BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Pendidikan
4.5 Dampak Yang Ditimbulkan Oleh Perubahan Sosial Ekonomi
Dampak yang ditimbulkan perubahan sosial ekonomi bagi kehidupan masyarakat di Desa Sungai Besar sebagai berikut;
1. Meningkatnya kesejahteraan
Meningkatnya pendapatan masyarakat Desa Sungai Besar dengan semakin mudahnya mendapatkan pekerjaan tambahan. Sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan tambahan untuk menutupi kekurangan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Seperti beras tidak lagi dibeli setiap harinya per kilo di warung. Seperti yang di utarakan informan sebagai berikut;
“Dampak positifnye yang utame saye ade pekerjaam tetap jadi itulah beras tak payah beli ye dak, pedapatan saye sebelum betani tu tak mententu kadang 3 4 hari dapat lah due ratusan gitu bejual hasil kebon saye tanam ni tapi sesekali, maka nye dengan betani walau sistem ye bagi hasil same pemerintah tapi terbantu sangat terase dampak ye tu lebih tinggi.”(wawancara bapak Yasbudaya, 18 april 2022)
“yang saye rasekan tu, ade kerje tambahan , beras tak payah beli, jadi begune sangat untuk tambahan sikit-sikit, saye kalau melaut tu due hai
73
dapat lah sekitaran due ratus lebih tapi tak dapat simpan karena banyak kebutuhankan jadi sejak betani ni terase lebih baik walau bagi due dengan pemerintah”(wawancara bapak Maswadi, 18 april 2022)
“selame adenye pertanian sawah masyarakat yang bekerje senang lah untuk beras nye, karena die orang bekerje tentu lah ade hasil yang di dapatkan.” (wawancara bapak Heru, 18 april 2022)
“kami yang bekerje tentunye sangat terbantu untuk ekonomi keluarge, tak tertumpu pade satu mata pencaharian aje, kerje besawah pun hasil nye lumayan jadi sangat terbantulah, , kalau pendapatan saye tak ade tentu juge karena kerje yang bise saye kerjekan kalau ade pesanan papan itu ke utan, kalau ade musim ikan saye kelaut, jadi sekitaran due ratusan dapat lah untuk 2 3 hari” (wawancara bapak Darwis, 18 april 2022)
“adenye pekerjaan tambahan tentunye bertambah juge pendapatan masyarakat yang bekerje, bukan ye mudah besawah ni kan harus rutin kalau lagi mase tanam ye.” (wawancara bapak Suandi, 18 april 2022)
Tindakan yang dilakukan masyarakat setempat sangat efektif dengan mempertimbangkan berbagai alternatif yang ada. Suatu perubahan sosial dalam masyarakat tentu akan adanya sisi positif yang dapat di manfaatkan apalagi menyangkut perekonomian dalam hal pekerjaan. Pekerjaan sangat penting dalam kehidupan bersosial karena pekerjaan merupakan proses dari terciptanya suatu hasil. Hasil yang didapatkan dari pekerjaan bisa membuat seseorang berada dalam titik kesejahteraan dalam lingkungan sosialnya. Semakin majunya teknnologi semakin tinggi juga keinginan individu dalam menginginkan sesuatu yang lebih dari apa yang tidak pernah di dapatkan sebelumnya seperti tekonologi-teknologi canggih yang mencapai harga jutaan rupiah. Hal ini secara tidak langsung menuntut indivudu untuk menambah wawasan dalam mencari pekerjaan tambahan agar terwujudnya suatu keinginan. Pada masyarakat Desa Sungai Besar sangat menaruh harapan yang besar dalam kegiataan pertanian sawah karena
74
pertanian sawah dijadikan pekerjaan tetap dan utama saat ini bagi sebagian masyarakat setempat, walau sistemnya bagi hasil dengan pemerintah tetap saja tingkat kesejahteraannya lebih tinggi dari pendapatan sebelum betani yang hanya mampu menghasilkan Rp.100.000,00-Rp.200.000,00/3-4 hari. Untuk itu keberhasilannya pertanian ini tergantung dari apa yang dikerjakanya.
Desa Sungai Besar semakin maju dengan perkembangan ekonomi yang pesat dengan adanya pertanian sawah yang semakin banyak. Hal ini dikarenakan daerah ini banyaknya lahan kosong yang tidak digunakan masyarakat setempat.
Lahan kosong inilah yang menambah minat masyarakat setempat untuk membuka patokan pertanian agar tanahnya bisa dimanfaatkan. Berikut pernyataan bapak Maswadi sebagai berikut;
“Disini tu banyak lahan kosong jadi dari pade tak di manfaatkan dan terjadi kebakaran terus menerus mending digunekan untuk pertanian sawah kami masyarakat sini pun dapat bekerje juge”(wawancara bapak Maswadi, 18 april 2022)
“Desa Sungai Besar ni memang banyak lahan kosong, makanye dari pade tak dipakai oleh masyarakat sini munculah ide dari pemerintah untuk dibuat pertanian ni, jadi lame kelame setuju dan dibuatlah sawah tadi tu.”
(wawancara bapak Suandi,18 april 2022)
Memanfaat lahan yang kosong sebagai tempat peningkatan penghasilan tambahan merupakan hal yang sangat positif dilakukan oleh masyarakat Desa Sungai Besar. Masyarakat semakin mudah untuk membuka lahan pertanian lagi karena memiliki peluang besar. Keberadaan pertanian sawah yang banyak dapat mendukung perkembangan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Saat ini pekerjaan petani tidak hanya diminati satu atau dua orang saja,
75
melainkan hampir semua masyarakat terlibat di dalamnya. Berikut pernyataan bapak Suandi sebagai berikut;
“semakin banyaknye dibuka patokan pertanian sawah dapat memberi peluang masyarakat lebih baik lagi untuk tersentuh di kegiatan pertanian ni, masyarakat sini pun bukanye banyak jadi kalau semakin banyak potakanye bise jadi semue orang bise kerje.”(wawancara bapak Suandi, 18 april 2022)
Dengan jumlah penduduk yang bisa dikatakan tidak banyak maka masyarakat mengharapkan pertanian sawah dapat menampung semua masyarakat dan dapat menyerap tenaga kerja yang berasal dari masyarakat sekitar sehingga menekan pengurangan angka pengangguran. Dalam berinteraksi antara masyarakat yang tidak terlibat pertanian sawah dan para pertanian sawah terjalin harmonis dan tidak ada masalah. Sehingga kedepannya dapat meningkatkan perkembangan perekonomian masyarakat sekitar pertanian sawah. seperti tanggapan bapak Yasbudaya dan Maswadi berikut;
“sekarang masyarakat sini boleh dikate same lah ade kerje cume yang nampak sangat kalau die orang kerje rutin ini pertanian sawah inilah karena kan kerje nye bise kate kite tu setiap hari kite nengek pekembanganye.” (wawancara bapak Yasbudaya, 18 april 2022)
“kalau yang name nye keje itu banyak tapi untuk keje tetap masyarakat sini tu jarang, kebanyakan keje serabutan tapi tetaplah keje tiap hari cume bede-bede tergantung ape yang bise dikerjekan.” (wawancara bapak Maswadi, 18 april 2022)
Masyarakat Desa Sungai Besar sebelum mengenal pertanian sawah di diungkapkan oleh informan memang tidak banyak memiliki pekerjaan tetap.
Namun sejak adanya pertanian sawah mereka menjadikan pertanian ini sebagai pekerjaan tetap, alasanya karena pertanian ini dilakukan setiap hari dan jauh beda
76
dengan pekerjaan sebelumnya yang hari ini bisa saja mikul kayu dan hari besoknya melaut.
Kesejahteraan sosial masyarakat didasarkan oleh keadaan sosial yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya baik bersifat jasmani, rohani dan sosial sesuai dengan hakekat manusia dalam mengatasi masalah sosial yang di hadapimya. Kesejahteraan sosial adalah suatu tata usaha kehidupan dan penghidupan sosial baik material maupun spiritual, sehingga kesejahteraan sosial mencakup beberapa hal antara lain, rasa keselamatan, kesusilaan, ketentraman lahir dan batin. (UU RI No 13, 1998)
Pertanian sawah tidak hanya membuat perubahan pada segi pekerjaan.
