Sebagai wujud implementasi dalam pelaksanaan program MPS untuk menurunkan MFR dan AKB, peran bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan yang proaktif adalah dengan meningkatkan cakupan pelayanan antenatal (ANC) yaitu pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali, persalinan melalui pelayanan kesehatan. personel, perawatan bayi baru lahir, kunjungan nifas, kunjungan neonatal, penatalaksanaan komplikasi dan pelayanan kontrasepsi komprehensif (Syafrudin, 2009). Asuhan kebidanan ini diberikan sebagai wujud pelaksanaan fungsi, kegiatan dan tanggung jawab bidan dalam memberikan pelayanan kepada klien serta merupakan upaya penurunan MFR dan AKB (Varney Helen, Kriebs Jan M, 2007).
Rumusan Masalah
Kunjungan bidan dilakukan minimal dua kali yaitu pada saat hamil dan pada masa nifas, dan tidak hanya itu, tetap memberikan sosialisasi kepada ibu hamil khususnya untuk pemenuhan K1 hingga K4 (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2012). Mengingat angka MMR dan AKB yang masih tinggi di wilayah Balikpapan dan diketahui bahwa kurangnya pengawasan terhadap kehamilan dapat menimbulkan banyak gangguan yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi dan keluarga berencana, maka penulis tertarik untuk memberikan gambaran yang komprehensif. pelayanan kebidanan Ny “N” selama periode ini. kehamilan, maternitas, bayi baru lahir, nifas, neonatus dan pemilihan alat kontrasepsi dalam laporan studi kasus yang berjudul: “Pelayanan Kebidanan Komprehensif pada Ibu beresiko pada masa kehamilan sehingga sangat penting bagi Ibu.
Tujuan
Mampu memberikan asuhan kebidanan pada masa nifas atau postpartum care (PNC) pada Ny. N dengan pendekatan manajemen kebidanan menurut Varney dengan dokumentasi SOAP. Mampu memberikan asuhan kebidanan dalam pelayanan kontrasepsi pada Ny N dengan pendekatan manajemen kebidanan Varney dengan dokumentasi SOAP.
Manfaat
Mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. Melaksanakan neonatus N dengan pendekatan manajemen obstetri menurut Varney dengan dokumentasi SOAP.
Ruang Lingkup
Sistematika Penulisan
Pada Bab III menjelaskan tentang jenis-jenis karangan ilmiah, tempat dan waktu, topik kasus, teknik pengumpulan dan analisis data, instrumen, kerangka kerja, etika, batasan. Pada Bab IV, tinjauan kasus dibuat untuk SABUN untuk kehamilan, kelahiran, bayi baru lahir, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana.
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Dasar Manajemen Kebidanan
Menafsirkan data untuk kemudian diolah menjadi masalah atau diagnosis yang diidentifikasi secara spesifik dan kebutuhan layanan kesehatan. Langkah ini merupakan pengembangan masalah atau diagnosis yang saat ini teridentifikasi dan dapat diharapkan serta pelayanan kesehatan yang diperlukan.
Konsep Dasar Teori
Pada usia kehamilan 33 hingga 36 minggu, ibu hamil akan mengalami sesak napas karena tekanan janin di bawah diafragma menekan paru-paru ibu. h) Saluran pencernaan. Sebelum dilakukan pemeriksaan, kaki ibu diluruskan agar punggung janin mendekati dinding perut ibu. DJJ normalnya adalah 120-160 kali per menit (Manuaba, 2010). Lakukan rangkaian tali pusat ke arah ibu dan letakkan klem di antara keduanya dengan jarak 2 cm dari klem pertama.
Pegang tali pusat di antara kedua klem tersebut dengan menggunakan tangan kiri, dengan jari-jari tangan kiri terlindungi, potonglah tali pusat di antara kedua klem tersebut. Meletakkan tangan kiri di atas simfisis memegang bagian bawah rahim, sedangkan tangan kanan memegang tali pusat menggunakan penjepit dengan jarak 5-10 cm dari vulva. Saat kontraksi, pegang tali pusat dengan tangan kanan, sedangkan tangan kiri dengan lembut menekan bagian belakang rahim pada tengkorak.
Apabila dengan peregangan tali pusat yang terkendali terlihat tali pusat memanjang dan plasenta terlepas, mintalah ibu melakukan peregangan sedikit sambil tangan kanan menarik tali pusat ke bawah lalu ke atas sesuai jalan lahir sampai plasenta. terlihat di vulva. Senam nifas merupakan suatu gerakan untuk mengembalikan otot-otot perut yang kendur akibat peregangan pada masa kehamilan. Senam nifas ini dilakukan sejak ulang tahun pertama setiap hari hingga hari kesepuluh, terdiri dari serangkaian gerakan tubuh yang dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi ibu pasca melahirkan. gerakan latihan (Suherni, dkk, 2009). Masa neonatal atau bayi baru lahir merupakan bulan pertama kehidupan. Pada masa neonatal, anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa. Saat dilahirkan, banyak terjadi perubahan dramatis pada tubuh anak, karena berubah dari ketergantungan menjadi mandiri terhadap ibu. Dari sudut pandang.
SUBJEK DAN KERANGKA KERJA PELAKSANAAN STUDI KASUS
- Jenis Karangan Ilmiah
- Lokasi dan Waktu
- Subjek Kasus
- Teknik Pengumpulan dan Analisa Data
- Instrumen Penelitian
- Kerangka Kerja
- Etika Penelitian
Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam proposal ini sesuai dengan metode yang digunakan dalam penelitian deskriptif menurut (Arikunto, 2003), yaitu mengumpulkan informasi tentang status gejala, meneliti langsung subjek penelitian untuk memperoleh informasi. data yang diperlukan dengan melakukan penelitian di lapangan (field study). Peneliti mengamati secara langsung kondisi klien atau mengamati perilaku dan kebiasaan klien terkait dengan perawatan yang akan diberikan. Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antar konsep yang ingin kita amati atau ukur melalui penelitian yang dilakukan (Notoatmodjo, 2005).
Menurut Hidayat (2008), dalam penelitian ini peneliti akan memperhatikan etika dalam penelitian yang dilakukan secara bertahap. Peneliti menjelaskan proses perawatan yang akan diberikan dan memberikan formulir persetujuan kepada klien sebagai bukti bahwa klien bersedia memberikan perawatan dalam penelitian ini.
TINJAUAN KASUS
Dokumentasi Asuhan Kebidanan Antenatal Care
Ibu tidur ± 1 jam/hari pada hari tertentu, ibu tidur 6-7 jam/hari pada malam hari, tidak ada gangguan pola tidur. Ibu tidur ± 1 jam/hari, pada hari tertentu ibu tidur malam 8-9 jam/hari, tidak ada gangguan pola tidur. Payudara: Payudara simetris, tampak bersih, tampak hiperpigmentasi pada areola mammae, puting menonjol dan tidak ada daya tarik.
Alat kelamin : Vulva tidak bengkak, tidak terdapat varises, tidak terlihat keputihan, tidak terdapat bekas luka, tidak terlihat adanya fistula. Bawah : Bentuk terlihat simetris, tidak ada edema, tidak ada varises, pengisian kapiler baik dan patela positif e) Protein urin : Negatif f) Glukosa urin : Negatif.
Dokumentasi Asuhan Kebidanan Intranatal Care
Genetalia: Tidak terlihat edema dan varises pada vulva dan vagina, terlihat keluarnya air dan lendir bercampur darah, tidak terlihat bekas luka, tidak terlihat adanya fistula. Tidak terlihat edema dan varises, terlihat keluarnya air dan lendir bercampur darah, portio lunak tipis, obliterasi 50%, dilatasi 5 cm, cairan ketuban (-), tidak ada bagian kecil di sekitar bagian bawah janin, presentasi kepala, UUK penyebut , stasiun/hodge II. Tidak terlihat edema dan varises, terlihat sekret dan lendir bercampur darah, tidak ada bekas luka pada vagina, bagian tidak teraba, penipisan 100%, bukaan 10 cm, tidak ada bagian kecil di sekitar bagian bawah janin, presentasi kepala, penyebut UUK, stasiun /hodge II+.
Dorong isi tali pusat ke arah distal (ibu) dan klem lagi tali pusat 2 cm distal dari klip pertama. Pegang tali pusar yang sudah dijepit (melindungi perut bayi) dan potong tali pusar di antara 2 klip tersebut.
Dokumentasi Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir
Telinga: Terlihat simetris, melengkung sempurna, tulang rawan telinga sudah matang, terdapat lubang telinga, tidak ada kulit tambahan dan tidak ada kotoran yang terlihat. Dada : Tampak simetris, tidak tampak retraksi dinding dada, tidak terdengar bunyi napas tambahan, bunyi jantung teratur, gerakan dada tampak simetris. Perut : Tidak teraba massa abnormal, tali pusat tampak terdapat 2 arteri dan 1 vena, tali pusat tampak putih segar, tidak terlihat adanya perdarahan tali pusat.
Punggung : Tampak simetris, tidak teraba skleosis dan tidak terlihat meningokel, spina bifida, bengkak, lesung pipit dan bintik kecil berbulu. Ekstremitas: Gerakan leher tampak aktif, tulang selangka terasa utuh, jari tangan dan kaki tampak simetris, tidak ada anyaman, jari tangan tampak penuh dan bergerak aktif, tidak tampak polidaktili dan sindaktili.
