BAB III METODE PENELITIAN
G. Tahap-tahap Penelitian
Bagian ini peneliti menguraikan proses pelaksanaan penelitian, mulai dari penelitian terdahulu, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, dan sampai pada penulisan laporan. Hal ini digunakan untuk memudahkan peneliti dalam tahap proses yang dilakukan selama penelitian berlangsung.
1. Tahap Pra Penelitian Lapangan
Penelitian lapangan ini terdapat empat tahapan yang dilalui, diantaranya:
a. Menyusun rencana penelitian
Pada tahap ini, penelti membuat rencana penelitian terlebih dahulu, misalnya mengumpulkan permasalahan yang dapat diangkat sebagai judul penelitian, kemudian dilanjutkan dengan pengajuan judul yang di setujui oleh Bapak H. Mursalim, M.Ag. Penyusunan matrik penelitian yang selanjutnya dikonsultasikan dengan dosen pembimbing Ibu Musyarofah, M.Pd, sampai penyusunan proposal penelitian sampai tahap akhir penyelesaian skripsi.
b. Memilih lapangan penelitian
Memilih lapangan penelitian, tentunya peneliti harus memutuskan dimana lembaga yang akan dijadikan lokasi peneltian dan subjek penelitian. Peneliti memilih di LKSA Yabappenatim Gebang Patrang Jember dan memfokuskan pada proses internalisasi nilai-nilai islami pada anak di LKSA.
c. Mengurus perizinan penelitian
Penelitian yang dilakukan peneliti merupakan penelitian resmi, maka peneliti harus menyertakan surat izin dari pihak kampus dan akademik yang ditanda tangani oleh Wakil dekan akademik Bapak Dr.
Mashudi, M.Pd yang diserahkan pada ketua LKSA Yabappenatim Gebang Patrang Jember.
d. Menjajaki dan menilai keadaan lapangan
Setelah surat perizinan pada lembaga LKSA Yabappenatim dengan respon yang baik dan peneliti diberikan kesempatan untuk melakukan penelitian oleh ketua LKSA Bapak Marjuki. Hal ini dilakukan untuk mempemudah peneliti dalam menggali data dari informan.
e. Memilih dan memanfaatkan informan
Pada tahap ini, peneliti memiih beberapa informan yakni, Ketua LKSA Yabappenatim, Pengasuh, pengurus, ustad.ustadzah dan anak asuh LKSA Yabappenatim Gebang Patrang Jember yang dianggap akan memberikan informasi yang layak dan relevan dari penelitian ini.
f. Menyiapkan peralatan penelitian
Pada tahap ini peneliti menyiapkan peralatan yang diperlukan saat melakukan peneitian, diantaranya seperti buku catatan, ala tulis, buku refrensi, alat rekam, kamera foto dokumen pendukung lainnya.
g. Tahap Pekerjaan Lapangan
Peneliti menyediakan beberapa tahap diantaranya:
1) Memahami latar belakang penelitian dan mempersiapkan diri.
2) Memasuki lapangan.
3) Berperan serta sambil mengumpulan data h. Tahap Analisis data
Analisis data merupakan proses menacari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumntasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan ke unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami diri sendiri dan orang lain.77 Tahap ini meliputi kegiatan-kegiatan berupa:
1) Kondensasi Data (selecting, focusing, abstracting, simplifying) 2) Penyajian data
3) Penarikan kesimpulan.
77 Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, Dan R&D, (Bandung:
Al-Fabeta, 2016), 334.
BAB IV
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
A. Gambaran Objek Penelitian
Bagian ini mendeskirpsikan gambaran objek penelitian secara umum tentang objek penelitian di LKSA Yabappenatim Gebang Patrang Jember yang meliputi:
1. Sejarah berdirinya LKSA Yabappenatim Gebang Patrang Jember Bismillahirahmanirohim Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan
seluruh alam. Didorong oleh kandungan makna Surah Al-Ma’un (pertolongan, Surah ke 107 dalam Al Qur’an) dan oleh keadaan masyarakat, maka sembilan orang yang didalam akte Notaris disebut sebagai pendiri, bersepakat untuk mendirikan suatu organisasi yang bersifat sosial, untuk memberi bantuan dalam bidang pendidikan anak- anak
yatim piatu, anak-anak yatim atau piatu dan anak-anak terlantar.
