A. Jenis Karangan Ilmiah
Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yang diuraikan secara deskriptif dari hasil jaringan pengumpulan data yang diperoleh dari beberapa metode. Penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat deskripsi lengkap dari suatu fenomena yang diamati secara objektif dan nyata (Notoatmodjo, 2005).
Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data, klasifikasi, pengolahan atau analisa data, membuat kesimpulan dan laporan.
Studi kasus atau case study pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan manajemen kebidanan menurut varney yang terdiri dari 7 langkah dalam pelaksanaan asuhannya.
B. Lokasi dan Waktu
Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Batu Ampar pada Bulan Februari–Mei 2017
C. Subjek Kasus
Subyek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga organisasi (Amirin,2009). Pada penelitian studi kasus ini subyek yang diteliti mulai dari ibu hamil trimester III dengan atau tanpa faktor risiko, ibu bersalin, bayi baru lahir, ibu nifas, neonats serta calon akseptor kontrasepsi.
Subyek penelitian yang akan dibahas dalam LTA ini adalah ibu hamil G5P4003
dengan usia kehamilan 34 minggu diberikan asuhan mulai dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus sampai pelayanan calon akseptor kontrasepsi.
D. Teknik Pengumpulan dan Analisa Data
1. Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam proposal ini sesuai metode yang digunakan dalam penelitian deskriptif, menurut ( Arikunto,2003) yaitu untuk mengumpulkan informasi mengenai status gejala, penelitian secara langsung pada objek penelitian untuk mendapatkan data yang diperlukan dengan mengadakan penelitian dilapangan (field research).
Adapun teknik pengambilan datanya adalah : a. Observasi
Metode Observasi merupakan kegiatan mengamati secara langsung tanpa mediator sesuatu objek untuk melihat dengan dekat kegiatan yang dilakukan objek tertentu (Kriyantono, 2008).
Peneliti melakukan pengamatan secara langsung terhadap kondisi klien yang dikelola atau mengamati perilaku dan kebiasaan klien yang berhubungan dengan asuhan yang akan diberikan.
b. Wawancara
Menurut Berger dalam Kriyantono (2008) mengatakan bahwa wawancara adalah percakapan antara peneliti seseorang yang berharap mendapatkan informasi, dan informan seseorang yang diasumsikan mempunyai informasi penting tentang sesuatu objek.
Peneliti mengumpulkan data dengan cara melakukan wawancara langsung dengan klien dan keluarga.
c. Pemeriksaan fisik
Peneliti melakukan pemeriksaan meliputi inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi yang dilakukan untuk memperoleh data sesuai dengan kasus yang dikelola.
d. Studi Dokumentasi
Peneliti menggunakan dokumentasi yang berhubungan dengan judul LTA ini seperti : catatan medis klien yang berupa buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), literatur dan lain sebagainya.
2. Analisis Data
Menurut Sugiyono (2004) Analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan
atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
Analisis data yang digunakan pada penelitian ini mengubah data hasil penelitian menjadi suatu informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan adalah menggunakan manajemen kebidanan menurut Varney yang didokumentasikan dalam bentuk SOAP.
E. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat yang dapat dipakai peneliti untuk mendapatkan data. Dalam penelitian kualitatif instrument utama dalam penelitian adalah peneliti itu sendiri. Selain itu peneliti juga menggunakan instrument lain seperti lembar pengkajian, checklist, dokumentasi. Ronny Kountur menyatakan:
“instrument dimaksudkan sebagai alat pengumpulan data. Misalnya, untuk penelitian social instrument penelitian berupa lembar pengkajian, checklist, sedangkan untuk penelitian eksakta, instrument penelitian yang dipakai bermacam-macam, seperti: thermometer (alat mengukur suhu panas pada tubuh manusia), timbangan (alat pengukur berat), tensi meter (alat mengukur tekanan darah), dan lain-lain.
F. Kerangka Kerja
Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau di ukur melalui penelitian yang akan dilakukan (Notoatmodjo, 2005).
Kerangka kerja dalam penelitian ini diuraikan dalam bentuk skema di bawah :
Gambar. 3.1 Kerangka Kerja Penelitian Dokumentasi SOAP
Analisis Kesenjangan antara Teori dan Praktek
Alternatif Pemecahan Masalah Studi Pendahuluan / Studi Literature
Subyek Penelitian Ny. N (Kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatal dan pelayanan kontrasepsi)
Persetujuan Klien (Informed Consent)
Studi Kasus Asuhan Kebidanan Komprehensif
Asuhan Kehamilan
(ANC)
Asuhan Persalinan
(INC)
Asuhan Bayi Baru Lahir (BBL)
Asuhan Nifas (PNC)
Asuhan Neonatus
Pelayanan Kontrasepsi
G. Etika Penelitian
Etika penelitian bertujuan untuk melindungi hak-hak responden untulk menjamin kerahasiaan identitas responden dan kemungkinan terjadinya ancaman terhadap responden. Sebelum penelitian dilakukan,responden akan dijelaskan tujuan dan manfaat penelitian serta jaminan kerahasiaan responden.
Menurut Hidayat (2008) dalam penelitian ini, peneliti akan memperhatikan etika dalam penelitian yang dilakukan dengan langkah-langkah :
1. Informed Consent (Lembar Persetujuan)
Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan.
Tujuannya adalah supaya subjek mengerti maksud dan tujuan penelitian. Jika subjek bersedia,maka responden harus menandatangani lembar persetujuan, jika responden tidak bersedia, maka peneliti harus menghormati hak responden.
Peneliti menjelaskan proses asuhan yang akan diberikan dan memberikan lembar persetujuan kepada klien sebagai bukti kesediaan klien untuk diberikan asuhan pada penelitian ini.
2. Anonimity (Tanpa Nama)
Untuk menjaga kerahasiaan identitas responden, lembar pengumpulan data tidak mencantumkan nama responden, lembar pengumpulan data cukup diisi dengan inisial klien.
Peneliti dalam pendokumentasian hasil asuhan kebidanan hanya menuliskan inisial dari huruf depan nama klien maupun keluarga.
3. Confidentiality (Kerahasiaan)
Kerahasiaan menjelaskan masalah ataupun data klien yang harus dirahasiakan. Semua informasi yang diberikan klien akan dijamin kerahasiannya oleh peneliti.
Peneliti memberikan jaminan kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah – masalah lainnya yang berhubungan dengan responden.
Hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset.