• Tidak ada hasil yang ditemukan

HOTS

C. Paparan Data

2. Subjek yang Berpikir Kritis Sedang

P : Yakinki begitu?

BKT : Iya kak

Adapun yang dapat disimpulkan dari wawancara diatas bahwa subjek yang berpikir kritis tinggi mampu memahami soal dengan cara:

1. Focus : subjek menjawab pertanyaan sesuai dengan konteks permasalahan (menuliskan yang diketahui dan ditanyakan dari soal dengan tepat dan lengkap),

2. Reason : subjek dapat memberikan alasan terkait fakta atau bukti yang relevan pada setiap langkah dalam membuat kesimpulan (menuliskan jawaban dengan memberikan alasan yang tepat dan lengkap),

3. Inference : subjek mampu menyimpulkan pemasalahan sesuai dengan penyelesaian yang dikerjakan (menuliskan jawaban dengan memberikan kesimpulan yang tepat dan lengkap),

4. Situation : subjek dapat memperoleh informasi yang terkait dengan proses penyelesaian permasalahan yang ada serta mengetahui konsep yang akan digunakan (menuliskan jawaban disertai proses berhitung dan disertai jawaban akhir tepat),

5. Clarity : subjek mampu membaca dan memahami simbol (menuliskan jawaban dengan keterkaitan konsep yang tepat), dan 6. Overview : subjek telah mengecek ulang pekerjaannya dari awal

hingga akhir.

52

Berikut adalah jawaban tertulis subjek BKS untuk soal nomor 1 disajikan pada gambar 4.4 sebagai berikut:

Gambar 4.4 Hasil Kerja Nomor 1 Subjek yang Berpikir Kritis Sedang

Adapun hasil wawancara dengan subjek yang berpikir kritis sedang berikut ini:

Focus

Pada subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap focus, subjek menjawab pertanyaan sesuai dengan konteks permasalahan tetapi subjek tidak menuliskan yang diketahui dan ditanyakan pada saat tes. Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Apa yang dipikirkan tentang soal nomor 1?

BKS : Susah soalnya kak, angka di soal kayak berulangki jadi harus dibaca berulang-ulang.

P : Kenapa tidak dituliskan yang diketahui dan ditanyakan?

BKS : Kutauji apa yang diketahui dan ditanyakan kak tapi saya kira langsung ditulis cara penyelesaiannya.

P : Jadi apa diketahui dan ditanyakan?

BKS : Yang diketahui adalah 3 bilangan pertama + 4 bilangan kedua = 66 dan 4 bilangan pertama + 3 bilangan kedua

= 13 dan yang ditanyakan itu model matematikanya.

inference

Reason

Pada subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap reason, subjek mampu membuat alasan atas jawaban yang dikerjakan pada proses penyelesaian tetapi subjek tidak menuliskan jawaban dan alasan pada saat tes. Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Jadi bagaimana langkah penyelesaian selanjutnya dek?

BKS : Jadi kutulismi kalau bilangan pertama itu x dan bilangan kedua itu y.

P : Tapi tidak kita tuliskan misalnya dek?

BKS : Iya kak

P : Kenapa kita tidak tuliskan?

BKT : Saya kira langsung model matematikanya ji kak dituliskan

Inference

Pada subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap inference, subjek mampu menyimpulkan pemasalahan sesuai dengan penyelesaian yang dikerjakan (menuliskan jawaban dengan memberikan kesimpulan yang tepat dan lengkap). Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Jadi bagaimana langkah penyelesaian selanjutnya?

BKS : Kutuliskan langsung model matematikanya kak, karena 3 kali bilangan pertama ditambah 4 kali bilangan kedua sama dengan 66. Jadi kutulismi kalau bilangaan pertama itu x dan bilangan kedua itu y. Jadi, model matematikanya 3x+4y=66 begitu juga yang dibawah kak.

54

P : Jadi begitu sajaji carata?

BKS : Iya kak

Overview

Pada subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap overview, subjek telah mengecek ulang pekerjaannya dari awal hingga akhir. Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Jadi yakinki begitumi jawabannya?

BKS : Yakinka kak

P : Sudah dicek kembali pekerjaanta?

BKS : Sudah kak

P : Dicek satu persatu baru ditulis kembali atau selesai semuapi baru dicek?

BKS : Selesaipi kak P : Ohiya dek.