Organisasi sosial tersebut diberi nama YABAPPENATIM (Yayasan Badan Penolong Pendidikan Anak Yatim).
LKSA Yabappenatim yang terletak di Jl. Kaca Piring VI.no 124 Gebang Patrang Jember. Apabila diperhatikan, ternyata bahwa didalam pertumbuhan dan perkembangan masyarakat, banyak bahkan terlalu banyak anak-anak dari anggota masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam menempuh pendidikan. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain karena kondisi sosial ekonomi keluarga. Pendidikan memang
mudah untuk diperoleh apabila ada dana yang cukup. Untuk meringankan beban tersebut, maka YABAPPENATIM didirikan oleh sembilan orang pendiri yang disebut PENDIRI (sekitar tahun 1968), YABAPPENATIM baru memiliki akte notaris pada tanggal 28 Juni 1972.78
2. Visi LKSA Yabappenatim Jember
“Meraih Ridho Allah SWT dan Meraih Syafaat Rasulullah Muhammad SAW”
3. Misi LKSA Yabappenatim Jember
a. Mengajarkan budaya akhlakul karimah kepada anak asuh b. Membantu anak asuh mendapatkan kehidupan yang layak
c. Memfasilitasi pendidikan formal dari tingkat SD sampai SLTA dan pembekalan keterampilan anak asuh sesuai bakat dan minatnya.
4. Profil LKSA Yabappenatim Gebang Patrang Jember a. Nama Yayasan : YABAPPENATIM Akte Pendirian : No. 21 TgI. 28 Juni 1972
Alamat : 11. Kaca Piring IV / 125 JemberTelp.
(0331) 481687
e-mail : [email protected] / [email protected] b. Nama Panti Asuhan/ : LKSA YABAPPENATIM Alamat : JI. Kaca Piring IV / 125 Jember
c. Status Panti Asuhan : Terdaftar pada Dep.Sos. Jawa Timur Tgl. 31 Desember 1997 No.
61/STPU/OS/III/98 Tahun Didirikan : 1972
Luas Tanah : 5924 m2 d. Status : Milik Sendiri e. Sertifikat Tanah Hak Milik :
78 Dokumentasi. LKSA Yabappenatim ( Jember, 12 September 2019).
a. Buku Tanah : No. 0990 (Persil Perumahan)
Akte JB. PPAT. Soewondo SH. Camat Patrang
TgI. 1 April 1991No. 91 / IV PTR / 1991 DI. 301 No. 2943 / 1991
2) Luas Tanah : 1066 m2
3) Buku Tanah : No. 0989 (Persil Perumahan)
Akte B. PPAT. Soewondo SH. Camat Patrang
Tgl. 10 April 1991 No. 92 / IV PTR / 1991 DI. 301 No. 2941 / 1991
Luas Tanah : 1972 m2
4) Buku Tanah : No. 1053 (Persil Perumahan)
SK KWBPN Jatim TgI. 16 Sept. 1993 No. 910 / HM / 35 / 1993
DI. 302 TgI. 24 Desember 1993 No. 763 DI. 301 TgI. 2 Maret 1994 No. 3837 Luas Tanah : 270 m2 (Lokasi Terpisah).
Sertifikat : No. 2785 (Tanah Pertanian)
Kantor Pertanahan Jember
TgI. 24 Juni 2008 DI. 202 Tgl. 27 Desember 2007 No. 1333 / BA / 2007
Luas Tanah : 1450 m2
5. Susunan Pengurus LKSA Yabappenatim Gebang Patrang Jember Agar langkah dan kegiatan yang diambil untuk mencapai tujuan dapat lebih efektif dan maksimal, disusunlah kelembagaan YABAPPENATIM seperti tercantum dalam akte notaris nomor: 21 tanggal 28 Juni 1972 dan akte-akte yang lain sebagai perbaikan atau pembaharuan. Susunan pengurus LKSA sebagai berikut:79
Ketua : Marjuki
Sekretaris 1 : Mushthofa, S.Pd.I
79Dokumentasi, LKSA Yabappenatim, Gebang:Jember, 30 September, 2019.
