• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAFSIR SURAT AL-A-RAF AYAT 3 1 THNTANG ISRAF MAKAN

\ " ..1.-'

:,,~, ",..,J". 'IF""" 'fJ'~

...,,\ .... ,

=.H

. , , - . . ,

~'A I

.;;I

~ ~

;,; :,..

j(

~

~

"'"

~. _J

.",

.".J.>".)J~

,

" • • / ' J . , '

. -: ".~" \t, i 'YAn 1

"J. "::,

"1'''

~ " ... "

~

.... -'""'t .... "

"Hai' anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan" (Dep ag RI, 1984 : 224).

dapat di atas

ayat lafzhiyyah,

Ambillah/Pakailah

17 Anak

makanlah mesj id

minumlah Adam

Perhiasan mu/kamu di/ketika

dan

dan . setiap secara

~

(.>1

4

~j.>

" .

.

~..r

f

~

J(':

~

"

V

"

I ,~l

\J'?v

Hai Adapun

diterjemahkan sebagai berikut

dan

janganlah berlebihan sesungguhnya Dia (Allah) tidak

penafsiran terhadap ayat-ayat sebelum dan sesudahnya.

B. Penafsiran Atas Ayat sebelum Qur"an surat Al-A"raf 31 menyukai

orang yang berlebih-lebihan

,-<.

H

o

0, . ...11 W.r-

Dapat diperkirakan ayat yang paling berhubungan dengan Penafsiran terhadap ayat 31 tidak bisa dipisahkan dari

ayat ke 31 surat Al-A'raf adalah ayat ke 28, 29 dan ke 30

penafsiran ayat selanjutnya, yang menjadi bahan pokok kajian penulis. Sebelum menuju pada pembahasan ayat ke-31 surat Al- Mengapa kamu mengatakan sesuatu tentang AllRh RpR-

yarig tidak kamu ketahui ?" (ayat ke-28)

gambaran Ketiga tafsiran ayat di atas memberikan

29. Ketahuilah : "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan.

Dan (katakanlah) : luruskanlah muka (diri) mu di setiap kamu sembahyang dan berdo'alah dengan mengikhlaskan keta'atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu 'akan kembali kep adan ya ;." (ayat ke-29) 30. "Se ba hagi an diberi-Nya petunjuk dan s eb ah agi an Lagi,

telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan (sebagai) pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira mendapat petunjuk." (Depag RI, 1984 : 224-225).

A'raf, terlebih dahulu penulis akan menjelaskan tafsiran singkat ketiga ayat tersebut. Sebagaimana dikatakan Salim Bahreisy dalam tafsir ringkas Ibnu Katsir yang menuliskan :

"Menurut kebiasaan, bangsa Arab di masa Jahiliyah tidak melakukan tawaf dengan pakaian yang sudah dipakai.

Mereka beralasan karena pakaian itu sudah dipakai untuk maksiat, maka tidak boleh dipakai untuk tawaf, kecuali bangsa Quraisy (Al-Humus) mereka ini boleh tawaf dengan

pakaiannya, dan orang-orang yang dipinjami pakaian oleh orang-orang Humus bertawaf dengan berpakaian atau harus membeli baju yang baru, jika tidak maka harus dengan telanjang bulat, laki-laki maupun wanita, dan wanita yang tawaf dengan telanjang di waktu malam. Bahkan ada yang berkata kami tawaf sebagaimana keadaan kami

ketika baru dilahirkan oleh ibu.

Karena mereka mengira bahwa perbuatan yang mereka lakukan berasal dari tradisi kakek dan nenek moyangnya itu seakan-akan bersumber dari syari'at agama Allah, maka turun ayat ke-28 surat Al-A'raf.

Dan apabila mereka berbuat kekejian, lalu mengatakan,

"ini yang kami dapat dari ayah dan nenek kami, dan Allah menyuruh nabi-Nya. Katakanlah, sesungguhnya Allah tidak menyuruh perbuatan yang keji dan munkar. Adakah kalian mengatakan sesuatu atas nama Allah sedang kalian tidak mengetahui.

dikembalikan.

yang Allah

), Sebagaimana Lalu penafsiran firman Allah

(

Lf'Y~b~E,~10t.JI0--'v ,t.'; t\<.r'W\~I~

. ~L;061~L1.k.J bJ:. i~J~'\.;t~

Kemudian Allah menyuruh nabi-Nya, katakanlah Tuhanku hanya menyuruh berlaku adil, baik, jujur, dan tetap lurus dalam melakukan ibadah, mengikuti jejak para Rasul dalam semua yang mereka ajarkan dari Allah, dan syari'at hukum Allah dengan tulus ikhlas, sebab Allah tidak akan menerima amal perbuatan seseorang sehingga melengkapi kedua syarat ini, yaitu tepat menurut tuntunan syari'at dan tulus ikhlas bersih dari syirik (Ibnu Katsir III, 1993 : 392).

Ibnu Abbas ra. berkata, pada suatu hari Rasulullah SAW.

berdiri di tengah-tengah kami seraya memberikan nasehatnya : menciptakan pada ~wal pertamanya demikian pula kalian akan

"Hai s emua manusia, kalian akan dikumpulkan menghadap kepada Tuhan Allah dalam keadaan telanjang bulat dan belum dikhitan. Sebagaimana kami jadikan pada awal mulanya, maka kami kembalikan, sebagai janji kami, Sungguh kami yang melaksanakan (Ibnu Katsir III : 392).

( . .. \1\ '

t'

<' ),

akan dikembalikan

U0'>.,,-'

~'~U

sebagaimana keadaannya semula, yang muslim dibangkitkan menjadi muslim, sedang yang kafir dibangkitkan lagi menjadi kafir, demikian pendapat Mujahid.

Said bin Jubair berkata : sebagaimana ketentuan Allah yang disebutkan dalam ajal bahwa seorang manusia sudah ditentukan kepastiannya bahwa ia akan bahagia atau binasa,

apakah ia akan beriman atau ingkar. kafir. menentang.

(Jud-

Ibnu Mas'oed ra. meriwayatkan bahwa Mabi SAW. bersabda

U ~ L ~~I J-l ~ ~ f »1 () 16 ..r.:-" 411 ~~~t,;_,

, L... "';'-'~.cl

•.

J ...,;, ....;. ~tf~t~.'\l~ll- ".~ ~

~ . . . "'" .• L.·V '"""-' ~-' ..

. .--

~\.:·;II ~ ~

~ .. \./\.4..)t •

I, o-«

I ....\ I~.

"Demi Allah tial1a Tuhan selain Dia. Sungguh adakalanya seorang mengerjakan amal ahli syurga sehingga jarak antara dia dengan surga itu hanya sehasta atau sedepa.

tiba~tiba dalam suratan amalnya berubah mengerjakan amal ahli neraka, sehingga ia masuk ke dalam neraka. Dan adakalanya seorang mengerjakan amal ahli neraka sehingga jarak antara dia d~ngan neraka itu hanya sehasta atau sedepa sedang dalam suratan amalnya lain, maka ia mengerjakan amal ahli surga, sehingga ia IDasuk ke dalam surga (Ibnu Katsir III, 1993 : 393).

Sahl bin Sa"d ra. berkata : Rasulullah SAW bersabda :

vWIJbl(,AJ.;G"~'~I~<r'l1J16vt.WJ,J.}~'~1 ." ..,,: ~1J..e1&-~"vtrJl~1JJ:'uA1JILS~lc:?~ .cl"

.... ,;J.~ J\..s. ~ Illl

"Sesungguhnya seorang hamb8

ada~nYa

mengerjakan

sesuatu yang d i.pa n da ng -or a ng se ba gai pe r b uata n a hl i.

syurga padahal ia ahli neraka, dan adakalanya ia mengerjakan sesuatu yang dipandang orang sebagai perbuatan ahli neraka padahal ia ahli syurga. Dan sesungguhnya semua amal itu tergantung pada akhir penutupnya (Ibnu Katsir III, 1993 : 393-394).

Dan dalaID riwayat Muslim dan Ibnu Majah, Nabi SAW.

bersabda

Set.iap hamba akan di b arrg ki tkan (d i ha.ri kiamat) sesuai dengan keadaan ketika matinya. HR.Muslim dan Ibnu Majah, (Ibnu Katsir III, 1993 : 394).

..1._" •

....,., 4; \V'.J? •..., ..".,.,

4.i'''~b~l,; ~V\a ·~\~.A~t.,).,..J{

~ et\

Iyad bin Himar ra. berkata, Rasulullah SAW. bersabda, Setiap anak dilahirkan ke dunia sesuai fitrahnya, maka didikan kedua orangtuanyalah yang menjadikannya yahudi, nasrani, atau majusi (HR. Bukhari Muslim) (Ibnu Katsir

III, 1993 : 394).

dalam dan

kecenderungan untuk berlaku jujur Allah Ta'ala berfirman :

. ~~U'-~.~t;"~\~~l:i~~"l:s~Jl .-

Sesungguhnya Aku jadikan hamba-hamba-Ku manusia-manusia yang jujur dan lurus, tetapi datang syetan membelokkan mereka dari agamanya. HR. Muslim, (Ibnu Katsir III, 1993

: 394).

Dalam keterangan ini telah jelas bahwa semua mahluk memiliki

mempertahankan kejujuran ini ada yang bertahan dan ada yang

syetan dianggap dan dipandang lebih tepat, maka ia berbelok

1993 : 395).

tidak, sehingga terpengaruh dan merasa ajaran dan ajakan

mepertahankan untuk

dia memang memiliki bakat

Di lain hadits Rasulullah SAW. bersabda :

\ .... . " ? " " " " ' . . 7

\:J

l /

~~y-,l 4.... ·';fW "'~~ . I(.p

"Semua manusia tiap pagi menjual dirinya, karena

tauhidnya, taatnya atau Islamnya (Terjemah Ibnu Katsir III,

memerdekakannya atau membinasakannya. Maksudnya ialah jika manusia menurutkan hawa nafsunya kemudian melanggar dan menentang ajaran Allah dan Rasul-Nya, maka berarti ia telah membinasakan dirinya."

Karena itu di dalam ayat 30 ini Allah menyatakan Sebagian mendapatkan petunjuk, dan sebagian tersesat karena mereka berwali kepada syetan yang mereka jadikan pimpinan selain Allah, namun mereka masih mengira dirinya mendapat petunjuk hidayat juga.

Karena hidayat yang benar bisa berupa kekuatan istiqamah dalam mengikuti semua tuntunan serta petunjuk Allah dan Rasulullah SAW, maka hila ia menyeleweng dari itu meskipun dengan apapun juga, tetap tersesat.

lain :

penjelasan tafsir, telah di singgung penafsiran dari 'ayat-ayat Demikianlah tafsiran surat AI-A'raf ayat ke-28, 29 dan

umumnya berbagai

Dalam ayat ini dari berbagai tafsir pada AI-A'raf ayat ke-31. Namun sebelum menelusuri

ayat ke-31, yang akan menjadi pokok bahasan penulis. Yaitu ke 30, yang menjadi penghubung dari turunnya surat AI-A'raf

menafsirkan sama yaitu adanya bantahan Allah SWT kepada

1. Tet sir Fakhrur-Rozi

~:::\l:0";~'';'\(yv-lI~Wv--A.J .. \J..IJ.at'O\O'"'~U!'Ji

~~J\ ~-,\:" ~l(,~~ ,,'\...J,:J~,,'+:Jl: J~)\.~~

. yV ~ ~~ "Y \}ti "'~;;~~\ ~ i.J ~ V \~)=-

orang-orang yang melakukan tawaf dengan telanjang, antara sebelumnya, yang masih memiliki keterkaitan.

C. Tafsiran Surat AI-A'raf ayat ke-31

, Implikasi paedagogis dari larangan israf makan menurut surat

waktu Malam hari. Apabila mereka telah sampai ke mesjid Kina mereka itu membuka pakaian lalu mereka memasuki mesjid dalam

berbuat demikian itu adalah mengambil ibarat lepasnya dosa sambil Ibnu Abbas berkata : Sesungguhnya orang-orang Jahiliyah

tS~&> ~YJWctU.)J-.Ui \J~~~-,. ,-:,.,J~\~~l "pI

~

': ... :'

~j ~ ~ L-J I c:,.:, \(" '-1l:.

';J\

r.r\::;..~ U"? 'y.)\\ [y

~\;.c}~:?~-,,~\~4:v; .. ~ 4r.~~.u.\. ..;

r~lo-U~\Y.J.~V~u~I;~.c:.b;o~~~\(

0hpl V#,u,IJyv\: ,~IJ\:;..;'~)~\')'.J.\;";;~1

fy ~\)~,~"Y\b1bJ\..;,A1\IJr'\';·cli~~

t

(

~V ·~')l-,~?br-'J~~' \.,J(,

telanjang, laki-laki pada waktu siang hari dan perempuan pada

Adam, pakailah pakaianmu di setiap memasuki mesjid."

tetapi mereka memakai pakaian. Dan mereka tidak makan kecuali keadaan telanjang dan sebahagian dari mereka berkata: Kami

pahanya, mereka tidak melakukan thawaf dengan telanjang, ada yang mengambil penutup yang dikenakan di antara dua

berhak berbuat demikian? maka turun ayat i n i : "Hai anak dari bangsa Arab melakukan thawaf di Baitullah

Sehingga orang muslim bertanya : Hai Rasulullah apakah kita seperti lepasnya pakaian-pakaian. Tetapi di antara perempuan

yang hanya menjadi kekuatan, mereka tidak makan minyak lemak.

-,;,

2. Tafsir Ibnu Katsir

antara lain :

hadits sambil

Pada hari ini telah jelas seluruhnya, atau Nasai, Ibnu Jarir yang lafazhnya dari

~~I~AiJ ..

