• Tidak ada hasil yang ditemukan

perubahan mata pencaharian masyarakat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "perubahan mata pencaharian masyarakat"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Desa Sungai Besar merupakan daerah pesisir pantai yang dijadikan sebagai lahan pertanian persawahan, awalnya merupakan lahan kosong dan tidak produktif. Perubahan sosial dari segi ekonomi tentunya berdampak pada pekerja di sektor persawahan jika pertanian ini menjadi lebih maju di masa yang akan datang. Hal ini juga disebabkan karena hubungan kekeluargaan di Desa Sungai Besar sangat erat dalam menjalin kerjasama antar masyarakat yang sangat menerima pertanian padi.

Tabel 1.1 Produksi Padi dan Beras Menurut Tahun di Kabupaten Lingga,  2019
Tabel 1.1 Produksi Padi dan Beras Menurut Tahun di Kabupaten Lingga, 2019

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Pertanian padi di kawasan ini diyakini dapat mendukung perubahan sosial bagi masyarakat Desa Sungai Besar. Masyarakat Desa Sungai Besar mempunyai harapan yang besar terhadap kegiatan pertanian padi karena. Seperti yang terjadi pada masyarakat Desa Sungai Besar, bertani padi merupakan budaya baru bagi masyarakat sekitar.

KAJIAN PUSTAKA

Tinjauan Pustaka

Penelitian ini menjadi dasar analisis perubahan sosial ekonomi di Desa Sungai Besar pada masyarakat nelayan yang pertama kali diperkenalkan oleh kegiatan pertanian padi. Penelitian yang berjudul “Perubahan Pola Pikir Nelayan di Desa Tanjung Pala Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Natuna” oleh Andika (2016), hasil dari penelitian ini adalah bertambahnya jumlah penduduk. Persaingan tersebut terlihat dari hadirnya masyarakat pendatang yang berprofesi sebagai nelayan di Desa Tanjung Pala.

Kerangka Teori

  • Perubahan Sosial
  • Pertanian di Masyarakat

Ogburn (Narwoko dan Suyanto, 2004) berupaya memberikan sejumlah wawasan, meskipun ia tidak memberikan definisi mengenai perubahan sosial. Menurut Soekanto (2006), faktor penyebab perubahan sosial dan budaya berasal dari dalam masyarakat dan luar masyarakat. Proses-proses perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat berupa adaptasi masyarakat terhadap perubahan, saluran-saluran perubahan yang melaluinya terjadi proses perubahan, disorganisasi (disintegrasi), dan reorganisasi (reintegrasi).

Kerangka Pemikiran

Dalam kamus umum pertanian, petani juga berarti orang yang mengelola pertanian dan mata pencaharian utamanya adalah kegiatan pertanian. Nelayan dan pekerja lainnya mempunyai pekerjaan tetap dan pekerjaan tambahan sejak adanya sawah. Dampak perubahan mata pencaharian masyarakat Desa Sungai Besar menjadi petani padi yang disebabkan oleh aspek sosial dan ekonomi masyarakat menjadi fokus permasalahan dalam disertasi ini.

Gambar 2.1  Kerangka Pikir
Gambar 2.1 Kerangka Pikir

Definisi Konsep

Para buruh tani padi di Desa Sungai Besar membentuk kelompok tani agar proses budidaya padi dapat terlaksana dengan baik. Masyarakat Desa Sungai Besar menganggap pengenalan budidaya padi sebagai bentuk kemajuan bagi desa yang menginginkan pembangunan. Faktor yang menyebabkan adanya budidaya sawah di Desa Sungai Besar adalah karena kondisi lahan yang memungkinkan dilakukannya pengelolaan pertanian sawah.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Sungai Besar merupakan intervensi pemerintah untuk mewujudkan perubahan sosial, melalui budidaya padi. Oleh karena itu, menjadi pertanyaan besar bagi peneliti apakah budidaya sawah ini cocok atau tidak di Desa Sungai Besar. Meskipun perekonomian masyarakat dikatakan belum optimal karena adanya budidaya padi secara keseluruhan masyarakat Desa Sungai Besar.

Dalam kegiatan usahatani padi, petani di Desa Sungai Besar dapat menggunakan mesin pertanian (mesin/mesin pertanian) mulai dari pengolahan tanah hingga setelah panen. Aksi masyarakat Desa Sungai Besar terhadap budidaya padi terlihat dari sikap terbuka masyarakat dalam menerima perubahan baru di desanya. Desa Sungai Besar semakin maju dengan perkembangan perekonomian yang pesat dengan hadirnya persawahan yang semakin banyak.

Warga Desa Sungai Besar, sebelum diperkenalkan dengan pertanian padi, diberitahu oleh informan bahwa mereka tidak memiliki banyak pekerjaan tetap.