Namun membuat para pekerja sawah menjadi perekonomian sejahtera dikarenakan berkat adanya pertanian sawah pemenuhan kebutuhan utama dalam rumah tangga jadi terbantu. Contohnya sebagian uang bisa ditabung lebih banyak dari sebelumnya.seperti tanggapan informan berikut;
“alhamdulilah sejak adenye pertanian ni, bise buat saye dan keluarge kecik saye jadi keluarge sejahteralah dah tak banyak keluhan kebutuhan pokok sangat, pekerjaan pun jadi betambah kerje betani boleh, kerje mikol kayu boleh, kerje betani pun boleh. Selagi ade kesempatan kerjekan saye kerjekanlah.”(wawancara bapak Maswadi, 18 april 2022)
“selame besawah ini untuk urusan kebutuhan rumah itu terpenuhilah alhamdulilah, kalau kate kite tu sejahtera lah kan. Tinggal cari tambahan sikit-sikit.”(wawancara bapak Yasbudaya,18 april 2022)
“besawah ni bukan ape senang kite tu nak makan, macam beras tak payah lagi nak beli dah ade stok dirumah kan. Jadi bagi kami ni cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok itu dah sejahtere.” (wawancara bapak Darwis, 18 april 2022)
“untuk masyarakat Desa Sungai Besar yang dikategorikan keluarga sejahtera sudah memiliki atau pun memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga serta memiliki pekerjaan tetap. Sehingga baru bisa di katakan
77
masyarakat yang sejahtera. Bagi masyarakat sini jadi sejahtera itu dak hanye berpatokan dengan banyak ye duet tapi jike untuk kebutuhan pokok dah terpenuhi itu dah buat bahagie sangat. Jadi untuk standar kesejahteraan itu cukup memenuhi kebutuhan pokok ye saje supaye bise makan setiap harinye tanpe mike lagi. (wawancara bapak Suandi, 18 april 2022)
Pada masyarakat Desa Sungai Besar kesejahteraan masyarakatnya bisa dilihat bagaimana cara mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari.
Kesejahteraan sosial bagi masyarakat setempat dengan memenuhi kebutuhan pokok dan memiliki pekerjaan tetap sudah dikategorikan sebagai masyarakat yang sejahtera. Kesejahteraan bagi masyarakat Desa cukup sederhana. Pertanian sawah membuat masyarakat sejahtera dengan mendapatkan penghasilan tambahan. serta berkat adanya pertanian sawah membuat Desa Sungai Besar selalu dilirik pemerintah dalam mengusulkan suatu program.
Baru-baru ini Desa Sungai Besar mendapat bantuan sumur bor dan irigasi air. Dampak positif dari irigasi terhadap hasil panen dapat meningkatkan produktivitas tanaman pagan terutma padi. Sehingga produktivitas pertanian semakin tinggi per hektarnya. Hal ini pun dapat memberikan banyak penghasilan kepada para petani serta dapat meningkatkan tenaga kerja dibidang pertanian sawah. Bantuan diajukan semata-mata untuk kelancaran kegiatan pertanian sawah.
Seperti pernyataan bapak Suandi berikut:
“baru-baru ini dah ade datang bantuan sumur bor dan irigasi tinggal dijalankan aje, baru aje hari ni sampai. Bantuan ni untuk kegiatan pertanian ni lah dan pemerintah pun menyetujui itu”(wawancara bapak Suandi, 18 april 2022)
Tindakan yang dilakukan pemerintah untuk perkembangan pertanian sawah menjadi tolak ukur keberhasilan suatu kegiatan pertaian. Proses perubahan
78
sosial dapat ditinjau upaya apa yang dilakukan oleh masyarakat guna mencapai tujuan tertentu, karena masyarakat bersifat dinamis maka selalu mengalami perubahan. Manusia ialah makhluk yang berfikir dan bekerja. Sehingga sangat memerlukan pekerjaan agar memperoleh kehidupan yang layak baginya dan lingkungan sosial tempat tinggalnya.
Menurut Segal dan Brzuzy (dalam Suud, 2006:5) kesejahteraan sosial adalah kondisi sejahtera dari suatu masyarakat, kesejahteraan sosial meliputi kesehatan, keadaan ekonomi, kebahagiaan, dan kualitas hidup rakyat. Pada masyarakat Desa Sungai Besar tingkat suatu kesejahteraan sosial bukan hanya terlihat pada suatu penghasilan yang besar namun cukup memenuhi kebutuhan setiap harinya dalam urusan sandang (pakaian), pangan (makan), dan papan (tempat tinggal).
2. Terjadinya Cultural Shock
Terjadinya cultural shock yang diartikan sebagai kondisi dimana masyarakat yang belum siap menerima suatu perubahan. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang disebabkan akibat adanya unsur-unsur kebudayaan lain yang berbeda dengan kebudayaan sendiri. Seperti yang terjadi pada masyarakat Desa Sungai Besar adanya pertanian sawah ini merupakan budaya baru bagi masyarakat sekitar.
