• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahap-tahap Penelitian

Dalam dokumen peranan serikat pekerja dalam perlindungan (Halaman 64-67)

BAB III METODE PENELITIAN

G. Tahap-tahap Penelitian

a. Menyusun rangcangan penelitian, dalam menyusun rancangan ini, peneliti menetapkan beberapa hal seperti: judul penelitian, alasan penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, obyk penelitian dan metode yang digunakan.

b. Memilih lokasi penelitian. Sebelum penelitian dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu memilih lapangan penelitian. Lapangan yang dipilih oleh peneliti adalah di Desa Kemuningsari Kecamatan Jenggawah.

c. Mengurus perizinan. Sebelum melakukan penelitian peneliti mengurus surat perizinan yaitu meminta surat permohonan penelitian kepada pihak kampus UIN KHAS Jember. Dengan surat pengantar dari ketua program studi, maka peneliti memohon izin kepada yang bersangkutan untuk melakukan penelitian. Dengan demikian peneliti dapat langsung melakukan penelitian ditempat tersebut.

d. Melihat keadaan lapangan. Pada tahap ini mulai menjajaki dan melihat keadaan lapangan untuk lebih mengetahui latar belakang objek penelitian, lingkungan sosial dan pendidikannya. Hal ini memudahkan peneliti di dalam menggali data.

e. Memilih informan. Peneliti memilih informan untuk mendapatkan informasi. Informan yang diambil dalam penelitian ini adalah kepala

Gudang Tembakau diKemuningsari, dan para pekerja perempuan di Gudang Tembakau Kemuningsari.

2. Tahap Pekerjaan Lapangan

Pada tahap ini peneliti mulai mengunjungi tempat penelitian dan peneliti terjun kelapangan. Dan pada tahap ini peneliti melaksanakan penelitian. Peneliti mengumpulkan semua data-data yang diperlukan melalui metode observasi, dan dokumentasi kemudian menganalisis data yang kemudian dijadikan laporan.

3. Tahap analisis data

Tahap analisis data ini merupakan tahap terakhir dari proses penelitian. Pada tahap ini peneliti mengumpulkan data dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian menganalisis data yang kemudian dijadikan laporan.

a. Desa Kemuningsari untuk melakukan kegiatan penelitian.

b. Menilai keadaan lapangan, peneliti setelah diberikan izin maka mulailah melakukan penjajakan dan menilai lapangan untuk lebih mengetahui latar belakang objek peneliti.

c. Menyiapkan perlengkapan penelitian dalam hal ini peneliti dapat mengumpulkan data yang berhubungan dengan penelitian.

d. Memilih dan memanfaatkan informan, dalam hal ini informan perlu direkrut seperlunya dan diberi tahu tentang maksud dan tujuan peneliti jika hal ini mungkin dilakukan. Agar peneliti memperoleh informan yang benar-benar mempenuhi persyaratan, karena ia menyelidiki

motivasinya, dan bila perlu mengetes informasi yang diberikannya, apakah benar atau tidak.

a) Tahap pelaksanaan di lapangan

Setelah persiapan dianggap matang, maka tahap selanjutnya adalah melaksanakan penelitian. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

1) Memahami latar belakang penelitian.

2) Memasuki lapangan penelitian.

3) Mengikuti kegiatan sambil mengumpulkan data.

b) Tahap analisis data

Analisis data menurut patton adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar.

BAB IV

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

A. Gambaran Objek Penelitian a. Letak Desa Kemuningsari

Jenggawah merupakan salah satu nama didesa yang ada di kecamatan Jenggawah kabupaten Jember provinsi Jawa Timur, Desa Kemuningsari terdiri dari 8 dusun diantaranya Dusun wonojati, Kertonegoro kemuningsari kidul, sruni, satisari, satimulyo, cangkring jenggawah. Dan disini Desa Kemuningsari terletak kurang lebih 20 km kearah selatan dari kota Jember.

Batas- batas wilayah Kecamatan Jenggawah memiiki di antaranya : 1. Bagian utara :Kecamatan Agung

2. Bagian Barat :Kecamatan Balung 3. Bagian selatan : Kecamatan Ambulu

55

4. Bagian Timur :Kecamatan Tempurejo

Luar wilayah desa kemuningsari ini 12443, tanah 1357 m B. Sejarah Gudang Kemuningsari

1. Sejarah pergudangan tembakau di jember sudah berlangsung lama seperti di gudang tembakau di kemuningsari yang didirikan sejak tahun 1980.

Tembakau adalah komoditas perdagangan yang memerlukan beberapa tahap penanganan sejak ditingkat petani maupun ditingkat gudang hingga siap dipasarkan, penanganan harus dilakukan pada setiap lembar daun sehingga diperlukan banyak sekali pekerja yang tekun dan telaten. suatu sifat yang kebanyakan dimiliki perempuan, rata-rata gudang tembakau menggunakan 99% pekerja perempuan, tenaga pria hanya 1%

umumnya mengerjakan pekerjaan gudang yang tidak dapat dikerjakan perempuan, namun ada pula yang mengerjakan pekerjaan yang sama dengan perempuan.

Tembakau adalah produk musiman oleh karena itu maka kebanyakan gudang tembakau hanya bekerja selama 5 sampai 9 bulan saja dalam satu tahun.

Gudang Tembakau di kemuningsari terdiri dari 5 gudang di lokasi yang berbeda yaitu :

Lokasi gudang Pusat di desa kemuningsari.

Lokasi gudang ke 2 di desa kemuningsari.

Lokasi gudang ke 3 di sumbersari / pakem.

Lokasi gudang ke 4 di klompongan kecamatan Ajung.

Lokasi gudang ke 5 di Ambulu.

a. Serikat pekerja didalam gudang tembakau di desa kemuningsari terdiri dari 7 orang.

b. Pekerja perempuan dalam gudang tembakau terdiri 150 orang.

c. Upah yang diperoleh pekerja perempuan dalam gudang tembakau yaitu 1.500 perbulan.

d. Ada beberapa jenis pekerjaan perempuan yang terdapat digudang tembakau diantaranya:

1) Bagian Asin/Pilihan akhir 2) Bagian Blok/Memilih dasar 3) Bagian Warna

C. Penyajian dan Analisis Data

1. Implementasi hak-hak tenaga kerja perempuan dalam Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan di Gudang Tembakau di Desa Kemuningsari Kecamatan Jenggawah.

Tenaga kerja merupakan peranan yang sangat penting dalam proses pembangunan negara. Sesuai kedudukanya diperlukan pembangunan ketenagakerjaan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja serta pelindungan hak-hak dasar tenaga kerja sesuai harkat dan martabat kemanusiaan. Hak pekerja termasuk ke dalam hak asasi dimana negara mempunyai kewajiban untuk melindungi.

Status perempuan sebagai pekerja tidak boleh menggagu kodrat perempuan sebagai ibu dan dapat hamil, menyusui dan membesakan

anaknya. Perusahaan manapun wajib memberikan perhatian terhadap pemenuhan hak-hak khusus pekerja perempuan dan tidak memberlakukan tindakan diskriminatif terhadap pekerja perempuan. Kesetaraan perlakuan ditempat kerja sangatlah penting dalam kualitas hubungan industrial yang harmonis.49

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengatur beberapa aturan dengan tujuan untuk menjamin hak-hak dasar pekerja, diantaranya:

a. Hak atas kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan (pasal 5), dan perlakuan yang sama tanpa adanya deskriminasi bagi pekerja/buruh (pasal 6).

b. Hak yang berkaitan dengan fungsi reproduksi khusus pekerja perempuan, yaitu:

1) Hak untuk mendapatkan perlakuan dan perlindungan khusus saat hamil, dana tau dampak dari pekerja yang merugikan janin (pasal 76).

2) Hak untuk mendapatkan cuti haid 9 pasal 81).

3) Hak untuk mendapatkan cuti hamil, melahirkan dan keguguran yang ada di dalam (pasal 82).

4) Hak untuk mendapatkan waktu menyusui termasukdalam hal ini perusahaan wajib menyediakan ruangan laktasi (pasal 83).

49Sali, Susiana, “Perlindungan Hak Pekerja Perempuan dalam Perspektif Feminisme”, Aspirasi, Vol,8, No.2 (Desember 20017), h. 209

5) Hak untuk tetap mendapatkan upah penuh selama cuti haid dan hamil (pasal 84).

c. Hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja yaitu hak-hak yang melekat terhadap pekerja perempuan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan kerja yang menjamin kesehatan, keselamatan kerja, moral kesusilaan, dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agasa (pasal 86) d. Hak untuk memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan

yang layak bagi kemanusiaan (pasal 88)

e. Hak untuk memperoleh jaminan sosial tenaga kerja untuk pekerja dan keluarganya, guna meningkatkan kesetaraan pekerja (pasal 99).