! c':

.!1~\(~6f'~I~"'J'4!~\"01,,~

~J.>U' 411UJ'~~lr.~~~t....:;J!J~ z,'.,V t.fb~~\

lr.1if

V -... •

~V!~~

.. U}P-:'

.. \ '\.L....~

\-~ ~I

-('lY.~f~~1 .~

\,0'1"""". ..

~W~v~~yWGJl?)1b~~~U..,;~~t{Jt;VJY . .u--\)\; ~~~.) .0(, Li ~O ~." ~ (~II J.,;; ~\~\ ~ \(, J.::.-b~

"Ayat ini mengandung penolakan terhadap orang musyrik

Selanjutnya di dalam ayat ke-31 surat AI-A"raf ada (Pakailah pakaianmu, makanlah daging, minyak lemak,

1990 : 64)

Muslim,

laki siang pari, perempuan malam hari. Dan ternyata perempuan telanjang. Sebagaimana hadits hadits yang diriwayatkan Imam

bersyair

Syu"aibah dari Salman bin Kahil dari Sa"id bin Jubair dari Ibnu Abas telah berkata Nyata-nyata mereka melakukan thawaf

sebagiannya dari apa-apa yang telah jelas dihalalkan (Ibnu yang berpendirian thawaf di Baitullah dilakukan

di Baitullah sambil telanjang, laki-laki dan perempuan, laki-

Katsir II, TT : 210).

kalimat-kalimat yang beda penafsiran dari para mufassir , minumlah dan janganlah berlebih-lebihan." (Fakhrur-Razi, XIV,

t.

Tafsir Fakhrur-Rozi

Jo-.;J\~..:,-~tG.J-,\·~~lj1 .... .. Jl.r,W,A\..,.j U\<..:.)\ rh\

W ~'-, .4/.i;~'if~~~ '...,. d)'by\~ U'~~,

~v~ ~y..us~.r-' ~'-')J~~~~liL\':;L~'

LY L-- ~~d-' Q'" ~~~'v~ i ~'\t.P·\\'ih-p) \b~ft-.rJ\

Ketahuilah bahwa dalam ayat ini Allah memerintahkan supaya berbuat keadilan. Dari sejumlah perintah berbuat adil adalah adanya perintah untuk berpakaian, makan dan minum.

lalu tidak jadi dosa apabila dalam hal ini diceritakan pula adanya perintah mendirikan shalat, sebab dalam ayat sebelumnya ada firman Allah - Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang, dan menutup aurat merupakan syarat

,~

-. shahnya s ha I at . Dan dikatakan pula ada keharusan b e r-pak ai an di dalam ayat ke 31 ini. Namun dengan penafsiran demikian timbul beberapa masalah antara lain :

( JJ)l1 :oL.J.\)

~~Dj~t,;.\(y~l~l;i & ~~1j..1 U\

s

(r'~Gd JIi

, ~ ~JI1j..D.J\~\ \~tG,J.::.»~~Wt,V~~J~J\ .&~

\.>. 'P''-?t;;~~~\' ~\;~.,., b~~1 \.;~~.Y ~~

,-:,,~jJ\tY(.$~~)'Jl;.;~';~ J~~P-"y",:, J\\ ~ J; .u.LV ~ ~ r- to\)! 0 ~ ~\;. :1\ {,s- \:.:~ V

