BAB IV ANALISIS DATA
B. Penyajian Data dan Analisis
Penyajian data memuat tentang uraian data yang diperoleh dengan menggunakan metode dan prosedur yang diuraikan seperti dalam bab Tiga.
Uraian ini terdiri atas deskriptif data yang disajikan dengan topik sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian atau lebih tepatnya fokus penelitian.
Penyajian data dalam penelitian ini, diperoleh melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, penyajian data didasarkan pada fokus penelitian.
1. Perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas X SMA Plus Darul Hikmah Kranjingan Sumbersari Jember Tahun Pelajaran 2017/2018.
Perencanaan merupakan faktor paling penting dalam memandu guru untuk melaksanakan tugas sebagai pendidik dalam melayani kebutuhan belajar siswa. Perencanaan pembelajaran juga dimaksudkan sebagai langkah awal sebelum proses pembelajaran berlangsung.
Perencanaan pembelajaran PAI di kelas X seperti dikatakan oleh kepala sekolah SMA Plus Darul Hikmah Jember yakni Syarif Hidayatullah, S.Pd bahwa,
Perencanaan pembelajaran PAI yang dilaksanakan di sekolahan ini saya kira sama saja seperti perencanaan pembelajaran di sekolah lain, terdapat komponen-komponen seperti langkah-langkah serta alur dalam pembelajaran harus lengkap semuanya mas (panggilan informan kepada peneliti) . Perencanaan itu mencakup segala aspek yang berlandaskan pada silabus yang sudah tersedia di sekolah ini.10
10Syarif Hidayatullah, Wawancara, Kranjingan Sumbersari, 8 Agustus 2018.
Syarif Hidayatullah menutup penjelasannya.
Dari pernyataan informan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwasanya dalam pembentukan atau pembuatan RPP haruslah mengacu dari silabus yang tersedia pada setiap sekolah. Komponen-komponen yang harus tercantum tersebut diatas yang dimaksud oleh kepala sekolah adalah seperti halnya nama sekolah yakni SMA Darul Hikmah Jember, kelas, materi, alokasi waktu, KI, KD, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajarannya, media pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, juga penutup dibagian akhir.
Selanjutnya jawaban yang senada dinyatakan oleh guru PAI kelas XI Syamsuri bahwa,
Perencanaan pembelajaran PAI ini saya buat dengan mengacu pada silabus yang sudah ada mas. Tentu berbeda ya antara silabus K13 dan KTSP. Kalo K13 lebih rumit dari pada KTSP. Pada perencanaan K13 terdapat semua komponen seperti nama sekolah, kelas, alokasi waktu, materi pokoknya, tujuan pembelajaran, metode pembelajarannya, media apa yang akan saya pakai, lalu sumber belajar dan juga langkah-langkah dalam pembelajarannya.
Selain itu ada penambahan pada kegiatan intinya yakni jika dalam KTSP ada elaborasi, eksplorasi, dan konfirmasi, maka dalam k13 malah ada 5M yakni mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Disini saya sebagai guru dituntut untuk lebih cermat dan aktif dalam mengawasi proses pembelajaran mereka, dengan memperhatikan RPP yang saya buat juga bagaimana respon dari anak-anak dengan RPP tersebut mas.11
Dari keterangan para informan menandakan adanya kesamaan, untuk lebih akuratnya peneliti pun menanyakan hal yang sama kepada
11Syamsuri, Wawancara, Kranjingan Sumbersari, 10 Agustus 2018.
guru Pendidikan Agama Islam kelas X Khusnul Khotimah, namun lagi- lagi jawaban yang senada disambaikan olehnya,
Dalam pembuatan RPP PAI saya mengacu pada silabus yang sudah ada di sekolahan mas. Selain itu saya harus benar-benar memperhatikan RPP yang saya buat agar anak dapat mengikuti pelaksanaan pembelajaran yang berlandaskan RPP dengan penuh penghayatan serta tercapainya tujuan pembelajaran. Nah contohnya dalam perencanaan pembelajaran PAI selain identitas sekolah, materi pokok, KI, KD, tujuan pembelajaran yang harus dicapai, metode pembelajaran adalah hal yang terpenting agar peserta didik dapat menyerap pembelajaran yang berlangsung dengan dengan baik. Lebih jelasnya samian (kamu dalam Bahasa Jawa) bisa melihat pada RPP kelas yang sudah saya buat mas. 12
Menutup percakapan sembari menyodorkan sebuah RPP PAI kepada peneliti.