Berikut adalah jawaban tertulis subjek BKS untuk soal nomor 2 disajikan pada gambar 4.5 sebagai berikut:

Gambar 4.5 Hasil Kerja Nomor 2 Subjek yang Berpikir Kritis Sedang

inference

situation

clarity

Adapun hasil wawancara dengan subjek yang berpikir kritis sedang berikut ini:

Focus

Subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap focus, subjek menjawab pertanyaan sesuai dengan konteks permasalahan tetapi subjek tidak menuliskan yang diketahui dan ditanyakan pada saat tes. Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Susah nomor 2 dek?

BKS : Iya kak

P : Kita tahuji apa-apa saja yang diketahui?

BKS : Iya kak

P : Apa pale dek?

BKS : Yang pertama itu harga tiket kelas eksekutif 70.000 dan harga tiket kelas biasa 50.000 dan yang kedua itu jumlah penonton 400 orang dan hasil penjualan tiket 23 juta kak.

P : Terus yang ditanyakan?

BKS : Nilai x dan y kak

Reason

Pada subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap reason, subjek mampu membuat alasan atas jawaban yang dikerjakan pada proses penyelesaian tetapi subjek tidak menuliskan jawaban dan alasan pada saat tes. Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Bisaki jelaskan itu yang dimaksud tadi yang ditanyakan

56

dek?

BKS : Nilai x dan y toh kak, itu maksudnya pemisalan dari harga tiket biasa dan harga tiket eksekutif kak

P : Kenapa kita tidak tuliskan dek?

BKS : Saya kirai tidak harusji ditulis kak

Inference

Pada subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap inference, subjek mampu menyimpulkan pemasalahan sesuai dengan penyelesaian yang dikerjakan (menuliskan jawaban dengan memberikan kesimpulan yang tepat dan lengkap). Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Kan tadi kita sudah misalkan x dan y toh dek selanjutnya apa lagi?

BKS : Dituliskan model matematikanya P : Bagaimana model matematikanya dek?

BKS : Samaji nomor 1 kak yang dikasih simbol x dan y jadi nadapatmi persamaan 1 adalah x+y=400 dan persamaan 2 adalah 70.000x+50.000y=23.000.000

Situation

Pada subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap situation, subjek dapat memperoleh informasi yang terkait dengan proses penyelesaian permasalahan yang ada serta mengetahui konsep yang akan digunakan (menuliskan jawaban disertai proses berhitung dan disertai jawaban akhir tepat). Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Kenapa langsungki pakai metode eliminasi?

BKS : Supaya kudapat nilai b nya kak, lebih mudah juga P : Bisaki jelaskanki dek?

BKS : x+y=400 dikalikan 70.000 kak terus 70.000x + 50.000y=23.000.000 dikalikan 1 itu kak.

P : Selanjutnya bagaimana lagi dek?

BKS : Setelah didapatmi hasilnya dikurangi mi kak untuk dapat nilau y

P : Jadi berapa nilai y yang didapat dek?

BKS : 250 kak P : Caranya?

BKS : Kan tadi itu 70.000 y dikurang 50.000 y hasilnya 20.000 y dan 28.000.000 dikurangi 23.000.000 itu hasilya 5.000.000 juta kak. Jadi 20.000y=5.000.000 dibagimi kak 5.000.000 dibagi 20.000 hasilnya 250

Clarity

Pada subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap clarity, subjek mampu membaca dan memahami simbol (menuliskan jawaban dengan keterkaitan konsep yang tepat). Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Setelah didapat nilai y=250 selanjutnya apa lagi dek?

BKS : Saya subtitusikan nilai y di persamaan satu kak untuk dapatkan nilai x nya lagi

P : Persamaan yang mana dek?

BKS : Yang x+y=400 kak

P : Coba kita jelaskan carata dapatkan nilai x dek!

BKS : x+y=400 terus y nya diubah menjdai 250 jadi x+250=400 jadi x=400-250 jdi nilai x=150 kak

58

P : Begituji dek?

BKS : Iya kak, jadi nilai x=150 dan y=250 P : 0k dek

Overview

Pada subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap overview, subjek telah mengecek ulang pekerjaannya dari awal hingga akhir. Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Kita cek ji cara penyelesaianta dek?

BKT : Iya kak

P : Kita cek satu per satu?

BKT : Tidak kak, pas selesaipi semua P : Ohiya dek

Berikut adalah jawaban tertulis subjek BKS untuk soal nomor 3 disajikan pada gambar 4.6 sebagai berikut:

Gambar 4.6 Hasil Kerja Nomor 3 Subjek yang Berpikir Kritis Sedang

Adapun hasil wawancara dengan subjek yang berpikir kritis sedang berikut ini:

situation

Focus

Subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap focus, subjek menjawab pertanyaan sesuai dengan konteks permasalahan tetapi tidak mengetaahui dengan tepat apa yang ditanyakan dan subjek tidak menuliskan yang diketahui dan ditanyakan pada saat tes. Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Tidak kita tahu yang diketahui sama yang ditanyakan dek?