Dokumentasi Asuhan Kebidanan Post Natal Care
Alat Kelamin : Vulva tidak edema, tidak terdapat varises, terlihat sekret lochea rubra, tidak terdapat luka, tidak terlihat adanya fistula. Payudara: Penampilan simetris, produksi ASI terlihat, hiperpigmentasi terlihat di areola, puting di mata, tidak ada tarikan, tidak teraba pembengkakan. Payudara: Tampak simetris, produksi ASI terlihat, muncul hiperpigmentasi di areola, puting terlihat dan tidak ada retraksi, tidak teraba pembengkakan.
Alat Kelamin : Vulva tidak edema, tidak terdapat varises, terlihat sekret lokea serosa, tidak terdapat bekas luka. Payudara: Tampak simetris, produksi ASI terlihat, tampak hiperpigmentasi pada areola, puting menonjol dan tidak ada retraksi, payudara tidak tampak bengkak.
Dokumentasi Asuhan Kebidanan Neonatus 1. Asuhan Kebidanan Neonatus Kunjungan ke I
Mata : Tampak simetris, tidak terlihat kotoran atau pendarahan, tidak terlihat edema kelopak mata, tidak terlihat pucat pada konjungtiva, sklera tampak putih. Leher: Tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid, tidak terlihat pembesaran kelenjar getah bening, dan refleks tonik leher baik. Dada: Tampak simetris, retraksi dinding dada tidak terlihat, tidak terdengar bunyi napas tambahan, bunyi jantung teratur, gerakan dada tampak simetris, puting susu terlihat.
Abdomen : Tampak simetris, tali pusat mempunyai 2 arteri dan 1 vena, tali pusat tampak putih segar, tidak terlihat adanya perdarahan tali pusat dan tidak ada tanda-tanda infeksi tali pusat, teraba kembung, tidak teraba benjolan/massa. Ekstremitas : Gerakan leher tampak aktif, jari tangan dan kaki tampak simetris, lengkap dan bergerak aktif, tidak terlihat polidaktili dan sindaktili.
Dokumentasi Asuhan Kebidanan KB pada Calon Akseptor IUD
WITA sayang, jika anak buang air kecil atau besar, harus segera dibersihkan dan diganti dengan popok kain yang bersih; Ibu memahami dan segera melakukannya jika anak buang air besar atau kecil. Jika bayi membuka mulutnya, susui bayi sampai kenyang, jangan berikan apa pun kecuali ASI; Saya mengerti dan akan melakukannya. Memotivasi ibu untuk tetap memberikan ASI eksklusif sampai anak berusia 6 bulan; Para ibu sangat ingin sekali memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
Ibu memahami pelayanan kesehatan yang diberikan oleh ibu dan kemungkinan besar akan memilih alat kontrasepsi IUD dan sekarang ingin menggunakan alat kontrasepsi IUD. N kemudian memberitahu ibunya tanggal kembali kontrol adalah 11 Mei 2017; Ibu bersedia diberikan KB IUD, ibu mendapat kartu akseptor KB baru, dan ibu berjanji akan kontrol tanggal sesuai jadwal lagi.
PEMBAHASANPEMBAHASAN
Pembahasan Proses Asuhan Kebidanan
- Kehamilan
- Persalinan
- Bayi Baru Lahir
- Nifas
- Kunjungan Neonatus
- Pelayanan Keluarga Berencana
Hasil pengukuran TFU pada Ny. Penulis menyimpulkan bahwa tanda-tanda persalinan yang dialami Ny. N sesuai dengan teori yang ada, sehingga tidak terjadi kesenjangan antara teori dan praktik. Usai pemotongan tali pusat, bayi langsung dibaringkan di payudara Ny N untuk inisiasi menyusui dini (IMD).
Oleh karena itu penulis berpendapat tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek karena nilai AS bayi Ny. N berada dalam batas normal yaitu 8/10. Penulis berpendapat hasil pemeriksaan fisik bayi Ny. N dalam batas normal dan sesuai dengan teori.
Keterbatasan Pelaksanaan Asuhan
N mengatakan ingin menggunakan alat kontrasepsi IUD dengan alasan riwayat kontrasepsi sebelumnya adalah menggunakan alat kontrasepsi IUD dan ibu merasa cocok serta tidak ada keluhan selama menggunakan alat kontrasepsi tersebut. Setelah mendapat penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan alat kontrasepsi IUD, ibu tetap memilih alat kontrasepsi tersebut dan memahami penjelasan yang diberikan kepadanya. Melaksanakan asuhan kebidanan secara komprehensif bersamaan dengan kegiatan PKK III dan PKL II terkadang menimbulkan kesulitan bagi peneliti dalam mengatur waktunya.
Waktu yang tersedia untuk melaksanakan pelayanan terkadang sangat terbatas, sehingga pelayanan yang diberikan kurang optimal.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran