• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN

C. Subyek Penelitian

masyarakat secara langsung.Penelitian lapangan dapat juga dianggap juga sebagai pendekatan luas dalam penelitian kualitatif atau sebagai metode untuk mengumpulkan data kualitatif.Ide pentingnya adalah bahwa peneliti erangkat kelapangan untuk mengadakan pengamatan tentang suatu fenomena dan suatu keadaan alamiah.45

Model penelitian lapangannya adalah model catatan lapangan/ CP, yang mana pernyataan tentang semua peristiwa yang dialami, yaitu yang diingat dan didengar tidak boleh berisi penafsiran, hanya merupakan catatan sebagaimana adanya dan pernyataan yang datanya telah teruji kepercayaan dan keabsahannya.46

B. Lokasi Penelitian

Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah MA mambaul ulum yang terletak di desa wonojati kecamatan jenggawah.

Adapun pertimbangan pemilihan MA mambaul ulum wonojati jenggawah sebagai lokasi penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. MA mambaul ulum strategis.

2. MA mambaul ulum mudah untuk diteliti.

3. MA mambaul ulum mudah untuk dijangkau.

tahu yang kita harapkan, atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga memudahkan peneliti menjajahi obyek/situasi sosial yang diteliti.47 Jadi dalam hal ini yang akan menjadi sumber informasi adalah sebagai berikut:

1. Kepala Madrasah 2. Wakil Kepala Madrasah 3. Waka Kurikulum

D. Teknik Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.48 Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.49 Sedangkan menurut Sugiyono apabila dilihat dari segi cara maka tehnik pengumpulan data dapat dilakukan dengan wawancara (interview), angket pengamatan (observasi), dokumentasi, maupun gabungan keempatnya.50

Berdasarkan pengertian di atas yang dimaksud dengan metode penelitian adalah cara utama yang digunakan untuk menentukan, mengembangkan teknik dan alat-alat tertentu sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan dan ditetapkan sebelumnya. Adapun metode penelitian yang akan digunakan peneliti adalah sebagai berikut:

47 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatifdan R&D (Bandung: Alfabeta,2012),, 218-219.

48 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, 224.

49 Ibid., 2.

50 Ibid., 225.

1. Metode observasi

Observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan.51 Observasi juga merupakan suatu tehnik untuk mengamati secara langsung maupun tidak langsung terhadap aktifitas yang sedang berlangsung dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif dan melengkapinya dengan format atau blangko penggunaan instrumen.52

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa observasi adalah cara atau tehnik pengumpulan data yang dilakukan secara sadar dengan melakukan pengamatan. Dalam hal ini peneliti menggunakan observasi partisipasi pasif, yaitu teknik pengumpulan data dimana peneliti hanya datang ditempat kegiatan orang yang diamati, akan tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.53

Proses observasi yang dilakukan oleh peneliti di MA mambaul ulum wonojati jenggawah tersebut untuk memperoleh data-data tentang keadaan kondisi yang meliputi:

a. Letak geografis MA mambaul ulum wonojati jenggawah.

b. Proses manajemen pendidik dan tenaga kependidikan meliputi:

1) Perencanaan

2) Rekrutmen dan Seleksi 3) Pelatihan dan pengembangan 4) Kompensasi

5) Evaluasi kinerja

51 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, 226.

52 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian ,197.

53 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, 228l.

2. Metode interview

Metode interview atau wawancara adalah tehnik mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden, percakapan dengan maksud tertentu, percakapan itu dilakukan dua belah pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang ditanyai memberikan jawaban atas pertanyaan itu.54

Dari pendapat di atas dapat diambil pengertian bahwa interview merupakan kegiatan tanya jawab yang dilakukan untuk mendapatkan informasi atau data yang relevan secara langsung dengan melakukan pertanyaan kepada terwawancara.

Pada penelitian ini digunakan metode wawancara tidak tersruktur.

Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas, dimana peneliti tidak menngunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap, melainkan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.55

Dari proses interview yang dilakukan oleh peneliti di MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah tersebut untuk memperoleh data- data yang meliputi:

a. Perencanaan manajemen pendidik dan tenaga kependidikan

b. Rekrutmen dan seleksi manajemen pendidik dan tenaga kependidikan c. Pelatihan dan pengembangan manajemen pendidik dan tenaga

kependidikan

54 Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif ,135.

55 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, 140.

d. Kompensasi manajemen pendidik dan tenaga kependidikan e. Evaluasi kinerja manajemen pendidik dan tenaga kependidikan 3. Metode Dokumenter

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.

Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.56

Sedangkan metode dokumenter adalah mencari data mengenai hal- hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, notulen, rapat, agenda, dan sebagainya.

Dengan metode dokumenter ini untuk mendapatkan data yang berupa:

a. Sejarah MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah

b. Struktur Organisasi Sekolah di MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah

c. Keadaan sarana dan prasarana d. Jumlah guru

e. Keadaan guru dan karyawan

f. Data-data yang berkenaan dengan rekrutmen dan seleksi, penempatan, pembinaan dan evaluasi kinerja di MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah.

56 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif,240.

E. Analisis Data

Setelah semua data terkumpul, kemudian ndata itu diolah dan diklasifikasi untuk selanjutnya dianaisis guna memudahkah interpretasi.

Analoisi ini juga membatasi penemuan-penemuan sehingga data menjadi teratur, tersusun dan lebih memiliki arti. Agar dapat menafsirkan data dengan baik maka diperlukan adanya ketekunan, ketelitian, kesabaran, dan kreativitas yang tinggi, dalam penelitian ini data yang diperoleh bersifat kualitatif, maka metode nanalisi data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu ketepan interpretasi yang tergantung pada ketajaman analisis, objektivitas, sistematik, dan bukan pada statistika dengan menghitung berrapa besar probabilitas bahwa peneliti benar dalam interpretasi. 57 Oleh karena itu peneliti ini lebih bersifat deskriptif analitik, yaitu uraian naratif mengenai suatu proses subjek sesuai dengan masalah yang diteliti.

Tujuan dari analisis dat5a deskriptif adlah unrtuk menggambarkan terhadap semua hasil dilapangan secara sistematis dan factual yang analisisnya dilakukan melalui empat jalur menurut miles and huberman dan saldana yaitu: 1. Pengumpulan data 2. Kondensasi data (Data condensation), 3. Penyajian data (Display data), 4. Penarikan kesimpulan (Verivication).

Kondensasi data merujuk pada proses pemilihan (selecting), pengerucutan (focusing), penyederhanaan (simplifiying), peringkasan (abstracting), dan

57 Sugiono.2010 Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

transformasi data (transforming).58 Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut:

Gambar 3.1

Komponen-komponen analisis data model interaktif (miles, huberman, dan saldana)

1. Pengumpulan data

Selama peneliti masih melaksanakan pengumpulan data dengan mencari data-data yang dibutuhkan dalam penelitian dengan menggunakan beberapa metode yaitu observasi, wawancara /interview dan dokumentasi. Selama waktu pengumpulan data berlangsung disitu sudah terjadi tahapan reduksi, selanjutnya memebuat ringkasan dan menelusuri tema yang dibahas. Proses ini berlanjut sampai pasca pengumpulan data dilapangan, bahkan sampai akhir laporan sehingga tersususn lengkap.59

58 Miles, M. B Huberman, A. M, dan Saldana, J. 2014. Qualitative Data Analysis, A. Methods Sourcebook Edition 3. Hlm 14

59 Mardiyah. Kepemimpinan Kyai Dalam Memelihara Budaya Organisasi.(Malang: AditiyaMedia.

2012) 115.