Halnya pekerja perempuan di gudang tembakau di desa Kemuningsari merupakan tenaga harian lepas, yang tidak terlalu mengikat terkait waktu kerja, namun masih banyak hak yang belum terpenuhi dari perusahaan. Seperti halnya hasil wawancara Bapak Saiful selaku kepala gudang 2 di Gudang Tembakau di Desa Kemuningsari yaitu:

“Disini para pekerja buruh perempuan musiman tidak adanya kontrak kerja karena mengikuti hasil panen tembakau tiap musiman, tetapi masalah libur kerja ditetapkan pihak gudang setiap hari minggu, gaji para buruh semua sama mengikuti UMR Jember tetapi gaji keluar stiap 10 hari sekali melalui rekening buruh masing-masing, gaji buruh perempuan dan gaji buruh laki-laki tidak ada perbedaan”.50

50Saiful, Wawancara, Jember, 08 Februari 2022

Namun demikian ada beberapa hak yang patut didapatkan ditinjau dari sisi kepatuhan dan kemanusian, yang ada penelitian ini di tetapkan sebagai berikut:

a. Hak Pekerja perempuan dalam menerima upah yang sama dengan pekerja laki-laki digudang tembakau.

Di gudang tembakau ini terkait upah sama rata, meskipun dalam proses kerjanya harus mencapai target, padahal target yang di dapatkan setiap pekerja berbeda dan juga ada jam lemburnya. Hasil wawancara Ibu Yati sebagai berikut:

“Dalam Gudang tembakau disini tidak ada perbedaan sama rata gajinya sama pekerja laki-laki dan pekerja laki-laki disini kerjanya ngepres/mengemas tembakau yang sudah dipilih untuk dikirimkan ke pabrik rokok, jadi disini tidak ada perbedaan antara upah/gaji pekerja laki-laki dan perempuan”.51 b. Hak mendapatkan upah minimum yang diterima sebesar UMR

kabupaten Jember.

Di gudang tembakau upah yang diterima sesuai dengan UMR Kabupaten, dan penerimaan upah ini tidak serentak ada kebebasan dalam penerimaannya tgerkait waktu. Hasil wawancara dengan Ibu santi yaitu:

“Dalam Gudang tembakau disini gajinya sudah sesuai UMR Jember tetapi gaji setiap buruh itu 10 hari sekali dulu setiap gaji dikasih langsung kalau sekarang sudah di transfer direkening semua buruh”.52

51Yati, Wawancara, Jember, 14 Februari 2022

52Santi, Wawancara, Jember, 15 Februari 2022

c. Hak cuti melahirkan

Dalam hal yang berkaitan dengan hak-hak di bidang reproduksi yang mana terdapat dalam pasal 82 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Gudang Tembakau di Desa Kemuningsari memberikan hak curi melahirkan sekitar 3 bulan yakni 1.5 bulan sebelum dan setelah melahirkan. Artinya dalam hal ini pihak gudang sudah memehuni hak untuk pekerja perempuan dalam bidang reproduksi sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Namun dari hasil wawancara mbk Yayuk yakni:

Disini pekerja perempuan merupakan bukan pekerja tetap, jadi bagi pekerja yang sedang hamil dirasa sangat tidak memungkinkan untuk bekerja karena bisa mengganggu kehamilannya maka pekerja tersebut diberhentikan demi keselamatan dirinya dan janin yang dikandungnya, kemudian dapat bekerja setelah melahirkan”.53

d. Hak pemberian insentif atas adanya hari besar atau penghargaan khusus.

Bagi pekerja wanita yang kinerjanya bagus di tempat tersebut.

maka mendapatkan penghargaan tersendiri sebagai bentuk apresiasi atau adanya hak intensif hari raya. Menurut hasil wawancara mbk nita yaitu:

53Yayuk, Wawancara, Jember, 16 Februari 2022

“Di gudang tembakau kemuningsari sini tidak ada uang insentif tunjangan hari raya yang biasa disebut THR lebaran, tidak ada uang insentif apresiasi dari pihak gudang untuk pekerja”.54

e. Hak adanya fasilitas umum dan kesehatan.

Jika ada pekerja yang sakit ataupun membutukan hak kebutuhan medis, maka pihak perusahaan menanggung/membantu secara material 50% Dan Jaminan Keselamatan Kerja dan Jaminan Keselamatan Kerja. Menurut wawancara mbk yeni yaitu:

“Tidak ada jaminan kesehatan ataupun uang ganti bagi pekerja yang sakit, tidak adanya fasilitas kesehatan digudang”.55

2. Peranan Serikat Pekerja dalam Perlindungan Hak-hak Tenaga kerja perempuan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan di Gudang Tembakau di Desa Kemuningsari Kecamatan Jenggawah.

