BAB III METODE PENELITIAN
3.5 Survei Primer
3.5.5 Survei Tingkat Isian Kendaraan
Survei tingkat isian penumpang dilaksanakan pada hari Selasa, 7 Mei 2019, selama 12 jam pada pukul 07.00 – 19.00 WITA. Survei tingkat isian penumpang dilakukan di SPBU Hang Tuah Denpasar. Peralatan yang digunakan pada saat survei adalah formulir survei tingkat isian penumpang (Lampiran B Formulir B.4 halaman 63), pulpen dan papan alas. Pada survei tingkat isian penumpang ini digunakan 2 orang surveyor yang bertugas mencatat kendaraan dan jumlah penumpang pada kendaraan tersebut. Pengamatan dapat diilustrasikan seperti pada Gambar 3.6 berikut:
Gambar 3.6 Ilustrasi Survei Tingkat Isian Penumpang
34 3.6 Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang digunakan untuk menunjang data primer, dimana data sekunder tersebut di dapat dari instansi – instansi terkait yang berhubungan dengan perlengkapan survei. Data sekunder untuk penelitian ini adalah data jumlah penduduk, data PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), dan data jumlah kepemilikan kendaraan didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) kota Denpasar.
Tabel 3.1 Data Sekunder
No Data Sumber Kegunaan
1 Jumlah Penduduk Kota Denpasar BPS Kota
Denpasar Kecepatan arus bebas 2 PDRB (Produk Domestik Regional
Bruto) Kota Denpasar
BPS Kota
Denpasar Nilai Waktu
3 Pertumbuhan Inflasi Provinsi Bali BPS Kota
Denpasar BOK Sepeda Motor Sumber: Hasil Survei (2019)
Jumlah penduduk suatu kota mempengaruhi kecepatan arus bebas. Data jumlah penduduk diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) kota Denpasar, dari data tersebut dapat diketahui kecepatan arus bebas pada lokasi penelitian, data PDRB juga didapat dari BPS dimana dari data ini akan diketahui pendapatan perkapita per satu orang penduduk untuk masyarakat kota Denpasar dan selanjutnya digunakan untuk perhitungan nilai analisis nilai waktu kendaraan yang melintas pada Ruas Jalan Hang Tuah.
Nilai waktu kendaraan yang melintas pada Ruas Jalan Hang Tuah didapat dari suatu pendekatan yaitu pendapatan perkapita yang didapat dari data PDRB dan tidak membedakan nilai waktunya. Dalam studi penelitian ini nilai waktu penumpang rata – rata dihitung 50% dari pendapatan, jadi berdasarkan PDRB per kapita per jam kerja yang dapat dikalikan dengan 50%, dalam hal ini diasumsikan bahwa pergerakan kendaraan pada ruas jalan yang diteliti adalah dari rumah ke tempat kerja atau nilai penghematan waktu perjalanan perjalanan adalah sama dengan 50% dari upah karena data PDRB menunjukan pendapatan per kapita tanpa membedakan nilai waktu setiap orang, maka dari hal tersebut akan didapat nilai waktu penumpang per jam. Nilai waktu kendaraan per jam per kendaraan adalah nilai nilai waktu penumpang per jam per kendaraan dikalikan rata – rata jumlah penumpang per jenis kendaraannya karena adanya pembagian jenis kendaraan berdasarkan moda menyebabkan diperlukannya nilai rata – rata jumlah penumpang per jenis kendaraan dan selanjutnya didapatkan nilai waktu kendaraan yang melintas pada Ruas Jalan Hang Tuah yang didapat dari nilai waktu kendaraan per jam dikalikan dengan panjang Ruas Jalan Hang Tuah dibagi dengan kecepatan tempuh.
3.7 Analisis Biaya Tundaan
Adapun data–data yang diperlukan dalam analisis biaya perjalanan adalah:
a. Data kecepatan tempuh kendaraan yang diperoleh dari hasil survei waktu tempuh kendaraan
b. Kecepatan Arus Bebas
35 c. Nilai Waktu
d. Data harga komponen BOK
3.7.1 Kecepatan Tempuh dan Nilai Waktu
Dengan menggunakan Rumus 2.6 dan 2.7 akan menghasilkan waktu tempuh perjalanan yang kemudian dimasukkan ke Rumus 2.5 untuk mendapatkan kecepatan tempuh atau. Dalam studi ini, nilai waktu penumpang rata–rata dihitung 50 % dari pendapatan. Diasumsikan bahwa pergerakan kendaraan pada ruas Jalan Hang Tuah adalah dari rumah ketempat kerja atau nilai penghematan waktu perjalanan adalah sama dengan 50 % dari upah karena data PDRB menunjukkan pendapatan perkapita tanpa membedakan nilai waktu setiap orang. Jadi berdasarkan data PDRB pendapatan per kapita per jam kerja didapat setelah itu dikalikan dengan 50 % maka akan didapat nilai waktu penumpang per jam dan selanjutnya didapat nilai waktu kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut.
