GUBERNUR SULAWESI SELATAN PERATURAN GUBERNUR SULAWESI SELATAN
NOMOR : 53 Tahun 2012
TENTANG
TATACARA PEMBERIAN SANKSI PENANAMAN MODAL DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR SULAWESI SELATAN,
Menimbang : a. bahwa pelanggaran terhadap ketentuan pasal 10 ayat (4), pasal 19 ayat (1) dan ayat (3) serta pasal 21 Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 13 Tahun 2009 tentang Penanaman Modal Daerah dapat dikenakan sanksi administrasi;
b. bahwa pemberian sanksi administrasi dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan yaitu pelaksanaannya dilakukan setelah mendapat pembinaan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah yang membidangi Penanaman Modal;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan tentang Tatacara Pemberian Sanksi Penanaman Modal;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4297);
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 67,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4726);
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4724);
5. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 106, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4756);
6. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
10.Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerjasama Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4761);
11.Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2008 tentang Pedoman dan Tatacara Pemberian Insentif Penanaman Modal di Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 88, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4861);
12.Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5107);
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2011(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5209);
13.Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2007 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan Di Bidang Penanaman Modal;
14.Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 2 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Daerah Sulawesi Selatan Nomor 235);
15.Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 13 Tahun 2009 tentang Penanaman Modal Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009 Nomor 13);
16.Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 61 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal Provinsi Sulawesi Selatan (Berita Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2010 Nomor 61).
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG
TATACARA PEMBERIAN SANKSI PENANAMAN MODAL.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Gubernur ini, yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Provinsi Sulawesi Selatan.
2. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan Daerah.
3. Gubernur adalah Gubernur Sulawesi Selatan.
4. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.
5. Kabupaten/Kota adalah Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan
6. Pejabat yang berwenang adalah pejabat yang mempunyai kompetensi dan wewenang dalam memberikan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
7. Pembinaan adalah tindakan atau upaya pemerintah/pemerintah daerah berdasarkan kewenangannya untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan berbagai kebijakan dan ketentuan penanaman modal serta pemecahan masalah dan hambatan yang dihadapi oleh penanam modal .
8. Pengawasan adalah upaya atau kegiatan yang dilakukan guna mencegah, mengurangi terjadinya penyimpangan dan melaksanakan pengenaan sanksi terhadap pelanggaran/penyimpangan atau
ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang penanaman modal.
9. Pelanggaran adalah apabila penanam modal tidak melaksanakan kewajibannya melakukan kegiatan usaha sesuai dengan izin yang dimiliki, kewajiban penyerapan tenaga kerja lokal dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja yang dipekerjakan melalui pendidikan dan pelatihan serta melanggar norma agama, adat istiadat, kebiasaan, moral setempat dan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang penanaman modal.
10. Sanksi Penanaman Modal adalah Sanksi yang diberikan kepada penanam modal yang melakukan kegiatan penanaman modal bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
11. Sanksi Administrasi adalah Sanksi yang diberikan kepada penanam modal apabila melakukan pelangaran
BAB II
MAKSUD, TUJUAN DAN RUANG LINGKUP Pasal 2
Maksud pemberian sanksi penanaman modal agar penanam modal senantiasa mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 3 Tujuan pemberian sanksi administrasi adalah:
a. terlaksananya ketentuan peraturan perundang-undangan bidang penanaman modal
b. terhindarnya lebih awal agar perusahaan penanaman modal tidak melakukan pelanggaran ;
c. terbinanya perusahaan penanaman modal melakukan kegiatan penanaman modal ;
d. terciptanya iklim penanaman modal yang kondusif ; dan e. meningkatnya daya saing daerah.
Pasal 4
Ruang lingkup pemberian sanksi administrasi meliputi upaya penegasan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang penanaman modal untuk ditaati.
BAB III