Pengumpulan Data Penyajian Data

Kondensasi Data

Kesimpulan- Kesimpulan Penarikan / verifikasi

2. Kondensasi data (condensation data)

Miles dan Huberman”Data condensation refers to the proses of selecting data, focusing, simplifying, abstracting, and transforming the data that appear in written-up field notes or transcriptions”. Dalam kondensasi data merujuk kepada proses menyeleksi, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi dan mentransformasi data yang terdapat pada catatan lapangan maupun transkip dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut. Pengumpulan data kesimpulan penarikan/verifikasi kondensasi data penyajian data60

a. Selecting

Menurut Miles dan Huberman peneliti harus bertindak selektif, yaitu menetukan dimensi-dimensi mana yang lebih penting, hubungan-hubungan mana yang lebih bermakna, dan sebagai konsekuensinya, informasi apa yang dapat dikumpulkan dan dianalisis. Informasi-informasi yang berhubungan dengan keterampilan manajerial kepala madrasah dan konteks sosial atau hubungan sosial kepala madrasah dengan seluruh stakholder madrasah dikumpulkan pada tahapan ini. Peneliti mengumpulkan seluruh informasi tersebut untuk memperkuat penelitian.61

b. Focusing

Miles dan Huberman menyatakan bahwa memfokuskan data merupkan bentuk pra-analisis. Pada tahapan ini, peneliti

60 Miles, M.B Huberman,A.M, dan Saldana,J. 2014.Qualitative Data Analysis, A. Methods Sourcebook Edition 3. 10.

61 Miles, M.B Huberman,A.M, dan Saldana,J. 2014.Qualitative Data Analysis, 18.

memfokuskan data yang berhubungan dengan rumusan masalah penelitian. Tahapan ini merupakan kelanjutan dari tahapan seleksi data. Peneliti hanya membatasi data yang berdasarkan rumusan masalah. Fokus data pada rumusan masalah yaitu yang pertama keterampilan konseptual kepada madrasah, keterampilan hubungan manusiawi dan keterampilan tekhnik kepala madrasah dalam membangun human relations di MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah.62

c. Abstracting

Abstraksi merupakan usaha membuat rangkuman yang inti, proses, dan pernyataan-pernyataan yang perlu dijaga sehingga tetap berada didalamnya. Pada tahap ini, data yang telah terkumpulan dievaluasi, khususnya yang berkaitan dengan kualitas dan kecukupan data. Jika data tentang keterampilan manajerial kepala madrasah suadah diperoleh dan jumlah data sudah cukup, data tersebut digunakan untuk menjawab fokus masalah yang diteliti.63

d. Simpliying dan Transforming

Data dalam penelitian ini selanjutnya disederhanakan dan ditransformasikan dalam berbagai cara, yakni melalui seleksi yang ketat, melalui ringkasan atau uraian singkat, menggolongkan data dalam satu pola yang lebih luas, dan sebagainya. Untuk

62 Miles, M.B Huberman,A.M, dan Saldana,J. 2014.Qualitative Data Analysis, 19.

63 Miles, M.B Huberman,A.M, dan Saldana,J. 2014.Qualitative Data Analysis, 20.

menyederhanakan data, peneliti mengumpulkan data setiap proses dalam pengumpulan data.64

3. Penyajian data (display data)

Penyajian data dalam penelitian adalah proses penyusunan informasi yang kompleks kedalam bentuk yang sistematis, sehingga menjadi lebih sederhana dan selektif serta dapat difahami maknanya. Hal ini dilakuakn untuk menetukan pola-pola yang bermakna serta memberikan kemungkinan adanya pemberian kesimpulan dan pengambilan tindakan. Sedangkan penelitian yang disajkan dalam penelitian ini adalah data yang berkaitan dengan fokus masalah yang ada dalam penelitian. Dengan adanya penyajian data dapat memudahkan dalam penarikan kesimpulan untuk keperluan selanjutnaya.