Adapun data yang diperlukan dalam analisis ini antara lain:
a. Data kecepatan tempuh. Data ini diperoleh dari survei waktu tempuh perjalanan.
b. Data PDRB yang diperoleh dari badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar.
c. Data geometrik jalan yang diperoleh dari survei geometrik jalan 3.7.2 Biaya Operasional Kendaraan
Analisis biaya operasional kendaraan diperoleh dari kecepatan tempuh kendaraan. Biaya operasional kendaraan ringan dan berat dihitung dengan metode PCI, karena metode PCI ini hanya memasukkan kecepatan sebagai variabel perhitungannya. Metode PCI ini merupakan model empiris dan digunakan oleh PT Bina Marga sampai sekarang. Untuk perhitungan BOK sepeda motor mengacu pada model hasil studi DLLAJ yang pernah dilakukan di Provinsi Bali yaitu PTS–
BUIP 1999.
3.7.3 Biaya Tundaan
Untuk mendapatkan biaya tundaan yang terjadi, dilakukan perhitungan selisih biaya perjalanan antara volume lalu lintas dengan kecepatan tempuh saat sebelum penambahan volume lalu lintas dan hambatan samping dengan setelah penambahan volume lalu lintas dan hambatan samping. Adapun data–data yang diperlukan dalam menganalisis biaya tundaan, antara lain:
a. Data Biaya Operasional Kendaraan (BOK) b. Data Nilai Waktu Perjalanan
c. Data Volume Lalu Lintas
Dalam analisis biaya tundaan ini digunakan rumus 2.39 :
D = ∑Q x ((t1 x ( BOK1 + NW1 )) – ( t0 x ( BOK0 + NW0 )) Dimana :
Indeks 1 menunjukkan kondisi saat terjadi tundaan
Indeks 0 menunjukkan kondisi ideal ( terjadinya kecepatan arus bebas)
36 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Volume Lalu Lintas
Dari hasil survei, lokasi ini memiliki tingkat arus lalu lintas yang padat, serta memiliki fluktuasi kendaraan yang tidak stabil selama waktu survei. Hal ini dapat dilihat pada waktu pelaksanaan survei. Jumlah kendaraan yang melintas di ruas Jalan Hang Tuah Denpasar selama waktu survei 16 jam dapat dilihat pada Gambar 4.1
Gambar 4.1 Fluktuasi Arus Lalu Lintas
Sumber: Hasil Analisis, 2019
Dari hasil survei volume lalu lintas di ruas Jalan Hang Tuah Denpasar, maka didapat kondisi arus lalu lintas selama waktu survei 16 jam yang dapat dilihat pada hasil rekapitulasi volume lalu lintas (Lampiran C.2). Hasil analisis data volume jam puncak dan rata-rata ditampilkan pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Volume Lalu Lintas Pada Jam Puncak Pagi, Siang, Sore, dan Rata-Rata
N
o Waktu Jam
Komposisi Lalu Lintas Total Volume Arus SM
(kend) KR (kend)
KB
(kend) (kend/jam) (smp/jam) 1 Jam Puncak Pagi 07.45 -
08.45 4.780 1.416 84 6.280 2.717
2 Jam Puncak Siang 13.00 -
14.00 3.240 1.709 53 5.002 2.583
3 Jam Puncak Sore 17.15 -
18.15 4.672 1.825 40 6.537 3.041
4 Volume Rata-rata 07.00-
23.00 3.481 1.490 47 5.018 2.417
Sumber: Hasil Survei (2019)
37 Dari Tabel 4.1 diketahui jam puncak pagi, jam puncak siang, jam puncak sore, dan volume rata-rata. Arus kendaraan rata-rata selama waktu survei 16 jam pukul 07.00-23.00 WITA dengan total volume rata-rata kendaraan sebesar 5.018 kend/jam dan arus kendaraan sebesar 2.417 smp/jam.
4.2 Analisis Hambatan Samping
Besarnya hambatan samping yang didapat untuk ruas Jalan Hang Tuah Denpasar sebesar 259,1. Data pada Tabel 4.2 diperoleh dari hasil survei lapangan yang dapat dilihat pada Lampiran C.4. Dengan menggunakan Tabel 2.6, maka diperoleh kelas hambatan samping pada ruas jalan sebagai berikut :
Tabel 4.2 Kelas Hambatan Samping Jalan Hang Tuah Denpasar
No Ruas Jalan
Kelas Hambatan
Samping (SFC)
Kode
Jumlah Berbobot Kejadian Per 200 m per jam (dua
sisi)
Kondisi khusus
1 Jalan Hang
Tuah Denpasar Rendah L 100 – 299
Daerah pemukiman;
beberapa kendaraan umum dsb.
Sumber: Departemen PU (1997)
Dari Tabel 4.2 diketahui kelas hambatan samping pada lokasi penelitian di ruas Jalan Hang Tuah termasuk kedalam kategori Rendah (L). Kondisi tersebut dikarenakan lokasi penelitian ini terletak pada daerah pemukiman dengan beberapa kendaraan umum dan sebagainya.
4.3 Analisis Waktu Tempuh Perjalanan
Data waktu tempuh perjalanan diperoleh sehingga mendapatkan waktu perjalanan eksisting dengan menggunakan metode pengamat bergerak (moving observer) di sepanjang ruas Jalan Hang Tuah Denpasar dapat dilihat pada Lampiran C.3-1 dan C.3-2. Setelah dilakukan analisis pada kedua arah, maka diperoleh data waktu tempuh perjalanan eksisting yang dapat dilihat pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3 Ringkasan Data Waktu Tempuh Perjalanan
No Arah
Rata-rata Jumlah Kendaraan Mendahului
(A)
Rata-rata Jumlah Kendaraan
Didahului (B)
Rata-rata Jumlah Kendaraan Berpapasan
(x)
Rata-rata Waktu Perjalanan
Bersama Arus (TW)
Rata-rata Waktu Perjalanan
Melawan Arus (TA)
(kend) (kend) (kend) (detik) (detik)
1 Timur 1,833 0,375 114,375 390,15 253,375
2 Barat 1,933 0,375 124,25 253,375 390,15
Sumber: Hasil Survei (2019)
38 Dari Tabel 4.3 dapat dilihat bahwa waktu tempuh perjalanan ke arah barat lebih besar daripada waktu tempuh perjalanan ke arah timur. Hal ini terjadi dikarenakan adanya perbedaan jumlah hambatan samping yang terjadi pada tiap arah di ruas jalan tersebut yang menyebabkan adanya perbedaan waktu tempuh.
4.3.1 Kecepatan Tempuh
Kecepatan yang dipakai adalah kecepatan tempuh melalui survei waktu tempuh perjalanan. Data yang diperoleh terlebih dahulu dihitung dengan menggunakan Persamaan 2.6 dan 2.7 untuk mendapatkan waktu perjalanan rata–
rata (T) lalu kemudian untuk mendapatkan kecepatan tempuh (V) dihitung dengan menggunakan Persamaan 2.5.
Berikut ini adalah analisis perhitungan kecepatan tempuh / kecepatan rata-rata ruang tiap segmen ruas Jalan Hang Tuah Denpasar:
1. Ke arah Timur
- Kendaraan yang berpapasan dengan kendaraan peneliti (x) = 181,25 - Kendaraan yang mendahului (A) = 1,65
- Kendaraan yang didahului (B) = 0,88 - y = (A + B) / 2 = (1,65 + 1,08) / 2 = 1,265
- Waktu perjalanan sewaktu berjalan bersama arus (TW) = 311,6 detik
= 0,0866 jam
- Waktu perjalanan sewaktu berjalan melawan arus (TA) = 305,08 detik
= 0,0847 jam - q =
= 0,0866 0,0847 265 , 1 25 , 181
+ +
= 1066 kendaraan/jam - T = TW -
= 0,0866 - 1066
265 , 1
= 0,0854 jam
- Jadi kecepatan tempuh atau kecepatan rata-rata ruang arah timur adalah:
V = V =
jam km 0854 , 0
5 , 1
= 17,565 km/jam 2. Ke arah Barat
- Kendaraan yang berpapasan dengan kendaraan peneliti (x) = 179,75 - Kendaraan yang mendahului (A) = 1,75
- Kendaraan yang didahului (B) = 0,917 - y = (A + B) / 2 = (1,75 + 0,917) / 2 = 1,334
- Waktu perjalanan sewaktu berjalan bersama arus (TW) = 305,08 detik
= 0,0847 jam
39 - Waktu perjalanan sewaktu berjalan melawan arus (TA) = 311,6 detik
= 0,0866 jam - q =
= 0,0847 0,0866 334 , 1 75 , 179
+ +
= 1057 kendaraan/jam - T = TW -
= 0,0847 - 1057
334 , 1
= 0,0834 jam
- Jadi kecepatan tempuh atau kecepatan rata-rata ruang arah barat adalah:
V = V =
jam km 0834 , 0
5 , 1
= 17,985 km/jam
Jadi kecepatan tempuh atau kecepatan rata – rata ruang pada segmen Jalan Hang Tuah Denpasar adalah :
V =
2 . .timur Vbarat
V +
V =
2
985 , 17 565 ,
17 +
= 17,78 km/jam 4.3.2 Kecepatan Arus Bebas
Kecepatan arus bebas merupakan kecepatan pada tingkat arus nol, yaitu kecepatan yang dipilih pengemudi jika mengendarai kendaraan bermotor tanpa dipengaruhi oleh kendaraan bermotor lain di jalan. Berikut adalah perhitungan kecepatan arus bebas untuk ruas Jalan Hang Tuah Denpasar:
- Kecepatan arus bebas dasar (FVo) = 42 km/jam - Kecepatan arus bebas untuk lebar jalur lalu lintas (FVw) = 3
- Faktor penyesuaian untuk hambatan samping (FFVsf) = 0,90 - Faktor penyesuaian untuk ukuran kota (FFVcs) = 0,95 - Kecepatan arus bebas
(FV) = (FVo + FVw) x FFVsf x FFVcs
= (42 – 3) x 0,96 x 0,95
= 35,19 km/jam - Waktu kecepatan arus bebas
(T) = Panjang segmen / FV
= 35,19 5 , 1
jam km
km /
= 0,0426 jam
40 4.4 Analisis Biaya Operasional Kendaraan
Harga komponen BOK didapat dari survei harga dan digunakan dalam perhitungan biaya operasional kendaraan setiap komponen sesuai metode PCI yang sampai sekarang masih digunakan oleh PT Jasa Marga. Data harga komponen BOK dapat dilihat pada Lampiran C.6. Berdasarkan survei didapat harga dari komponen BOK yang meliputi harga kendaraan (Kendaraan Ringan, Kendaraan Berat Bus, Kedaraan Berat Truk), harga bahan bakar (Premium dan Solar), harga pelumas kendaraan ringan dan kendaraan berat, harga ban kendaraan ringan dan kendaraan berat, upah montir untuk kendaraan ringan dan kendaraan berat, dan harga suku cadang baik untuk kendaraan ringan dan kendaraan berat yang digunakan untuk analisis perhitungan biaya tundaan.
Biaya operasional kendaraan (BOK) adalah biaya yang secara ekonomis terjadi dengan dioperasikannya suatu kendaraan pada kondisi normal untuk suatu tujuan tertentu. Pengertian biaya ekonomis di sini adalah biaya yang sebenarnya terjadi. Perhitungan biaya operasional kendaraan menggunakan 2 metode, yaitu Metode PCI (Pacific Consultant International) dan Metode DLLAJ (Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan). Metode PCI untuk menghitung biaya operasional kendaraan ringan (KR) dan kendaraan berat (KB) sedangkan metode DLLAJ untuk menghitung biaya operasional kendaraan sepeda motor (SM).
4.4.1 BOK untuk Kendaraan Ringan (KR) dan Kendaraan Berat (KB) Secara umum, komponen biaya operasional kendaraan ringan, kendaraan berat bus dan kendaraan berat truk terdiri dari: pemakaian bahan bakar, minyak pelumas, ban, biaya pemeliharaan (suku cadang dan montir), biaya depresiasi kendaraan, dan biaya asuransi
Berikut adalah perhitungan BOK (Biaya Operasional Kendaraan) pada ruas Jalan Hang Tuah Denpasar sebelum pertambahan volume dan hambatan samping jalan (tanpa tundaan lalu lintas):
1. Biaya Bahan Bakar
− Kendaraan Ringan (KR)
Y = 0,05693 S² - 6,42593 S + 269,18576
Y = (0,05693 x 35,19²) – (6,42593 x 35,19) + 269,18576
= 113,56 /1000 Km
Harga bahan bakar (Premium) = Rp. 7.000 / liter Biaya bahan bakar /1000 Km = 113,56 x Rp 7.000
= Rp. 794.890,3
Biaya bahan bakar = Rp. 794.890,3 /1000
= Rp. 794,89
Biaya bahan bakar sepanjang 1,5 Km = Rp. 794,89 x 1,5
= Rp. 1192,36/Km
− Kendaraan Berat Bus (KB)
Y = 0,21692 S² - 24,15490 S + 954,78624
Y = (0,21692 x 35,19²) – (24,15490 x 35,19) + 954,78624
= 373,4 /1000 Km
Harga bahan bakar (solar) = Rp. 5.450 / liter Biaya bahan bakar /1000 Km = 373,4 x Rp. 5.450
= Rp. 2.035.003,71
Biaya bahan bakar = Rp. 2.035.003,71/1000
41
= Rp. 2.035
Biaya bahan bakar sepanjang 1,5 Km = Rp. 2.035 x 1,5
= Rp. 3.052,50/Km
− Kendaraan Berat Truk (KB)
Y = 0,21557 S² - 24,17699 S + 947,8086
Y = (0,21557 x 35,19²) – (24,17699 x 35,19) + 947,8086
= 363,97 /1000 Km
Harga bahan bakar (solar) = Rp. 5.450 / liter Biaya bahan bakar / 1000 Km = 363,97 x Rp. 5.450
= Rp. 1.983.627,97
Biaya bahan bakar = Rp. 1.983.627,97/1000
= Rp. 1.983,63
Biaya bahan bakar sepanjang 1,5 Km = Rp. 1.983,63 x 1,5
= Rp. 2.975,44/Km
2. Biaya minyak pelumas (oli)
− Kendaraan Ringan ( KB )
Y = 0,00037 S² - 0,04070 S + 2,20403
Y = (0,00037 x 35,19²) – (0,04070 x 35,19) + 2,20403
= 1,23/1000 Km
Harga oli = Rp. 100.000 / liter
Biaya oli / 1000 Km = 1,23 x Rp. 100.000
= Rp. 123.000
Biaya oli = Rp. 123.000/1000
= Rp. 123
Biaya oli dalam 1,5 Km = Rp. 123 x 1,5
= Rp. 184,50/Km
− Kendaraan Berat Bus (KB)
Y = 0,00209 S² - 0,24413 S + 13,29445
= (0,00209 x 35,19²) – (0,24413 x 35,19) + 13,29445
= 7,29 /1000 Km
Harga oli = Rp. 67.800 / liter
Biaya oli / 1000 Km = 7,29 x Rp. 67.800
= Rp. 494.373,04
Biaya oli = Rp. 494.373,04/1000
= Rp. 494,37 Biaya oli dalam 1,5 Km = Rp. 494,37 x 1,5
= Rp. 741,56/Km
− Kendaraan Berat Truk (KB)
Y = 0,00186 S² - 0,22035 S + 12,06436
= (0,00186 x 35,19²) – (0,22035 x 35,19) + 12,06436
= 6,61 /1000 Km
Harga oli = Rp. 67.800 / liter
Biaya oli / 1000 Km = 6,61 x Rp. 67.800
= Rp. 448.398,6
Biaya oli = Rp. 448.398,6/1000
= Rp. 448,4 Biaya oli dalam 1,5 Km = Rp. 448,4 x 1,5
42
= Rp. 672,60/Km 3. Biaya Pemakaian Ban
− Kendaraan Ringan ( KR ) Y = 0,0008848 S – 0,0045333
= (0,0008848 x 35,19) - 0,0045333
= 0,026 /1000 Km
Harga ban = Rp. 750.000 / buah Biaya ban / 1000 Km = 0,026 x Rp 750.000
= Rp. 19.952,11
Biaya ban / Km = Rp. 19.952,11/1000
= Rp. 19,95
Biaya ban dalam 1,5 Km = Rp. 19,95 x 1,5
= Rp. 29,925
Biaya 4 ban dalam 1,5 Km = Rp. 29,925 x 4
= Rp. 119,70
− Kendaraan Berat Bus (KB) Y = 0,0012356 S – 0,00064667
= (0,0012356 x 35,19) - 0,00064667
= 0,043 /1000 Km
Harga ban = Rp. 1.650.000 / buah Biaya ban / 1000 Km = 0,043 x Rp. 1.650.000
= Rp. 70.950
Biaya ban / Km = Rp. 70.950 /1000
= Rp. 70,95 Biaya ban dalam 1,5 Km = Rp. 70,95 x 1,5
= Rp. 106,425 Biaya 6 ban dalam 1,5 Km = Rp. 106,425 x 6
= Rp. 636,09
− Kendaraan Berat Truk (KB) Y = 0,0015553 S – 0,0059333
= (0,0015553 x 35,19) - 0,0059333
= 0,049 /1000 Km
Harga ban = Rp. 1.700.000 / buah Biaya ban / 1000 Km = 0,049 x Rp. 1.700.000
= Rp. 82.956,1 Biaya ban / Km = Rp. 82.956,1/1000
= Rp. 82,96 Biaya ban dalam 1,5 Km = Rp. 82,96 x 1,5
= Rp. 124,44 Biaya 6 ban dalam 1,5 Km = Rp. 71,69 x 6
= Rp. 746,60 4. Biaya pemeliharaan (suku cadang dan montir)
a. Suku Cadang
− Kendaraan Ringan ( KR ) Y = 0,0000064 S + 0,0005567
= (0,0000064 x 35,19) + 0,0005567
= 0, 0,00078/1000 Km
43 Harga suku cadang = Rp. 2.005.000 / buah
Biaya suku cadang / 1000 Km = 0,00078 x Rp. 2.005.000
= Rp. 1.567,74
Biaya suku cadang = Rp. 1.567,74/1000
= Rp. 1,568
Biaya suku cadang dalam 1,5 Km = Rp. 1,568 x 1,5
= Rp. 2,35/Km
− Kendaraan Berat Bus (KB) Y = 0,0000320 S + 0,0005567
= (0,0000332 x 35,19) + 0,0005567
= 0,00173 /1000 Km
Harga suku cadang = Rp. 2.850.000
Biaya suku cadang / 1000 Km = 0,00173 x Rp. 1.595.000
= Rp. 2.751,39 Biaya suku cadang = Rp. 2.751,39/1000
= Rp. 2,75 Biaya suku cadang dalam 1,5 Km = Rp. 2,75 x 1,5
= Rp. 4,13/Km
− Kendaraan Berat Truk (KB)
Y = 0,0000191 S + 0,0015400
= (0,0000191 x 35,19) + 0,0015400
= 0,0022 /1000 Km
Harga suku cadang = Rp. 3.670.000
Biaya suku cadang / 1000 Km = 0,0022 x Rp. 3.670.000
= Rp. 8.118,51 Biaya suku cadang = Rp. 8.118,51/1000
= Rp. 8,12 Biaya suku cadang dalam 1,5 Km = Rp. 8,12 x 1,5
= Rp. 12,18/Km b. Montir
− Kendaraan Ringan ( KR ) Y = 0,00362 S + 0,36267
= (0,00362 x 35,19) + 0,36267
= 0,49 /1000 Km