I

~~~J' v--JI us-~V"''; ",~j.~';:'>

')'''1 ~V~0.J\ .t':1~1S". ~j u}- .,~\'~\( f''-

: U~\Ju.; .~,) u~~ "YJ

I

\":';1\~~1~ (j~\

oUJ~.iihJJ .. :/l; ~ ~';~U\6>\~.roIJ.,...V~ •

t.Y~,)rJL,r-»1~fVt,.", ~\)~\~"~11 . (~V y:''Y-,

(l1asalah Pertama)

Ibnu Abbas berkata : Sesungguhnya orang-orang Jahiliyah dari bangsa Arab melakukan thawaf di Baitullah sambil telanjang, laki-laki pada waktu siang hari dan perempuan pada waktu malam hari. Apabila mereka telah sampai ke mesjid Mina mereka itu membuka pakaian lalu mereka memasuki mesjid dalam keadaan telanjang dan sebahagian dari mereka berkata: Kami berbuat demikian itu adalah mengambil ibarat lepasnya dosa seperti lepasnya pakaian-pakaian. Tetapi di antara perempuan ada yang mengambil penutup yang dikenakan di antara dua pahanya, mereka tidak melakukan thawaf dengan telanjang, tetapi mereka memakai pakaian. Dan mereka tidak makan keeuali yang hanya menjadi kekuatan, mereka tidak makan minyak lemak.

Sehingga orang muslim bertanya : Hai Rasulullah apakah kita berhak berbuat demikian ? maka turun ayat ini :

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu di setiap memasuki mesj i.d ;." (Pakailah pakaianmu, makanlah d ag i.ng , minyak lemak, minumlah dan janganlah berlebih-lebihan." (Fakhrur-Razi. XII- XIV, 1990 : 64)

( ~WI-~t..J\) v.:~.">'-,) JLJ Al;; ~LkJ.J'"

I

~~\~~~\ OA ,)~\

(Wl;:-Jt. 'Y1~l'~.J-!1\g~I"I, .. A~ .. .:JI~ .. ~·d (,\:' ~;

,4.; ...

.>~-y~ p1~ L.:'~'.)~'l. U:':~!r\..p<tbj}-,

I

UJ..,.."u

q,~l..l)~W~I») a.. J.,A.:.1\"A.")11~J\.iJG.1~' ~~

if,-!)1 W0A~~\I..\r~~~lU"'4J1I~ ( ~v,,~~,

bj.J.~~"';1 "<\: ;Jlb.:u. j ~)1.);>\:..,..\ juu A.i\~ "A.::?)1.J

'~j.l~ ,)~\i>'~u~ I ~l.b ~~

I

b~~P#~)'

r' (F"·~-!».J~~~·~~~0S-

.\

"!lS:J"-A: ·;.\1~~

~~'~\...Jt-'l ~~A.::!;ll ~'o'C/';I,:-,~"JIr'YI"

: 0~)1tv~ua=J"'~~'c)s-~~\~~"';

I

~~

Y$~"""'YI~~-, r\ (p..; ~j.;..)~"':;~J?\.i.bc.;~,~\

. ~;,;.t"'U<"<lA\;\;.w.~J~~~~J#J~ 'lV

Cr~\.5-'W-,

(Hs se I et: yang k ednn )

Yang dimaksud dengan perhiasan di sini, yaitu memakai baju. Dengan firman Allah - Janganlah mereka - wanita-wanita mu'minat memperlihatkan perhiasan-perhiasannya, yaitu pakaiannya, lagi pula perhiasan itu tidak dimaksudkan kecuali untuk menutupi aurat sesempurna mungkin. Dengan demikian berhias dengan memakai baju pada waktu jum'at, dan karena merayakan dua hari raya hukumnya sunnat. Dan pada ayat sebelumnya Allah telah berfirman - Kami telah memberikan pakaian yang dapat menutup kejelekan-kejelekanmu. Nampak jelas yang dimaksud pakaian yang dapat menutup dari kejelekan dari masalah perhiasan dan keindahan. Kemudian dalam ayat ini Allah Ta'ala memerintahkan untuk berhias. Dengan demikian maka wajib memakai/mengenakan perhiasan untuk menutupi aurat.

Kemudian tentang berhias ini telah sepakat para mufassir bahwa yang dimaksud adalah memakai pakaian yang dapat menutupi au r at , Juga firman Allah. Ta'ala Pak si l sh P8kaianmu, adalah bentuk perintah. Dan bentuk perintah itu menunjukkan kewajiban, maka menjadi ketetapan bahwa memakai pakaian itu wajib. Dan yang selain pakaian tidak wajib maka wajibnya mengambil perhiasan dengan berpakaian merupakan nash yang sesuai dengan kemampuan.

Jika telah dimengerti maka kita katakan bahwa firman Allah SWT. - Pakailah pakaianmu - itu merupakan perintah dan zhahirnya perintah adalah untuk wajib. Dengan demikian perintah ini adalah menunjukkan wajibnya menutup aurat di

Hasalah ke - 1

setiap mend i.r Lkan s hal.et? , Namun d emi.ki an selain p ema hanan

sep~~ti di atas, masih timbul pula pe~masalahan-pe~masalahan, (Fakh~u~-Razi, XIII-XIV, 1990 : 64-65),

( J." 'YI J'J-=JI )

c1\ :> 6 \ cJ,..:,")'." ( \ Y ~ \." '."...\(, ) ~;; A:. \ .. ~ J l,.,:; 6J I

·~''4.>~\f' ( f;~JIJJ>.) 4\~b~ul~;'~~~I~1

Sesungguhnya Allah dalam fi~man-Nya - pakailah pakaianmu

~)yang i nd eh - diathafkan kep ad a f'i r man-Nva yang lain - makan ..

dan minumlah kamu. Dan tidak ada lagi keraguan bahwa perintah makanlah dan minumlah adalah perintah yang mubah~ maka

pe~intah dalam - pakailah,pakaianmu - itupun perintah yang mubah pula. (Fakhrur-Razi, XIII-XIV, 1990 : 65).

Sebagai jawaban d art masalah ke-l

~,.,.h..J.lj.J?~~\~v'>UiJI d.? V (~~ <t:l ~ ~~-'

_f-ll ~~I~."vt;~J,ty~I",J?J.Y\; ~'-',~

Tidak semestinya meninggalkan zhahi~nya yang ada pada ma'tuf meninggalkannya dalam ma'thuf alaih, lagi pula makan dan minum itu nampak jelas menunjukkan wajib secara hukum.

(Fakh~u~-Razi, XIII-XIV, 1990 : 64-65).

1'fasalah ke-2

\ ~t:;J\ JJ-..J\ )

~ \:,1/ \ ":'~!,)~\J~~~&-o ~\ ~ cJ ~ At. VI

b

~ i.J)

c.;~\~\'l: .. ,.J\v..".r·.l.')', J;:Jl(~~\u\W\J~\~

0)'i> ~JS"~(I.:JH ... ~\"r'~'" (s·,.,":~l ~y~)~,;; ~ \16

A~~\tTob~~""Y\S ~\r..un~<l:' ~\4; :A:..;!j~(\;J\~l

!;"M\~~.J0Io!~\.~iJ\Q\:,~~\c,.;~\';~~\~~\..r.1

0,,~..r..yoU\ d~ ~~ £J vi· £;.i:..'-'b~~ ".,,;i.>\~-' . J.,..e;H ~"~~'o.ibl:?~\"~~~\ ':':"'~ 'A-:"o,J,l.J'

"A...

r ....

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan larangan tentang thawaf sambil telanjang,

Sebagai jawaban tersebut, telah jelas dalam ushul fiqh, karena sesungguhnya ucapan itu sebab umumnya lafazh bukan kekhususannya sebab,

Apabila kita telah mengetahui firman Allah Ta'ala pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki mesjid adalah tetap wajibnya berpakaian yang sempurna di setiap shalat, karena berpakaian itu adalah indah, Meninggalkan pekerjaan yang menurut ukuran yang tidak wajib menutupnya dari tubuh adalah sepakat, maka tetap yang sesisanya yang terdapat pacta lafazh, dan apabila tetap wajib menutup aurat wajib pacta waktu shalat, maka wajib akan rusaknya shalat yang tictak menutup aurat, karena meninggalkan yang wajib berarti

meninggalkan perintah, meninggalkan yang diperintah adalah

diperintahkan demikian, maka ituterlepas dari pengakuan, ma'shiyat, dan perbuatan ma'shiyat wajib dapat siksa berdasar apa-apa yang terdapat pada ushul. (Fakhrur-Razi, XIII-XIV,

apa yang melakukan

demikian, dan

- dan shalat sama dengan do"a dan kami Kami diperintah dengan firman Allah Ta'ala

mengerjakan berkata

1990 : 65).

Hees I et: ke-3 ',~~W\':J~U\)

. -v..,J\s-k.a...~\~t; ICl.lL~ 4. 'Y~b~~ .::"'0. 1 ,-:-,~'eL1

'. ~~.JI~~~j,'M~ (b~~~l) J";~ 1;~'-:l:v"U.,.}\i;

l.J.buP·;

jj

",.a~l ~(~\~~ ~v.,...U~i.>\.'>"Y~.~ J\J.t-,

~\ \.a~J It; 1)/1 . ~~I~ cJ.s. 'O)\..,aJr:.u" ~ "'::':;"'Ju1c11,).\1

jJ.v""!\ ,-U.J" :011

y

"'::'H~ -' (pu ~ jp) J\.,;'.o~~

b~Ic...P~~\;'U';61~~'~J\~l'~ \k-..:J\6'y"-,~1

Para sahabat Abu Hanifah memegang teguh pada ayat ini pada masalah membersihkan najis dengan air bunga~ maka mereka

dirikanlah shalat telah

maka dalil ini mewajibkan atas tidak menunggu shahnya shalat tanpa menutup aurat, kecuali apabila kit a mengambil makna pekerjaan itu dengan firman Allah Ta"ala - pakailah pakaianmu di setiap memasuki mesjid - dan memakai baju yang disucikan dengan air bunga adalah sebagai penghabisan kebersihan di dalam memakai perhiasan, yang merupakan shahnya shalat.

(Fakhrur-Razi, XIII-XIV, 1990 : 65).

Dan jawaban kita atas masalah ke-3 itu.

Sesungguhnya alif dan lam pada firman Allah Ta"ala (dirikanlah shalat) adalah mengandung dua ma"na yaitu shalat menurut lughat dan shalat menurut syara, dan yang demikian itu adalah termasuk pekerjaan Rasulullah SAW. bagaimana katamu sedangkan Rasul shalat memakai baju yang dibersihkan dengan air mawar ? Allahlah yang maha tahu. (Fakhrur-Razi, XIII-XIV, 1990 : 65).

2. Tafsiz' Ibnu Kstsir

~~\V.41J ~l.,>t<~~~\",,",",).r:U~I~~O.:u.

&-- .u~~~,r?"lr.!JJ\ ...: }~rL-0~U:;~cd~

.V! ~ ... .J~~\~if~lY.A,.,L..~~~..1­

{USJ~) l6~~l; L>~~ ~t( J'.P <.r'~ \!JJir~

J~y&-.J:\.~~~\~~s~\"..J~\-~~P\

LL:-'~4-" '1f\~L.~ ~ ~\'~-"~(~\

thawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang, maka Allah Dan Al-AlJfa telah berkomentar tentang ayat ini. IbnlJ Pada sambil sambil

( merrg ena kan

berhias kepada mereka lJntlJk

mereka melaklJkan thawaf di BaitlJllah berkata

peremplJan malam hari. Dan seorang peremplJan berkata

hari ini telah nampak jelas sebahagiannya at au sellJrlJhnya,

memerintahkan

pakaian) ialah pakaian yang dapat menlJtlJPi kejelekan. Selain Abbas mengatakan (pada waktlJ itlJ) orang-orang melakukan telanjang, laki-laki dan peremplJan, laki-laki siang hari, ..Ayat in i merigandung peno lakan terhadap orang musv ri k

telanjang. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imamo MlJslim, Nasai, IbnlJ Jarir yang lafazhnya dari hadits SYlJ'aibah dari yang berpendirian thawaf di BaitlJllah dilaklJkan

Salman bin Kahel dari Sa'id bin JlJbair dari IbnlJ Abas yang

(dari apa-apa yang telah jelas dihalalkan). Maka berfirmanlah Allah Ta'ala : (

~J<~ ("''..t· , •.. ,

. r-:-"""

',J

J-

Jli~'\'I(~$~F~J~~)-d~jif~lr.Iif-J."JI~\i"

"tr~\...""''' V" WI 'l.:.:J .,.~)~ -Ull t ~li blr~\ 1J~..,.b:!J~ "I(

~" '~.r ~~" U\ ~~\; tk.1\ ~~\ ~ V.o c::.1I.> \5,,- \,.

J

.~~\.

V. ~",~I~Iv! I", ,"~",~l:' J\;\~.J ~j(~

&- ~~..& -' ~.,..~I c:,.s.c:.U\,..... ",~)k,pJl U' J.

,j

~ :;.>\;.:; -'~

~1J.e-Jl:&:£ .,l.\.~\\_ 'l.scJ·~I.

\ J

'.\ ~ ,.. ·.·;Jlj~' "~\

H · ~

V -

v -~

.s """'" ;;-••

.. (Pakailah pakaiamnudi setiap memasuki mesjid)

itu bisa dengan mempercantik dan merias, maka Allah memerintahkan untuk mengenakan perhiasan (pakaian) di setiap memasuki mesjid. Demikian pula Hujahid, Atha', Ibrahim An-

AI-Hafizh bin Hardawiyah meriwayatkan dari Sa'id bin

sesungguhnya ayat itu diturunkan berkaitan dengan shalat Kemudian dari ulama-ulama haditsberpendapat tentang sambil Baitullah

di musyrikin

orang-orang

maksud ayat di at as sebagai berikut :

~~J'J...,~ IT. ~\.~ "-' ~j..P iJA -40'." -v-- Lf-l;;\.:.LllS.,-v ~-'

~ ~~J~lj ~')t.pJl~ cJ~ 4;.n.s-";~ ~\~i)~\;.;~

.~\.tul,," .~~

Nakha'i, Sa'id bin Jubair, Qathadah, Sa'di Ad-Dhahaki, Halik

thawafnya

Basyir, Auza'i dari Qatadah dari Anas dengan hadist marfu, telanjang. (Ibnu Katsir II, TT : 210).

dari Zuhri dan lebih dari satu Imam ulama salaf yang lain yang berpendapat bahwa ayat ini diturunkan berkaitan dengan

memakai sandal, namun ten tang keshahihannya masih perlu diteliti. (Ibnu Katsir II, TT : 210).

Selanjutnya makna ayat tersebut sebagaimana yang disebutkan sunnah yaitu disunatkan berhias waktu shalat

