• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mahkamah Agung Republik Indonesia

A. Surat

1. Fotokopi Kutipan Akta Nikah Nomor - yang dikeluarkan oleh KUA Kebayoran Lama Kota Adm. Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta Tanggal 12 November 2021. Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-1;

2. Copy dari copy Surat Keterangan Lahir Nomor - yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Ibu & Anak (RSIA) Bina Medika tertanggal 26 Juli 2022 atas nama ANAK I. Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan copynya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-2;

3. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk atas nama PENGGUGAT, NIK - Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-3;

4. Copy dari copy Kartu Keluarga Nomor - atas nama kepala keluarga TERGUGAT Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan copynya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-4;

5. a. Copy dari copy Formulir Kiriman Uang melalui Bank BNI cabang Margonda penerima SAKSI II tanggal 30 Maret 2022 nama Pengirim PENGGUGAT sejumlah Rp. 600.000.000,00, (enam ratus juta rupiah).

Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan copynya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-5a;

b. Foto copy Hasil Cetak (Print Out) Rekening Tahapan BCA KCU Bintaro atas nama SAKSI II Nomor Rekening - Bukti surat tersebut telah

Hal. 56 dari 87 Hal. Putusan No.547/Pdt.G/2024/PA.JS

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 56

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-5b;

6. a. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat kepada Penggugat dengan kata-kata kasar "Eksploitasi anak" Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-6a;

b. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat kepada Penggugat dengan kata-kata kasar "Isteri Durhaka" Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P- 6b;

c. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat kepada Penggugat dengan kata-kata kasar "kualat" Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-6c;

d. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat kepada Penggugat dengan kata-kata kasar "sombong" Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-6d;

e. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat kepada Penggugat dengan kata-kata kasar "kakaknya ustadzah tapi tausiahnya ga masuk di adiknya" Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-6e;

7. a. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat yang menyerang Penggugat "mengenai pola asuh ke anak yang menurut Tergugat kurang baik dan menyatakan Penggugat sebagai orang yang jahat " Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-7a;

Hal. 57 dari 87 Hal. Putusan No.547/Pdt.G/2024/PA.JS

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 57

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

b. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat yang menyerang Penggugat "mengenai pola asuh ke anak yang menurut Tergugat kurang baik dan menyatakan Penggugat sebagai orang yang jahat " Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-7b;

c. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat yang menyerang Penggugat "mengenai pola asuh ke anak yang menurut Tergugat kurang baik dan menyatakan Penggugat sebagai orang yang jahat " Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-7c;

8. a. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat yang curhat ke Followers media sosial dan mengatakan "semoga ANAK I besar ga kaya ibunya", selain itu juga menceritakan keburukan keburukan dengan berkomentar merendahkan sholat dan ibadah Penggugat Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-8a;

b. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat yang curhat ke Followers media sosial dan mengatakan "semoga ANAK I besar ga kaya ibunya", selain itu juga menceritakan keburukan keburukan dengan berkomentar merendahkan sholat dan ibadah Penggugat Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-8b;

c. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat yang curhat ke Followers media sosial dan mengatakan "semoga ANAK I besar ga kaya ibunya", selain itu juga menceritakan keburukan keburukan dengan berkomentar merendahkan sholat dan ibadah Penggugat Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-8c;

Hal. 58 dari 87 Hal. Putusan No.547/Pdt.G/2024/PA.JS

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 58

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

d. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat yang curhat ke Followers media sosial dan mengatakan "semoga ANAK I besar ga kaya ibunya", selain itu juga menceritakan keburukan keburukan dengan berkomentar merendahkan sholat dan ibadah Penggugat Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-8d;

e. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat yang curhat ke Followers media sosial dan mengatakan "semoga ANAK I besar ga kaya ibunya", selain itu juga menceritakan keburukan keburukan dengan berkomentar merendahkan sholat dan ibadah Penggugat Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-8e;

9. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat yang meminta follower media sosial untuk membuat akun media sosial tanpa sepengetahuan Penggugat untuk kepentingan penggiringan opini. Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-9;

10.a. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat yang menyerang Penggugat dengan kata-kata "sombong" dan menilai Penggugat sebagai wanita yang tidak sopan, tidak beretika dan egois. Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P- 10 a;

b. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp Tergugat yang menyerang Penggugat dengan kata-kata "sombong" dan menilai Penggugat sebagai wanita yang tidak sopan, tidak beretika dan egois. Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P- 10 b;

Hal. 59 dari 87 Hal. Putusan No.547/Pdt.G/2024/PA.JS

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 59

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

11. a sampai 11 g. Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp percakapan Tergugat mengenai rencana ANAK I pada saat libur Idul Fitri 1445H. Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-11a sampai P-11g;

12.a sampai 12 e Hasil Cetak (Print Out) chat melalui WhatsApp percakapan Tergugat mengenai pembagian waktu kebersamaan dengan ANAK I. Bukti surat tersebut telah bermaterai, telah dicap pos dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diparaf serta diberi tanda P-12a sampai P-12e;

Dalam dokumen putusan 547 pdt.g 2024 pa.js 20240505124826 (Halaman 56-60)

Dokumen terkait