Dari RPP yang telah diberikan guru PAI kelas X tersebut dapat terlihat jelas identitas sekolah, yakni SMA Plus Darul Hikmah, kemudian identitas mata pelajaran, yakni PAI pada materi meniti hidup dengan kemuliaan, juga alokasi waktu yang yakni 1x45 menit, selanjutnya ada Kompetensi Inti juga KD yang salah satunya ada terbiasa membaca Al- Qur’an denan meyakini bahwa kontrol diri, prasangka baik, juga persaudaraan adalah perintah agama, dengan indicator terbiasa membaca Al-Qur’an dengan meyakini bahwa control diri prasangka baik, juga persaudaraan adalah perintah agama. Lalu ada tujuan pembelajaran yang mencakup terbiasa membaca Al-Qur’an, menunjukkan perilaku kontol diri, prasangka baik, dan persaudaraan. Selanjutnya ada materi pembelajaran yang berisi Q.S Al-Hujurat/49;10 dan 12 serta hadust terkait,
12Khusnul Khotimah, Wawancara, Kranjingan Sumbersari, 20 Agustus 2018.
metode pembelajaran dengan metode tanya jawab, wawancara, juga bermain peran, media pembelajaran yakni audio dan visual, juga langkah- langkah pembelajarannya yang meliputi kegiatan pendahuluan, 5M dalam kegiatan intinya juga penutup di bagian akhirnya dengan memberikan sedikit penguatan.
Dari ketiga wawancara dengan 3 informan diatas, peneliti akhirnya dapat menyimpulkan bahwa dalam perencanaan pembelajaran di dalam kelas dibuat berdasarkan silabus yang sudah ada di sekolahan tersebut.
Dengan berlandaskan pada silabus, maka RPP yang dibuat akan semakin menunjang tercapainya tujuan pendidikan yang ingin dicapai.
Demikian pula dengan RPP di sekolah SMA Plus Darul hikmah ini, semua komponenya tertera lengkap di dalamnya mulai dari identitas sekolah, mata pelajaran, alokasi waktu, semester, KI, KD, Indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metodenya, sumber belajarnya, juga langkah-langkah dalam pembelajarannya seperti kegiatan pendahuluan yang berisi apersepsi juga motivasi selanjutnya ada kegiatan inti yang mencakup 5M yakni mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, selanjutnya pada kegiatan penutup ada pertanyaan juga penguatan dari guru agar peserta didik mempunyai pemahaman yang melekat.
2. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas X di SMA Plus Darul Hikmah Kranjingan Sumbersari Jember Tahun Pelajaran 2017/2018
Seperti yang telah diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran meliputi pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Pelaksanaan pembelajaran pengajian kitab sulam at-taufiq ini sama halnya dengan teori yang sudah sama-sama diketahui yakni mencangkup pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Seperti halnya yang dikemukakan oleh informan-informan dalam penelitian ini. Kepala sekolah SMA Darul Hikmah Syarif Hidayatullah mengatakan,
Dalam pelaksanaan pembelajaran PAI ini ada 3 tahapan yakni kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, juga kegiatan penutup yang sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat oleh guru sekaligus saya juga sebagai seorang guru. Yang pertama pada kegiatan pendahuluan ada yang namanya orientasi yakni melakukan pembukaan seperti salam, memeriksa kehadiran peserta didik juga menyiapkan mental peserta didik untuk menerima pembelajaran yang akan berlangsung. Selanjutnya pada kegiatan inti ada 5 M yakni melihat hal ini maksudnya adalah melihat gambar atau apapun yang disuguhkan oleh saya dipapan tulis atau di depan mereka, membaca maksudnya disini adalah kegiatan literasi ini seperti melihat buku paket yang mereka miliki dan membacanya, menulis maksudnya adalah peserta didik menulis rangkuman sesuai dengan instruksi saya, mendengar maksudnya mendengarkan saya sebagai guru dalam menerangkan pembelajaran yang ada di depan mereka, menyimak adalah pendengarkan penjelasan yang mengantarkan kepada garis besar pembelajaran. Selanjutnya dalam kegiatan penutup ada pemberian pertanyaan oleh siswa apa yang belum mereka fahami dari pembelajaran saya atau saya memberikan pertanyaan kepada siswa, lalu penguatan dan yang yang terakhir adalah penguatan dan nasihat serta berdo’a bersama. Hal ini untuk membiasakan anak agar ilmu yang mereka terima ini barokah dan dapat bermanfaat nantinya.13