Serikat Pekerja sebagai organisasi, yaitu suatu tempat/wadah yang berwenang dalam memperjuangkan hak-hak para perkerja/buruh yang bertujuan dan bersifat sosial, untuk kesejahteraan sosial keadian sosial dan kemakmuran. Dalam tatanan menurut masyarakat organisasi sosial yang bersifat independen sangat lah penting keberadaanya serta sangat harapkan untuk bekerja efektif dan efesien .

Serikat Pekerja yaitu sebagai pihak dalam Pembuatan Perjanjian kerja, yang dimaksud yaitu Serikat Pekerja sebagai salah satu pihak yang

54Nita, Wawancara, Jember, 17 Februari 2022

55Yeni, Wawancara, Jember, 18 Februari 2022

mewakili atau menyepakati sebuah perjanjian yang dibuat oleh suatu perusahaan dalam bentuk perjanjian diatas hukum, dan apabila ada terjadi suatu hal yang merugikan sepihak terhadap pekerja/buruh maka serikat pekerja harus berhak untuk menolak atau tidak setuju dengan pembuatan perjanjian yang dilakukan perusahaan tersebut. Dalam hal ini serikat pekerja sebagai wakil dan penyalur yaitu suatuwadah yang menjadi tempat menampung aspirasi para pekerja dalam hal apapun yang bersifat hak asasi manusia, hak-hak pekerja,sehingga apa yang para pekerja /buruh inginkan terpenuhi dan tersalurkan selama itu bersifat positif dan adil kepada para pekerja, sehingga tercipta keadilan yang sejahtera dan demokratif adapun di dalam gudang Tembakau di Kemuningsari serikat kerja memberikan hak-hak keselamatan dan kesehatan kerja seperti halnya dalam pekerjaan mengalami kecelakaan kerja maka akan ditanggung oleh gudang tersebut, Mendapatkan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia sebagai nilai – nilai agama.

Skema

Peranan Serikat Pekerja Dalam Perlindungan Hak Hak Pekerja Perempuan Dalam Undang-Undang

No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Pekerja/Buruh Serikat Pekerja

Undang-Undang

Bahwa pada dasarnya pekerja wanita harus mendapatkan hak-hak yang tertera dalam Undang-UndangNomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dalam pasal 86 diantaranya:

1) Setiap Pekerja/buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan

2) Untuk mewujudkan Penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),pemerintah menetapkan kebijakan Pengupahan yang melindungi pekerja / buruh

3) Kebijakan Pengupahan yang melindungi Pekerja/buruh sebagaimana dimaksud dalam ayat(2)

4) Pemerintah menetapkan upah minimum sebagaimana dimaksud dalam ayat(3) berdasarkan kebutuhan hidup layak dan dengan memperhatikan produktifitas dan pertumbuhan ekonomi.

5) Sebagaimana telah disebutkan dalam undang-undang ketenagakerjaan perihal hak-hak yang harus dipenuhi , maka hal ini di lapangan seharusnya sebagai serikat kerja harus menjalankan peran dengan penuh tanggung jawab. Karena peran serikat erja sangat utam dan dominan bisa disebut sebagai wakil atau coordinator dalam proses kerja maupun kinerjanya.

65 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan penyajian dan analisis data yang penulis kumpulkan maka penulis menyimpulkan penelitian ini sebagai berikut:

1. Implementasi hak pekerja perempuan di Gudang Tembakau di Desa Kemuningsari Kecamatan Jenggawah dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, terdapat beberapa hak pekerja yang belumdipehuni secara maksimal sehingga dalam hal ini belum dipenuhi perspektif Undang- Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Adapun pemenuhan hak-hak pekerja perempuan yang belum terpenuhi adalah sebagai:

a. Hak cuti haid.

b. Pemberian ruangan laktasi bagi pekerja perempuan yang sedang dalam masa menyusui.

c. Jumlah kamar mandi yang belum maksimal. Terkait dengan pemenuhan hak kenyamanan bagi pekerja.

d. Pemberian insentif atas adanya hari besar atau penghargaan khusus.