Harga tenaga montir / jam = Rp. 45.000 Biaya montir / 1000 Km = 0,49 x Rp. 45.000
= Rp. 22.052,6
Biaya montir = Rp. 22.052,6/1000
= Rp. 22,05 Biaya montir dalam 1,5 Km = Rp. 22,05 x 1,5
= Rp. 33,08/Km
− Kendaraan Berat Bus (KB) Y = 0,02311 S + 1,97733
= (0,02311 x 35,19) + 1,97733
= 2,79 /1000 Km
Harga tenaga montir / jam = Rp. 65.000 Biaya montir / 1000 Km = 2,73 x Rp. 65.000
= Rp. 181.387,1
44
Biaya montir = Rp. 181.387,1/1000
= Rp. 181,39 Biaya montir dalam 1,5 Km = Rp. 181,39 x 1,5
= Rp. 272,08/Km
− Kendaraan Berat Truk (KB) Y = 0,01511 S + 1,21200
= (0,01511 x 35,19) + 1,21200
= 1,744 /1000 Km
Harga tenaga montir / jam = Rp. 65.000
Biaya montir / 1000 Km = 1,744 x Rp. 65.000
= Rp. 113.341,86
Biaya montir = Rp. 113.341,86/1000
= Rp. 113,34 Biaya montir dalam 1,5 Km = Rp. 113,34 x 1,5
= Rp. 170,01/Km 5. Biaya Penyusutan/Depresiasi
− Kendaraan Ringan ( KR ) Y =
100 5
, 2
1 +
S
= (2,5 35,19) 100 1
+ x
= 0,0053 /1000 Km
Y = persen depresiasi / 1000 Km
Harga Kendaraan Ringan / Mobil = Rp. 240.000.000
Biaya depresiasi / 1000 Km = (0,0053/ 100) x Rp. 240.000.000
= Rp. 12.767,66 Biaya depresiasi = Rp. 13.010,59 / 1000
= Rp. 12,77 Biaya depresiasi dalam 1,5 Km = Rp. 12,77 x 1,5
= Rp. 19,15/Km
− Kendaraan Berat Bus (KB) Y =
315 0
, 9
1 +
S
= (9,0 35,19) 315 1
+ x
= 0,0016 /1000 Km
Y = persen depresiasi / 1000 Km
Harga Kendaraan Berat / Bus = Rp. 1.000.600.040
Biaya depresiasi / 1000 Km = (0,00164/100) x Rp. 1.000.600.040
= Rp. 15.839,55 Biaya depresiasi = Rp.15.839,55/1000
= Rp. 15,84 Biaya depresiasi dalam 1,5 Km = Rp. 18,31 x 1,5
= Rp. 23,76/Km
45
− Kendaraan Berat Truk (KB) Y =
210 0
, 6
1 +
S
= (6,0 35,19) 210 1
+ x
= 0,00237 /1000 Km
Y = persen depresiasi / 1000 Km
Harga Kendaraan Berat / Truk = Rp. 290.000.000
Biaya depresiasi / 1000 Km = (0,00237/100) x Rp. 290.000.000
= Rp. 6.886,07 Biaya depresiasi = Rp. 6.886,07 / 1000
= Rp. 6,88 Biaya depresiasi dalam 1,5 Km = Rp. 6,88 x 1,5
= Rp. 10,33/Km 6. Biaya Asuransi
− Kendaraan Ringan (KR) Y =
S 500
38
= (500 35,19) 38 x
= 0,00216 /1000 Km
Y = persen asumsi asuransi / 1000 Km
Harga Kendaraan Ringan / Mobil = Rp. 240.000.000
Biaya asuransi / 1000 Km = (0,00216/100) x Rp. 240.000.000
= Rp. 5.183,29 Biaya asuransi = Rp. 5.183,29/1000
= Rp. 5,18 Biaya asuransi dalam 1,5 Km = Rp. 5,18 x 1,5
= Rp. 7,78/Km
− Kendaraan Berat Bus (KB) Y =
S 42857 , 2571
60
= (2571,42857 35,19) 60
x
= 0,00066
Y = persen asumsi asuransi / 1000 Km
Harga Kendaraan Berat / Bus = Rp. 1.000.600.040
Biaya asuransi / 1000 Km =(0,00066/100)x Rp. 1.000.600.040
= Rp. 6.634,65 Biaya asuransi = Rp. 6.634,65/1000
= Rp. 6,635 Biaya asuransi dalam 1,5 Km = Rp. 6,635 x 1,5
= Rp. 9,95/Km
46
− Kendaraan Berat Truk (KB) Y =
S 28571 , 1714
61
= (1714,2857135,19) 61
x
= 0,00101
Y = persen asumsi asuransi / 1000 Km
Harga Kendaraan Berat / Truk = Rp. 290.000.000
Biaya asuransi / 1000 Km = (0,00101/100) x Rp. 290.000.000
= Rp. 2.932,9
Biaya asuransi = Rp. 2.932,9/1000
= Rp. 2,93 Biaya asuransi dalam 1,5 Km = Rp. 2,933 x 1,5
= Rp. 4,40/Km
Untuk hasil analisis perhitungan biaya operasional kendaraan (BOK) untuk sebelum pertambahan volume lalu lintas dan hambatan samping jalan dapat dilihat pada Tabel 4.4, sedangkan untuk hasil analisis perhitungan biaya operasional setelah pertambahan volume lalu lintas dan hambatan samping jalan dengan menggunakan nilai kecepatan tempuh yaitu 17,78 km/jam. Perhitungan yang sama seperti diatas dan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4.5.