13 Syarif Hidayatullah, Wawancara, Kranjingan Sumbersari, 8 Agustus 2018.
Syarif Hidayatullah menutup penjelasannya dengan tenang dan bijak, selanjutnya peneliti memberikan pertanyaan yang sama terkait pelaksanaan pembelajaran PAI kelas XI, Syamsuri mengatakan pernyataan yang hampir sama dengan kepala sekolah bahwa,
Kalau pelaksanaannya sendiri seperti yang sudah saya ketahui bahwa dalam pelaksanaan ini ada 3 tahapan, yang pertama itu pendahuluan seperti guru khusunya saya sendiri yang bersangkutan memulai dengan salam, doa bersama, selanjutnya membacakan materi yang akan dipelajari, lalu saya memberikan motivasi juga apersepsi pada para siswa terkait apa yang sudah siswa ketahui yang berkenan dengan judul materi, selanjutnya ada tahap kegiatan inti, kegiatan inti ini mencakup 5 M, yakni melihat, membaca, mendengar, menulis juga menyimak yang berisi tentang penjelasan materi oleh saya dengan caranya sendiri, yang pasti jelas, efektif, dan menarik, agar anak-anak benar-benar memperhatikan dan apa yang disampaikan oleh saya dapat mereka cerna dengan baik di dalam ingatan mereka. Dalam hal ini metode atau cara saya dalam mengajar sangat mempengaruhi dalam pemahaman mereka, terkadang disuguhi kisah nyata zaman dulu yang berkaitan dengan materi, atau perumpamaan juga istilah istilah guyonan yang menarik yang membuat para siswa terhibur dan dapat mengingatnya tanpa harus dipaksa alias dengan kemauan mereka sendiri mas. Selanjutnya dalam kegiatan yang terakhir atau penutup biasanya saya itu memberikan kesempatan siswa untuk bertanya, atau memberikan sedikit pertanyaan yang dilemparkan secara acak terserah sang ustad, hal ini untuk memastikan bahwa siswa yang telah hadir ini dapat dan telah memahami materi yang sudah disampaikan, selanjutnya penguatan yang dilanjutkan dengan do’a dan salam penutup. Saya kira itu saja dari saya perihal pelaksanaan pembelajaran PAI di dalam kelas tersebut.14
Selanjutnya peneliti langsung menanyakan hal yang sama kepada Khusnul Khotimah selaku guru Pendidikan Agama Islam kelas X, lagi-lagi jawaban yang sama pun ia lontarkan, berikut lebih jelasnya,
Nah dalam pelaksanaan pembelajaran PAI melalui pengajian kitab sulam at-taufiq ini sama halnya dengan pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas, ada pendahuluan, kegiatan inti dan penutup, nah
14 Syamsuri, Wawancara, Kranjingan Sumbersari, 10 Agustus 2018.
akan tetapi karena ini adalah pengajian bukan pembelajaran pokok di dalam kelas, maka saya membuatnya lebih simpel dan efektif.
Kegiatan pendahuluan itu seperti salam, do’a bersama, mengemukakan judul atau materi yang akan saya ajarkan,selanjutnya pretest atau saya biasanya mengetes anak-anak untuk membaca kitab, atau kalau tidak saya menunjuk salah seorang siswa untuk menjawab pertanyaan saya terkait dengan pengetahuannya tentang judul atau materi yang akan saya ajarkan.
Selanjutnya pada tahap kegiatan inti, saya menjelaskan materi dengan cara saya sendiri bagaimana sekiranya tidak membosankan sambil menyelipkan kisah-kisah yang inspiratif juga memotivasi para siswa agar dapat mencerna penjelasan saya dengan baik.
Selanjutnya pada kegiatan penutup saya memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan selanjutnya jika tidak ada pertanyaan sayapun akan menanyakan perihal materi.