Akan tetapi disisi lain di Gudang Tembakau di Desa Kemuningsari Kecamatan Jenggawah telah memenuhi hak-hak pekerja sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Adapun hak-hak pekerja yang sudah dipenuhi di Gudang Tembakau di Desa Kemuningsari Kecamatan Jenggawah adalah sebagai berikut:

1. Hak Pekerja Perempuan dalam menerima upah yang sama dengan pekerja laki-laki.

2. Pemenuhan Hak upah minimum UMR.

3. Pemenuhan hak cuti melahirkan.

4. Pemenuhan hak-hak fasilitas umum dan kesehatan.

5. Hak untuk melaksanakan Ibadah.

2. Peranan Serikat Pekerja dalam perlindungan hak pekerja perempuan.

Serikat Pekerja adalah melindungi dan memperkerjakan perbaikan upah, melindungi pekerja terhadap ketidakadilan dan diskriminasi, memperbaiki kondisi kerja dan melindungi lingkungan kerja, Perjanjian Kerjasama, Harkat dan Martabat Pekerja. Adapun hak-hak pekerja yaitu untuk mengembangkan potensi kerja, mengembangkan minat, bakat dan kemampuan, hak dasar atas jaminan sosial kesehatan dan keselamatan kerja, hak mendapatkan upah yang layak, hak untuk berlibur, cuti, istirahat serta memperoleh pembatasan waktu kerja, hak dasar untuk membentuk serikat pekerja, hak melakukan aksi mogok kerja dan hak melindungi atas pemutusan hubungan industrial. Dengan demikian, Peranan Serikat Pekerja pada Gudang Tembakau di Desa Kemuningsari Kecamatan Jenggawah yang sudah melindungi hak-hak pekerjanya.

B. Saran

1. Penulis menyarankan kepada Gudang Tembakau di Desa Kemuningsari Kecamatan Jenggawah yang dalam pelaksanaan pemenuhan hak-hak pekerja perempuan yang telah diatur dalam Undang-Undang No. 13 Tahun

2003 tentang Ketenagakerjaan masih belum terpenuhi secara maksimal.

Seharusnya di Gudang Tembakau di Desa Kemuningsari Kecamatan Jenggawah sebagai gudang yang melibatkan tenaga kerja perempuan memperhatikan betul pemenuhan hak-hak dasar bagi pekerjanya agar dalam hubungan kerja ini tidak ada pihak-pihak yang dirugikan (pekerja atau perusahaan).

2. Penulis menyarankan kepada Serikat Pekerja agar meningkatkan pengawasannya terhadap para pelaku usaha di jember sehingga terwujudnya hubungan yang baik antara pekerja dan pelaku usaha.

3. Penulis menyarankan kepada seluruh tenaga kerja di Indonesia terkhusus kepada pekerja perempuan agar meningkatkan pengetahuannya terhadap hak-ahak yang harus diperoleh dan lebih mengerti akan peraturan- peraturan yang mengatur tentang Ketenagakerjaan dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Prayitno, Iwan. Wanita Islam Perubah Bangsa, Jakarta : Pustaka Tarbiatuna. 2003 Soedjono, Wiwoho, Hukum Perjanjian Kerja, Jakarta : PT Rineka Cipta. 1991 Bambang S, Joni, Hukum Ketenagakerjaan, Bandung : Pustaka Setia. 2013

Smith, Rhona K,M. Hukum Hak Asasi Manusia. Yogyakarta : PUSHAM UII.

2015

Pujiastuti, Endah, Pengantar Hukum Ketenagakerjaan. Semarang : University Press. 2007

Asyhadie, Zaeni, Hukum Kerja Hukum Ketenagakerjaan Hubungan Kerja.

Jakarta : Raja Grafika. 2007

Kartasapoetra, Gunawi, Hukum Pemburuan Indonesia di Bidang Pelaksanaan Hubungan Kerja. Jakarta : Sinar Grafika. 1994

Margiati, L. Hak hak Perempuan dalam Islam. Yogyakarta: LSPA. 2001 Skripsi dan Jurnal

Abidin, Harintin. “Peran Serikst Pekerja dalam Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Studi pada Serikat PT. PLN (Perseroan) Wilayah SULSELBAR”, Skripsi, Universitas Negeri Makasar, 2017

Anasari, Fitri, “Pelaksanaan Perlindungan Hukum Pekerja Perempuan berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan (Studi kasus di CV. Sinar Joyo Boyo Plastik Kota Malang), Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2016

Yati, Alan, “Pelaksanaan Hak Cuti Haid dan Cuti Hamil Menurut Hukum Islam dan Undang-Undang No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan (Studi kasus di PT. Indikom Samudra Persada)”, Skripsi, Institut Agama Islam Raden Intan Lampung, 2017