Sekretaris 2 : Rama Yudha Pratama Bendahara 1 : Madaam Anieq Fatati, SE Bendahara 2 : Hj. Hidayati S.
Bidang/Sie :
1) Sarana dan Prasarana (Gedung) : Suparman 2) Kendaraan Operasional dan Sopir: Didik Sutomo 3) Olah Raga dan Pengembangan Diri : Untung Budiono 4) Dapur : Waginem
5) Keagamaan atau Kepengasuhan : Hasbullah 6) Penggalang Dana Donatur : Sujarno
7) Penerima Tamu : Siti Nurhidayah 8) Kebersihan atau Jaga Malam : Madin
9) Pembantu Umum : 1.Umi Farida 2. Soraya 3. Hj. Sumiyah A 6. Data Anak Asuh LKSA Yabappenatim Jember Tahun 2019
Anak asuh LKSA Yabappenatim Gebang Patrang Jember yang telah terdaftar dalam buku induk dan data Dinsos Jember dijelaskan pada tabel berikut:
Tabel 4.1
Data Anak Asuh LKSA Yabappenatim 2019-80
No Nama Anak Asuh Umur No Nama Anak Asuh Umur 1 Adelia Karina Putri 14 tahun 31 M Abdullah 12 tahun 2 Ahmad Fauzi 15 tahun 32 Bagus Alfa Widiana 18 tahun
3 Ali Maksum 16 tahun 33 Nur Fatimah 11 tahun
4 Dany Wahyu
Pratama 17 tahun 34
Kholil 18 tahun
5 Amalia Firdausi 16 tahun 35 Rumiyati 18 tahun 6 Eka Widiya P 13 tahun 36 Layinul Sofiah 16 tahun
7 Fauzan 15 tahun 37 Umrotul Holila 17 tahun
8 Fika Anggraeni 12 tahun 38 Sabra Aqwa Santoso 12 tahun 9 Firdatul Hasanah 16 tahun 39 Ahmad Fauzen 15 tahun 10 Feri Ahmad Wijaya 17 tahun 40 Rio Setiawan 17 tahun 11 Hidayatullah 14 tahun 41 Siti Rahayu 17 tahun
12 Ilham Mahdi F 16 tahun 42 Suhairi 17 tahun
13 Irfa Wulandari 17 tahun 43 Wardha Anisa Jm 14 tahun 14 Istiana Maulida 17 tahun 44 Asmawati 17 tahun 15 Ega Mahesa Tf 15 tahun 45 Qurotul Aini 16 tahun 16 M. Nur Hidayah Zb 15 tahun 46 Putri Ayu Ningsih 14 tahun
17 M. Yasid 16 tahun 47 Miswanto 17 tahun
18 Mahendra Putra S 13 tahun 48 Taufik Hidayat 16 tahun 19 Moh. Azmi Alifi 18 tahun 49 Wahyu Eka Ramdani 14 tahun 20 Moh. Badrul Munir 18 tahun 50 Mudazkir 18 tahun 21 Ning Dwi Yuliana 15 tahun 51 Muhammad Arifin 13 tahun 22 Nona Dewita Y 13 tahun 52 Qurotul Aini 15 tahun 23 Nur Maulana Malik I 16 tahun 53 Safinatun Najah 9 tahun 24 Nur Paulana 16 tahun 54 Ega Mahesa Tio F 16 tahun 25 Nuril Sofia 14 tahun 55 M Rizki Fathur R 10 tahun 26 Nurul Anisa Fitroh 16 tahun 56 Latifatun Najah 18 tahun 27 Putri Ayu Ningsih 15 tahun 57 Luluk Latifatus S. 18 tahun 28 Putri Febriani 14 tahun 58 Qurotul Aini 12 tahun 29 Wisnu Osta W 16 tahun 59 Alvin Basyar 11 tahun 30 Reva Agustin 15 tahun 60 Hayfa Areta Zizi 10 tahun
80 Dokumentasi, Data Anak LKSA Yabappenatim, Gebang , Jember, 30 September 2019.
B. Penyajian Data dan Analisis
Penelitian tidak akan ada data artinya tanpa adanya penyajian data, karena salah satu pokok dari sebuah penelitian terdapat dalam penyajian data hasil penelitian itu sendiri. Oleh karena itu setiap penelitian harus disertai dengan adanya penyajian data sebagai penguat, karena data yang telah diperoleh dan dianalisis dari hasil fokus penelitian yang telah ditetapkan.
