BAB II KANKER PADA ANAK
F. Tata Laksana
Tumor Otak A. Pengertian
B. Epidemiologi
C. Tanda dan Gejala
Panduan Penemuan Dini Kanker Pada Anak
Terapi bergantung pada stadium, meliputi : a. Operasi
b. Terapi lokal (laser fotokoagulasi, termoterapi, krioterapi) c. Kemoterapi lokal dan sistemik
d. Radioterapi
Tumor otak adalah pertumbuhan sel abnormal yang berasal dari jaringan otak atau struktur di sekitarnya, dapat berasal dari sel otak itu sendiri (tumor otak primer) maupun metastasis dari tumor di bagian tubuh lain (tumor otak sekunder).
Secara global, tumor otak adalah tumor padat terbanyak pada anak.
Di Amerika dan Eropa, insiden tumor otak bervariasi antara 1-5 per 100.000 anak dan lebih banyak didapatkan pada anak laki-laki. Data di Indonesia tahun 2021 - 2022 menurut IP-CAR Tahun 2022, terdapat 129 kasus tumor otak pada anak.
Gejala yang timbul bergantung dari lokasi dan pertumbuhan tumor, dapat berupa :
Sakit kepala yang menetap atau memberat, dapat membangunkan anak saat tidur atau muncul saat bangun tidur di pagi hari. Gejala dapat disertai dengan mual dan muntah yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
Gangguan penglihatan (pandangan kabur, penglihatan ganda, kebutaan mendadak).
Kejang tanpa demam atau kejang tanpa kelainan neurologis yang mendasari dan bersifat progresif.
Kelemahan unilateral (salah satu anggota badan atau satu sisi tubuh)
Wajah mencong (asimetris) a.
b.
c.
d.
e.
Gambar 14. Massa Tumor Otak pada CT scan kepala
19 Perubahan kesadaran atau status mental (perubahan perilaku, kebingungan)
Kehilangan keseimbangan saat berjalan
Kesulitan berbicara (bicara gagap, pelo, atau kehilangan kemampuan bicara)
f.
g.
h.
Anamnesis
Pemeriksaan Fisis
Pemeriksaan Penunjang
Sakit kepala Mual dan muntah
Pandangan kabur, penglihatan ganda, kebutaan mendadak Kejang Kelemahan pada satu sisi tubuh
Wajah mencong
Perubahan kesadaran atau status mental (perubahan perilaku, kebingungan)
Kehilangan keseimbangan saat berjalan
Kesulitan berbicara (bicara gagap, pelo, atau kehilangan kemampuan bicara)
D. Diagnosis
Pemeriksaan GCS
Mata : anisokor, refleks cahaya menurun, gangguan lapang pandang
Wajah : asimetri, parese nervus cranialis
Pemeriksaan neurologis (refleks fisiologis, refleks patologis, kekuatan motorik, sensorik, dan tonus otot)
Pemeriksaan rangsang meningeal Panduan Penemuan Dini Kanker Pada Anak
Fasilitas Pelayanan Kesehatan : Pemeriksaan darah perifer lengkap, umumnya dalam batas normal.
RS Rujukan : Pemeriksaan darah, pemeriksaan cairan serebrospinal , MRI atau CT Scan kepala, histopatologi atau biopsi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
1.
2.
3.
4.
6.
1.
2.
2.5
E. Tata Laksana
Tumor Wilms (Nefroblastoma) A. Pengertian
B. Epidemiologi
21 Anti nyeri (Parasetamol oral dengan dosis 10-15 mg/kg tiap 6 jam atau Ibuprofen oral dengan dosis 5-10 mg/kg tiap 6-8 jam)
Anti kejang (Diazepam rektal dengan dosis 0,5-0,75 mg/kg atau Diazepam rektal dosis 5 mg diberikan untuk anak dengan berat badan kurang dari 12 kg dan dosis 10 mg untuk berat badan lebih dari 12 kg)
Operasi Radioterapi Kemoterapi
Tatalaksana awal di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dapat diberikan :
a.
b.
a.
b.
c.
Tatalaksana di RS rujukan :
Tumor Wilms atau nefroblastoma adalah tumor embrional yang berasal dari ginjal.
Tumor Wilms adalah tumor ginjal yang terbanyak pada anak.
Sekitar 80% tumor ini terjadi pada anak dibawah usia 6 tahun, dengan puncak insiden pada umur 2-3 tahun. Sebagian besar kasus mengenai satu ginjal. Berdasarkan Data Globocan Tahun 2020, diestimasikan terdapat 14.590 kasus baru tumor ginjal pada anak di dunia. Berdasarkan IP-CAR, di Indonesia pada tahun 2021 didapatkan 49 kasus Tumor Wilms dari 1.447 pasien kanker anak (3,4%).
Anamnesis
Pemeriksaan Fisis
Massa intra abdomen berbatas tegas, tidak melewati garis tengah Hematuria
Hipertensi Aniridia
Benjolan di satu sisi perut Buang air kecil kemerahan
Penurunan berat badan dan nafsu makan Diagnosis
C. Tanda dan Gejala
Panduan Penemuan Dini Kanker Pada Anak
D. Gambar 15. Hemihipertrofi
Teraba massa padat atau kenyal di sisi kiri atau kanan perut yang tidak disertai nyeri
BAK berdarah (hematuria) Hipertensi
Anemia, penurunan berat badan, demam, tidak nafsu makan Dapat disertai Infeksi saluran kemih
Dapat disertai kelainan bawaan lainnya, seperti aniridia, hemihipertrofi, anomali saluran kemih atau genitalia, dan retardasi mental (Sindrom WAGR)
Penyebaran utama Tumor Wilms adalah ke paru, dengan gejala sesak napas
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
1.
2.
3.
1.
2.
3.
E. Tata Laksana
Neuroblastoma A. Pengertian
B. Epidemiologi
Pemeriksaan Penunjang
Fasilitas Pelayanan Kesehatan :
Pemeriksaan urinalisis (ditemukan eritrosit dalam urin) dan darah perifer lengkap (umumnya dalam batas normal) RS Rujukan : Pemeriksaan darah, fungsi ginjal, LDH, USG, IVP, CT Scan Abdomen, dan biopsi
23 2.6
C. Tanda dan Gejala 1.
2.
Terapi dapat berupa : Operasi
Radioterapi Kemoterapi a.
b.
c.
Neuroblastoma merupakan tumor ganas yang berasal dari sistem saraf simpatis.
Angka kejadian neuroblastoma adalah 10,5 per 1.000.000 anak dibawah usia 15 tahun. Neuroblastoma tidak ada hubungannya dengan letak geografi dan ras. Pada tahun 2021 tercatat 47 kasus neuroblastoma baru dari 1447 pasien yang teregistrasi (3,2%) di Indonesia (IP-CAR, 2022). Puncak angka kejadian terjadi pada usia dibawah 5 tahun dengan rata-rata pada usia 2 tahun.
Gejala klinis sangat bervariasi bergantung lokasi tumor primer dan penyebarannya. Neuroblastoma paling sering berada di rongga abdomen (kelenjar adrenal), namun dapat ditemukan pada bagian tubuh manapun, seperti kepala, leher, rongga dada, atau medula spinalis. Penyebaran neuroblastoma seringkali ditemukan pada tulang, kelenjar getah bening, sumsum tulang, hati, dan kulit.
a.
Panduan Penemuan Dini Kanker Pada Anak
Gambar 16. Racoon Eyes
Tumor primer di abdomen (65%) ditandai dengan benjolan di abdomen yang dapat menyebabkan perut membesar dan dapat menimbulkan gejala obstruksi saluran pencernaan Tumor primer di rongga dada dan leher:
- Benjolan pada leher
- Batuk, sesak napas, dan nyeri dada
Sindrom Horner (ptosis unilateral, miosis, anhidrosis/mata kering)
Pembesaran kelenjar getah bening di rongga dada yang menyebabkan penekanan saluran napas dan pembuluh darah dengan gejala sesak disertai bengkak di wajah, leher, dan lengan atas (Sindroma Vena Cava Superior)
Penyebaran ke tulang periorbita : mata menonjol diikuti kebiruan di kelopak mata (hematoma periorbita/raccoon eyes), merupakan tanda khas pada neuroblastoma.
Penyebaran ke tulang : pada tulang kranial dapat menyebabkan benjolan dan pada ekstremitas dapat menyebabkan anak tidak bisa berjalan.
Penyebaran ke paraspinal : nyeri radikuler, lumpuh, gangguan berkemih, dan buang air besar.
Penyebaran pada kulit : benjolan pada kulit (nodul subkutan) Gejala penyerta : pucat, iritabel, lemah, penurunan berat badan, anoreksia, dan demam
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
Anamnesis
Pemeriksaan Fisis
Benjolan atau pembengkakan pada tulang.
Nyeri tulang yang semakin memberat, mengganggu aktivitas, dapat membangunkan anak dari tidur.
Gerakan terbatas pada sendi yang terkena.
Fraktur/patah tulang yang terjadi setelah aktifitas rutin, kadang dapat terjadi tanpa trauma.
Gejala penyerta seperti demam, cepat lelah, berat badan turun, dan pucat
Gambar 17. Penyebaran Neuroblastoma ke Tulang Kepala
25 D. Diagnosis
1.
2.
3.
4.
5.
Tampak berjalan pincang karena rasa sakit.
Massa atau pembengkakan pada tulang. Ekstremitas yang terkena lebih besar dibanding dengan yang normal (harus diukur lingkar pembengkakannya pada lokasi yang sama).
Massa/benjolan teraba lebih hangat akibat peningkatan vaskularisasi di kulit.
Keterbatasan gerak sendi (range of motion) yang terkena.
Sesak napas dapat ditemukan bila sudah terjadi penyebaran ke paru
1.
2.
3.
4.
5.
1. Fasilitas Pelayanan Kesehatan :
- Foto rontgen pada bagian tulang yang terkena bila tersedia - Pemeriksaan darah perifer lengkap, umumnya dalam batas normal
Rumah Sakit Rujukan :
Pemeriksaan darah, foto polos/CT-scan/MRI tulang, foto toraks, biopsi.
Panduan Penemuan Dini Kanker Pada Anak
2.
3.
E. Tata Laksana
Osteosarkoma A. Pengertian
B. Epidemiologi
C. Tanda dan Gejala 2.7
Pemeriksaan Penunjang
Tata laksana tergantung pada stadium, meliputi tindakan operasi, kemoterapi, atau radioterapi.
Osteosarkoma adalah jenis keganasan yang berasal dari sel pembentuk tulang (osteoblast).
Osteosarkoma merupakan jenis keganasan tulang primer yang paling sering dijumpai. Angka kejadian Osteosarkoma adalah 8-11 per 1.000.000 penduduk per tahun pada usia 15-19 tahun.
Osteosarkoma banyak ditemukan pada anak kelompok usia remaja dengan insiden tertinggi pada usia 10 tahun dan lebih sering dijumpai pada anak laki-laki. Pada tahun 2021 tercatat 87 anak (6%) dari seluruh kanker anak di Indonesia (IP-CAR, 2022).
Lokasi tersering Osteosarkoma adalah daerah metafisis tulang panjang dengan rasio pertumbuhan yang cepat, seperti tulang paha / femur distal (42%), tulang kering / tibia proksimal (16%), dan tulang lengan atas / humerus proksimal (15%), meskipun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada semua tulang.
Tanda dan gejala yang dapat ditemukan antara lain:
27 Benjolan atau pembengkakan pada tulang. Ekstremitas yang terkena lebih besar dibanding dengan yang normal. Massa atau benjolan dapat teraba lebih hangat akibat peningkatan vaskularisasi di kulit.
Nyeri tulang yang semakin memberat, mengganggu aktivitas, dapat membangunkan anak dari tidur. Anak tampak berjalan pincang karena rasa sakit.
Keterbatasan gerak sendi (range of motion) yang terkena
Fraktur atau patah tulang yang terjadi setelah aktifitas rutin, kadang dapat terjadi tanpa trauma
Gejala penyerta seperti demam, cepat lelah, berat badan turun, dan pucat
Sesak napas dapat ditemukan bila sudah terjadi penyebaran ke paru a.
b.
c.
d.
e.
f.
Gambar 18. Massa tumor pada femur distal
Gambar 19. Foto tulang Osteosarkoma
Pemeriksaan Fisis Anamnesis
Perut membesar, terasa penuh, dapat disertai rasa nyeri Batuk, sesak napas, nyeri dada
Benjolan pada leher Benjolan pada kepala
Nyeri tulang, lumpuh, gangguan berkemih dan buang air besar Pucat, iritabel, lemah, penurunan berat badan, anoreksia, dan demam
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Teraba benjolan di abdomen Massa pada leher
Benjolan pada kepala
Pembengkakkan di leher akibat penekanan Vena Cava Superior Proptosi disertai kebiruan di kelopak mata (hematoma periorbita/raccoon eyes)
Nodul subkutan
Gambar 20. Penyebaran Osteosarkoma ke paru Panduan Penemuan Dini Kanker Pada Anak
Diagnosis D.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Pemeriksaan Penunjang
Fasilitas Pelayanan Kesehatan :
Pemeriksaan darah perifer lengkap, umumnya dalam batas normal. Jika ada kelainan mungkin suatu neuroblastoma yang sudah menyebar hingga sumsum tulang
Rumah sakit rujukan :
Pemeriksaan darah, Vanillylmandelic Acid (VMA) urin, USG/CT- scan, biopsi massa, aspirasi sumsum tulang, Meta-
Iodobenzylguanidine (MIBG)
29 1.
2.
E. Tata Laksana
Tata laksana tergantung pada stadium, meliputi tindakan operasi, kemoterapi, atau radioterapi. Pertolongan awal di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dapat diberikan anti nyeri (Parasetamol 10-15 mg/kg/kali tiap 6-8 jam sekali atau Ibuprofen 5-10 mg/kg/kali tiap 8 jam) dan imobilisasi.
Karsinoma Nasofaring adalah tumor ganas pada nasofaring yaitu daerah antara hidung dan tenggorokan.
Nasofaring berhubungan dengan banyak daerah penting yaitu ke atas dengan rongga tengkorak, ke kanan dan kiri dengan telinga, ke depan dengan hidung dan mulut, serta ke belakang dengan tenggorokan.
Tumor tidak mudah diperiksa dan sering terlambat terdeteksi.
Oleh karena itu, metastasis ke leher lebih sering ditemukan sebagai gejala pertama.
Karsinoma Nasofaring A. Pengertian
a.
b.
c.
2.8
Gambar 21. Anatomi nasofaring dan gambaran nasofaring normal pada pemeriksaan endoskopi
Epidemiologi
Insidensi Karsinoma Nasofaring di dunia kurang dari 1 kasus per 100.000 penduduk. Hampir 60% tumor ganas di kepala dan leher adalah karsinoma nasofaring. Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi karsinoma nasofaring yang tinggi. Laki-laki lebih banyak dibanding perempuan. Faktor risiko yang sudah diketahui salah satunya adalah infeksi Epstein-Barr Virus. Berdasarkan Data IP-CAR, dari tahun 2015-2021, terdapat 63 kasus Karsinoma Nasofaring pada anak di Indonesia.
Gambar 22.
Massa nasofaring pada pemeriksaan endoskopi Panduan Penemuan Dini Kanker Pada Anak
B.
C. Tanda dan Gejala
Ingus bercampur darah, pilek dan air ludah yang kental, hidung tersumbat, mimisan.
Penurunan pendengaran (tuli) di satu sisi telinga atau kedua telinga, telinga berdengung (tinitus), nyeri telinga, dan rasa penuh di telinga.
Pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher yang teraba keras.
Gangguan penglihatan seperti penglihatan ganda (diplopia), kelopak mata turun (ptosis).
Kesulitan membuka mulut, gangguan menelan (disfagia).
