Surakarta: Sajada, 2013)

Nurkholish madjid, masyarakat membumikan nilai-nilai islam dalam kehidupan masyarakat, (Jakarta : Paramadina 2004)

Samsul Munir Amin, Ilmu Tasawuf, (Jakarta; Imprint Bumi Aksara, 2012)

Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013)

Thoyib I.M. et.al, Islam dan Pranata Sosial Kemasyarakatan (Bandung:

Pt.Remaja Rosdakarya, 2002)

JADWAL WAKTU PELAKSANAAN PENELITIAN TAHUN 2019-20120

No Keterangan Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan Feb 1 Penyusunan

proposal

2 Seminar proposal

3 Pengurusan izin dan pengiriman proposal 4 Izin dinas

(surat menyurat) 5 Penentuan

sampel penelitian 6 Pengumpulan

data 7 Kroscek

kevalidan data

8 Tabulasi data 9 Penulisan

Skripsi 10 Sidang

munaqosyah 11 Penggandaan

laporan dan publikasi

Wawancara: Pada hari Jumat tanggal 02 Agustus 2019 dengan Ustadz Ahmad Subandi

Wawancara: Pada hari Sabtu tanggal 03 Agustus 2019 dengan Sugito

Foto Kegiatan Tahlilan Jamaah Masjid Jamiul Anwar Di Kelurahan Ganjar Asri Pada Tanggal 03 Oktober 2019

Foto Kegiatan Tahlilan Jamaah Masjid Jamiul Anwar Di Kelurahan Ganjar Asri Pada Tanggal 03 Oktober 2019

Foto Kegiatan Ustadz Memimpin Tahlilan Jamaah Masjid Jamiul Anwar Di Kelurahan Ganjar Asri Pada Tanggal 03 Oktober 2019

TRANSKIP HASIL WAWANCARA

PERAN USTADZ DALAM KEAGAMAAN PADA JAMAAH MASJID JAMI’UL ANWAR DI KELURAHAN GANJAR ASRI

KECAMATAN METRO BARAT TAHUN 2019

1. INTERVIEW

Interview : Narasumber Utama (Ustad Ahmad Subandi) Tanggal/Waktu : 02 Agustus 2019/ 19:30 WIB

Interviemen : Muhammad Hibaturrokhman

No Pertanyaan Jawaban

1. Bagaimana kondisi kegiatan keagamaan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar terutama kegiatan tahlilan di Kelurahan Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat?

Jika dilihat dari kondisi kegiatan keagamaan di Masjid Jamiul Anwar Kelurahan Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat, yaitu kegiatan tahlilan dilaksanakan pada malam jumat. Untuk jamaahnya sangat antusias dan istiqomah, dan tahlilan ini diikuti oleh para jamaah baik laki-laki yang terdiri dari bapak-bapak dan remaja dan juga jamaah perempuan, terdiri dari Ibu-ibu dan remaja putri bahkan anak-anak yang selalu diikuti dengan tertib.

Dan kegiatan tahlilan pun dilaksanakan pada saat ada warga yang meninggal dunia atau memperingati wafatnya seseorang. Dilaksanakan pada hari pertama-ketiga, hari ketujuh, dan hari ke-40 bahkan sampai hari ke-100 setelah wafatnya seseorang.

2. Bagaimana menurut Ustadz tentang kegiatan keagamaan terutama tahlilan?

Banyak positifnya :

Pertama, membiasakan jamaahnya untuk berdoa yang diawali dengan bacaan Al-Fatihah, Yasin dan Tahlil dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt dan Rosulullah Saw, serta untuk melatih dzikurrollah (Dzikir kepada Allah).

Kedua, sebagai media untuk Ukhuwah Islamiyyah (Persaudaraan) dan Silahturahmi antar jamaah yang satu dengan yang lainnya.

3. Bagaimana pendapat Ustadz terhadap Jamaah Masjid Jami‟ul Anwar yang tidak mengikuti kegiatan keagamaan terutama tahlilan?

Tidak masalah, karena pemahaman tentang tahlilan masing-masing orang berbeda dan harus menghormati perbedaan tersebut, semua punya alasan dan dasar hukum yang dipahami.

Dan pastinya tidak menyimpang pada Al-Quran dan Hadist.

4. Apa peran Ustadz dalam mengamalkan kegiatan keagamaan tahlilan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar?

Peran ustadz yaitu sebagai imam dan memberikan pemahaman agama melauli tausyiah yang berkaitan dengan ibadah kepada Allha (HabluminnaAllah) maupun sesama manusia (Habluminnas).

5. Bagaimana cara Ustadz mengatasi Jamaah Masjid Jami‟ul Anwar yang jarang mengikuti kegiatan keagamaan terutama Tahlilan?

Yaitu dengan menghargai pebedaan pendapat jadi tidak perlu memaksakan jamaah Masjid Jamiul Anwar untuk ikut kegiatan tahlilan, karena adalah hak mereka sesuai dengan keyakinan dan pemahaman tentang agama yang mereka miliki.

Yang terpenting mereka selalu istiqomah dalam menjalankan ibadah baik fardhu maupun sunnah, dan selalu menjaga silahturahmi dalam beribadah.

6. Metode apa yang digunakan dalam mengamalkan kegiatan keagamaan tahlilan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar?

Metode yang digunakan dalam mengamalkan kegiatan tahlilan pada jamaah Masjid Jamiul Anwar adalah Metode Ceramah, serta tanya jawab dan mengaji bersama.

7. Menurut Ustadz yang melaksanakan kegiatan

Para Jamaah tahlilan lebih dominan bapak-bapak dan ibu-ibu yang berkisaran sampai 75%

keagamaan tahlilan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar dominan remaja atau yang lanjut usia?

sedangakan remajanya 25%.

8. Apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam mengamalkan kegiatan keagamaan tahlilan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar?

Faktor pendukung :

1. Banyaknya animo masyarakat yang mengikuti kegiatan tahlilan dikarenakan sudah menjadi tradisi sejak dulu hingga turun menurun sampai sekarang, sehingga susah untuk ditinggalkan.

2. Kebiasaan budaya yang dilakukan masyarakat disekitar Masjid Jamiul Anwar untuk melaksanakan dan mengamalkan kegiatan tahlilan, terutama pada saat terjadinya musibah yang menimpa masayarakat sekitar.

Faktor penghambat biasanya muncul dari dalam pribadi masing-masing yaitu sifat malas, tapi ini tidak terlalu menjadi penghambat, karena kegiatan tahlilan ini sudah menjadi kebiasaan dan merupakan kebutuhan dalam meningkatkan ibadah.

Interview : Responden I (Suherlan) Tanggal/Waktu : 04 Agustus 2019 / 20:00 WIB Interviemen : Muhammad Hibaturrokhman

No. Pertanyaan Jawaban

1. Apa pendapat anda tentang kegiatan keagamaan terutama tahlilan?

Tahlilan adalah berdzikir kepada Allah dan Rosulnya.

Berdzikir artinya untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada sang kholik Allah Swt dan Rosulnya Muhammad Saw.

Kegiatan tahlilan diadakan setelah adanya meninggal dunia yang berkaitan dengan ajaran para ulama, yang artinya ulama menganjurkan untuk ayat-ayat suci Al-Quran dan kalimat- kalimat tauhid.

2. Mengapa anda mengikuti kegiatan tahlilan?

Karena saya menganggap kegiatan tahlilan ini merupakan kegiatan yang positif yang menanamkan pada pembiasaan berdzikrullah yang didalamnya syarat kalimat-kalimat tauhid yang memuji kebesaran Allah Swt dan bersholawatan kepada Nabi Muhammad Saw dengan demikian lebih mendekatkan diri kepada Allah.

3. Metode apa yang digunakan dalam mengamalkan kegiatan keagamaan tahlilan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar?

Metode yang digunakan adalah mengaji, dan berdzikir bersama diikuti dengan tausyiah atau ceramah yang dilaksanakan pada setiap malam jumat.

4. Apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat

Faktor pendukung :

Kemauan dari diri sendiri untuk lebih

dalam mengamalkan kegiatan keagamaan tahlilan pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar?

meningkatkan kegiatan ibadah melalui tahlilan, sehingga tidak menjadi beban didalam melaksanakan kegiatan tahlilan tersebut

Fasilitas yang ada di Masjid Jamiul Anwar, sehingga mudah untuk berinteraksi antar jamaah.

Faktor penghambat :

Dari diri kita sendiri yaitu rasa malas, tapi itu harus dilawan demi untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah melalui kegiatan tahlilan.

5. Bagaimana perkembangan kegiatan keagamaan terutama tahlilan yang anda ketahui di Masjid Jami‟ul Anwar?

Perkembangannya cukup baik, dikarenakan jamaahnya sangat mendukung dan antusias dalam mengikuti kegiatan tahlilan.

6. Bagaimana anda menilai kesadaran dalam melaksanakan kegiatan keagamaan terutama tahlilan yang masih berkurang?

Karena masih minimnya pemahaman tentang kegiatan tahlilan padahal kegiatan tahlilan merupakan sebagai ajang silahturahmi antar jamaah dengan mendekatkan diri kepada Allah dan Rosulnya.

7. Menurut anda kegiatan keagamaan terutama tahlilan penting atau tidak?

Kegiatan tahlilan sangat penting karena adanya kegiatan tahlilan ini dapat mempererat ukhuwah islamiyah dalam berdzikurrollah mengingat kebesaran dan kekuasaan Allah dan rosulnya.

8. Bagaimana tanggapan anda mengenai Ustadz dalam memimpin kegiatan keagamaan tahlilan?

Tanggapannya dalam memimpin kegiatan yang disampaikan oleh Ustadz sudah berjalan dengan baik.

9. Bagaimana cara Ustadz menumbuhkan semangat pada jamaah agar selalu mengikuti kegiatan keagamaan terutama tahlilan?

Ustadz itu sendiri adalah tokoh agama atau pemimpin dijamaahnya ketika ustadznya memberikan contoh yang baik, maka jamaahnya pung mengikutinya salah satunya mengikuti kegiatan tahlilan dengan istiqomah.

10. Menurut anda kegiatan keagamaan terutama tahlilan berpengaruh tidak dalam meningkatkan kesadaran pada jamaah Masjid Jami‟ul Anwar?

Kegiatan tahlilan sangat berpengaruh pada jamaahnya karena diberikan pemahaman melalui ceramah atau tausyiah yang berkaitan dengan kegiatan tahlilan, sehingga jamaah lebih memahami akan kegiatan tahlilan yang merupakan jembatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

11. Bagaimana peran Ustadz dalam mempengaruhi kesadaran jamaah Masjid Jami‟ul Anwar tentang kegiatan keagamaan tahlilan?

Dengan adanya Ustadz menggerakan jamaahnya maka jamaahnya pun sudah mulai aktif kembali dalam mengikuti kegiatan tahlilan sampai sekarang, dimana yang dahulunya kegiatan tahlilan sempat berhenti (vakum).

Dalam dokumen SKRIPSI - IAIN Repository (Halaman 54-63)

Dokumen terkait