Selanjutnya saya juga memberikan penguatan kepada siswa untuk memastikan bahwa siswa benar-benar paham, selanjutnya saya menutupnya dengan hamdalah dan doa bersama-sama. Saya kira seperti itu mas (panggilan informan kepada peneliti).15
Khusnul Khotimah menutup penjelasannya..
Dari pemaparan beberapa informan di atas, dapat diketahui bahwasanya dalam pelaksanaan pembelajaran PAI di dalam kelas X SMA Plus Darul Hikmah ada 3 tahap pelaksanaan, yakni tahap pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Yang masing-masing dari tahapan itu meliputi tahapan pendahuluan yakni orientasi seperti salam, doa bersama, penyiapan fisik dan psikis peserta didik. Selanjutnya apersepsi yakni mngingatkan materi atau tema yang akan dipelajari peserta didik dengan tema atau pembelajaran yang sebelumnya sudah mereka terima, dilanjutkan dengan motivasi. Selanjutnya dalam tahap kegiatan inti ada pembahasan materi yang diajarkan yang meliputi 5M yakni melihat, membaca, menulis, mendengar, mengamati. Melihat maksudnya adalah
15 Khusnul Khotimah, Wawancara, Kranjingan Sumbersari, 20 Agustus 2018.
peserta didik di haruskan melihat dan memperhatikan guru yang menjelaskan materi di depan mereka beserta apa saja yang ia suguhkan di dalam kelas melalui media yang ia gunakan. Membaca, peserta didik wajib membaca buku panduan yang mereka miliki dengan seksama. Menulis, peserta didik diharuskan membuat atau menulis rangkuman dari pembelajaran yang sedang dilaksanakan. Mendengarkan, maksudnya peserta didik harus mendengarkan penjelasan dari guru terkait materi PAI tersebut. Menyimak, mendengarkan juga memahami dengan seksama penjelasan guru menuju garis besar pembelajaran atau inti dari pembelajaran tersebut. Selanjunya dalam kegiatan penutup ada pemberian kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan, atau pemberian petanyaan oleh guru kepada siswa, dilanjutkan dengan penegasan atau penguatan dari guru yang bersangkutan. Selanjutnya doa bersama dan ditutup dengan salam. Hal ini agar nilai-nilai religius benar-benar melekat pada peserta didik dengan pembiasaan-pembiasaan yang sesuai dengan syariat Islam.
3. Evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas X di SMA Plus Darul Hikmah Kranjingan Sumbersari Jember Tahun Pelajaran 2017/2018
Evaluasi merupakan komponen penting dan tahap yang harus ditempuh oleh guru untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil belajar dan pemahaman siswa mengenai materi yang telah dipelajari. Untuk evaluasi ini ada beberapa penilaian yang dilakukan oleh seorang guru. Dalam
penelitian ini kepala sekolah menjelaskan perihal evaluasi yang di adakan dala sekolahan tersebut. Syarif Hidayatullah lebih jelasnya mengatakan;
Evaluasi dalam pembelajaran PAI meliputi 2 macam evaluasi seperti pada umunya di lembaga sekolah yakni evaluasi formatif dan evaluasi sumatif mas. Dimana evaluasi formatif adalah jenis evaluasi yang dilakukan setelah pembelajaran selsesai seperti pemberian pertanyaan atau soal harian, juga PR untuk peserta didik. Selanjutnya evaluasi sumatif dilakukan setiap selesai satuan waktu pembelajaran seperti evaluais pada tengah semester UTS dan akhir semester UAS. Untuk evaluasi formatif sendiri saya pribadi sebagai guru lebih menekankan kepada hafalan juga pemahaman dari hafalan itu sendiri. Hal ini satu tujukan agar peserta didik nantinya bisa mengingat hafalannya dan mengaplikasikannya dalam kehidupannya sehari-hari. 16
Syarif Hidayatullah menutup pembicaraan dengan mantap.
Selanjutnya peneliti menanyakan perihal evaluasi pembelajaran kepada guru Pendidikan Agama Islam kelas XI Syamsuri berikut jawabannya,
Untuk masalah evaluasi pada pembelajaran PAI di dalam kelas X ini ada 2 jenis evaluasi yakni evaluasi fomatif yang dilakukan seusai pembelajaran dan evaluasi sumatif setiap selesai satuan waktu pembelajaran sepert UTS dan UAS. Saya sebagai guru lebih menitik beratkan kepada evaluasi formatif. Karena hal ini adalah tolak ukur pemahaman peserta didik kedepannya. Terkadang selsesai pembelajaran saya memberikan tugas pada peserta didik untuk menghafalkan dan mengartikan juga mnjelaskan maksud dari hafalan mereka did epan kelas. Begitu seterusnya bergantian sampai waktu pembelajaran usai dan bel berbunyi mas. Tujuan diadakannya evaluasi pada pembelajaran adalah untuk mengetahui tercapainya tujuan pendidikan serta untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran, baik yang menyangkut tentang tujuan, materi, metode, media, sumber belajar.17
Selanjutnya jawaban yang sama dikemukakan oleh Khusnul Khotimah bahwa,
16 Syarif Hidayatullah, Wawancara, Kranjingan Sumbersari, 8 Agustus 2018.
17 Syamsuri, Wawancara, Kranjingan Sumbersari, 10 Agustus 2018.
Dalam hal ini evaluasi yang berlaku di SMA Plus ini ada 2 macam evaluasi, yakni evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Evaluasi formatif itu biasanya dilakukan setelah selesai pembelajaran mas.
Sedangkan evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan oleh pihak sekolah seperti UTS dan UAS mas. Kalo evaluasi tentu bisa saja anak-anak itu SKS alias sistem kebut semalammas. Maka dari itu pemahaman anak harus benar-benar dikuatkan seusai pembelajaran dalam kelas. Saya dan guru-guru disini bayak menekankan kepada hafalan ayat juga artinya. Saya menyuruh peserta didik untuk membaca buku paketnya lalu menghafalkannya. Setelah itu saya menyuruh mereka menutup buku paket dan menunjuk secara acak peserta didik untuk maju di depanteman-temannya untuk mengafalkan hafalannya juga menjelaskan maksud dari ayat yang sudah ia hafalkan. Tentu saya menyediakanhukuman yang benar-benar membuat mereka kapok kalo sampai tidak hafal.18
Dari beberapa penjelasan dari informan-informan yang bersangkutan di atas, dapat diketahui bahwasanya dalam pembelajaran tentu harus ada yang namanya evaluasi. Dalam pembelajaran di dalam kelas terdapat 2 jenis evaluasi, yakni evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Evaluasi formatif ini dilakukan setiap selesai pembelajaran, mayoritas pendidik di SMA Darul Hikmah menekankan kepada hafalan pada peserta didik karena dengan demikian menurut mereka para peserta didik akan terlatih juga kan lebih memahami materi yang sudah diberikan oleh guru. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah tujuan pembelajaran pada saat itu dapat dan sudah tercapai dengan baik.
Sedangkan evaluasi sumatif yakni jenis penilaian pada satuan waktu pendidikan seperti ujian semester dan akhir semester yang dilakukan secara serempak di setiap sekolah atau lembaga pendidikan.
18 Khusnul Khotimah, Wawancara, Kranjingan Sumbersari, 20 Agustus 2018.
C. Pembahasan Temuan
Pada bagian ini akan membahas tentang keterkaiatan antara data yang telah ditemukan di lapangan dengan teori yang relevan, data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi akan dianalisis melalui pembahasan temuan kaitannya dengan teori. Pembahasan akan dirinci sesuai dengan fokus penelitian yang telah ditentukan agar mampu menjawab permasalahan yang ada di lapangan. Adapun pembahasan temuan adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X di SMA Plus Darul Hikmah Kranjingan Sumbersari Jember Tahun Pelajaran 2017/2018
Dalam pembelajaran sebelum mengaplikasikan atau menyampaikan materi pembelajaran, terlebih dahulu guru membuat rencana pembelajaran agar langkah-langkah dalam penyampaian materi menjadi teratur. Pengajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pengajaran yang diinginkan. Dalam hal ini perencanaan pembelajaran merupakan rencana kegiatan merencanakan pembelajaran yang dirancang guru. Rencana pembelajaran berisi sekenario pembelajaran serta komponen-komponen yang harus ada dalam pembelajaran.