Shock yang dialami masyarakat dalam bentuk tidak dapat beradaptasi sehingga tidak menerimanya, kaget diawal bukanya pertanian hasil panen tidak maksimal atau gagal panen dan mengakibatkan frustasi, merisaukan hati, keluh kesah karena Budaya yang telah lama ada didalam masyarakat ialah budaya
79
melaut. Dengan demikian kurangnya pengetahuan akan perubahan ini akan menyebabkan permasalahan sosial. Permasalahan sosial yang muncul karena tidak terima dengan sikap pemerintah yang tidak memberitahukan keberadaan pihak PT yang terlibat dan mengakibatnya penolakan akan tidak terimanya pertanian sawah berada di Desa Sungai Besar. Pada akhirnya pemerintah melakukan pendekatan kembali agar pertanian sawah tetap di jalankan. Pendekatan-pendekatan yang dilakukan dengan mendekati kembali masyarakat setempat akhirnya luluh dengan berjalannya waktu.
Menurut Furnhan dan Bochner (1970) mengatakan culture shock adalah ketika seseorang tidak mengenal kebiasaan-kebiasaan sosial dari kultur baru atau jika ia mengenalnya maka ia tak dapat atau tidak bersedia menampilkan perilaku yang sesuai dengan aturan-aturan itu. Definisi ini menolak penyebutan culture shock sebagai gangguan yang sangat kuat dari rutinitas, ego, dan self-image individu (Dayaksini, 2004). Sehingga masyarakat Desa Sungai Besar mau tidak mau harus menerima perubahan ini dan mulai beradaptasi dengan budaya baru dengan cara mulai melakukan pembinaan dan pelatihan, mendatangkan penyuluhan dan belajar melakukan pekerjaan yang berrhubungan dengan pertanian sawah serta membentuk kelompok tani. Seperti tanggapan bapak Heru berikut;
“Dampak negatif dari pertanian ni, masyarakat sini pastinye tekejutlahkan soalnye biase tu die orang kerje serabutan, melaut. Kerje ye biase je tak ade yang nak di pelajari kan soal ye dah turun temurun orang sini, dengan masuknye pertanian sawah ni tentunye suatu budaya baru bagi masyarakat karna tak ade mang bende ni didaerah kite, itu lah terjadinye permaslahan antara nak ke tak ndak. Tapi pabile dah tau manfaatnye ape. Kite dah same-same tau macam mane care kerje ye
80
pastilah minat kan. Untuk menambah pengahasilan kan
lumayan.”(wawancara bapak Heru, 18 april 2022)
“Sikit banyak tu kite pastilah tekejot name pon bende tak pernah sebelomnye ade di daerah kite ni kan” (wawancara bapak Darwis, 18 april 2022)
“awal mule-mule tekejot sikir-sikit tu pasti, tapi kite harus menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi ni, tekejot-tekejot sikit tak ape lah”
(wawancara bapak Suandi, 18 April 2022)
“kami tu diawal adenye tertanian ni mang susah nak menyesuaikan diri ni, tapi lame-lame oke je, setelah itu waktu nanam padi petame kali kan gagal panen tu, jadi kami orang takut untuk betani tu,takot sie-sie.
Sebelum masuk nye pertanian emang ade penyuluhan tapi macam mane la bende nak gagal kan”. (wawancara bapak Yasbudaya, 18 april 2022) Untuk kehadian pertanian sawah di tengah masyarakat yang tidak pernah tersentuh sama sekali dengan kegitan pertanian sawah tentunya masyarakat sekitar menjadi terkaget-kaget, karena sebelunya tidak pernah ada pertanian sawah ini di daerah sekitarnya. Menurut Ritzer perubahan sosial mengacu pada variasi hubungan antar individu, kelomopok, organisasi, kultur, dan masyarakat pada waktu tertentu (Nanang Martono, 2012:5).
Bagi para pekerja sawah banyak menghabiskan waktu disawah. Hal ini menyebabkan kurangnya aktivitas bersama keluaga diumah. Biasanya, bersawah dimulai pagi hari dari jam enam hingga jam delapanan dan dilanjutkan lagi sore hari di jam empatan sampai waktunya pulang. Selain kurangnya aktivitas bersama keluarga dalam kehidupan masyarakat juga kurang dalam berinteraksi dengan masyarakat yang tidak bekerja di pertanian. Seperti pernyataan informan sebagai Berikut;
“waktu same keluarge kurang kalau lagi mase sebok-seboknye ngurus sawah, kan ade tu memang musim die bagus betol besawah jadi kami tu ngabis waktu deket sawah lah untuk nambah nanam-nanam jadi lebih
81
banyak lagi. Tapi kalau bukan musim die banyak lah waktu dirumah kan.