4. Penarikan kesimpulan (Verification)

Penarikan kesimpulan atau verifikasi merupakan langkah terakhir dalam kegiatan analisi data dalam penelitina ini. Data yang telah direduksi dan diorganisir dalam bentuk sajian data, kemudian disimpulkan sesuai dengan fokus dan tujuan penelitian. Setelah melalui berbagai analisi data, maka dilakukan penarikan kesimpulan verifikasi.

Hal ini dimaksudkan bahwa makna-makna yang muncul dari dat harus diuji kebenaran dan kecocokannya.

Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan dapat berubah apabila ditemukanya bukti-bukti yang kuat. Akan

64 Miles, M.B Huberman,A.M, dan Saldana,J. 2014.Qualitative Data Analysis, 20.

tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahp awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan dalam pengumpulan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

Dari uraian diatas, maka langkah-langkah yang dilakukan peneiti ialah sebagai berikut:

a. Mengidentifikasi data yang memiliki keterkaitan dengan fokus dan masalah penelitian.

b. Membuat ringkasan data yang sudah ditemukan c. Mengkode data yang sudah ada

d. Menggolongkan atau mengelompokkan data e. Membuat catatan-catatan

f. Menyusun pertanyaan sesuai dengan pokok permasalahan g. Penarikan kesimpulan

Alasan peneliti mengunakan data tersebut adalah untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih valid dan dapat dipertanggung jawabkan.

F. Keabsahan Data

Pengecekan keabsahan data dilakukan agar memperoleh hasil yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan serta dapat dipercaya oleh semua pihak. Pengecekan keabsahan data yag akan dilakukan pada penelitian ini yaitu triangulasi sumber dan triangulasi metode.

Triangulasi sumber adalah membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda, yang artinya membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informan yang diperoleh dengan informasi yang berasal dari sumber lain.65Triangulasi metode, menurut Patton terdapat dua strategi, yaitu: (a) pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengeumpulan data, (b) pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.66

G. Tahap-tahap Penelitian

Untuk mengetahui proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti mulai awal hingga akhir maka perlu diuraikan tahap-tahap penelitian. Tahap penelitian ada tiga tahapan yaitu tahap pra lapangan, tahap pekerja lapangan, dan tahap analisis data.

Dalam hal ini tahapan-tahapan penelitian yang dilakukan peneliti diantaranya adalah:

1. Tahap Pra Lapangan

Dalam tahap penelitian pra lapangan terdapat enam tahapan.

Tahapan tersebut tersebut juga dilalui peneliti sendiri, adapun enam tahapan tersebut adalah:

65 Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, 28l5.

66 Ibid., 331.

a. Menyusun rencana penelitian

Pada tahapan ini peneliti membuat rancangan penelitian terlebih dahulu, dimulai dari pengajuan judul, penyusunan matrik dan seminar skripsi.

b. Memilih lapangan penelitian

Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti harus terlebih dahulu memilih lapangan penelitian. Lapangan penelitian yang dipilih yaitu MA mambaul ulum wonojati jenggawah.

c. Mengurus perizinan

Sebelum mengadakan penelitian, peneliti mengurus perizinan terlebih dahulu ke pihak kampus.

d. Menjajaki dan menilai lapangan

Setelah diberikan izin, peneliti mulai melakukan penjajakan dan menilai lapangan untuk lebih mengetahui latar belakang objek penelitian, lingkungan sosial, adat istiadat, kebiasaan, agama dan pendidikanya. Hal ini dilakukan agar memudahkan peneliti dalam menggali data.

e. Memilih dan memanfaatkan informan

Pada tahap ini peneliti mulai memilih informan untuk mendapatkan informasi yang dipilih, informan yang diambil dalam penelitian ini adalah kepala madrasah, guru dan karyawan.

f. Menyiapkan perlengkapan penelitian

Setelah semua selesai mulai dari rancangan penelitian hingga memilih informan, maka peneliti menyiapkan perlengkapan penelitian sebelum terjun kelapangan yakni mulai dari menyiapkan buku catatan, kertas dan sebagainya.