harum-haruman itu termasuk mempercantik. Dan bersiwak adalah terutama waktu shalat jumat, dua hari raya, dan memakai

kesempurnaan berpakaian adalah ba.ju yang putih.

termasuk dari kesempurnaan berhias, dan yang

termasuk

menumbuhkan bulu mata dan hadits ini adalah termasuk sanad dan karena

Dawud, Abu

putih,

pand angan ,

hadits yang bersumber dari dari pakaian-pakaian yang

demikian itu adalah menjernihkan

Sed ang kan Pakailah

berkata, kami diberitahu dari Ali bin 'Asin, Abdullah bin seperti yang disebutkan dalam hadits bahwa Imam Ahmad

bungkuslah orang-orang yang mati dengan kain putih dan Usman bin Khaitsim dari Sa'id bin Jubair sedangkan shahihnya

hadits, hadits hasan sahih memiliki sanad yang baik, dari Abdillah hadits hasan menurut Imam Ahmad, seorang ahli sesungguhnya baju putih itu dari sebaik-baiknya pakaian dan

yang

sebaik-baik warna cela adalah yang biru, karena sesungguhnya

yang baik (Ibnu Katsir II, TT : 210)

Tirmidzi, Ibnu Majah, dari hadits Utsman bin Khatsim dari

Samrah bin Jundub dia berkata :

t.~l;~W\~"-::~~) ~~4.:, 4.&'~~'J"""'.rJ\;

,,,:;,,

"[{

- - - - - _ . _ - - - _ . - - ' , / , . , '

d~\l>.".",." (i7

r~Y~,,""

L ~ i "

Q

r;~ ... l

'J~ ~A

L \L '\;

'-V '.A\ ~ Ul ~~ lr. V.J_·_o<! 6"-S.,\;..; ~~ ...

"r..DJ.:..

'1'~

Y~~'6'.."~\ "'\.,v l.S>" :'1 ..r

Rasullullah SAW bersabda. biasakanlah kamu memakai baju

)

bin Muhammad

) "p ak af l ah pakaianmu yang dari Qatadah dari

dari

Lalu hadits yang d at an g dari 'I'hab r ani d e ng an s anad yang

Penafsiran firman Allah (

Apabi l a melihat penafsiran Ibnu Katsir kalimat "Pakailah

memakai baju setiap melakukan shalat dengan berhias. dan lebih baik. dan bungkuslah dengan baju putih orang yang mati.

(

3. Te

t

sir Neuevi

memakai perhiasan pakaian itu memaksi baju yang putih.

shahih

sesungguhnya Tamim Ad-Dar memberi selendang dengan harga seribu lalu dipakai shalat. (Ibnu Katsir II:210).

yang putih, karen a sesungguhnya baju putih lebih bersih dan

pa k ai a n m u di set iap m e m a s uk i mesjid" . Adalah pe ne k a na n,

"Hai an ak Adam pa kai Lah pakaiamnu" yaitu :

dapat menutup au r at.mu?. Sedangkan penafsiran ( di setiap memasuki mesjid adalah :

( • ;. \ \..~~~ v~~\1, ..~....

a

~,. I ~ ~ ) di setiap thawaf dan shalat.

Jadi tafsir Nawawi menafsirkan firman Allah Ta'ala pakailah pakaianmu di setiap memasuki mesjid itu adalah,

~

harus memakai pakaian yang dapat nmenutupi aurat baik di waktu thawaf maupun di waktu shalat.

4. Tafsir Al-Maroghi

Al-Maroghi menafsirkan firman Allah Ta'ala :

to\I I" ~ _-:,\1' • \... • • \ 1 (

<

~

'.. .\ '. \. )

- ' j

U'" ...'

',JI ~,(t..~ ~V"" ~V" ',',J~('> ~.

~~if~;

of'

L\y~1 t;.... ~JJ~ "0J.~ . ~ 6'v-=J\

u.).>1

\...~l ~~l~t9~l."~)\O~J;~l~\:-)'IJ-,~~~:, I'

10 I

l> ~A. •• ~H-b~ ~I.,J\~ -' • &\i v y~ t- J"'>-' i f WI~. A.::.

b ~\ ~U'"~ I ~~.W'c:r~; J-.:>U\.." U I.,JJ~

\ ""~~" Au~I .. ~I'b~~)l"

..

~'J/~~

..

t./ o · ..

"Hai anak Adam, pakailah perhiasanmu di setiap memasuki mesjid.

Yang dimaksud dengan perhiasan yaitu sesuatu yang dapat mempercantik diri. Dan yang dimaksud dengan mempercantik di sini adalah pakaian yang baik seperti yang dimaksud turunnya ayat ini. Paling tidak yang dimaksud dengan mempercantik yaitu yang dapat menutupi sesuatu yang dianggap jelek menu rut adat manusia, ialah menutup auratnya. Dalam hal ini menutup

Dokumen terkait