Data-data yang diperoleh dari hasil penelitian yaitu: Internalisasi Nilai-nilai Islami Pada Anak di LKSA Yabappenatim Jember.
Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data diantaranya: observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai alat untuk memperoleh data yang berkaitan dengan fokus penelitian. Data yang diperoleh dari hasi penelitian dari yang bersifat global sampai kedalam data yang paling spesifik sesuai yang diperoleh.
Dalam hal ini akan dijelaskan sebagai berikut:
Internalisasi Nilai-nilai Islami Pada Anak di LKSA Yabappenatim Gebang Patrang Jember Tahun 2019 diantaranya dijelaskan sebagai berikut:
1. Tahap Transformasi Nilai-nilai Islami Pada Anak di LKSA Yabappenatim Gebang Patrang Jember Tahun 2019
Pada tahap transformasi ini pengawas anak asuh LKSA disebut ustad di LKSA menginformasikan nilai-nilai yang baik dan kurang baik kepada anak asuh yang dilakukan melalui komunikasi verbal. Jadi, tahap transformasi nilai Islami dilakukan oleh pengawas LKSA dalam proses pembelajaran dan penanaman nilai islami melalui proses pembelajaran
kitab Safinatun Najah yang berisi bab-bab mengenai seputar ajaran Islam kitab yang menjadi rutinitas kegiatan LKSA Yabappenatim seperti halnya:
bab sholat berjama’ah, menjalankan rukun Islam, rukun iman dan bab lainnya. Selain itu pembelajaran kitab tajwid, dan kitab hadist.
Proses dalam tahap transformasi ini dilakukan setiap malam Selasa dan Rabu dalam proses pembelajaran, selain itu transformasi nilai diterapkan setiap harinya di luar jam pelajaran melalui kegiatan motivasi dan kultum dari ustad. Internalisasi nilai-nilai Islami ini dilakukan guna untuk memberikan pemahaman secara verbal kepada anak asuh tujuannya agar anak mengetahui yang mana hal yang baik dan mana hal yang tidak baik menurut ajaran Islam dengan menggunakan tiga bahasa dalam kajian kitabnya (Jawa, Madura, dan Bahasa Indonesia).
Hal tersebut sebagaimana hasil wawancara dengan bapak Hasbullah selaku pengawas di bidang keagamaan sekaligus Ustad di LKSA Yabappenatim mengatakan bahwa:
“Transformasi nilai Islami yang dilakukan di LKSA ini mbak, saya selaku ustad bidang keagamaan menggunakan komunikasi verbal dengan anak asuh dalam pembelajaran kitab Safinatun Najah, Hadist 101 tentang Budi Luhur , kitab tajwid Hidayatus Shibyan.