Menurut William H. Newman yang dikutip oleh Abdul Majid, mengemukakan bahwa perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang
luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode, dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.19Sedangkan menurut Ivor K. Davies bahwa isi perencanaan merujuk pada yang akan di rencanakan. Perencanaan yang baik perlu memuat: unsur tujuan, dalam artian yang luas, tujuan belajar adalah suatu pernyataan tentang perubahan yang diharapkan.20Ali Sri Nurhayati juga berpendapat dalam bukunya Petunjuk Pelaksanaan Pembuatan RPP Terintegrasi TIK bahwa Rencana pelaksanaan pembelajaran sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar dan penilaian hasil belajar.21
Dari hasil analisa data menunjukkan ada keterkaitan dan kesamaan antara teori di atas dengan hasil data yang diperoleh oleh penliti di lapangan, dilansir dari para informan bahwa dalam perencanaan pembelajaran PAI kelas X di SMA Plus Darul Hikmah Kranjingan sumbersari Jember ini bahwa dalam perencanaan yang mereka menerapkan rangkaian-rangkaian pembelajaran, penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan waktu, penentuan program, penentuan metode, langkah-langkah pembelajaran yang berlandaskan pada silabus. Hal ini sama halnya dengan pendapat Abdul majid di atas dalam bukunya perencanaan pembelajaran halaman 15 tersebut. Perencanaan mereka juga ada unsur tujuan, yang hal ini bermaksud sebagai ada hal yang diharapkan
19Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran, 15.
20Ivor K. Davies, Pengelolaan Belajar, 95.
21Ali Sri Nurhayati, Petunjuk Pelaksanaan Pembuatan RPP Terintegrasi TIK, 8.
dapat berubah secara tidak langsung. Analisis tersebut sama halnya dengan pernyataan Ivor K. Davies dalam bukunya pengelolaan belajar pada halaman 95. Selanjutnya perencanaan yang ditemukan di lapangan membuktikan perencanaan pembelajaran PAI kelas X sesuai dengan standart dari pembuatan perencanaan pembelajaran yang dikemuakan Ali Sri Nurhayati dalam bukunya Petunjuk Pelaksanaan Pembuatan RPP Terintegrasi TIK bahwa Rencana pelaksanaan pembelajaran sekurang- kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar dan penilaian hasil belajar.
2. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X di SMA Plus Darul Hikmah Kranjingan Sumbersari Jember Tahun Pelajaran 2017/2018
Pelaksanaan merupakan pengaplikasian kegiatan pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran pada hakekatnya merupakan perwujudan dari apa yang telah direncanakan.Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi Kurikulum 2013 meliputi pendahuluan, kegiatan inti dan penutup.22
Dari hasil analisa data menunjukkanpelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas X di SMA Plus Darul Hikmah Kranjingan Sumbersari Jember dilaksanakan dengan 3 tahap yakni pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran di dalam kelas ini meliputi ini meliputi 4 point yakni orientasiyang berisi
22Sofan Amri, Pengembangan, 28.
pemberian salam, memberiksa absen serta penyiapan mental dan konsentrasi peserta didik. Selanjutnya dipoint kedua ada apersepsi yang berisi pengaitan atauusaha mengingatkan kembalioleh guru kepada peserta didik antara materi yang akan dijelaskan denganmateri yang akan sudah mereka pelajari. Selanjutnya dipoint yang ketiga ada motivasi, yang dilanjutkan dengan pemberian acuan pada point ke empat yakni pemberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu beserta komponen KI, KD, juga indikator.Dalam tahap kegiatan inti ada pembahasan materi yang diajarkan dengan cara guru yang membawakannya dengan metode dan media pembelajaran yang sudah ada yang meliputi 5 M yakni melihat, mengamati, mendengar, menulis, membaca. Dalam kegiatan penutup ada pemberian kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan, atau pemberian petanyaan oleh ustad kepada siswa, dilanjutkan dengan penegasan atau penguatan dari guru atau ustad yang bersangkutan, disusul kemudian dengan doa bersama dan ditutup dengan salam. Fakta dilapangan ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Sofan Amri, dakam bukunya Pengembanga, pada halaman 28 tersebut di atas.
3. Evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X di SMA Plus Darul Hikmah Kranjingan Sumbersari Jember Tahun Pelajaran 2017/2018
Penilaian atau evaluasi merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam proses pembelajaran. Evaluasi diperlukan oleh guru untuk