2. Tahap pekerjaan Lapangan

Pada tahap ini peneliti terjun langsung ke lapangan untuk memperolesh data-data mengenai fokus permasalahan yang dijadikan sebagai bahan kajian dalam penelitian.Hal ini peneliti menggunakan metode observasi, interview, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi tersebut.

3. Tahap Analisis Data

Tahap ini merupakan tahap terakhir dari proses penelitian. Pada tahap ini pula peneliti mulai menyusun laporan dan mempertahankan hasil penelitian.67

67 Moleong, Metodologi Penelitian, 128l.

BAB IV

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

A. Gambaran Objek Penelitian

1. Profil Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah a. NamaYayasan : Yayasan Pendidikan Mambaul Ulum b. AlamatLengkapYayasan : Jl. Tempurejo No. 27 Wonojati

Jenggawah Jember c. Nama Lembaga : MA Mambaul Ulum d. Alamat :

1) Jalan dan No. Telp : Jl. Tempurejo No. 27 (082332219319)

2) Desa : Wonojati

3) Kecamatan : Jenggawah 4) Kabupaten : Jember

e. NSM : 131235090017

f. Tahun Berdiri : 2007

g. NPWP : 21.004.247.9-626.000

h. Jenjang Akreditasi : Terakreditasi c i. Status Tanah : Waqof

1) No. Surat Kepemilikan Tanah : 10

2) Luas Tanah : 1.770 M2

j. Status Bangunan :Milik Yayasan 1) No. Surat ijin bangunan :

2) Luasbangunan : 436 M2 k. Guru dan Staf Tata Usaha

1) Jumlah Guru Keseluruhan : 13 Orang 2) Guru TetapYayaysan : 8 Orang 3) Guru TidakTetap : 5 Orang 4) Guru PNS Dipekerjakan (Dpk) : 0 Orang 5) Staf Tata Usaha : 2 Orang

2. Sejarah Singkat Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah

Lembaga yayasan mambaul ulum wonojati jenggawah terdiri dari beberapa sekolah yaitu; Dari RA, MI, MTS dan MA.

Tahun 2007 mambaul ulum membuat Madrasah Aliyah (MA) di Wonojati Krajan yang mana Inisiator pertama tercipta dari Ust. Husain Fauzi yang mana pada saat itu beliau adalah ketua yayasan dan sampai sekarang. Karena melihat kondisi pada saat itu kebanyakan dari muda mudi di daerah wonojati khususnya krajan yang hanya lulusan MTS/SMP karena untuk melanjutkan ke jenjang MA atau SMA kebanyakan dari masyarakat disekitar wonojati kurang mampu dari segi materi penghasilannya sehari-hari. Melihat kondisi yang seperti itu, Maka muncul lah inisiatif Ust Husain Fauzi untuk membantu muda mudi disekitar wonojati untuk bisa lanjut bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Itikat baik Ust Husain Fauzi itu pun akhirnya juga mendapatkan dorongan kuat

oleh masyarakat disekitar wonojati untuk membuat Madrasyah Aliyah (MA).

3. Visi, Misi Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah Adapun Visi, Misi dan Tujuan MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah adalah sebagai berikut:68

Visi : Terwujudnya insan yang cerdas, terampil, berbudi pekerti berdasarkan iman dan taqwa

Misi :

a. Melaksanakan pembelajaran secara efektif

b. Meningkatkan disiplin dan potensi warga sekolah c. Meningkatkan profesionalisme guru

d. Membangun kerja sama dengan stage holder e. Melaksanakan pendidikan dasar yang berkualitas

MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjadi wadah pendidikan bagi peserta didik. Hal ini bertujuan:

a. Mendidik masyarakat agar dapat belajar dan memperoleh pendidikan yang layak

b. Meningkatkan potensi, bakat dan minat yang dimiliki peserta didik c. Meningkatkan kemapuan peserta didik guna mempersiapkan kejenjang

pendidikan yang lebih tinggi

68 Dokumentasi, MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah, 2019.

d. Menciptakan peserta didik yang berkualitas dan mampu bersaing secara global yang nantinya dapat berguna bagi nusa bangsa dan agama