Dilakukan setiap malam Selasa dan Rabu tujuannya untuk melatih anak asuh agar mengetahui nilai ajaran Islam yang baik dan buruk yang terkandung di dalamnya. Hal tersebut dimaksudkan agar anak asuh memahami dan mengetahui nilai-nilai Islami seperti keimanan, rukun sholat, fardu wudhu dan bab lainnya. Proses transformasi nilai Islami yang saya lakukan bukan hanya mencakup kegiatan sehari-hari, melainkan dalam pembelajarannya juga mengaji Al-qur’an yang benar sesuai dengan tajwid kitab Hidayatus Shibyan seperti mempelajari hukum nun sukun dan tanwin dan bab tajwid lainnya, serta hadist 101 tentang bab iman dan budi pekerti. Dalam pembelajarannya itu menggunakan 3 bahasa yakni (Indonesia, Jawa, dan Madura), selain itu kegiatan
yang mengandung nilai Islami seperti menginformasikan arti penting membaca sholawat terdapat di luar pembelajaran.”81
Pernyataan tersebut sepadan dengan hasil wawancara Nur Fatimah selaku anak asuh LKSA Yabappenatim menyampaikan:
“Pembelajaran yang dilakukan anak LKSA disini mbak penanaman nilai-nilai yang baik dan buruk sesuai ajaran Islam. Proses pembelajaran ini dilakukan setiap malam Selasa dan Rabu bersama anak asuh menggunakan kitab Safinatun Najah, Dasar Hadist 101 tentang Budi Luhur,dan Tajwid Hidayatus Shibyan. Biasanya setelah sholat berjama’ah pak Has selalu memberikan motivasi tentang ajaran Islam agar anak asuh lebih mengerti dan menjalankan perintah Allah.82
Pernyataan ini sebagaimana hasil wawancara dengan Suhairi selaku anak asuh LKSA mengatakan:
“Pak Has itu mengajarkan sesuai isi kitab dan bab-bab yang ada didalamnya mbak, atau intisari kitab dasar-dasarnya misalnya seperti: bab sholat, arti keikhlasan, tanggung jawab dan bab yang lainnya tentang Islam, biasanya dilakukan setiap malam Selasa menggunakan kitab Safinatun Najah, Dasar Hadist 101 tentang Budi luhur, dan Tajwid Hidayatus Shibyan dimalam Rabunya mbak dan setiap selesai sholat subuh memberikan motivasi semacam kultum.”83
Hasil wawancara dengan anak asuh dan pengawas LKSA diperkuat juga oleh pengurus LKSA yakni bapak abduh mengatakan :
“LKSA ini tujuannya untuk memenuhi dan memfasilitasi pendidikan bagi anak asuh. Pengawas LKSA atau ustad juga berperan penting dalam penanaman nilai-nilai Islam kepada anak, dalam menginformasikan nilai aqidah, syari’ah dan lebih-lebih akhlak anak karena hal itu sangatlah penting di LKSA ini untuk membina anak nantinya dan tumbuh dewasa sesuai ajaran Islam.
Pak Has selaku rekan saya mengajarkan ajaran Islam melalui Kitab Safinatun Najah, Hadist 101 tentang budi luhur, Tajwid Hidayatus Shibyan disetiap malam Selasa dan Rabu, dan saya sendiri setiap hari memantau perkembangan anak selalu memberikan pengarahan
81 Hasbullah, Wawancara, Gebang, Jember 12 September 2019.
82 Nur Fatimah, Wawancara, Gebang, Jember 12 September 2019.
83 Suhairi, Wawancara, Gebang, Jember 12 September 2019.
kepada anak asuh untuk melakukan perilaku yang baik, dan meninggalkan perilaku yang buruk tujuannya agar anak mampu mengetahui memahami arti penting dalam sebuah ilmu dan nilai yang harus ia peroleh lebih-lebih persoalan akhlak dan perilaku anak”.84
Sebagaimana hasil observasi bahwa di LKSA Yabappenatim proses internalisasi terlihat ketika yang dilakukan bapak Hasbullah selaku ustad kepada anak asuh, memahamkan nilai-nilai yang baik dan yang buruk yang wajib diketahui oleh anak asuh, dan semua itu butuh proses dalam pemahaman bab, dan isi dari pembelajaran yang sudah dilakukan dari Kitab Safinatun Najah, Tajwid Hidayatus Shibyan dan Hadist 101 tentang budi luhur, maupun transformasi diluar jam pembelajaran. Tahap transformasi yang dilakukan untuk materi pemahaman tentang penanaman nilai-nilai Ibadah, akhlak, kejujuran, keadilan, tanggung jawab dan amanah, kerja keras, istiqamah, ikhlas, dan kesabaran dan nilai-nilai Islami lainnya. Proses ini terlihat dilakukan ketika setelah sholat berjama’ah maghrib setiap malam Selasa dan malam Rabu di mulai pukul 18.05-19.00 WIB di musholla kegiatan tersebut menggunakan komunikasi verbal dan di luar jam pelajaran semacam motivasi selalu diberikan oleh pengawas keagamaan.
