• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh melalui pengamatan yang diambil dari instansi terkait dalam hal ini Dinas

Dalam dokumen TUGAS AKHIR (skripsi) - Universitas Bosowa (Halaman 52-60)

METODE PENELITIAN

2. Sumber Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh melalui pengamatan yang diambil dari instansi terkait dalam hal ini Dinas

Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Maros yang membidangi masalah pasar dan konsultan perencananya dalam hal ini CV. Multimage Konsultan. Adapun data-data yang dikumpulkan meliputi :

a. Data lapangan yang ada di daerah tersebut;

b. Data gambar-gambar proyek;

c. Data rencana anggaran biaya proyek;

d. Data keuangan pasar (pendapatan pasar selama 4 tahun terakhir);

e. Daftar tarif fasilitas pasar yang berlaku sekarang;

f. Dokumentasi kondisi existing pasar;

g. Data suku bunga yang berlaku saat ini (6,50% berdasarkan rate BI)

Adapun biaya Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pasar Sentral Kabupaten Maros, dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9. Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya Pasar Sentral Kab. Maros

No. Uraian Jumlah Harga

A Devisi I. Design Development 23.200.000,00

B Devisi II. Site Work 4.422.940.872,07

C Devisi III. Pekerjaan Struktur 1.374.108,43

D Devisi IV. Pekerjaan Arsitektur 70.864.336.881,73 E Devisi V. Pekerjaan Mekanikal Elektrikal 11.573.368.320,00

Jumlah 86.885.220.182,23

PPN 10% 8.688.522.018,22

Total 95.573.742.200,45

Dibulatkan 95.573.700.000,00

Sumber : Dokumen Perencanaan Pasar Sentral Kab. Maros, 2016

Adapun total realisasi retribusi Pasar Sentral Kabupaten Maros selama 4 (empat) tahun terakhir mulai dari tahun 2012 – 2015 dapat dilihat pada tabel 10.

Tabel 10. Realisasi Retribusi Pasar Sentral Kab. Maros selama 4 (Empat) Tahun

No. Uraian Tahun

2012 2013 2014 2015

1 Total Retribusi 23,495,100.00 42,136,700.00 86,522,075.00 176,794,500.00

2 Tingkat Inflasi (%) - 79.34 105.34 104.33

Rata-rata Inflasi (%) 96.34

Sumber : Dinas Koperindag Kab. Maros, 2016

Berdasarkan desain Pasar Sentral Kabupaten Maros, terdapat fasilitas-fasilitas sebagai berikut :

Tabel 11. Data Kios Area Basement Pasar Sentral Kabupaten Maros

No. Jenis Kios Blok Kios Jumlah Kios Luas (m2)

1 Kios Tipe 10 Blok D2 10 172.80

2 Kios Tipe 11 Blok A1 11 95.04

3 Kios Tipe 14 Blok G2 14 120.96

4 Kios Tipe 16 Blok C2 16 276.48

Blok F2 16

5 Kios Tipe 17 Blok H2 17 146.88

6 Kios Tipe 18 Blok B2 18 155.52

J u m l a h 102 967.68

Sumber : Desain Pasar Sentral Kab. Maros, 2016

Berdasarkan tabel di atas, pada proyek pembangunan Pasar

Sentral Kabupaten Maros terdapat 102 unit kios pada area basement

yang akan dipasarkan dengan luas total 967,68 m2.

Tabel 12. Data Lapak Area Basement Pasar Sentral Kabupaten Maros

No. Jenis Lapak Tipe Lapak Jumlah Lapak Luas (m2)

1 Lapak Ikan Tipe 8 LP. 17 Tipe B 8 28.80

LP. 18 Tipe B 8

2 Lapak Ikan Tipe 12 LP. 27 Tipe D 12 194.40

3 Lapak Ikan Tipe 14 LP. 1 Tipe A 14 378.00

LP. 2 Tipe A 14

LP. 3 Tipe A 14

LP. 4 Tipe A 14

LP. 5 Tipe A 14

LP. 6 Tipe A 14

LP. 7 Tipe A 14

LP. 8 Tipe A 14

LP. 9 Tipe A 14

4 Lapak Ikan Tipe 16 LP. 10 Tipe C 16 28.80

LP. 11 Tipe C 16

LP. 12 Tipe C 16

LP. 13 Tipe C 16

LP. 14 Tipe C 16

LP. 15 Tipe C 16

LP. 16 Tipe C 16

LP. 19 Tipe C 16

LP. 20 Tipe C 16

LP. 21 Tipe C 16

LP. 22 Tipe C 16

LP. 23 Tipe C 16

LP. 24 Tipe C 16

LP. 25 Tipe C 16

LP. 26 Tipe C 16

J u m l a h 394 630.00

Sumber : Desain Pasar Sentral Kab. Maros, 2016

Berdasarkan tabel di atas, pada proyek pembangunan Pasar

Sentral Kabupaten Maros terdapat 394 unit lapak pada area basement

yang akan dipasarkan dengan luas total 630 m2.