METODE PENELITIAN

Pendekatan Penelitian

Penelitian kualitatif merupakan suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa informasi yang diperoleh melalui wawancara baik secara langsung maupun tidak langsung dari perilaku masyarakat yang diamati. Dengan kata lain, penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu berupaya menyajikan gambaran secara rinci mengenai dampak pertanian padi terhadap masyarakat Desa Sungai Besar, dengan tujuan untuk mendeskripsikan secara cermat ciri-ciri suatu gejala atau permasalahan yang akan diteliti. . (Zuriah, 2006:92 dalam Andika, 2016:7). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap kondisi atau fakta, fenomena, variabel dan keadaan yang timbul pada saat penelitian berlangsung mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Metode penelitian ini digunakan peneliti untuk mengkaji data lapangan secara mendalam mengenai dampak perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi sejak keberadaan persawahan di Desa Sungai Besar Kecamatan Lingga Utara.

Objek dan Lokasi Penelitian

Pertanian padi membawa perubahan perekonomian bagi sebagian masyarakat yang berprofesi sebagai petani padi menjadi lebih baik. Hal ini mengakibatkan sebagian masyarakat di Desa Sungai Besar mendapatkan pekerjaan tambahan dan pekerjaan tetap, oleh karena itu peneliti memilih untuk melakukan penelitian di Desa Sungai Besar Kecamatan Lingga Utara.

Fokus Penelitian

Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Yang diwawancarai adalah orang-orang yang terjun langsung dalam budidaya padi dan bekerja sebagai petani di Desa Sungai Besar, peneliti melakukan wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara, namun wawancara ini dilakukan secara terbuka dan tidak fokus pada pedoman wawancara, sehingga data yang diperoleh dapat dikembangkan. Data dokumenter yang peneliti maksud adalah profil Kantor Desa dan dokumentasi dengan informan yang terlibat dalam penelitian ini.

Informan

Teknik Analisa Data

Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Besar, peneliti memfokuskan dampak yang terjadi sejak adanya kegiatan usahatani padi dengan mengkategorikan aspek sumber informasi, jenis dan karakteristik informasi. Penyajian data merupakan suatu kegiatan menyusun kumpulan informasi untuk memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan. Penyajian data penelitian ini berupa gambar, tabel, teks naratif yang menjelaskan dampak usahatani padi terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Sungai Besar Kecamatan Lingga Utara.

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan di awal, namun mungkin juga tidak, karena seperti yang telah dikemukakan, permasalahan dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat alamiah. Inferensi merupakan suatu proses yang berkesinambungan dalam mereduksi dan menyajikan data, kemudian menarik kesimpulan yang dimaksudkan untuk menjawab rumusan masalah.

Jadwal Penelitian

Keberadaan sawah membuat masyarakat setempat bersatu untuk memutuskan menerima pertanian padi di Desa Sungai Besar dan bekerja untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Bercocok tanam padi merupakan sesuatu yang baru bagi masyarakat Desa Sungai Besar, namun seiring berjalannya waktu semuanya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Desa Sungai Besar. Dalam penelitian ini ada 5 (lima) orang yang menjadi informan penelitian, informannya adalah warga desa Sungai Besar yang berhubungan langsung dengan budidaya padi dan tinggal sejak tahun 2010.

Bapak Heru Suriandi merupakan warga desa Sungai Besar yang terlibat langsung dalam proses budidaya padi dan merupakan kepala keluarga, berusia 30 tahun dan mempunyai seorang istri. Meningkatnya perekonomian akan berdampak pada perkembangan budidaya padi di Desa Sungai Besar yang saat ini berkembang dengan lancar dan baik. Kebiasaan masyarakat Desa Sungai Besar sebelum diperkenalkannya budidaya padi adalah kebiasaan melakukan aktivitas sehari-hari seperti mengais kayu, membawa kayu dan melaut.

Masyarakat Desa Sungai Besar melakukan budidaya padi dengan berbagai pertimbangan seperti sistem distribusi untuk mengelola kegiatan pertanian yang berhubungan langsung dengan pemerintah setempat. Walaupun kehadiran pertanian padi sawah memberikan dampak negatif, namun peningkatan perekonomian ke arah yang lebih baik akan lebih banyak memberikan dampak positif dibandingkan dampak negatifnya bagi masyarakat Desa Sungai Besar. Pada dasarnya masyarakat Desa Sungai Besar masih memerlukan banyak campur tangan pemerintah setempat yang masih jauh dari sempurna dalam mengelola sawahnya.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Objek dan Lokasi Penelitian

  • Desa Sungai Besar
  • Kehidupan Sosial Masyarakat Desa Sungai Besar

Desa Sungai Besar merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Desa Sungai Besar mempunyai dataran seluas 41,85 km2 yang terbagi menjadi 8 wilayah yaitu: Kampung Tengah Sungai Besar, Kampung Suak Edes, Kampung Semincut, Kampung Hulu, Kampung Baru Sungai Besar, Kampung Seberang, Kampung Conteng dan Sungai Kunggu. Desa Sungai Besar letak posisi pertanian padinya di ruas Kampung Hulu dan Kampung Tengah karena 2 desa ini mempunyai lahan kosong yang cukup luas dan dekat dengan kantor Desa Sungai Besar.