Proses kegiatan ini sebagai sarana pendukung yang dilakukan ustad atau LKSA bapak Hasbullah mempersiapkan para anak asuh sebagai pemahaman tentang bab yang diajarkan dalam kitab Safinatun Najah, Dasar hadist, Tajwid. Hal tersebut sejalan dengan hasil observasi yang
84 Abduh, Wawancara, Gebang, Jember 12 September 2019.
dilakukan, terlihat ketika ustad menjelaskan hadist tentang halal dan haram larangan bersentuhan laki-laki dan perempuan, halal dan haram tentang makanan dan minuman, rukun sholat, sholat berjama’ah, fardhu wudhu, dan bab hukum Islam lainnya. Terlihat ketika anak asuh mendengarkan, dan menuliskan apa yang telah mereka pelajari. Hal tersebut dapat dilihat pada gambar berikut:85
.
Gambar 4.1
Dokumentasi Kegiatan Verbal Transformasi Nilai melalui Kajian Safinatun Najah Kitab dasar Hadist, dan Tajwid Berdasarkan hasil pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi, maka dapat disimpulkan bahwa proses transformasi nilai- nilai Islami dilakukan dengan menginformasikan nilai yang baik dan yang kurang baik melalui pembelajaran kitab Safinantun Najah, Hadist 101 tentang Budi luhur, dan Tajwid Hidayatus Shibyan, menggunakan metode ceramah. Ustad LKSA menerangkan dan menuliskan di papan tulis bab yang terdapat didalam kitab tentang rukun sholat, bab wudhu dan hukum Islam lainnya dengan menggunakan tiga bahasa (Jawa, Madura, dan
85 Observasi, Gebang, Jember 14 September 2019.
Indonesia). Ustad menerangkan dengan tiga bahasa tersebut karena tingkatan anak-anak berbeda-beda, dan dari latar belakang dan suku yang berbeda, untuk memudahkan anak asuh memahami dari proses verbal yang dilakukan keduanya dengan mengadakan transformasi nilai Islami di luar jam pembelajaran pembiasaan motivasi semacam kultum ajaran Islami melalui nasihat yang diberikan oleh pengurus LKSA, pengawas dan pengasuh di waktu tertentu malam Selasa dan Rabu setelah sholat berjama’ah subuh dan kegiatan kultum di pagi hari untuk motivasi diri bagi anak asuh.
2. Tahap Transaksi Nilai-nilai Islami Pada Anak di LKSA Yabappenatim Gebang Patrang Jember Tahun 2019
Tahap transaksi nilai Islami pada anak asuh LKSA ini dengan melakukan komunikasi dua arah atau interaksi antara anak asuh dan ustad yakni bersifat timbal balik. Tahapan ini ustad tidak hanya menyajikan informasi tentang nilai yang baik dan buruk saja, tetapi terlibat dalam contoh amalan atau aplikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari diterapkan dan dikerjakan. Tahap transaksi nilai ini ustad dan anak asuh sama-sama memiliki sifat yang aktif. Tekanan dari komunikasi ini masih menampilkan sosok fisiknya dari pada sosok mentalnya. Dalam contoh ini anak asuh diminta memberikan respon yang sama, yakni menerima dan mengamalkan nilai itu sesuai yang diajarkan dan dicontohkan.
