BAB VII PEMANFAATAN DATA DALAM
A. Studi Kasus 1 : Rancangan Model Penentuan Strategi
UMKM Kota Medan dalam melihat kondisi fisik kinerja usaha UMKM Kota Medan pada aspek berupa aset dan omset usaha apakah termasuk pada kategori baik, cukup, atau kurang dan juga membantu Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan dalam menentukan strategi pengembangan usaha dalam memberikan rekomendasi program pengembangan usaha berupa pendidikan pelatihan, dan memfasilitasi permodalan untuk meningkatkan jumlah aset dan omset usaha UMKM Kota Medan. Model analisis ini dirancang dengan menggunakan teknik data mining dengan metode clustering menggunakan algoritma K-Means.
Latar Belakang Penelitian
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan yang berperan dalam pendataan UMKM serta mengembangkan dan meningkatkan pendapatan usaha UMKM di Kota Medan dengan cara mengadakan pendidikan pelatihan, dan memfasilitasi permodalan. Namun berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Dinas Koperasi UMKM Kota Medan, diperoleh bahwasanya Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan belum memiliki sebuah rancangan model analisis dalam penentuan strategi pengembangan usaha yang tepat dalam mengembangkan usaha UMKM di Kota Medan. Rekomendasi pengembangan usaha yang sebelumnya dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan adalah dengan pendekatan UMKM yang baru terdaftar dan UMKM yang sering berhubungan dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan yang mengetahui dan mendapatkan program pengembangan usaha tersebut. Selain itu Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan belum memiliki data mengenai UMKM yang pernah mengikuti program pengembangan usaha yang telah diberikan sebelumnya, dimana hal ini sangat berguna dalam mengevaluasi program pengembangan usaha yang telah diberikan sebelumnya apakah sudah tepat atau tidak dan apakah berdampak atau tidak program pengembangan usaha tersebut.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan yang berlokasi di Jl. Gatot Subroto Km. 77, Lalang, Kec.
Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20126. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif yang berlandaskan filsafat positivisme yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu dengan memakai instrumen pengumpulan data dan analisis yang bersifat kuantitatif (Sinulingga, 2013). Objek penelitian yang diamati adalah dataset UMKM Kota Medan yang diperoleh dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan. Selanjutnya untuk tahapan penelitian pada penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 7.1. berikut :
Sumber : Rifandi,. 2021
Gambar 7.1. Blok Diagram Tahapan Penelitian
Bagaimana Peran Data Mining Dalam Pemanfaatan Data UMKM ?
Pada penelitian ini teknik data mining berperan dalam proses pencarian suatu pola-pola yang menarik dan tersembunyi (hidden pattern) dari suatu kumpulan data (datasets) UMKM Kota Medan tahun 2021 yang berjumlah sebanyak 1402 baris data. Proses teknik pengolahan dengan menggunakan data mining diawali dengan dilakukannya pengumpulan data (data collecting) dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan. Pada dataset UMKM Kota Medan Tahun 2021 yang dilakukan pengolahan sebanyak 5 atribut yaitu berupa nama usaha, alamat, dan komoditas sebagai atribut pendukung, dan jumlah aset (yang sudah ditambahkan dengan modal), dan omset sebagai atribut utama.
Sumber : Rifandi,. 2021
Gambar 7.2. Atribut Dataset UMKM Kota Medan
Selanjutnya setelah data collecting selesai, lalu masuk ke tahap- tahap proses Knowledge Discovery in Databases (KDD) yang terdiri dari data cleaning – data selection – data transformation dan normalization.
Data Cleaning
Data cleaning merupakan proses menghilangkan data yang tidak lengkap dan tidak konsisten. Pada 1402 baris data dilakukan proses cleaning pada data yang memiliki nilai kosong dan tidak konsisten dengan cara menghilangkan atau menghapus data tersebut agar tidak menggangu proses input pada clustering. Total data setelah proses cleaning adalah sebanyak 1350 baris data.
Data Selection
Data selection merupakan proses pemilihan atribut data yang akan digunakan sebagai dataset untuk proses clustering K-Means. Pada dataset dengan atribut seperti nama pemilik, nama usaha, NIK, tempat lahir, tanggal lahir, alamat kelurahan dan kecamatan, kota dan provinsi, no hp, jumlah tenaga kerja pria dan wanita, omset, aset serta modal usaha. berdasarkan atribut diatas, selanjutnya dilakukan proses seleksi data untuk memilih atribut utama dan aribut pendukung untuk dijadikan sebagai dataset. Atribut utama kinerja usaha yang dipilih yaitu aset dan omset, sedangkan untuk atribut pendukung yang dipilih adalah nama, alamat dan komoditas usaha.