Bagan 4.1

Struktur Organisasi MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah Tahun Pelajaran 2018/201969

KEPALA MADRASAH Baisuni, S.Ag

WAKA SEKOLAH Idris Afandy Afrizal, S.Pd

INSTANSI LAIN KOMITE

Sutrisno

KORLAK/STAF TU

URS SARPRAS Faisol,S.Pd

URS. HUMAS Moh Husaen Fauzi S.Pd

WALI KELAS/GURU BP/BK

Marine,S.Pd URS. KURIKULUM

Muhammad Affan, S.Pd URS. KESISWAAN

Sufaat,S.Pd.I

KALAB/KAPUS Fitri Alaydrus,S.Pd

SISWA/PESERTA DIDIK Keterangan:

: Garis Kordinasi

5. Pendidik dan tenaga kependidikan Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah

Tabel 4.1

Daftar Guru dan Pegawai MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah Tahun Pelajaran 2018/201970

6. Data pendidik dan tenaga kependidikan Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah

Kepala madrasah : Baisuni, S.Pd

Wakil Kepala madrasah : Idris Afandy Afrizal, S.Pd Urusan Kurikulum : Muhammad Affan, S.Pd Urusan Kesiswaan : Sufaat, S.Pd. I

Urusan Humas : Em. Robit, S.Pd

70 Dokumentasi, MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah, 2019.

No. NAMA NIP/NUPTK

1 Baisuni, S. Ag

2 Idris Afandy Afrizal, S.Pd 3 Muhammad Affan, S. Pd 4 Sufaat, S.Pd.I

5 Faisol, S. Pd 6 Em. Robit, S. Pd 7 Fitri Alaydrus, S. Pd 8 Marine, S.Pd

9 Shofi Indani, S. Pd 10 Holisoh, S, Pd

11 Maftuhatul Hasanah, S. Pd 12 Moh Husaen Fauzi, S. Pd 13 Jakfar Sodiq S. Pd

Urusan Sarpras : Faisol , S.Pd

Kepala Perpustakaan : Fitri Alaydrus, S.Pd Kepala laboratorium : Shofi Indani, S.Pd Koordinator BK : Marine, S.Pd

Anggota BK : Maftuhatul Hasanah, S.Pd Petugas UKS : Holisoh, S.Pd

Osis : Muhammad Affan, S. Pd

Operator Sekolah : Jakfar Sodiq S. Pd

Wali Kelas X : Idris Afandy Afrizal, S. Pd Wali Kelas XI : Shofi Indani, S.Pd

Wali Kelas XII : Moh Husain Fauzi, S. Pd Tata Usaha : Jakfar Sodiq S. Pd

7. Sarana dan Prasarana Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah

a. Tanah Dan Bangunan Luas tanah : 1.770 M2 Luas bangunan : 714,42 M2

b. Sarana Pendukung Belajar/Mengajar Tabel 4.2

Sarana dan Prasarana MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah 71

No. Jenis Ruangan

Kondisi (Unit) Baik Kurang

Baik

Rusak Berat

1 Ruang kelas 3

2 Ruang Kepala madrasah 1

71 Dokumentasi, MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah, 2019.

3 Ruang Guru 1 4 Ruang Tata Usaha 1 5 Ruang Laboratorium IPA 1 6 Ruang Multimedia 1 7 Ruang Perpustakaan 1

8 Ruang OSIS 1

9 Ruang UKS 1

10 Ruang Tamu 1

11 Ruang Ganti 1

12 Ruang Toilet Guru 2 13 Ruang Toilet Siswa 4

Sumber Penerangan : PLN

Diesel/ Generator Lampu Minyak

B. Penyajian Data dan Analisis

Penyajian memuat tentang uraian data dan temuan yang diperoleh dengan menggunakan metode dan prosedur yang diuraikan seperti bab III.