Hasil wawancara dengan bapak Hasbullah tentang tahap transaksi nilai-nilai Islami mengatakan bahwa:
“Tahap transaksi nilai Islami di LKSA Yabappenatim ini, dilakukan dengan cara timbal balikdalam pembelajaran antara saya dan anak asuh, tujuannya melakukan komunikasi agar anak asuh aktif. LKSA disini bukan identik dengan pondok pesantren yang melakukan pembelajaran kitab secara mendalam mbak, akan tetapi LKSA disini saya menjelaskan isi dari kitab seperti kitab Safinatun Najah, Hadist 101 tentang budi luhur, dan Tajwid Hidayatus Shibyan, dengan proses transaksi pembelajaran di dalam mushollah anak asuh mendengarkan, apa yang saya ajarkan, dan saya contohkan setiap harinya, karena kemajemukan anak asuh berbeda beda dari segi cara berfikir, dan memahami ilmu untuk mereka terapkan sesuai yang diajarkan. Ketika Saya menjelaskan bab rukun sholat berjama’ah dan keutamaannya dengan berbagai banyak manfaat dan tujuannya anak anak agar melakukan hukum tersebut, kemudian anak asuh merespon apa yang saya ajarkan dan saya contohkan sehingga mereka menerapkan dan mengerjakan setiap harinya sesuai ajaran Islam yang telah mereka pelajari.”86
Dari pemaparan hasil wawancara diatas Latifah sebagai anak asuh memaparkan hal yang senada terkait tahap transaksi nilai yang dilakukan oleh Bapak Hasbullah dan anak asuh selama proses pembelajaran bahwa:
“ Iya mbak betul, pak Has disini itu tidak hanya menyampaikan materinya saja, Pak Has juga sering memberikan contoh dan memberikan kesempatan anak untuk bertanya agar materi yang disampaikan itu dimengerti, yahh semacam tanya jawab itu mbak, misalnya materi bagaimana tentang Indahnya berbagi, hidup harus gotong royong saling bertanggung jawab, dan berbaik sangka sesama manusia, berperilaku jujur, ikhlas, sabar, istiqomah, dan nilai-nilai yang sesuai ajaran Islam. Tujuannya pak Has nantinya anak asuh melaksanakan dan mengamalkan dalam kehidupan nyata dan menjadi contoh yang baik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat sekitar sesuai visi misi LKSA Yabappenatim. 87
Pernyataan ini sebagaimana hasil wawancara kepada anak asuh yang bernama Suhairi menyampaikan hal yang serupa yakni:
“LKSA Yabappenatim itu dalam proses pembelajarannya tidak jauh dari kegiatan di pesantren pada umumya, dalam persoalan penanaman nilai Islami. Pak Has sering kali memberikan contoh, dan
86 Hasbullah, Wawancara. Gebang, 20 September 2019.
87 Latifah , Wawancara, Gebang Jember 20 September 2019.
perilaku kepada kami setiap harinya, sesuai ajaran Islam dan isi pembelajaran kitab Safinatun Najah, Hadist 101 tentang budi luhur, dan Tajwid Hidayatus Shibyan, Tujuan Pak Has selaku pengawas kami sekaligus ustad kami mbak, yang mempunyai tanggungjawab kepada anak untuk menjaga, dan memberikan yang terbaik bagi anak lebih-lebih dalam penanaman nilai Islam, yang harus dipelajari dikerjakan sesuai aqidah dan syari’ah dan akhlak dan berpedoman dengan al-qur’an dan hadist. Jadi anak-anak disini melakukan dan mengamalkan apa yang telah beliau ajarkan kepada kami”.88
Hasil wawancara dengan Suhairi diperkuat oleh Bapak Marjuki selaku Ketua LKSA Yabappenatim bahwa:
“LKSA disini mbak, anak asuh menerapkan nilai-nilai ajaran Islami yang telah diajarkan, oleh salah satu ustad LKSA yakni pak Has dan anak-anak mematuhi serta melaksanakan mbak, setiap harinya dengan cara menjalakan perintah, peraturan kebaikan yang telah mereka pelajari, diantaranya ngaji kitab Safinatun Najah, Hadist 101 tentang Budi Luhur, Tajwid Hidayatus Shibyan sesuai hukum Islam dan kegiatan di luar pembelajaran seperti tahlil, pembacaan sholawat, belajar bela diri, membantu masyarakat dan kegiatan lainnya yang ada di LKSA Yabappenatim mbak.”89
Observasi yang dilakukan oleh Peneliti tentang internalisasi dari tahap transaksi nilai-nilai Islami pada anak yang diakukan oleh pengawas sekaligus ustad LKSA Yabappenatim ini, sedikit banyaknya sudah diaplikasikan dan anak merespon apa yang telah diajarkan di LKSA Yabappenatim ini. Terlihat ketika Pak Hasbullah selaku ustad, menjadi pengawas selama 24 jam bersama anak asuh setiap harinya. Hal tersebut terlihat ketika anak asuh mau menjalankan kewajiban sholat berjama’ah magrib pada waktu itu, anak asuh menerapkan dan mengamalkan dari nilai-nilai yang sudah diajarkan dan dicontohkan ustad.
88 Suhairi, Wawancara, Gebang Jember, 20 September 2019.
89 Marjuki, Wawancara, Gebang Jember, 20 September 2019.