BKS : Kutau ji kak

P : Kenapa kita tidak tuliskanki?

BKS : Karena jelasji di soal kak P : Apa yang diketahui di soal dek?

BKS : 5 pensil + 4 buku harganya 27.500 dan 3 pensil + 4 buku harganya 20.500

P : Yang ditanyakan?

BKS : Harga buku dan pensil

Reason

Pada subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap reason, subjek mampu membuat alasan atas jawaban yang dikerjakan pada proses penyelesaian tetapi subjek tidak menuliskan jawaban dan alasan pada saat tes. Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Bisaki jelaskan apa-apa saja yang dimisalkan pada soal dek?

BKS : Yang seperti nomor 2 kak, yang dimisalkan dengan x dan y?

60

P : Iya dek

BKS : Ohiya kak, yang dimisalkan itu x=pensil dan y=buku

Inference

Pada subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap inference, subjek mampu menyimpulkan pemasalahan sesuai dengan penyelesaian yang dikerjakan tetapi subjek tidak menuliskan jawaban dan kesimpulan pada saat tes. Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Setelah dimisalkan apa langkah selanjutnya dek??

BKS : Langsung dicari nilai x dan y kak P : Tidak dituliskan model matematikanya?

BKS : Tidak kak

P : Jadi kita tidak tahu model matematiknya?

BKS : Kutahu ji kak P : Jelaskan coba dek!

BKS : Yang 5x+4y=27.500 dan 3x+4y=20.500 toh kak?

P : Iya dek

Situation

Pada subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap situation, subjek dapat memperoleh informasi yang terkait dengan proses penyelesaian permasalahan yang ada serta mengetahui konsep yang akan digunakan (menuliskan jawaban disertai proses berhitung dan disertai jawaban akhir tepat). Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Pakai metode apaki itu dek pada saat tes?

BKS : Campuran kak, yang dieliminasi dulu baru disubstitusikan kak

P : Bisa dijelaskan dek maksudta itu?

BKS : Langsung saja kutuliskan 5x+4y=27.500 persamaan 1 dan 3x+4y=20.500 persamaan 2 kak. Terus setelah itu langsungmi dikurangi kak, jadi y nya habis dan 2x=7.000 kak

P : Setelah itu diapakan lagi dek?

BKS : Dibagi duami itu yang 7.000 kak supaya didapat nilai x nya. Jadi nilai x nya = 3.500

P : Setelah didapat nilai x apalagi dek?

BKS : Di substitusikanki kak untuk dapat nilai y nya P : Cobaki jelaskan carata substitusi!

BKS : 5x+4y=27.500 masukkan langsung x=3.500 kak. Jadi 5 dikali (3.500)+4y = 27.500. setelah itu dihitungmi kak 17.500+4y=27.500 jadi 4y=27.500-17.500 hasilnya itu kak 4y=10.000. Setelah y=10.000 dibagi 4 jadi nilai y nya = 2.500 kak

Clarity

Pada subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap clarity, subjek mampu membaca dan memahami simbol dan subjek tidak menuliskan jawaban pada saat tes. Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Berapa hasil dari x dan y dek?

BKS : X=3.500 dan y=2.500

P : Setelah didapa nilai x dan y apalagi dek?

BKS : Tidak adami kak karna hanya utk dicariji nilai x dan y kak

62

P : Yakinki dek?

BKS : Iya kak

Overview

Pada subjek yang berpikir kritis sedang menunjukkan pada tahap overview, subjek tidak mengecek ulang pekerjaannya dari awal hingga akhir. Berikut petikan wawancaranya:

Kode Uraian

P : Kita cek ji cara penyelesaianta dek?

BKS : Tidak kak P : Kenapa?

BKS : Karna kutiru sajaji nomor 2 caranya kak sisa angkanya kuubah

P : Jadi tidak dibaca baik-baik pertanyaannya dek?

BKS : Kubaca ji kak

P : Tapi kenapa tidak dicariki berapa harga dari 5 pensil dan 7 buku dek?

BKS : Tidak kutaumi kak

P : Sampai disitu saja ji ditau dek?

BKS : Iya kak

Berdasarkan hasil tes dan petikan wawancara di atas, dapat dilihat bahwa subjek yang berpikir kritis sedang memahami soal dengan cara:

1. Focus : subjek menjawab pertanyaan sesuai dengan konteks

Dokumen terkait