Bukannye setiap hari kan cume sesekali pon”. (wawancara bapak Maswadi, 18 april 2022)
Terjadinya kesenjangan sosial antar para pekerja sawah dan masyarakat yang tidak bekerja itu dikarenakan jarangnya berkomunikasi atau bertemu langsung dab dampak negatif lainnya bagi pekerja petani mengalami kerugian jika terjadinya gagal panen yang disebabkan oleh kondisi alam. Seperti kemarau yang berkepanjangan, naiknya air laut diatas permukaan sawah dan gangguan binatang hama yang menghinggap di ujung padi yang sudah berisi. Hal ini pun membuat para petani mengeluh karena mengalami kerugian dan Kedatangan bibit yang lama mengakibatkan terhambat dan terhentinya proses kegiatan pertanian sawah.
Bibit masih dibantu oleh pemerintah karena bentuk dari dukungan pemerintah terhadap pertanian. Serta terjadinya irigasi yang berdampak negatifnya ialah dapat mengurangi persediaan air dari hilir sungai karena air di alirkan langsung dan diserap oleh lahan pertanian. Sehingga menyebabkan hilangnya lahan basah di hilir sungai dan persediaam air berkurang untuk di kawasan hilir tersebut. Masyarakat desa sungai besar sejak adanya pertanian sawah menjadi terkotak-kotakan antara para petani dan masyarakat pada umunya yang pernah menolak akan hadirnya pertanian sawah sebelumnya karena adanya rasa segan dan tidak enakan dalam berinteraksi sosial.
Walaupun kehadiran pertanian sawah memberikan dampak negatif, tetapi dalam peningkatan perekonomian ke arah lebih baik akan memberikan dampak positif lebih besar ketimbang negatifnya bagi masyarakat Desa Sungai Besar.
82
Dengan seiring berjalanya waktu, perubahan perekonomian masyarakat dalam satu Desa akan mengalami peningkatan pendapatan dari sebelumnya.
83 BAB 5 PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tentang perubahan ekonomi di Desa Sungai Besar Kecamatan Lingga Utara dapat disimpulkan bahwasanya Masyarakat Desa Sungai Besar merupakan masyarakat yang hidup dalam lingkungan sosial yang sama dan saling bekerjasama, berinteraksi satu dengan yang lainnya, terciptanya hidup bersama dalam mempererat hubungan berkomunikasi dalam waktu yang lama. Perubahan sosial dalam masyarakat dapat melibatkan semua perubahan dalam sistem sosial yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk nilai, sikap, dan pola perilaku berbagai kelompok dalam masyarakat. Begitu pula yang terjadi di masyarakat Desa Sungai Besar yang memiliki kebiasaan dalam bersosialisasi di dalam masyarakatnya sangat kental akan budaya melayu.
Tindakan masyarakat Desa Sungai Besar dalam menerima pertanian sawah suatu tindakan sosial yang melibatkan antar satu individu dengan individu yang lain untuk mencapai tujuan bersama dan bermakna bagi perubahan sosial dalam masyarakat Desa Sungai Besar. Adapun penyebab terjadinya pertanian di Desa Sungai Besar ialah adanya pengaruh kebudayaan luar, program pemerintah, faktor georafis dengan daerah yang strategis dan adanya konflik sosial. sehinga terjadinya dampak perubahan sosial ekonomi bagi kehidupan masyarakat seperti Meningkatnya kesejahteraan masyarakat Desa Sungai Besar karena memiliki pekerjaan tetap dan Terjadinya cultural shock yang diartikan sebagai kondisi
84
dimana masyarakat yang belum siap menerima suatu perubahan. Seperti yang terjadi pada masyarakat Desa Sungai Besar adanya pertanian sawah ini merupakan budaya baru bagi masyarakat sekitar. Walaupun kehadiran pertanian sawah memberikan dampak negatif, tetapi dalam peningkatan perekonomian ke arah lebih baik akan memberikan dampak positif lebih besar ketimbang negatifnya bagi masyarakat Desa Sungai Besar.