Halimah, Hana Nur.”Perlindungan Hukum Pekerja Perempuan di SPBU, Bersama Membangun Sahabat Malang Tinjauan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Hukum Islam”, Skripsi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2015

Madani S, Resky. “Peran Serikat Pekerja Terhadap Perlindungan Hak-Hak Pekerja di PT. Mars Indonesia Noling Lawu”, Skripsi, IAIN Palopo, 2020

Tsuroyya, Churin. “Pemenuhan Hak Pekerja Perempuan di PT. Djarum Tayu Pati” Skripsi, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2018

Narendra, David Bayu. “Peran Serikat Pekerja Nasional (SPN) DPC Kota Semarang dalam Memperjuangkan Hak-Hak Tenaga Kerja Outsoucing di Kota Semarang pasca keluarnya putusan MK 27/PUU-IX/2011”. Skripsi, Universitas Negeri Semarang, 2013

Najib, Ainun. “Peran Serikat Pekerja dalam Perlindungan Hak-Hak Buruh di PT.

Gloria Satya Kencana”. Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2016

Perdana, Satrianto Fajar. “Fungsi Serikat Pekerja dalam Perlindungan Hak-Hak Pekerja di PT. Indonesia menurut Undnag-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan”. Skripsi, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, 2012

Ekdy, Elifaz. “Peran Serikat Pekerja Terhadap Ketenagakerjaan Pekerja Melalui Unjuk Rasa pada Serikat Pekera Nasional PSP PT. Sai Industries”. Skripsi, Universitas Diponegoro, 2012

Pujiastuti, Dwi. “Peranan Serikat Pekerja dalam Menciptakan Hubungan Industrial yang Harmonid di PT. Air Mancur”. Skripsi, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2010

Umam, Khoirul. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan”. Skripsi, Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2009

Fricha, Tia Agustin. “Peran Serikat Pekerja Kesepakatan Kerja Bersama”.

Skripsi, Universitas Diponegoro, 2013

M Ihsan. “Karakter Kemandirian Masyarakat Kudus Menghadapi Industrial Pekerja”, 2011

Rezafaraby. “Peran Serikat Pekerja dalam Upaya Menjamin Pemenuhan Hak Pekerja”. 2016

Susiana, Sali. “Perlindungan Hak Pekerja Perempuan dalam Perspektif Faminisme”, 2017

Ambarwati, A. “Tenaga Kerja Wanita dalam Perspektif Islam”. MUWAZAH, 2009.

Undang-Undang dan Lainnya Al Qur’an An Nahl ayat 97.

Al Qur’an Al-Isra ayat 70.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2000 Tentang Srikat Pekerja/Buruh

Wawancara

Bapak Saiful, Wawancara Jember, 08 Februari 2022 Ibu Yati, Wawancara Jember, 14 Februari 2022 Ibu Santi, Wawancara Jember, 15 Februari 2022 Ibu Yayuk, Wawancara Jember, 16 Februari 2022 Ibu Nita, Wawancara Jember, 17 Februari 2022 Ibu Yeni, Wawanca Jember, 18 Februari 2022

Penelitian Peranan Serikat

Pekerja dalam perlindungan hak- hak pekerja perempuan dalam Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Studi Kasus di gudang tembakau di Desa

Kemuningsari Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember )

Perlindungan hak- hak pekerja perempuan dalam Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Peranan Serikat Pekerja dalam perlindungan hak-hak pekerja perempuan dalam Undang- Undang nomor 13 tahun 2003

Implementasi

perlindungan hak-hak pekerja perempuan dalam undang-undang nomor 13 tahun 2003

a. Perlindungan jam kerja

b. Perlindungan pada masa haid

c. Perlindungan selama cuti hamil d. Pemberian lokasi

menyusui e. Waktu istirahat

Sumber primer a. Serikat Pekerja b. Pekerja

perempuan di gudang tembakau

( buruh )

Sumber Sekunder a. Dokumentasi b. Internet c. Kepustakaan

Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan lapangan (field research)

1. Bagaimana

implementasi hak-hak

tenaga kerja

perempuan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Hukum Ketenagakerjaan di Gudang Tembakau di desa Kemuningsari Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember ? 2. Bagaimana peran

serikat pekerja dalam perlindungan hak-hak

tenaga kerja

perempuan dalam Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Hukum

Ketenagakerjaan di Gudang Tembakau di desa Kemuningsari Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember ?

Dalam dokumen peranan serikat pekerja dalam perlindungan (Halaman 64-67)

Dokumen terkait