Gejala sumbatan jalan napas atas misalnya sesak napas, hidung buntu, stridor dan ngorok, serta kesulitan bicara (suara sengau).
Gejala dini : a.
b.
Gejala lanjut : a.
b.
c.
d.
Anamnesis
Pemeriksaan Fisis
Gejala nasofaring: ingus bercampur darah, mimisan, hidung tersumbat
Gejala telinga: telinga terasa penuh, berdengung, nyeri telinga, Gejala mata dan saraf: penglihatan ganda
Gangguan menelan
Pembesaran kelenjar getah bening di leher
Pembengkakan kelenjar leher
Sumbatan jalan napas atas terutama hidung dan tenggorokan Gangguan mata (penglihatan ganda)
Gangguan pendengaran
Kesulitan nafas dan kesulitan bicara pada gejala lanjut
30 Gambar 23. Massa leher pada karsinoma nasofaring D.
1.
2.
3.
4.
5.
Diagnosis
1.
2.
3.
4.
5.
e. Kesemutan dan kebas pada daerah wajah (neuropati trigeminal)
Pemeriksaan Penunjang
E. Tata Laksana
Tata laksana dapat meliputi tindakan operasi, kemoterapi, atau radioterapi
Beberapa Kode ICD 10 yang dapat digunakan :
• Suspek leukemia C95.9
• Suspek limfoma C96.9
• Massa kepala, wajah, leher C76.0
• Massa toraks C76.1
• Massa intraabdomen C76.2
• Keganasan tulang dan tulang rawan pada ekstremitas C40
• Retinoblastoma C69.2
• Tumor Otak C71.9
• Wilms tumor C64.1, C64.2, C64.9
• Neuroblastoma C74.9
• Osteosarkoma C40
• Karsinoma Nasofaring C11.9
Fasilitas Pelayanan Kesehatan :
Pemeriksaan darah lengkap umumnya dalam batas normal Rumah Sakit rujukan :
Pemeriksaan darah, serologi virus, pemeriksaan oleh Dokter Spesialis, CT Scan kepala dan leher, dan histopatologi atau biopsi
1.
2.
Panduan Penemuan Dini Kanker Pada Anak
Upaya Penemuan Dini di Masyarakat
BAB III
33 Posyandu Prima
Institusi pendidikan seperti PAUD, TK, Kelompok Bermain, SD/sederajad, SMP/sederajad, dan SMU/sederajad
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anak Panti sosial anak
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)/Rumah Tahanan (Rumah Tahanan) anak
Tempat lainnya
Melakukan identifikasi terkait upaya penanggulangan kanker pada anak (prevalensi dan riwayat perjalanan penyakit) sehingga bisa digunakan sebagai bahan untuk melaksanakan advokasi.
Melakukan advokasi kepada lintas sektor dan pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan deteksi dini kanker pada anak. Melakukan pembinaan terhadap kader kesehatan untuk meningkatkan
kapasitas dan pengetahuan kader mengenai kanker pada anak.
Melakukan deteksi dini kanker pada anak dengan menggunakan formulir penemuan dini kanker pada anak.
Melakukan tata laksana awal dan merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjut.
Berkolaborasi dengan lintas sektor dan pihak swasta terkait dalam upaya deteksi dini kanker pada anak.