Tabel 7.1. Data Selection
No Atribut Keterangan
Atribut Utama
1 Aset Sumber kekayaan bersih yang sudah ditambahkan dengan modal
2 Omset
Sumber pendapatan yang dihasilkan dari penjualan produk/jasa dalam
waktu 1 tahun Atribut Pendukung
1 Nama Usaha Nama atau identitas usaha UMKM
2 Alamat Kecamatan usaha UMKM
3 Komoditas Jenis usaha UMKM
Data Transformation dan Normalization
Data transformation merupakan proses transformasi data lebih lanjut agar data lebih mudah untuk diolah dengan menggunakan algoritma K-Means clustering. Transformasi data dilakukan terhadap atribut pendukung seperti nama usaha, alamat, dan komoditas usaha yang dapat dilhat pada Tabel 7.2, Tabel 7.3, dan Tabel 7.4. berikut :
Tabel 7.2 Transformasi Nama Usaha Nama Usaha Transformasi
Usaha A U0001
Usaha B U0002
Usaha C U0003
Usaha D U0004
Usaha E U0005
Sumber : Rifandi, 2021
Tabel 7.3 Transformasi Alamat Usaha
Alamat Usaha Transformasi Alamat Usaha Transformasi
Medan Amplas 1 Medan Maimun 12
Medan Area 2 Medan Marelan 13
Medan Barat 3 Medan Perjuangan 14
Medan Baru 4 Medan Petisah 15
Medan Belawan 5 Medan Polonia 16
Medan Deli 6 Medan Sunggal 17
Medan Denai 7 Medan Selayang 18
Medan Helvetia 8 Medan Tembung 19
Medan Johor 9 Medan Tuntungan 20
Medan Kota 10 Medan Timur 21
Medan Labuhan 11 Sumber : Rifandi, 2021
Tabel 7.4 Transformasi Komoditas
Komoditas Transformasi Komoditas Transformasi Kuliner
(Makanan dan Minuman)
1 Toko Kelontong 16
Kesehatan 2 Salon Kecantikan 17
Home Decor 3 Perdagangan 18
Penjahit Pakaian 4 Konveksi 19
Fashion/ Aksesoris 5 Toko Sembako 20
Kerajinan Tangan 6
Daur Ulang Plastik dan
Karton
21
Herbal Alternatif 7 Konter Hp 22
Handycraft 8 Pertanian 23
Bidang Jasa 9 Penjualan ATK 24
Jasa Loundry 10 Jasa Percetakan 25
Bengkel 11 Home Care 26
Barbershop 12 Peternakan 27
Furniture 13 Toko
Bahan Bangunan 28
Aksesoris muslim 14 Lainnya 29
Catering 15
Sumber : Rifandi, 2021
Setelah dilakukan data transformasi pada atribut pendukung, selanjutnya akan dilakukan normalisasi data pada atribut utama yaitu pada nilai aset dan omset dengan dilakukan pross penskalaan nilai dengan range antara nol sampai sepuluh. Rumus yang digunakan pada normalisasi penskalaan nilai 0-10 pada data diatas adalah sebagai berikut :
Nilai Skala Usaha X = Nilai Aset/Omset Usaha X
Nilai Aset/Omset Usaha Terbesar x 10 Berikut merupakan hasil setelah dilakukan proses transformasi dan normalisasi data yang dapat dilihat pada Tabel 7.5.berikut
Tabel 7.5. Perubahan Data Setelah Proses Normalisasi Nama
Usaha Alamat Komoditas
Sebelum Normalisasi
Sesudah Normalisasi Aset Omset Aset Omset U0001 17 1 Rp. 18,000,000 Rp. 63,000,000 0.350 0.030 U0002 11 1 Rp. 18,000,000 Rp. 15,000,000 0.083 0.030 U0003 21 1 Rp. 36,000,000 Rp. 37,000,000 0.206 0.060 U0004 9 1 Rp. 60,000,000 Rp. 12,000,000 0.067 0.100 U0005 9 2 Rp. 17,000,000 Rp. 60,000,000 0.333 0.028 U0006 17 1 Rp. 19,200,000 Rp. 205,000,000 1.139 0.032 U0007 7 3 Rp. 12,000,000 Rp. 75,000,000 0.417 0.020 U0008 15 1 Rp. 24,000,000 Rp. 15,500,000 0.086 0.040
… … … …
U1350 19 26 Rp. 700,000,000 Rp. 812,000,000 4.511 1.167
Setelah datasets sudah siap (berjumlah 1350 data UMKM) maka selanjutnya dapat dilakukan proses data mining dengan menggunakan metode dan algoritma data mining yang sesuai dengan tujuan penelitian. Pada penelitian ini datasets UMKM Kota Medan Tahun 2021 sebanyak 1350 baris data akan dilakukan clustering dengan menggunakan algoritma K-Means untuk membagi UMKM kedalam 3 kalster berdasarkan kinerja usahanya yang dilihat dari aspek aset dan omset usaha.