Sejak tahun 1980, sebagian besar mata pencaharian penduduk Desa Sungai Besar adalah sebagai nelayan tangkapan sehari-hari, buruh, baik kuli bangunan maupun sehari-hari pengangkut pohon dan tukang kebun sayur. Selain itu juga terdapat masyarakat yang berprofesi sebagai tenaga honorer, PNS, pedagang dan pada tahun 2016 munculnya pertanian sawah mengakibatkan banyak masyarakat yang mendapat pekerjaan tambahan karena Desa Sungai Besar pada saat itu mempunyai peluang yang cukup banyak dengan lingkungannya. kondisi yang mendukungnya. Setelah dibukanya pertanian sawah dan masyarakat setempat bekerja secara mandiri, perangkat desa setempat membentuk kelompok tani agar kegiatan mengolah sawah berjalan lancar dan tidak hilang dengan sendirinya.

Kelompok tani dibentuk atas persetujuan masyarakat setempat dan dikelola oleh orang-orang yang sebelumnya pernah terlibat langsung dalam proses penanaman padi.

Kependudukan

Berdasarkan tabel jumlah penduduk di atas, pada tahun 2018 dan 2019 Desa Sungai Besar tidak mengalami peningkatan jumlah penduduk. Peningkatan jumlah penduduk terjadi pada tahun 2020, hal ini dapat dijelaskan dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 360 jiwa, sedangkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 352 jiwa, sehingga berjumlah 712 jiwa yang terdiri dari 237 kepala keluarga di Desa Sungai Besar, Lingga Utara. Daerah.

Pendidikan

  • Keadaan Mata Pencaharian Penduduk
  • Kehidupan Sosial
  • Hasil Penelitian
    • Karakteristik Informan
  • Tanggapan Masyarakat Terhadap Adanya Pertanian
  • Penyebab Terjadi Pertanian Sawah Di Desa Sungai Besar
  • Dampak Yang Ditimbulkan Oleh Perubahan Sosial Ekonomi

Tindakan masyarakat Desa Sungai Besar dalam menerima budidaya padi merupakan suatu tindakan sosial yang melibatkan satu individu dan individu lainnya untuk mencapai tujuan bersama dan bermakna bagi perubahan sosial pada masyarakat Desa Sungai Besar. Program pemerintah menjadikan Desa Sungai Besar menjadi kawasan penanaman padi mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat untuk menambah pengetahuan teknologi di era modern ini.

Tabel 4.3 Mata Pencaharian Penduduk Desa Sungai Besar, 2020  No   Mata Pencaharian Penduduk  Jumlah
Tabel 4.3 Mata Pencaharian Penduduk Desa Sungai Besar, 2020 No Mata Pencaharian Penduduk Jumlah

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai perubahan perekonomian di Desa Sungai Besar Kecamatan Lingga Utara dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Sungai Besar merupakan masyarakat yang hidup dalam lingkungan sosial yang sama dan saling bekerja sama, saling berinteraksi – yang lain, menciptakan kehidupan bersama, memperkuat hubungan komunikasi yang lama. Perubahan sosial dalam masyarakat dapat mencakup segala perubahan sistem sosial yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk nilai, sikap, dan pola perilaku berbagai kelompok dalam masyarakat. Begitu pula dengan masyarakat Desa Sungai Besar yang adat istiadat sosialnya sangat kental dengan budaya Melayu.

Penyebab pertanian di Desa Sungai Besar adalah pengaruh budaya luar, program pemerintah, faktor geografis pada wilayah strategis dan konflik sosial.

Saran

Perubahan Pola Pikir Masyarakat Nelayan Desa Tanjung Pala Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Natuna Jurnal Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji. Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan di Desa Pulau Barrang Lompo Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar.

Gambar

Tabel 1.1 Produksi Padi dan Beras Menurut Tahun di Kabupaten Lingga,  2019
Tabel 1.2 Data Jenis Pekerjaan Masyarakat di Desa Sungai Besar  No   Mata Pencaharian Penduduk  Jumlah
Tabel 1.3 Kelompok Tani Desa Sungai Besar  No  Nama Kelompok
Gambar 2.1  Kerangka Pikir
+7

Referensi

Dokumen terkait

Received: 24-Nov.-2016 Accepted: 9-May-2016 Abstract In this research, elemental and chemical characteristics of atmospheric dust particulates including major and trace elements in