Dalam rangka peningkatan penemuan kasus kanker pada anak lebih dini, perlu kiranya melibatkan para pemangku kepentingan dan unsur- unsur dalam masyarakat untuk mengenali tanda dan gejala 8 (delapan) kanker pada anak. Kegiatan pengenalan dan penemuan dini kanker pada anak dapat dilakukan di:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Tenaga Kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan melaksanakan hal- hal sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Panduan Penemuan Dini Kanker Pada Anak
BAB III
UPAYA PENEMUAN DINI DI MASYARAKAT
Identitas (diisi oleh perawat/petugas pendaftaran) Nomor Rekam Medis :
NIK Anak : Nama Anak :
Tanggal Lahir Anak (tgl/bln/thn) : ____/____/____
Jenis Kelamin : L/P
Berat Badan : kg Tinggi Badan : cm Nama Orang Tua :
Alamat :
No Telepon/ HP : Nama Fasyankes :
Tanggal Pemeriksaan (tgl/bln/thn) :
FORMULIR PENEMUAN DINI KANKER PADA ANAK
34 Riwayat Prematur : Ya/Tidak*
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) : Ya/Tidak*
Status Imunisasi Dasar : Lengkap/ Tidak Lengkap* ASI Eksklusif : Ya/Tidak*
Riwayat Kesehatan Orang Tua
Perilaku Merokok/ Paparan Asap Rokok : Ya/Tidak*
Riwayat Kanker Dalam Keluarga Sedarah : Ya/Tidak*
Diisi oleh Dokter, Bidan atau Perawat
Panduan Penemuan Dini Kanker Pada Anak
Kemungkinan Kanker atau Penyakit Lain :
36 Dokter,
(…………...………) Kesimpulan
Kecurigaan kanker : Ya / Tidak
Jika ditemukan salah satu gejala di atas, maka :
Bila ditemukan satu "Ya", lakukan evaluasi lanjutan >> kemungkinan suatu kanker sesuai buku Pedoman Penemuan Dini Kanker pada Anak. Jika tersedia, lakukan pemeriksaan laboratorium dan foto rontgen sesuai indikasi.
Bila hasil pemeriksaan mengarah ke suatu kanker, rujuk segera ke rumah sakit rujukan
Stabilkan pasien, dan jika perlu, mulailah cairan intravena, oksigen, dan penanganan nyeri
Jika dicurigai tumor otak dan ada penurunan status neurologis, berikan tata laksana peningkatan tekanan intrakranial
Edukasi orang tua mengenai alasan dan pentingnya rujukan Berkomunikasi dengan fasilitas rujukan
Panduan Penemuan Dini Kanker Pada Anak
Pengisian formulir dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan Formulir tidak digunakan untuk pasien yang telah terdiagnosis kanker
Pengisian lengkap formulir penemuan dini kanker pada anak dilakukan bila ditemukan minimal 1 gejala (dari 13 gejala yang menunjukkan kecurigaan kanker pada anak) saat pemeriksaan awal atas pertimbangan klinis dokter pemeriksa
Definisi operasional pertanyaan dasar formulir penemuan dini kanker pada anak :
Penjelasan mengenai tata cara pengisian formulir penemuan dini kanker pada anak :
1.
2.
3.
4.
Nama lengkap: Diisi dengan nama lengkap dari klien/ pasien Tanggal lahir: Diisi dengan format tanggal, bulan, dan tahun kelahiran dari klien/ pasien
Jenis kelamin: Diisi “L” untuk Laki-laki / “P” untuk Perempuan Berat badan: Diisi dalam satuan kilogram
Tinggi badan: Diisi dalam centimeter
Nama Orang Tua: Diisi dengan nama lengkap orang tua Alamat: Diisi dengan alamat lengkap (Nama Jalan, RT, RW, Kelurahan, Kecamatan)
Nomor Telepon/ Hp: Diisi oleh nomor handphone/telepon Riwayat prematur: Bayi yang lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu
BBLR: Berat Badan Lahir Rendah adalah berat lahir bayi kurang dari 2500 gram
Status Imunisasi Dasar Lengkap: Bayi usia kurang dari 1 tahun yang telah mendapatkan imunisasi HB0 1 dosis, BCG 1 dosis, DPTHB-Hib 3 dosis, Polio tetes (OPV) 4 dosis, Polio suntik (IPV) dosis, Campak Rubela 1 dosis
ASI Eksklusif: Bayi yang diberikan hanya ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain sejak lahir sampai berumur 6 bulan, kecuali obat dan vitamin
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
38 m.Perilaku merokok/paparan asap rokok: Kebiasaan merokok yang dilakukan oleh anggota keluarga dalam 1 rumah n. Riwayat kanker dalam keluarga sedarah: Orang tua kandung atau saudara kandung mempunyai riwayat kanker
Panduan Penemuan Dini Kanker Pada Anak