Uraian ini berisi tentang deskripsi data yang disajikan dengan topik sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian dalam bentuk pola, tema, kecenderungan dan motif yang muncul dari data.72

Sesuai dengan metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini, maka peneliti akan menyajikan pengumpulan data yaitu data has`il observasi, interview, dan dokumentasi sebagai alat untuk memperoleh data yang berkaitan dan mendukung penelitian ini.

Hasil penelitian yang dilakukan, penelitian ini memaparkan mengenai Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan dalam mencapai tujuan

72 Tim Penyusun. Pendoman Penulisan Karya Ilmiah ,76.

X X

pendidikan di MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah. Penelitian tersebut dari segi pengadaan, pembinaan, evaluasi kinerja, dan kompensasi pendidik dan tenaga kependidikan

1. Perencanaan pendidik dan tenaga kependidikan di Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah tahun pelajaran 2018/2019.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa suatu sekolah dapat dikatakan berhasil dan sukses jika sekolah tersebut bisa terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan tetap mendapatkan kepercayaan dari masyarakat luas. Oleh sebab itulah visi dan misi MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah selalu diarahkan pada perkembangan sekolah kearah yang lebih baik sesuai dengan perkembangan zaman dimasa yang akan datang. Dan itu juga yang diinginginkan oleh Lembaga Pendidikan MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah.

Bapak Baisuni selaku Kepala madrasah MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah mengatakan bahwa:

“Perencanaan yang ada di MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah ada dua jenis perencanaan program kerja, yaitu perencanaan program kerja rutin dan perencanaan program kerja insidentil. Kepala madrasah dalam membuat perencanaan juga melibatkan bidang-bidang yang lain, seperti waka kurikulum, waka kesiswaan, waka sarpras dan TU”.73

Sebagaimana yang juga telah dinyatakan oleh Bapak Idris Afandy Afrizal selaku wakil kepala madrasah MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah bahwa:

73 Baisuni, wawancara, Jember, 01 April 2019.

“dalam penyusunan program kerja rutin dan program kerja insidentil terlebih dahulu menentukan siapa saja yang akan dilibatkan dalam pelaksanaan program tersebut, selanjutnya menganalisis lingkungan, dalam penyusunan program kerja ini ditentukan pula teknik dan alat-alat yang digunakan untuk pelaksanaan program, maka dari itu setiap kali melakukan penyusunan program kerja selalu melibatkan bagian-bagian yang lain, seperti waka sarpras, waka kesiswaan, waka kurikulum dan TU. Sehingga hasil program yang dilaksanakan berjalan dengan efektif dan efisien”.74

Dari pernyataan-pernyataan yang telah diungkapkan oleh Bapak Idris Afandy Afrizal wakil kepala madrasah dan kepala madrasah Bapak Baisuni juga dibenarkan oleh waka kurikulum Bapak Muhammad Affan yang mengatakan:

“setiap pendidik merencanakan program kerja, baik perencanaan program kerja rutin maupun perencanaan program kerja insidentil terlebih dahulu menginformasikan kepada bagian-bagian yang lain, salah satunya yaitu bagian TU, bagian TU menangani bagian administrasi, sehingga pelaksanaan program yang dilaksanakan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan bersama”.75

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dengan, kepala madrasah, wakil kepala madrasah dan waka kurikulum, dapat diketahui bahwa perencanaan program kerja pendidik dan tenaga kependidikan di MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah ada dua macam, yaitu prencanaan program kerja rutin dan prencanaan program kerja insidentil.

Keberhasilan suatu lembaga tidak mungkin akan tercapai tanpa adanya dukungan dari masyarakat dimana lembaga itu berada. Untuk mewujudkan itu semua MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah selalu

74 Idris Afrandy Afrizal, wawancara, Jember, 09 April 2019.

75 Muhammad Affan, wawancara, Jember, 09 April 2019.

Dokumen terkait