Tabel 4.4 Biaya Operasional Kendaraan Saat Tidak Terjadi Tundaan Lalu Lintas
No Jenis Perhitungan
Kend. Ringan (KR) (Rp)
Kend. Berat Bus (KB) (Rp)
Kend. Berat Truk (KB)
(Rp)
1 Pemakaian Bahan Bakar 1.192,34 3.052,50 2.975,44
2 Pemakaian Minyak Pelumas (oli) 184,50 741,56 672,60
3 Pemakaian Ban 119,70 636,09 430,20
4
Biaya Pemeliharaan :
Suku cadang 2,35 4,13 12,18
Montir 33,08 272,08 170,01
5 Biaya Penyusutan / depresiasi 19,15 23,76 10,33
6 Biaya asuransi 7,78 9,95 4,40
Total 1.558,90 4.740,07 4.591,56
Sumber: Hasil Analisis (2019)
47 Tabel 4.5 Biaya Operasional Kendaraan Saat Terjadi Tundaan Lalu Lintas
No Jenis Perhitungan
Kend. Ringan (KR)
(Rp)
Kend. Berat Bus (KB)
(Rp)
Kend. Berat Truk (KB)
(Rp)
1 Pemakaian Bahan Bakar 1.815,76 4.855,02 4.791,28
2 Pemakaian Minyak Pelumas (oli) 239,60 977,80 888,30
3 Pemakaian Ban 50,39 316,64 332,315
4
Biaya Pemeliharaan :
Suku cadang 2,02 2,74 10,35
Montir 28,83 232,85 144,36
5 Biaya Penyusutan / depresiasi 24,92 31,60 13,74
6 Biaya asuransi 15,39 19,70 8,71
Total 2.176,91 6.436,35 6.189,05
Sumber: Hasil Analisis (2019)
Dari Tabel 4.4 dan Tabel 4.5 maka diketahui besarnya BOK kendaraan ringan (KR) dan kendaraan berat (KB) saat kecepatan arus bebas dan kecepatan aktual, dimana dari ketiga jenis kendaraan tersebut, yang mempunyai nilai BOK terbesar adalah yang dihasilkan dari kendaraan berat bus (KB).