Tabel 13. Data Kios Area LT.1 Pasar Sentral Kabupaten Maros

No. Jenis Kios Blok Kios Jumlah Kios Luas (m2)

1 Kios Tipe 6 Blok C2 6 155.52

Blok D2 6

Blok E2 6

Blok I1 6

2 Kios Tipe 8 Blok B1 8 2,073.60

Blok B2 8

Blok B6 8

Blok C1 8

Blok C3 8

Blok C4 8

Blok C5 8

Blok C6 8

Blok C7 8

Blok C8 8

Blok D3 8

Blok D4 8

Blok D5 8

Blok D6 8

Blok D7 8

Blok D8 8

Blok E3 8

Blok E4 8

Blok E5 8

Blok E6 8

Blok E7 8

Blok E8 8

Blok F2 8

Blok F4 8

Blok F5 8

Blok G2 8

Blok G3 8

Blok H2 8

Blok H3 8

Blok H4 8

3 Kios Tipe 10 Blok B3 10 604.80

Blok D1 10

Blok E1 10

Blok E9 10

Blok F3 10

Blok G1 10

Blok H1 10

4 Kios Tipe 12 Blok A2 12 518.40

Blok A3 12

Blok B4 12

Blok B5 12

Blok I3 12

5 Kios Tipe 14 Blok A4 14 362.88

Blok A5 14

Blok I2 14

6 Kios Tipe 21 Blok F1 21 181.44

7 Kios Tipe 22 Blok A1 22 155.52

8 Kios Tipe 4 - 4 46.08

9 Kios Tipe 20 - 20 115.20

Jumlah 503 4,213.44

Sumber : Desain Pasar Sentral Kab. Maros, 2016

Berdasarkan tabel 13, pada proyek pembangunan Pasar Sentral Kabupaten Maros terdapat 503 unit kios pada area lantai 1 yang akan dipasarkan dengan luas total 4.213,44 m2.

Adapun data tarif fasilitas Pasar Sentral Kabupaten Maros berdasarkan Peraturan Bupati Maros No. 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Tarif Retribusi Pelayanan Pasar dapat dilihat pada table 14 berikut ini.

Tabel 14. Data Tarif Fasilitas Pasar Sentral Kabupaten Maros No. Jenis Fasilitas Jumlah (Unit)

Luas Total Tarif ( m2 ) (per-m2/bulan)

1 Lapak 394.00 630.00 3000

2 Kios 605.00 5,181.12 5000

Sumber : Peraturan Bupati Maros No. 13 Tahun 2015

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, sebagai berikut :

3.4.1 Data primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung di lapangan,

terutama dengan melakukan pengamatan langsung ke lapangan dan

interview dengan beberapa pihak terkait yang dianggap memiliki

kepentingan terhadap proyek yang bersangkutan.

3.4.2 Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara mengumpulkan data-data teknis proyek dari pihak pelaksana proyek dan mempelajari literatur. Data ini berupa desain proyek, rekapitulasi dari estimasi biaya pembangunan proyek, pendanaan proyek, pendapatan proyek dan estimasi biaya retribusi.

3.5 Teknik Pengolahan Data

Data-data yang telah terkumpul diolah secara manual menggunakan software komputer (Microsoft Excel). Pengolahan data merupakan proses dalam melakukan analisis kelayakan suatu proyek pembangunan.

3.6 Metode Analisis Kelayakan Finansial

Pengolahan data dimulai dengan mengidentifikasi aspek-aspek yang mempengaruhi kelayakan finansial kemudian menganalisa kelayakan finansial dengan metode analisis kelayakan finansial, sebagai berikut :

3.6.1 Metode Return On Invesment (ROI)

Return On Invesment (ROI) adalah menghitung perbandingan dari pemasukan pertahun terhadap dana investasi, dengan demikian memberikan indikasi profitabilitas usulan investasi.

ROI =

100%

Sumber : Syamsuddin, 2009

3.6.2 Metode Net Present Value (NPV)

Metode ini berusaha membandingkan semua komponen biaya dan manfaat dari suatu proyek dengan acuan yang sama agar dapat diperbandingkan satu dengan yang lainnya (LPKM-ITB, 1997). Dalam hal ini, acuan yang dipergunakan adalah besaran neto saat ini (Net Present Value), artinya semua besaran komponen manfaat dan biaya diubah dalam besaran nilai sekarang. Selanjutnya NPV didefenisikan sebagai selisih antara Present Value dari komponen manfaat dan Present Value dari komponen biaya. Bentuk persamaan secara matematis adalah sebagai berikut :

= −

(1 + ")

Sumber : Robert. J Kodoatie, 2005 Dimana :

Bt : Benefit atas rencana investasi yang diperoleh sejak starting point hingga ending point.

Ct : Cost atas rencana investasi yang diperoleh sejak starting point hingga ending point.

t : Umur ekonomis

i : Tingkat bunga/discount rate

Untuk mengetahui apakah rencana suatu investasi tersebut layak

atau tidak, diperlukan suatu ukuran/kriteria tertentu dalam metode NPV,

yaitu :

Dalam dokumen TUGAS AKHIR (skripsi) - Universitas Bosowa (Halaman 52-60)

Dokumen terkait