Proses clustering dengan algoritma K-Means dilakukan agar didapatkan klaster dari datasets UMKM Kota Medan sebanyak 3 klaster yaitu baik, cukup, dan kurang berdasarkan kinerja usahanya berupa aset dan omset usaha dari UMKM tersebut. Langkah- langkah proses clustering dengan menggunakan algoritma K- Means diawali dengan menentukan terlebih dahulu jumlah klaster yang diinginkan, selanjutnya setelah mengetahui jumlah klaster yang ingin dibentuk, lalu menentukan titik pusat awal klaster (centroid) iterasi-1. Selanjutnya menghitung jarak tiap data dengan persamaan euclidean distance iterasi ke-1 lalu dilakukan rekaptulasi dan pengelompokan anggota klaster iterasi ke-1.
Setelah iterasi 1 selesai, selanjutnya dilakukan pengulangan iterasi ke-2 dan seterusnya. Iterasi akan berhenti jika pengelompokan anggota klaster iterasi terakhir dan sebelumnya sama atau tidak berubah. Pada penelitian ini iterasi yang dilakukan sebanyak 12 kali. Berikut merupakan hasil klaster yang terbentuk yang dapat dilihat pada Tabel 7.1 dan Gambar 7.3. :
Tabel 7.6. Hasil Akhir Clustering Klaster Keterangan Jumlah
1 Baik 49
2 Cukup 179
3 Kurang 1122
Sumber : Rifandi,. 2021
Gambar 7.3. Grafik Hasil Clustering UMKM Kota Medan
Setelah klaster data UMKM terbentuk berdasarkan kinerja usaha (aset dan omset) maka selanjutnya akan merancang model analisis penentuan strategi pengembangan UMKM berdasarkan klaster yang terbentuk. Berikut ini merupakan diagram rancangan model analisis penentuan strategi pengembangan UMKM Kota Medan yang dibangun dengan langkah-langkah perekomendasian pengembangan usaha berupa pendidikan pelatihan, dan permodalan kepada UMKM Kota Medan :
0 200000000 400000000 600000000 800000000 1000000000 1200000000 1400000000 1600000000 1800000000 2000000000
0 2000000000 4000000000 6000000000 8000000000
Omset
Asset
Grafik Hasil Clustering
Kluster 1 Kluster 2 Kluster 3
Sumber : Rifandi,. 2021
Gambar 7.4. Rancangan Model Analisis Penentuan Strategi Pengembangan UMKM
Berikut ini adalah rincian dari masing-masing pilihan pengembangan usaha berupa pendidikan pelatihan, dan permodalan berdasarkan Peraturan Walikota Medan No. 52 Tahun 2018 Tentang Rincian Tugas dan Fungsi Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan :
• Pendidikan pelatihan yang dimaksud yaitu berupa pengembangan produksi, mutu, desain, halal, higienis dan penggunaan teknologi tepat guna, diversifikasi, dan manajemen usaha.
• Permodalan yang dimaksud yaitu berupa pengembangan perluasan akses pembiayaan/permodalan bagi pelaku usaha.
Pada akhir rancangan model analisis penentuan strategi pengembangan usaha UMKM yang terbentuk maka akan didapatkan hasil berupa rekomendasi pengembangan usaha yang akan diberikan kepada UMKM Kota Medan sebanyak 1350 UMKM apakah berupa program (A1) pendidikan pelatihan, atau (A2) fasilitas permodalan yang akan diberikan, dan (O) tidak perlu diberikan rekomendasi yang dapat dilihat dari kinerja usaha berupa aset dan omset usaha UMKM yang dapat dilihat pada Tabel 5.1.
berikut :
Tabel 7.1. Hasil Rancangan Model Analisis Penentuan Strategi Pengembangan UMKM
Klaster Hasil Model Perekomendasian
Total
A1 A2 O
1 38 - 11 49
2 166 3 10 179
3 882 240 - 1122
Jumlah 1086 243 21 1350
B. Studi Kasus 2 : Strategi Pemulihan UMKM Terdampak