4.4.2 BOK untuk Kendaraan Sepeda Motor (SM)
Berikut ini adalah perhitungan BOK untuk ruas Jalan Hang Tuah Denpasar sebelum pertambahan volume dan hambatan samping jalan di ruas jalan tersebut:
Y = a + b / V + cV²
= 24 + (596/35,19) + (0,00370 x 35,19²) = Rp. 41,07 / Km
BOK sepeda motor sepanjang 1,5 Km = Rp. 41,07 x 1,5 = Rp. 61,60
Nilai BOK (Biaya Operasional Kendaraan) di atas adalah nilai BOK menurut Tahun 1999, untuk penyesuaian dengan Tahun 2017 maka hasil BOK disesuaikan dengan nilai laju pertumbuhan Inflasi. Penyesuaian dengan nilai inflasi disebabkan oleh harga nilai mata uang yang mengalami perubahan dari Tahun 1999 – 2017. Sehingga berpengaruh terhadap biaya bahan bakar, suku cadang, oli, ban, biaya servis dan jasa montir). Maka besar BOK sepeda motor adalah:
P = P0 ( 1 + i )n
= Rp. 61,60 x (1 + 6,62%)18
= Rp. 181,90
Berikut adalah perhitungan BOK untuk ruas Jalan Hang Tuah Denpasar setelah pertambahan volume dan hambatan samping jalan:
Y = a + b / V + cV²
= 24 + (596/17,78) + (0,00370 x 17,78²) = Rp. 57,586 / Km
48 BOK sepeda motor sepanjang 1,5 Km = Rp. 57,586 x 1,5
= Rp. 86,38
Nilai BOK di atas adalah nilai BOK menurut Tahun 1999, untuk penyesuaian dengan Tahun 2019 maka hasil BOK disesuaikan dengan nilai laju pertumbuhan Inflasi. Penyesuaian dengan nilai inflasi disebabkan oleh harga nilai mata uang yang mengalami perubahan dari Tahun 1999 – 2019. Sehingga berpengaruh terhadap biaya bahan bakar, suku cadang, oli, ban, biaya servis dan jasa montir. Maka besar BOK sepeda motor adalah:
P = P0 ( 1 + i )n
= Rp. 86,38 x (1 + 6,62%)18
= Rp. 273,85
Tabel 4.6 Perbandingan BOK Kondisi Kecepatan Arus Bebas (BOKo) dan Kondisi Kecepatan Aktual (BOK1)
No Jenis Kendaraan
BOKo (Rp)
BOK1 (Rp)
1 Sepeda Motor (SM) 181,90 273,85
2 Kendaraan Ringan (KR) 1.558,90 2.176,91
3 Kendaraan Berat Bus (KB) 4.740,07 6.436,35
4 Kendaraan Berat Truk (KB) 4.591,56 6.189,05
Sumber : Hasil Analisis (2019)
Dari Tabel 4.6 diatas diketahui perbandingan BOK saat kondisi kecepatan arus bebas (BOKo) dan saat kondisi kecepatan aktual (BOK1) pada kendaraan mengalami peningkatan biaya yang berbeda-beda pada setiap jenisnya.
4.5 Analisis Tingkat Isian Penumpang
Hasil survei tingkat isian penumpang dapat dilihat pada Lampiran C.5.
Data tingkat isian penumpang didapat dengan cara menghitung banyaknya penumpang yang terdapat pada kendaraan yang masuk ke SPBU Hang Tuah, kemudian dijumlahkan dan dirata - ratakan sehingga diperoleh data jumlah penumpang yang dapat dilihat pada Tabel 4.7.
Tabel 4.7 Tingkat Isian Rata-Rata Penumpang
Sumber: Hasil Survei (2019)
No Jenis Kendaraan Rata – Rata Penumpang (orang)
1 Kendaraan Berat Truk (KB) 1,8
2 Kendaraan Berat Bus (KB) 12,2
3 Kendaraan Ringan (KR) 1,5
4 Sepeda motor (SM) 1,3
49 Dari Tabel 4.7 diketahui bahwa rata-rata jumlah penumpang kendaraan terbesar yang melintas di ruas Jalan Hang Tuah Denpasar terdapat pada kendaraan berat jenis bus (KB), dengan rata-rata jumlah penumpang sebesar 12,2 penumpang dimana jumlah ini lebih tinggi daripada jumlah penumpang pada kendaraan berat truk, kendaraan ringan dan sepeda motor.
4.6 Analisis Nilai Waktu
Pendapatan per kapita Kota Denpasar mulai sejak tahun 2013 hingga tahun 2017 beserta persentase pertumbuhannya ditunjukkan pada Tabel 4.8. Berikut ini perhitungan persentase pertumbuhan PDRB per kapita Kota Denpasar:
Persentase =
( )
100 2013
kapita Per PDRB
2013 kapita Per PDRB 2014 kapita Per PDRB
x
−
=
( )
254 100 . 389 . 29
254 . 389 . 29 865 . 209 .
34 − x
= 16,40 %
Untuk perhitungan persentase pertumbuhan tahun berikutnya dan persentase rata-rata pertumbuhan penduduk dapat dilihat pada Tabel 4.8
Tabel 4.8 Data PDRB per kapita Kota Denpasar
No. Tahun
PDRB per kapita (rupiah)
Pertumbuhan (%)
1 2013 29.389.254 -
2 2014 34.209.865 16,40
3 2015 38.423.924 12,32
4 2016 42.454.634 10,49
5 2017 47.156.020 11,07
Rata – rata 12,57
Sumber: BPS Kota Denpasar (2019)
Dari Tabel 4.8 diketahui bahwa rata-rata dari persentase pertumbuhan PDRB di Kota Denpasar dari tahun 2013-2017 adalah sebesar 12,57 % dimana angka PDRB ini nantinya akan digunakan dalam perhitungan nilai waktu.
Sesuai dengan DLLAJ Provinsi Bali–Konsultan PTS 1999, penghematan waktu untuk perjalanan kerja adalah 50% dari upah. Dalam studi ini, nilai waktu penumpang rata–rata dihitung 50% dari pendapatan dan data dari PDRB menunjukkan pendapatan per kapita per satu orang penduduk dan tidak membedakan nilai waktu seseorang.