5.2 Saran
Dari kesimpulan yang telah peneliti paparkan, peneliti akan berupaya memberikan saran untuk untuk melengkapi penelitian ini. Adapun saran-saran yang dapat peneliti berikan sebagai berikut:
1. Bagi pemerintah hendaknya bersikap terbuka kepada masyarakat tentang proses pertanian ini melibatkan siapa, apa dan bagaimana sebagai bentuk sikap keterbukaan kepada masyarakat, serta dalam berlangsungnya kegiatan pertanian sawah diharapkan pemerintah semakin mendorong para petani untuk giat betani agar meningkatnya perekonomian dengan selalu memberi bantuan lebih kepada masyarakat berupa dukungan kebutuhan pertanian agar semakin maju kedepannya. Pada dasarnya masyarakat Desa Sungai Besar masih banyak membutuhkan campur tangan dari pemerintah setempat yang jauh dari kata sempurna dalam mengelola pertanian sawah.
2. Untuk masyarakat Desa Sungai Besar, tetaplah berinteraksi sesama masyarakat satu dengan yang lain dalam mewujudkan suatu perubahan sosial ekonomi untuk dan Selalu menjunjung nilai dan norma pada lingkungan sosial. Jangan terlalu menutup diri akan perubahan hal baru untuk mengubah kearah yang lebih baik. Setiap perubahan pastinya terdapat hal positif dan negatifnya. Semuanya tergantung bagaimana sikap kita sebagai masyarakat menanggapinya.
85 DAFTAR REFERENSI Buku :
Damsar, 2009. Pengantar sosiologi ekonomi. Jakarta: Prenada Media Grup
George Ritzer dan Douglas J. Goodman.2004. Teori Sosiologi Modern edisi keenam. Jakarta : Prenada Media
Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar. 2017. Metodologi Penelitian Sosial.
Jakarta: Bumi Aksara
Martono, Nanang. 2012. Sosiologi Perubahan Sosial: Perspektif Klasik, Modern, Post Modern, dan Poskolonial. Jakarta: Rajawali Pers
Moleong, Lexy J. 2016. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Ritzer, George. 2012. Teori Sosiologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Ritzer, George.2013. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Jakarta:
PT Raja Grafindo Persada
Robert Lauer H. 1993. Perspektif Tentang Perubahan Sosial. Jakarta: Rineka Cipta
Satria, Arif. 2015. Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Soekanto, Soerjono. 2010. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers Soleman B, Taneko. 1984. Struktur dan proses sosial: suatu pengantar sosiologi
pembangunan. Jakarta: Rajawali
Sugiyono. 2005. Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta
Sztompka, Piotr. 2004. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Kencana
Tarmiji Alkhudri, Ahmad dan Zid Muhamammad. 2016. Sosioligi Pendesaan:
Toleransi Dan Perkembangan Kajian Pendesaan Di Indonesia.
Jakarta: Rajawali Pers
86
Yunus, Hadi Sabari. 2010. Metodelogi Penelitian Wilayah Kontemporer.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar Skripsi :
Dara Nur Zakiyah. 2012. Perubahan Sosial Di Desa Linggajati Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya Pada Tahun 2006-2011. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Universitas Islam Negeri Jakarta Dwi Prasetya. 2015. Dampak Alih Fungsi Lahan Dari Sawah Ke Tambah
Terhadap Mata Pencaharian Masyarakat Desa. Fakutas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang
Tri Yantari Wahyu S. 2012. Eksistensi Warnet Café Er,Mr Dan Je Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat. Fakultas Ilmu Sosial.
Universitas Negeri Yogyakarta Jurnal :
Aminah Dan Effendi Hasan. 2017. Perubahan Sosial Masyarakat Gampong Gunung Melulinteung Dari Petani Menjadi Pekebun Sawit. Jurnal Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Volume 3, Nomor 1, April 2017. Universitas Teuku Umar
Andika, 2016. Perubahan Pola Pikir Masyarakat Nelayan Desa Tanjung Pala Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Natuna.Jurnal.Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji
Asnaeni AM, St. 2014. Perubahan Sosial Ekonomi Komunitas Nelayan Di Kelurahan Pulau Barrang Lompo Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar. FKIP Unismuh Makassar, Volume 1 No. 1 juni 2014 Handoko Probo Setiawan,2016”Alih Fungsi (Konversi) Lahan Pertanianke Non
Pertanian Kasus di Kelurahan Simpang Pasir Kecamatan Palaran Kota Samarinda” EJOURNAL Sosiatri-Sosiologi,Volume 4,2016:
280-293.
Ismi Andriyani dkk. 2012. Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Pasca Pengembangan Wisata Bahari Di Kepulauan Sikakap, Kabupaten Mentawai. Jurnal Ilmu Sosial, Volume 1 Nomor 2. Universitas Negeri Padang